Tags

, , , , , , , , , ,

2013 adalah tahun surga bagi penggemar film ber-genre horror. Banyak film horror yang dirilis, dan semuanya bagus-bagus! Saya yang penonton film tentu saja senang riang gembira, karena I’m starting up as a horror fans, jadi maap saja kalo sebagian list kali ini isinya film-film angker hahaha
Bicara tentang horror, saya rasa semua orang perlu paling enggak sekali aja buat nyobain nonton film hantu. I think people need to watch them so we can realized kalo dunia nyata itu enggak seseram yang ada di film. Dengan begitu kita jadi lebih semangat menjalani hidup, lebih kuat. Mangkanya para penggemar horror, seperti saya ini, jarang ditemukan dalam keadaan galau. We know seburuk-buruknya telfon gak diangkat, sepatah hatinya ngeliat message udah dibaca tapi gak dibales, sefrustasinya udah bikin dan ngasih hadiah tapi gak dianggep,  sepaitnya dibentak bos atau dosen, toh tidak mungkin lebih parah dari ada orang gila berkapak yang nungguin kita di balik pintu

Nah, sebelum saya bicara makin panjang kayak nasihat kakek-kakek, mari simak delapan film keren yang pernah saya tonton di 2013. Kenapa pula jumlahnya musti delapan? karena sekarang sudah tahun 2014, 14 dikurang 8 kan jadinya 6. Daann *suara dramatis*angka 6 itu kalo ditulis tiga kali jadinya 666 alias Satan’s Number!!*jeng-jeng* Daaaan……… kalo kamu percaya teori barusan, masa kecilmu pasti kurang bahagia hahahaa

Film Indonesia sayangnya doesn’t make the cut this year, yeah not even you, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck! Ada sih yang lumayan, kayak Belenggu tapi menurut saya terlalu unoriginal, Rectoverso juga oke tapi terlalu cengeng, dan masalah terbesar film-film Indonesia menurut saya adalah kesan fake, dibuat-buatnya yang sangat terasa. Baik dari segi alur cerita maupun akting. Gak natural.

 

Honorable mentions:
The rest of horror department: Insidious 2, Mama, Sinister, Stoker, Magic Magic, Texas Chainsaw 3D, Warm Bodies, World War Z
Fulfill your fantasy: Oz The Great and Powerful, Hansel Gretel Witch Hunters,  The Lone Ranger, Percy Jackson and The Sea of Monsters, Thor: The Dark World, Now You See Me, The Great Gatsby, Pacific Rim, Metallica: Through the Never
What to sit down with family: Despicable Me 2, Monster University, Plane, The Way Way Back, How I Live Now, Family Weekend
Gold comedy: The World’s End, We’re the Millers, The Internship

Inilah daftar film yang kudu diputer berkali-kali because they are just so good

 

 

 

8. THE CONJURING
large_the-conjuring-poster
Director:  James Wan
Stars: Patrick Wilson, Vera Farmiga, Ron Livingston, Joey King
MPAA: R
IMDB Ratings: 7.6/10
“There is something horrible happening in my house.”

Kisah nyata ‘petualangan’ Ed dan Lorraine Warren, sepasang paranormal investigator ini sukses membuat penonton di seluruh dunia merinding dengan menggelinjang.  The  Conjuring mengangkat kisah bagaimana mereka mengusir setan dari rumah keluarga Perron, melakukan exorcism, dan sedikit menyinggung tentang boneka setan legendaris, Annabelle.
THE CONJURING“Sari roti, roti, sari roti…”

Rumah baru yang berhantu memang sudah jadi tema umum dalam cerita-cerita horror. Sebuah keluarga bahagia pindah ke rumah baru mereka dan mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Jadi, apakah The Conjuring ini bisa dibilang revolusioner? Tidak. Banyak darah-darahnya dengan setan yang serem abis? Enggak sadis-sadis amat. Kekuatan film ini justru terletak kepada kemampuan James Wan menghidupkan atmosfer seram dengan menggali satu faktor yang sering terlewatkan oleh film horror lain: the sense of truth.

