Tags

, , , , , , ,

“In our attrocious attemps to be better, we forgot how to be good.”

 

newdivergentposter

Udah gak keitung deh banyaknya film yang diangkat dari seri novel ‘Young Adult’ amerika.  Padahal sejak Harry Potter, belum ada lagi yang bisa dan benar-benar memberikan dampak wah dari segi kualitas ceritanya. The Hunger Games is close number two, tho. Sebut saja seri Twilight, Mortal Instruments, Percy Jackson, dan yang baru-baru ini Vampire Academy. Kayaknya orang sono sama aja sama orang sini, sama-sama suka latah, suka ngekor yang udah duluan ada. Well, sekarang tayang lagi satu, diangkat dari novel karangan Veronica Roth, judulnya Divergent. Dibacanya “Dai-ver-jen”. Bukan “di-ter-jen” loh, ketauan bgt hobi nyuci  -__-

 

Di masa depan, kota Chicago berusaha bangkit setelah perang besar. Masyarakat di kota ini dibagi menjadi lima faksi yang bertugas menjalankan fungsinya masing-masing sebagai motor penggerak kehidupan. Kelima faksi itu adalah Abnegation (golongan pekerja sosial yang tidak mementingkan diri sendiri), Amity (tempatnya kelompok petani yang baik hati nan cinta damai), Candor (isinya pengacara, hakim, juri, orang-orang yang memengutamakan kejujuran and truth, although it hurts), Erudite (semacam Ravenclaw, para cendekiawan ngumpul di sini), dan Dauntless (grup orang-orang heboh gak takut mati, yang siap mempertaruhkan leher mereka membela kebenaran).

Bi8sEb7CYAIigph
Yeah, I’m a nerd.

Beatrice Prior (awww, Shailene Woodley :lope:) dan remaja-remaja lain diwajibkan untuk ikut tes demi nentuin di kelas mana mereka akan ditempatkan. Hasil tes akan jadi pertimbangan buat mereka menentukan pilihan mau masuk ke mana. Jalan hidup mereka ditentukan di sini. Berasal dari keluarga golongan Abgenation yang cenderung hidup membosankan, Beatrice nampak tertarik dengan kelompok Dauntless yang penuh tantangan.
Di hari pemilihan, setelah melihat Caleb (adiknya, diperankan oleh Ansel Elgort) memilih meninggalkan keluarga mereka dengan masuk ke kelompok Erudite, Beatrice meski dengan rasa sedikit bersalah (motto mereka memang“Faction before blood”, so no hard feelings, mom and dad), memutuskan untuk gabung beneran dengan Dauntless. Ini persis kayak ada model yang milih masuk jurusan geologi hahaha. Dauntless amat sangat berbeda dengan gaya hidup Beatrice sebelumnya. Keras, fisikal, loncat dari kereta api adalah hal yang biasa. Penuh bahaya. Biar sangar, Beatrice pun menyingkat namanya jadi Tris.

Durasi film yang sampai 2 jam 20 menitan ini (dan setengah jam terakhir saya harus nahan kebeleeett) betul-betul dimanfaatkan untuk menceritakan pertumbuhan karakter Tris sebagai bagian kelompok Dauntless. Dia harus berjuang mencapai peringkat atas kalo gak mau dibuang ke kelas non-faction, tempat para gelandangan yang tidak memiliki faksi karena gak mampu hidup sesuai standar golongan mereka. Dan tak ketinggalan kisah cinta Tris dengan Four alias Tobias (Theo James kebagian jadi kakak senior yg simpatik, para fans cewek siap-siap teriak “kyaaaaaaaaa“) yang, I dunno, saya gak ‘cemburu’ melihat mereka, so I guess they kinda failed building that chemistry or something.

(L-R) SHAILENE WOODLEY and THEO JAMES star in DIVERGENT
“adek bidadari ya, kok jatuhnya dari atas?”
“kalo dari bawah namanya naik, Bang.”

