Tags

, , , , , , ,

aqsdcv - Copy (4)

Pada tau Lupus kan? Lupus adalah tokoh dari novel kalangan Hilman Hariwijaya (judulnya Lupus, duh!) yang ngetop di tahun 90-an. Sudah jadi rahasia umum kalo saya ini ngikutin Lupus. Dari doyan nguyah permen karet, jail, suka nodong orang dengan tebak-tebakan norak, hobi nyontek, sampe nulis-nulis begini pun saya lakukan demi mengikuti jejak tokoh cerita karangan Hilman ini. Jadi, kamu-kamu bisa nebak dong kalo ada yang ngasih tebakan: “makhluk apa yang kece dan paling girang begitu film Lupus terbaru tayang di bioskop?” Ya, jawabannya tak lain dan tak bukan adalah saya hehehe

 

 
Bangun Lagi Dong Lupus adalah Lupus dengan cerita baru. Hilman mengubah latar belakang tokoh-tokoh yang sudah dikenal orang sejak dulu. Lupus (Miqdad Addausy) yang sekarang adalah murid baru di SMA Merah Putih. Lupus, Lulu (Mella Austen), dan Mami (Ira Maya Sopha) pindah dari Bogor karena ingin memulai fresh setelah Papi meninggal Nah, di hari pertamanya masuk sekolah, Lupus bertemu dengan seorang cewek manis bernama Poppy (Acha Septriasa) yang lagi turun sambil ngambek dari mobil cowoknya, Daniel (Kevin Julio). Poppy memang lagi berantem ama Daniel sehingga minta diturunkan di jalan. Lupus yang takut nyasar plus udah telat, nekat nanya arah ke Poppy. Awalnya respon Poppy dingin-dingin aja, malah cenderung galak. Tapi lantaran sikap Lupus yang simpatik, Poppy jadi melunak. Mereka pun makin akrab begitu tau ternyata sekolahan mereka sama dan Lupus mengajak Poppy ke sekolah bareng naik busway.
aqsdcv - Copy (5)
Bukan hanya Poppy, karena sifat Lupus yang supel nan baik hati, di sekolah barunya itu Lupus berteman dengan anak-anak lain sebangsa Boim (Alfie Alfandy), cowok item mutlak yang hobi nguber cewek tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih jomblo; Gusur (Jeremiah Christian), cowok tambun yang nyastra abis, kerjaannya bikin puisi dan melukis; Anto (Fabila Mahadira), kutu buku yang barang bawaannya ke sekolah udah nyamain perpustakaan keliling. Tapi tampaknya bukan hanya teman yang diperoleh Lupus. Demi ngeliat pacarnya berangkat bareng dan akrab sama cowok lain, anak baru lagi! Daniel kontan angot. Daniel dan temen-temennya (baca:anak buahnya) mulai menggencet Lupus, melarangnya untuk deket-deket Poppy. Di samping main conflict cinta segitiga tersebut, juga ada cerita tentang Lupus dkk yang ikut lomba GoGreen, Poppy yang jadi ketua lomba majalah antarsekolah, Boim dan Enyaknya (Cici Tegal) yang dikejar-kejar debt collector, Gusur dan engkong nya (Didi Petet) yang numpang di rumah kakak ipar Gusur (Firda Razak. Nice cameo, meranin Lulu di film Lupus terdahulu), dan juga tentang keluarga Lupus sendiri.

 

 

Konflik-konflik yang dihadirkan memang terasa kebanyakan mengingat durasi film yang hanya 106 menit. Pun penggalian setiap konfliknya dangkal sekali. Yang masalah Boim dengan lintah darah bahkan enggak ada penyelesaiannya. Setiap storyline berisi pesan moral yang, yah akibat gak tergali dengan baik, jatohnya jadi malah kayak iklan-iklan penyuluhan masyarakat, “kalo kita tawuran, nanti akan menyulut dendam loh. Oke? Goodbye the end. Salaman.”
Dangkalnya cerita sejalan dengan karakter yang juga datar sekali. Yang terasa jelas adalah karakter Lupus. Lupus udah terkenal sebagai karakter yang ngocol, jail, tapi di balik itu dia sangat setiakawan dan bertanggung jawab. Di film ini, Lupus terlahir sama sekali baru. Lupus tidak lagi berjambul dan ngelempar tebak-tebakan konyol. Lupus terlihat lebih ‘jinak’. Sifat ngocolnya ilang. Karakter Lupus jadi one dimensional dan terasa membosankan karena terlalu baik dan sempurna seperti Lala di sinetron Bidadari.
Karakter-karakter pendukung yang udah ikonik juga gak terlalu kerasa penampakannya. Boim dan Gusur (bahkan Fifi Alone, Nyit-Nyit, dan Mr Punk harus rela gak dimunculin di film ini) harus mengalah demi karakter pendukung baru yang gak penting tapi tampil kebanyakan, seperti karakternya Eko Patrio. Okay, I get it itu buat pesan budaya tapi alih-alih menghabiskan durasi ngeliat Eko senam poco-poco setiap 15 menit, akan lebih berguna kalo durasinya dipakai untuk mengembangkan kisah unik persahabatan Lupus-Boim-Gusur. Akting mereka-mereka ini sih gak jelek (kalo mukanya Boim, baru jelek) tapi ya itu tadi, there’s just no room for development.

bangun-lagi-dong-lupus

 

 
Sebagai penggemar Lupus yang berharap bisa nostalgia sedikit melihat kembali tokoh-tokoh dari masa kecil diremajakan kembali, saya kecewa dengan perubahan latar belakang yang sama sekali gak signifikan dengan kelangsungan cerita. Mengapa tidak setia dengan cerita lama? Mengapa Lupusnya harus jadi murid baru? Mengapa pertemuan Lupus dan Boim dibikin berbeda dengan yang sudah pernah diceritakan dalam novel Bangun Dong, Lupus di bab Diary Boim?

Mungkin niatnya biar jadi lebih fresh. Lantas muncullah satu pertanyaan, Bangun Lagi Dong, Lupus ini sebenarnya pasarnya siapa? Kalo fans jadul, jujur saja film ini failed bagi saya karena mengubah, menghilangkan originalitas karakter dan ceritanya. Kalo incarannya anak remaja sekarang, saya rasa film ini failed juga karena selain pesan-pesan moral itu, tidak ada yang menarik yang bisa penonton remaja liat dari film ini. Hanya kisah cinta dan persahabatan biasa dengan nama karakter-karakternya bisa diganti menjadi siapa saja.

 

 

 

Palace of Wisdom gives 6 stars out of 10 for this movie.

Because in life, there are winners and there are losers.

We be the judge.

 

 

 

That’s all we have for now

Feel the power of wisdom!

Advertisements