Pintu yang berderit, bunyi-bunyi rumah, ruang bawah tanah yang gelap seolah ada sesuatu yang menunggu di bawah sana, digunakan secara maksimal sebagai scare factor di film ini. Style kamera yang dinamis membuat penonton semakin dalam meresapi cerita. Dan akting dari para pemain (Vera Farmiga dan Patrick Wilson memainkan peran mereka dengan sempurna) tentu saja membantu membuat penceritaan film ini semakin tak bercela
conjure_2633115b

 

My favorite scene:
Coba deh tonton adegan Carolyn Perron main petak umpet sama April. Yang jelas, abis nonton bagian itu, I know I will never, ever play hide and seek with a blindfold again

 

 

 

 

 

7. KICK-ASS 2
large_kick-ass-2-poster
Director:  Jeff Wadlow
Stars: Aaron Taylor-Johnson, Chloe Grace Moretz, Christopher Mintz-Plasse, Jim Carrey
MPAA: R
IMDB Ratings: 6.8/10
“You don’t have to be a bad-ass to be a superhero. You just have to be brave”.

Film yang paling saya tunggu-tunggu di tahun 2013.  Tapi agak sedikit kecewa karena ternyata masih lebih bagusan film nya yang pertama. Tapi untungnya, Hit Girl still kicks ass!!
large_3xdJFbNZuZKYHHlI6QNZ2RZddGxspecial move: Armbar Takedown

 

Dave Lizewski, si Kick-Ass yang sudah menginspirasi banyak orang di kotanya untuk jadi superhero juga. Berniat melanjutkan aksinya, Dave belajar beladiri kepada Hit Girl, bahkan ngajakin cewek ini buat barengan memberantas kejahatan. Tapi Mindy (nama asli Hit Girl, duh) menolak, karena dia sudah janji kepada ayah angkatnya untuk hidup normal, senormal hidup cewek abg 15 tahun. Akhirnya Dave bergabung dengan beberapa superhero yang ditemuinya di internet, dan bersama mereka membentuk grup Justice Forever. Ada yang nyadar kalo ada Jim Carrey di sini?
Justice4evr

Musuh mereka kali ini adalah geng superhero jahat yang diketuai oleh Chris D’Amico, yang sekarang bukan lagi seorang Red Mist. Dendam karena bokapnya mati ditembak Kick-Ass pake bazooka, dia turn heel, jadi jahat, dan sekarang memakai nama Motherfucker.
Kick-Ass 2

 

Intinya sih, ini film tentang balas dendam yang ujung-ujungnya selalu bikin sengsara. Percaya deh, sengsara di kamus Kick-Ass itu sama dengan SADIS! Meski banyak adegan kekerasan kayak di komiknya, tapi para fans menganggap film ini menyimpang cukup jauh dari cerita aslinya itu. Makanya gak banyak yang suka. It’s really hard to pleased comic fanboy. Tapi buat saya yang belum pernah baca komiknya sih gak masalah, ceritanya asik-asik aja. Enggak semua cerita superhero harus sedalam cerita Batman dan trilogy nya. Kick-Ass 2 ada di kelasnya sendiri.

 

My favorite scene:
Hmm… ada banyak sih, Mindy lagi nari, Mother Rusia membantai polisi dengan musik background nya lagu game Tetris,… I think I’m gonna go with Hit Girl vs. Mother Rusia

Combo move: Tarian Kaca!

 

 

 

 

 

6. JACKASS PRESENTS: BAD GRANDPA
large_eNsRPBiep9qHXqM6JzmQxnoQ6pK
Director: Jeff Tremaine
Stars: Johnny Knoxville, Jackson Nicol, Greg Harris
MPAA: R
IMDB Ratings: 6.8/10
“You can get away with most anything, all you got to do is try.”