Tentu cerita gak damai-damai saja. Kestabilan lima kelas kasta ini diam-diam retak lantaran ada perebutan kekuasaan antara faksi Abnegation dengan Erudite. Erudite yang dipimpin oleh Jeanine (Kate Winslet, katanya dia lagi hamil loh pas main di sini!) mau mengambil alih kekuasaan, dan kebijakan pertama mereka adalah membangun pasukan dari Dauntless. Sekarang semua itu bergantung kepada Tris, kenapa?  Karena secretly, Tris ini berbeda. Hasil tesnya menunjukkan anomali. Tris tidak dominan baik, berani, cerdas, selfless, ataupun jujur. Dia memiliki semua kualitas itu sama besar. Dia termasuk golongan yang disebut Divergent. Unpredictable dan tak bisa dikontrol karena memiliki kelima sifat equally, para Divergent dianggap berbahaya bagi kelangsungan faksi lain, terutama berbahaya bagi rencana Jeanine!

 

 

Kalo dilihat dari plotnya sih, memang gak ada yang baru. Penceritaannya juga standar dan cenderung mudah ditebak. Tapi film ini serasa ada pesan yang agak lebih dalam. Baru-baru ini, saya juga nonton Suicide Club (surreal horror jepang yang creepy abis), dan saya menemukan kesamaan tema antara dua film ini. Tentang struggle to fit in. Remaja usia 16 tahun berusaha untuk diterima masuk ke dalam kelas sosial. Bagi yang susah ‘menyatukan’ diri, karena mereka simply berbeda, akan dianggap aneh dan dikucilkan, atau dalam kasus film ini, dibasmi. Sistem faksi di sini sangat tegas, bahkan Asrama di Harry Potter aja gak nuntut muridnya buat bersikap mutlak sama seperti sifat pendirinya.

Tris menutupi kalo dia berbeda, mati-matian ‘mematikan’ her other qualities biar gak ketahuan sama yang lain. Dia berusaha berpikir dan bertindak seperti Dauntless. Metafora dari kehidupan social anak-anak remaja. Di sekolah, mereka seolah memakai topeng, berusaha terlihat cocok dengan sifat anak-anak di dalam geng yang ingin mereka masuki. Sebagai manusia, kita ini terlalu sibuk berupaya untuk terlihat baik, tapi kita lupa untuk berlaku baik. Kita kehilangan sesuatu yang lebih penting dalam usaha kita untuk diterima ke dalam suatu kelompok. Meninggalkan keluarga demi pekerjaan, contohnya.  Tidak seharusnya begitu. Manusia punya semua sifat baik seperti yang dituntut oleh faksi-faksi di film Divergent, tapi kita tidak perlu untuk jadi si Berani, si Pintar, atau si Jujur untuk diterima masyarakat. Jadilah diri sendiri, seperti kata si Four, kenapa tidak memilih untuk menjadi semuanya?

 

Saya belum pernah baca novelnya, in fact, I only watched this karena Shailene Woodley haha. Saya sudah ‘jatuh cinta’ sama Shai sejak dia main di The Descendants. Dan di Divergent ini. Shai kereeen banget. Aktingnya meranin Tris bagus. Well, not Jennifer Lawrence good, but still pretty good. Wajahnya yang ‘muka anak baek-baek’ itu sukses mengundang simpati, apalagi di saat-saat dia digencet kala ospek di Dauntless. Sadis ih, masa cewek diadu fist fight lawan cowok..! Dan seriously, I think Shai carries this whole movie. Aktor-aktor yang lain bagus, memang, tapi plot nuntut mereka ditampilkan sedikit. Menurut saya, tiada lagi yang lebih tepat selain memasang Shai sebagai Tris. Lovable dan she can delivered the story well.

 

 

 

 

Ok, that’s all we have for now.

Palace of wisdom gives 7.5 out of 10 gold stars for this movie, mainly because of Shailene Woodley for just being there, dan sebagian karena serunya kehidupan Dauntless

 

 

 

Remember
In life, there are winners and there are losers
c39b6390-a92d-11e3-81b5-89d3f65f65ad_triskatniss-megatron
We’d be the judge.

 

 

 

 

 

In case you’re wondering… Bella Swan is the loser.

Advertisements