Tags

, , ,

“There’s no mountain too great. Just hear the words and have faith.”

5cm.cm23988

Saking novelnya terkenal banget, dulu saya sampai dicap enggak gaul loh karena belum baca 5 cm. Yah, sekarang juga belum baca sih. Pernah ngebaca sekilas doang. Makanya sekarang saya jadi penasaran seratus persen begitu cerita ini berubah wujud menjadi film. Sempet kaget juga waktu ngeliat bioskop mendadak jadi penuh sesak, judul filmnya sih 5 cm tapi antriannya sampe 5 km!

Wajar saja, 5 cm menawarkan cerita persahabatan yang ringan, bernuansa romantis, mudah dicerna, dengan lelucon-lelucon khas anak muda. Yg ngebikin film cukup cakap memodernisasikan leluconnya sehingga sesuai dengan zaman. Gak kayak saya yang sampe sekarang masih betah pake “… nih yeee!” di setiap guyonan, 80an banget hahaha.

Zafran, tapi kalo dipanggil Juple nengok juga (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), Genta (Fedi Nuril), Ian (Igor Saykoji), dan Arial (Denny Sumargo) udah sahabatan lamaaaa banget. Mereka udah kenal betul satu sama lain, mulai dari yang baik-baik sampai busuk-busuknya mereka udah tau. Riani aja ampe apal betul menu yang bakal dipilih teman-temannya kalo lagi jajan di warung. Awal film ini terasa begitu fun. Pengenalan tokoh-tokoh sentral dan build-up character nya dilakukan dengan baik. Karakternya mungkin agak terlalu gimmicky, but it turns out good karena sukurnya para pemain sukses memerankan peran mereka masing-masing. Chemistry antara semua pemainnya terbangun oke, Yang ngeganggu di bagian awal ini adalah lamanya durasi adegan setan juple melawan malaikat juple saat Juple bertemu dengan Dinda (Pevita Pearce), adik Arial. Memang gak lama-lama amat sih, tapi teteap terasa terlalu panjang untuk sebuah filler. Menit-menit berharga itu seharusnya digunakan di bagian naik gunung yang terasa kurang greget.

Naik gunung? Iya, jadi ceritanya mereka kan bosen nih, sama-sama melulu. Si Genta punya usul buat pisah dulu selama 3 bulan. Gak boleh ada kontak sama sekali. Itung-itung nyari suasana baru. Mereka sepakat ketemu lagi tanggal 14 Agustus dengan agenda yg disusun dan dirahasiakan oleh Genta. Biar pada surprise. Dan bener aja, setelah tiga bulan, Genta ‘menculik’ sahabat-sahabatnya ke Gunung Semeru. Mereka akan merayakan persahabatan mereka di puncak Mahameru.

Seketika kisah mereka berenam (yah, berenam, adiknya Arial yang cakep itu juga diajak) berubah menjadi cerita petualangan. Salah satu dari mereka ternyata psikopat, dia menghabisi temannya satu per satu. Enggak ding, bo’ong hehehe. Perjalanan naik gunung membuat rasa nasionalisme mereka mencuat keluar. Anak-anak yang tadinya slengekan, tiba-tiba berubah dramatis, jadi pada berucap puitis penuh rasa nasionalis (yang sayangnya malah jatuh flat, karena delivery yang gak alami). Gak tau juga, apa karena pemandangan yang indah, atau karena kecapean, atau karena emang lagi suasana kemerdekaan. Atau mungkin karena cacat dalam story telling, karena perubahan dalam tema cerita ini terasa tidak alami. Mungkin memang film ini mau berpesan bahwa segimana pun anak muda Indonesia, mereka masih mencintai negaranya. Tapi dengan adanya sudut pandang nasionalisme ini, tubuh cerita  tentang persahabatan menjadi blur. Konflik yang terjadi selama di gunung jadi terkesan cuma untuk bikin deg-degan. They kinda just move on after a conflict and never say about it again, seolah tidak terjadi apa-apa.

45rIRU_PMR-5cm-05

Setelah adegan klimaks di puncak gunung, sekali lagi penonton seolah dibawa naik roller coaster menikmati cerita saat temanya berubah lagi. Kali ini belok ke kisah percintaan. Untuk finishing, 5 cm menyuguhkan sebuah twist yang mengejutkan, terutama buat yang belum baca novelnya seperti saya ini. Sayangnya twist ini diselesaikan dengan cepat dan seolah mengambil jalan aman. Ending nya disajikan fun dan konklusif tapi seolah merusak cerita yang seharusnya udah klimaks di cerita petualangan para karakternya.

Kekuatan film ini selain pada rasa penasaran pembaca novelnya, terletak pada jajaran pemain yang kuat, hubungan para karakter yang begitu dekat dengan penonton (sobatan segenk terus bikin aksi seru-seruan, I bet semua penonton film ini mengasosiasikan kelompok teman sepermainan masing-masing dengan para tokoh di 5 cm), dan yah mungkin orang-orang simply pada penasaran gimana sih rasanya naik gunung. Jadi, apakah film ini overrated? Ya terserah aja, you be the judge. Nih yeee!

For the fun and adventurous storytelling, Palace of Wisdom gives 8 out of 10 gold stars to this movie.

 

 

 

That’s all we have for today.

Now go and feel the power of wisdom!

………you’re welcome.

Advertisements