Bagi yang pernah nonton Jackass, pasti udah familiar sama Irving Zisman si kakek pervert menyebalkan ini. Jadi, Jackass itu adalah nama show di MTV tentang anak-anak muda yang ngelakuin stunt-stunt gila dan prank-prank konyol. Ada satu prank yang namanya Bad Grandpa, di mana Johnny Knoxville didandanin kayak kakek-kakek lalu keliling kota mengganggu orang, seperti ngutil di swalayan, kencing sembarangan, minum bir di tempat umum, dll. Knoxville menamain karakter kakek-kakeknya ini Irving Zisman. Nah, sekarang si kakek punya movie sendiri!
Jackass1_2714129b

 

Film ini gabungan dari kisah drama roadtrip antara kakek dan cucunya dengan berbagai stunt dan prank khas Jackass. Menariknya film ini menggunakan konsep ‘prank hidden camera’ gitu. Semua orang yang ada di sekitar Irving dan Billy sama sekali gak tau kalo mereka lagi direkam kamera. Kayak film Borat, yang Borat berinteraksi dengan orang-orang, berpura-pura gak tau bagaimana segala sesuatu di Amerika. Di Bad Grandpa ini, Irving dan Billy mendatangi berbagai tempat dan melakukan beberapa practical jokes, yang dilakukan dengan sangat meyakinkan, bukan hanya oleh Knoxville tapi juga oleh Jackson Nicol yang masih 8 tahun. Penampilan Jackson boleh diacungi jempol.

Jackson berhasil memainkan perannya sebagai anak kecil yang membuat orang tidak nyaman dengan kepolosannya. Knoxville sendiri cukup jitu meletakkan one-line joke nya sehingga sukses bikin ngakak. Yah, film ini total untuk menghibur. Tapi sebaiknya jangan nonton sama adek yang masih kecil, you’ll get tired explaining things kepadanya nanti hahaha

 

My favorit scene:
Saat Billy menyamar jadi anak cewek dan ikut kontes princess-princessan. Billy menari diiringi lagu My Bonnie, orang-orang pada “awww, lutunaaa’ dan kemudian… bam!

Liat deh ekspresi orang-orang yang nonton di sana. It’s funny because it’s real! Hahahaha

 

 

 

 

 

5. EVIL DEAD
large_1fmSACmawidUVs33JnzdBb5twEN
Director:  Fede Alvarez
Stars: Jane Levy, Shiloh Fernandez, Jessica Lucas
MPAA: R
IMDB Ratings: 6.5/10
“There was something in the woods. And I think it’s in here with us now.”

The Best Horror remake ever!
The Evil Dead yang keluar di tahun 1981 dan sekuel-sekuelnya adalah film wajib bagi para penggemar horror. Istilahnya kalo belum nonton itu, gak gaol!
Evil Dead hadir dengan nuansa baru. Tokohnya bukan lagi Ash, tetapi David. Plot yang pintar diberikan untuk mengurangi kesan klise remaja mau-maunya ke hutan dan terisolasi di gubuk. David kembali ke pondok keluarganya di hutan bersama pacarnya, Natalie; sobat lamanya, Eric dan Olivia; dan adiknya, Mia. Mereka semua ke sini dalam rangka membantu Mia meninggalkan kebiasaan junkie-nya. Apal dengan tingkah Mia yang kalo sakau pasti ngamuk dan minta pulang, keempat sahabat ini sepakat agar tidak menuruti Mia demi kebaikannya sendiri.Di sinilah plot pintar itu bermain. Mia lah yang pertama kali merasakan keganjilan di sana. Dan karena teman-temannya menyangka itu hanya akal-akalan Mia belaka, mereka tentu saja tidak percaya. Ini menjadi masalah apakah itu halusinasi Mia atau bukan. Padahal kita tahu, setan-setan itu terbangkitkan karena Eric membaca mantra di buku yang bertuliskan “leave this book alone”. Sampai semuanya terlambat. Mulai dari Mia, satu per satu mereka dirasuki setan dan tewas dengan mengenaskan.
hero_EB20130403REVIEWS130409993AR

 

