Tags

, , , , , ,

“Lying is easy. But it’s lonely.”

byzantium-poster

Y’all knew vampires, right? Itu loh, makhluk abadi penghisap darah manusia, biasa tinggal di rumah gede di atas bukit, kebanyakan cakep parah, dan no, tubuh mereka tidak berkilau!! Well, sudah banyak film yang berangkat dari tema vampire, jadi saya harap kalian belum bosen karena Byzantium ini adalah salah satu drama vampire terkeren yang pernah saya tonton!

ddrts - Copy (5) - Copy - Copy

Eleanor tinggal bersama kakaknya, Clara. Segera kita tahu kalo kakak- beradik ini rada enggak beres. Eleanor menolong seorang kakek tua dengan menghisap darah si kakek sampai habis. Sedangkan Clara diuber-uber seseorang yang kemudian dipenggalnya untuk membela diri. Yak, tepat sekali sodara-sodara, mereka berdua ini bukanlah manusia biasa. Mereka vampire! *cue ‘jeng-jeng’ sound*

Menjadi vampire yang sudah hidup ratusan tahun tidak lantas membuat mereka kaya raya. Eleanor dan Clara hidup gelandangan, mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Clara bahkan berprofesi sebagai seorang prostitute, karena yah, cuma itulah yang dia bisa. Demi hidup menyatu dengan manusia, mereka harus serba berahasia. Mereka bahkan memalsukan nama saat bertemu dengan Noel, pria kaya namun malang yang bersedia memberi mereka tempat tinggal. Psst, sebenarnya Clara itu juga bukan kakak Eleanor. Clara adalah ibu dari Eleanor! *cue ‘jeng-jeng’ lagi*

Eleanor belakangan mulai risih dengan segala kebohongan jati diri ini. Terlebih saat dia bertemu dengan Frank, pemuda yang jatuh hati begitu mendengar permainan piano nya. Eleanor perlahan mulai mencoba menceritakan siapa sebenarnya dirinya, dia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku cerita. Clara yang menghabiskan umur abadinya menjaga rahasia tentu saja kalap begitu tau kisah hidup mereka dibaca oleh orang-orang. Clara masih menyimpan satu rahasia lagi, yang bahkan Eleanor sendiri tidak tahu; Bahwa mereka sebenarnya buron, sebuah organisasi vampire mengawasi mereka dengan ketat, karena sebenarnya tidak boleh ada yang namanya vampire wanita, apalagi vampire wanita yg berkembang biak! *oke ini ‘jeng-jeng’ terakhir, janji deh hihihi*

Plot yang pintar ini adalah salah satu sisi kuat film Byzantium. Diceritakan dengan alur bolak-balik sehingga membuatnya semakin menarik untuk diikuti, jadi seolah ada dua cerita; pertama cerita di masa kini tentang kehidupan Eleanor dan Clara, kedua cerita masa lalu tentang asal mula kenapa mereka bisa jadi vampire. Perpindahan setting secara interwoven nya juga mulus sekali, enggak terkesan meloncat-loncat. Dalam film ini, kita tidak akan menemukan hal-hal klise tentang vampire, kecuali mereka exceptionally beautiful. Tidak ada bawang putih, pasak di jantung, taring berdarah, ataupun transformasi jadi kelelawar. Clara dan Eleanor tidaklah penuh kekuatan mistis. Mereka digambarkan seperti normalnya wanita biasa, terlihat kuat di luar namun rapuh di dalam. Cara vampire membunuh mangsanya pun beda, di film ini vampire menyerang dengan menusukkan kuku jempol mereka yang runcing, baru kemudian menghisap darah korban. Kecuali si Clara, yang kalo lagi kumat buasnya masih setia pake cara lama, menggigit leher pria yang menjadi mangsanya..
ddrts - Copy (5)

Aktor-aktor film ini jangan ditanya. Kedua tokoh utama kita dengan sukses dimainkan oleh Gemma Arterton dan Saoirse Ronan. Saya suka dengan bagaimana karakter Eleanor digambarkan sebagai remaja tapi enggak labil, dan bertingkah sesuai umurnya, 200 tahun. Dan Saoirse sukses berat menggambarkan complicated nya karakter remaja yang sebenarnya umurnya ratusan tahun. Karakter pendukungnya juga oke. Tidak ada karakter baik atau jahat di sini. Semuanya abu-abu. Clara kadang tampil kejam, tapi penyayang, bahkan vampire dari organisasi Brotherhood juga gak bisa dikatakan sepenuhnya jahat, mereka punya motivasi tersendiri. Scene favorit saya di film ini adalah saat Eleanor main piano di panti jompo, that was beautiful and yet so screepy at the same time! Dan air terjun merah itu, wow!!
ddrts - Copy (6) - Copy

 

 

OK, that’s all we have for this time.
Drama vampire yang diceritakan dengan indah, but Let The Right One In is still the best, so Palace of Wisdom gives 8.5 gold stars out of ten for this movie.

 

 
Remember, in life there are winners and there are losers.
We be the judge.

 
Now go, feel the power of wisdom!

 

 

 

 

And umm.. remember when we told you itu adalah ‘jeng-jeng’ yang terakhir? Well, we lied
*JENG-JENG!!*

 

Advertisements