Tags

, , , ,

“Love because it justifies your life.”

HA

Pada tau dong Bacharuddin Jusuf Habibie itu siapa. Beliau adalah mantan orang nomor satu di Indonesia. Perjalanan hidup presiden ketiga Indonesia ini rapi dituliskan ke dalam sebuah buku autobiografi, yang kemudian lantas difilmkan. Tenang, ini bukan film politik kok. Gak bakalan bikin pegel. Cerita Habibie & Ainun berfokus kepada kehidupan cinta Pak Habibie dan Bu Ainun, tentang sebuah cinta sejati, yang begitu menyentuh dan heartwarming sehingga hampir semua penonton keluar bioskop dengan berlinang air mata.

Tahun 1962, Rudi Habibie (Reza Rahadian) yang lagi asik-asik belajar teknik di Jerman dipulangkan ke Indonesia karena penyakit tuberculosis yang dideritanya. Selagi pulang kampung itulah, Rudi kembali bertemu dengan seorang gadis temen sekolahnya dulu, Hasri Ainun Besari (Bunga Citra Lestari).  Rudi dan Ainun pun saling jatuh hati. Yah kalo emang jodoh ya apa mau dikata? Rudi akhirnya sukses menikahi Ainun dan mereka pun memutuskan untuk hidup bersama di Jerman.

Kehidupan mereka di Jerman sederhana tapi bahagia. Rudi dan Ainun dikaruniai dua putra. Karir Rudi yang jenius pun melaju dengan mulus. Dengan gelar doktornya, Rudi banyak mendapat undangan dari berbagai perusahaan untuk membuat pesawat terbang. Tapi impian Rudi cuma satu; membuatkan pesawat terbang untuk negera asalnya, Indonesia. Tahun 1973, Presiden Soeharto secara khusus meminta Rudi Habibie untuk kembali ke Indonesia. Negara ini sedang sangat membutuhkan bantuan nya. Impian Rudi untuk membuat pesawat terbang buat tanah airnya sebentar lagi akan terwujud. Inilah awal mula Rudi Habibie menyentuh ranah politik di Indonesia. Namun di balik semua kesuksesan itu, Rudi tidak pernah tahu bahwa istri tercintanya sedang mengalami sakit. Ainun yang sendirinya adalah seorang dokter, menyembunyikan kondisi kesehatannya dari suami yang tengah dibutuhkan oleh negara.

00026566

Runtutan kejadian dalam film ini mengalir lancar dengan seadanya. Penonton diberikan ruang untuk mengenal kedua tokoh utama film ini sedalam-dalamnya. Hebatnya, tidak ada konflik-konflik percintaan yang berlebihan. Hubungan asmara kedua karakter ini terjalin hangat dan ringan, diselingi guyon-guyon yang disisipkan dengan tepat sehingga penonton semakin terhanyut secara emosional ke dalam karakter mereka. Semua konflik selain asmara juga terasa begitu sederhana. Dituturkan tidak tergesa-gesa tapi juga tidak terlalu lambat. Emosi dan kejadian yang dialami oleh tokoh Habibie dan Ainun ter-deliver dengan sangat baik. Chemistry antara Habibie dan Ainun terlihat begitu memikat dan meyakinkan. Bunga Citra Lestari bermain maksimal tapi tentu saja peran Reza Rahardian lah yang paling menonjol di sini. Dari gesture, cara bicara, pembawaan khas, sampe cara jalannya, Reza sukses berat menjadi Habibie. Reza Rahardian di film ini ibarat Jessica Lange di serial American Horror Story.

Detil film ini diperhatikan dengan teliti. Perubahan suasana dan lokasi antara Jerman 60an, Indonesia 60an, terus Jerman dan Indonesia 90an terlihat meyakinkan. Yanga agak kurang sreg di mata saya adalah saat Habibie berjalan pulang di tengah salju, latarnya terlihat agak gak jujur hehehe. Yang menarik adalah dimasukkannya cuplikan-cuplikan kejadian asli dari berita tahun 1998, saat Indonesia lagi kacau-kacaunya. Juga saat pesawat terbang buatan Habibie pertama kali tes terbang, pinter banget mereka menggabungin adegan dari berita nyata dengan adegan film. Menambah kesan realistik.

Tapi sebaik-baiknya akting, cinematografi, musik, dan segalanya itu tetap tidak bisa menyembunyikan keberadaan hal yang terasa amat mengganggu di film ini. Iklan! Perfect storytelling menjadi boclet (pada tau boclet gak? Itu tuh, kalo kelereng ada pecahnya sedikit) karena ada adegan untuk kepentingan komersial yang dimasukkan dengan paksa. Gimana gak maksa coba? Setting-annya tahun berapa, eh tau-tau nongol snack coklat yang masih bau kencur. It just ruined the moment.

Terlepas dari iklan-iklan konyol itu (Why am I watching commercials on a cinema???!), Habibie dan Ainun keluar dengan 9 gold stars out of 10. Jarang-jarang loh ada film Indonesia yang dramanya berkualitas seperti ini.

That’s all we have for today.

Now go and feel the power of wisdom!

………you’re welcome.

Advertisements