Meski dibikin rada berbeda dari versi originalnya, kalo kita jeli, banyak sekali references The Evil Dead, The Evil Dead 2, dan The Army of Darkness yang bisa ditemukan di film Evil Dead. Jadi jangan heran kalo lagi nonton ini, om-om di sebelah kalian tiba-tiba tereak sambil nunjuk layar padahal belum ada setannya. Mungkin dia sedang menemukan satu reference dari film horror masa mudanya. Beberapa referensi itu ada yang ditampilkan dengan jelas seperti chainsaw (senjata khas seri ini), kalung (Ash memberikan kalung kepada adiknya, persis yang dilakukan David kepada Mia), adegan motong tangan sendiri karena tangan itu dirasuki setan (Ash memotong tangannya di The Evil Dead 2, di Evil Dead si cantik Natalie yang harus nekat melakukannya). Ada juga yang hanya ditampilkan explicit seperti mobil yang diduduki Mia di adegan pertamanya
evil-dead-1973-oldsmobile-delta-88
Dan tonton sampai credit berakhir, we’ll see Ash from the original movie senyum sinis sambil bilang “groovy”.. #nostalgism

 

Yang perlu diingat kalo mau nonton film ini adalah, film ini sangat sangat sadis. Cukup banyak pake kata-kata vulgar, dan yah darah di mana-mana. Saya sampe sekarang masih merasa bersalah karena ngajak adik-adik sepupu yang masih abg dan mau masuk abg nonton Evil Dead. Sepanjang film, mereka tampak shock sekali. Apalagi pas di adegan ini:

 

My favorite scene:
Adegan final, di mana kelima korban sudah dipersembahkan, hujan darah turun membasahi bumi (!), musik serem mengalun di latar, si raja setan muncul dari bawah tanah, dan setelah lari-larian, Mia membunuh si abomination dengan cara yang sangat bad-ass! Dibelah dua!!
r-evil-dead-review-large570
Very epic!

 

 

 

 

 

4. FROZEN
large_xYVunS2yloXIwq3ngQRhPFX2s7
Director:  Chris Buck, Jennifer Lee
Stars: Kristen Bell, Josh Gad, Idina Menzel
MPAA: PG
IMDB Ratings: 8.1/10
“Some people are worth melting for.”

Yah kalo udah ada cap Disney sih,bisa dipastikan filmnya bagus, but oh boy, Frozen ini jauh di luar ekspektasi saya! Luar-biasa-indah-dan-magical!!
Berani taruhan, gak nakal ada seorang pun yang enggak jatuh cinta sama film ini. Apalagi anak kecil, pasti suka sekali. Frozen berhasil menjelma sebagai sebuah cerita Disney yang klasik, but not in the way ceritanya kuno. Kedua princess baru Disney di film ini justru ditampilkan berjiwa modern kayak anak abg jaman sekarang. Yang klasik itu, jiwa filmnya, kayak film Cinderella atau Snow White dulu. Mungkin karena sama-sama diambil dari dongeng sih ya. Frozen ini diangkat dari dongeng Hans Christian Andersen yang berjudul Snow Queen. Noticed kalo nama tokoh-tokoh Frozen diambil dari plesetan H.C. Andersen? (Hans, Kristoff, dan Anna)

Hadir dengan kisah klasik putri yang kesepian di kerajaan yang dikutuk, Frozen menampilkan tokoh-tokoh yang adorable dan unforgettable. Selain tokoh-tokoh utama, layaknya film Disney lain, selalu ada tokoh pembantu yang stand-out sebagai komedi relief. Di Frozen kita kenalan dengan Olaf, si boneka salju yang lucu yang punya impian pengen ngerasain musim panas. Nah, lo? Hahahah.
a_610x408“Hi I’m Olaf and I like warm hugs”

Dan karakter jahatnya? Well, Frozen enggak pake karakter jahat yang obvious seperti Scar, Maleficient, atau Ursula. Queen Elsa dengan kekuatan membekukan apa sajanya yang seharusnya jadi jahat (seriously, film ini unpredictable banget) justru menjadi hero di akhir cerita. Meskipun sebagian besar konflik di film ini adalah ulahnya, Elsa herself is not a villain, just some troubled girl yang….

 

Berbicara tentang Elsa, Frozen sebenarnya bercerita tentang dua kakak-adik yang dulunya akrab, sampai yang satu grow-up dan tidak mau bermain bahkan bicara lagi dengan adiknya, tanpa si adik tak pernah tahu mengapa. Es dan salju kekuatan Elsa itu merupakan simbol dari ketakutan di dalam hatinya akan tumbuh dewasa, becoming her own person. Hal seperti ini juga memang umum terjadi di antara kakak-beradik perempuan. Si kakak tumbuh dewasa dan mulai serba berahasia. Frozen mengajarkan kita untuk belajar untuk tidak malu kepada diri kita sendiri. Dan apapun alasannya, ngediemin orang itu kejam dan lebih menyakitkan *eaaa curhat -__-

 

My favorite scene:
Semua adegan nyanyi-nyanyi di film ini sangat magical. Tapi yang paling bisa mencairkan hati yang beku ini adalah saat Elsa nyanyi “Let it Go”. Full of truth and so powerful.

“The cold never bother me anyway.” Cantik.

 

 

 

 

 

3. THE HUNGER GAMES: CATCHING FIRE
large_zkrTbOKUt7w7x8TkLvR2qXZAKd3
Director:  Francis Lawrence
Stars: Jennifer Lawrence, Liam Hemsworth, Josh Hutcherson, Woody Harrelson
MPAA: PG-13
IMDB Ratings: 8.1/10
“Fear does not work as long as there is hope.”

Setelah es, kita masuk ke api hahaha
Katniss Everdeen dan pacar layar kacanya, Peeta Meelark jadi pasangan selebritis sejak mereka berdua memenangkan Hunger Games ke 74. Kemenangan mereka ternyata menyulut api pemberontakan rakyat miskin kepada pemimpin Capitol. Ya, ini adalah kali pertama ada dua orang yang memenangkan Hunger Games, dan itu terjadi karena Katniss. Katniss bukan hanya menolak membunuh Peeta, dia juga memutuskan untuk makan berry beracun bersama Peeta sehingga mereka berdua gugur. Hunger Games harus ada pemenang, that’s why Capitol terpaksa membiarkan sepasang anak muda ini keluar sebagai pemenang. Aksi inilah yang membuat orang-orang tersadar, Capitol bisa dilawan. Dan Katniss pun menjadi simbol gerakan pemberontakan mereka.
the-mockingjay-dress

 

Presiden Snow menggunakan media demi memadamkan api pemberontakan yang mulai berkobar, dia bermaksud mengubah image Katniss sebagai sesosok remaja yang dimabuk cinta sehingga ingin sehidup semati bersama Peeta.  Dan ketika api itu sudah makin gede, Snow memutuskan untuk membasmi, bukan hanya Katniss, tapi semua pemenang Hunger Games. Diadakanlah Hunger Games ke 75, di mana pesertanya diseleksi dari para pemenang. Kasian Katniss, udah susah paying akting di depan kamera mengorbankan cintanya, eh malah harus ikutan game bunuh-bunuhan lagi.

hunger games

Catching Fire perlahan mulai bergerak dari tema cinta ke tema yang lebih dahsyat lagi, perang. Kalo dibandingkan dengan filmnya yang pertama, sekuelnya ini jelas lebih superior. Yang paling kerasa itu adalah kameranya. The Hunger Games terlalu banyak menggunakan kamera yang goyang-goyang. Catching Fire lebih steady dan mampu menyampaikan cerita dengan lebih efektif. Meski banyak adegan yang terpaksa masuk ke list ‘deleted scene’, Catching Fire masih termasuk film yang setia kepada novelnya, gak banyak yang diubah. Dan Jennifer Lawrence tetap brilian mainin Katniss yang punya konflik beragam di film ini. Ditunggu film MockingJay nya, gan! 😀

 

Dan my favorite scene tentu saja adegan di elevator, yang memenangkan The Dirtys buat Best Movie Scene of 2013! The best of Jennifer Lawrence hahaha:
BZ1NeNgCIAAxib3

 

 

 

 

 

2. RUSH
large_Rush-2013-Movie-Poster
Director:  Ron Howard
Stars: Chris Hemsworth, Daniel Bruhl, Olivia Wilde
MPAA: R
IMDB Ratings: 8.3/10
“The closer you are to death, the more alive you feel. It’s a wonderful way to live. It’s the only way to drive.”

Disebut-sebut sebagai film F1 terbaik yang pernah dibuat. Dan memang begitu adanya. Rush menampilkan dengan sukses salah satu rivalry paling terkenal di dunia mobil balap Formula 1, James Hunt dan Niki Lauda. I assure you, gak perlu jadi fans F1 dulu buat nonton film ini. It was lomba ego antara dua pria, diceritakan dengan menyentuh dan membuktikan kalo everybody indeed is driven by something.
Film Title: Rush

 

Saya sendiri ngikutin FI jamannya Michael Schumacher-Kimi Raikonen doang. I didn’t know kalo Ferrari dan McLaren sudah ada cerita sejak 1976. Di tahun itu, James Hunt, pembalap glamour dari Inggris mewakili McLaren ada semacam foe-mance lah dengan pembalap Ferrari, seorang yang lebih taktikal,  Niki Lauda, dari Austria. Tidak hanya perseteruan dua pembalap ini saja, tapi film ini juga membawa kita melihat latar belakang mereka lebih dalam. Awalnya, saya nge-cheer James Hunt yang, berdua ini sama-sama songong sih, tapi Hunt lebih like-able dibanding Lauda yang kaku. Tahun 1976 itu posisinya Lauda reigning world champion, sementara Hunt baru saja bergabung dengan McLaren. Tapi begitu sampai ke turning point filmnya, saat Lauda mengalami kecelakaan nyaris berujung maut di grandpix Nurburgring, simpati saya bergeser ke arah pembalap yang diejek mirip tikus ini.
Chris Hemsworth and Daniel Brühl in Ron Howard's Rush

 

Kejadian-kejadian berikut termasuk mencengangkan kebetulannya. Kejar-kejaran poin yang seolah diatur membuat perlombaan semakin menggigit. Pasti seru sekali menjadi penggemar di kala itu, bisa menyaksikan secara langsung rivalry ini. Hanya dua bulan kemudian, Lauda, dengan kepala diperban dan masih berdarah,  kembali berlomba. Dan dia sukses meraih peringkat ke empat sementara Hunt enggak berhasil finish. Poin mereka serta merta berbeda tipis sekali. Sampailah di balapan final, di mana Hunt harus bisa, paling enggak, finish di tempat ketiga untuk bisa menjatuhkan Lauda dari tahta juara dunia. Begitu geregetan saya sempat ngeri untuk menonton film ini sampai habis. Hujan deras, dan di lap kedua Lauda mengundurkan diri. Sekarang tergantung luck James Hunt saja untuk menentukan siapa juara dunia. I was like, “Aaaarghhh gak sanggup lagi nontonnyaa” sambil gigit jari. Kasian kalo Lauda kalah, tapi takut juga James Hunt sampe kecelakaan dan gagal mewujudkan impiannya.

Banyak yang bilang kalo sejarah di film ini di’ubah’ sedikit menjadi terlalu Hollywood. I don’t care. Toh kita mendapat suguhan film yang menakjubkan. Akting kedua pemain utama memang sangat keren. Terlebih Daniel Bruhl yang total banget meranin Niki Lauda. Mimik, gaya bicara, bukan sebatas meniru, tapi dia  sudah menjelma menjadi sosok yang diperankannya. Hemsworth juga gak kalah total, I mean, ke mana perginya otot-otot Thor itu? Hahaha.. Sayangnya adegan-adegan ‘breakfast for champion’nya James Hunt (you know what I mean) membuat film ini enggak bisa ditonton bareng keluarga…

 

My favorite scene:
Di luar adegan balapan, ada satu adegan yang stuck di benak saya.

Adegan rapat ini terjadi sebelum kecelakaan-nyaris-fatal Niki Lauda. Saat itu hujan, dan Nurburging terkenal sebagai track yang paling berbahaya. Demi keselamatan bersama, Lauda meminta untuk voting supaya balapan di-cancel. “I accept that every time I get in the car, there’s 20% chance I could die, and I can live with it, but not one percent more.” Tapi, seperti yang dibilang James Hunt, “It helps if people like you.” balapan tetap dilanjutkan karena sedikit sekali orang yang mendukung alasan Lauda. Adegan ini ironis sekali karena kita tahu, Lauda nyaris gugur balapan di sini.

 

 

 

 

 

1. CARRIE
large_8R5t1QEcq5aYFxu9hFSegGhRiB3
Director:  Kimberly Peirce
Stars: Chloe Grace Moretz, Julianne Moore, Gabriella Wilde, Judy Geer
MPAA: R
IMDB Ratings: 6.1/10
“What did Carrie White ever do to you”

Pertanyaan itu muncul lebih dari sekali di film Carrie, dan dalem banget begitu diucapkan mengingat Carrie White adalah anak korban bullying karena dicap religious freak di sekolahnya.
Chloe Moretz;Julianne Moore

 

Seperti di Kick-Ass 2, Chloe Moretz (yaay adek ini muncul dua kali di list tahun ini! ^^) kembali berperan sebagai seorang outcast yang di-bully sama teman-temannya di sekolah. Dan kinda di-bully ibunya di rumah. Carrie dibesarkan dengan pelajaran agama ekstrim dengan ketat oleh ibunya.
Entah karena sering ditekan, atau memang turunan setan, Carrie developed some sort of telekinesis power. Impian anak-anak tertindas banget nih. Seperti Elsa di film Frozen, Carrie mempelajari bagaimana cara menggunakan kekuatannya. Tapi beda dengan Elsa, Carrie lebih berani dalam menggunakan kekuatannya. Tidak hanya untuk membela diri, Carrie menggunakan anugrah (atau kutukan ?) ini untuk menyerang balik orang-orang yang sudah melecehkannya.

Kalo saja ini remake dari Carrie yang tahun 1976 itu, tentulah film ini yang dinobatkan sebagai best horror remake. Carrie ini adalah re-adaptasi dari novel Stephen King, tapi tetap predikat the best nya nempel. Hubungan psikologis Carrie dan ibunya tergambarkan lebih dalam di sini. Carrie ‘mendengar’ ibunya datang sebelum melihatnya. Mungkin karena director nya cewek, feel di film ini terasa sekali dan gak begitu menyudutkan sisi humanis perempuan. Cewek-cewek yang membully Carrie enggak seganas yang versi 1976, ketua mean girl nya pun terlihat seperti korban dari kemanjaan dari didikan ayahnya. Dan Carrie, meskipun ntar ngamuk dan bunuh semua, masih mengingat akan kebaikan beberapa orang-orang and spares their life. Carrie hanya membunuh orang-orang yang berdosa. Teman-teman yang sudah mengejeknya, ibunya yang telah membesarkan Carrie dengan cara yang tidak lazim, dan dirinya sendiri. Carrie berdosa karena telah dilahirkan. Carrie yang terlahir kembali, kembali untuk membunuh orang yang telah melahirkannya, lantas dia sendiri mati malam itu juga. Also, susah sekali untuk membenci Carrie, I found myself rooting for her killing those people

 

Yup, my favorite scene adalah saat Carrie ngamuk di prom. Serem abis ngeliat Chloe Moretz bermandi darah sambil nari-nari kayak kesurupan begitu

 

 

 

 

 

Okay, that’s all we have for this time. Semoga tahun ini film horror kembali berjaya.

 

Remember, in life there are winners and there are losers
229721_10151634692161420_1841999111_n

We be the judge!

Advertisements