Tags

, , , , , , , , , , ,

Bukannya mau nyombong, tapi jadi anak 90-an itu memang awesome sekali. Kami punya musik yg lebih hits, kartun yang lebih lucu, mainan yang lebih asyik, film yang lebih seru, bahkan WWE aja tahun segitu masih lebih keren banget dibandingkan yg keluaran jaman sekarang. Dan buku. Well, tahun 90-an anak-anak baru gede nya masih pada suka baca buku, loh. Soalnya cerita yang dijual saat itu masih beragam dan belum se-lame buku cinta-cintaan kayak yang ngejamur sekarang. Sebut saja ada komik Asterix, Tin-tin, Petruk dan Gareng (I had to mention this!), novel Lima Sekawan, dan tentu saja favorit saya waktu kecil; Lupus, Goosebumps, dan Animorphs.

 

3sum1 - Copy

Kali ini bahas Animorphs dulu yeee

 

Animorphs ini ceritanya agak sedikit berat dibandingkan buku-buku bacaan lain seangkatannya itu. Temanya aja sci-fi war, lengkap dengan alien-alien. Jadi ceritanya, bumi ini diam-diam sudah dikuasai pasukan ras alien bernama Yeerk. Yeerk yang cuma segede siput itu masuk ke telinga manusia dan segera mengambil alih otak manusia. Jadi si manusia yg terinfeksi, tidak bisa lagi memegang kendali atas diri mereka sendiri. Yeerk mengambil alih tubuh dan pikiran sang host. Sementara si host itu hanya bisa diam, nangis (itupun dalam diam) saat Yeerk berbicara pake mulut mereka, menjebak teman-teman mereka agar bergabung bersama menjadi apa yang disebut dengan Pengendali. Niat para Yeerk itu apalagi kalo bukan menguasai planet bumi, seperti mereka menguasai planet-planet yang lain sebelumnya. Gimana gak serem tuh, kalo ternyata teman kita bukanlah sosok yang kita kenal sebenarnya. Gimana gak ngeri kalo ternyata orangtua kita bilang sayang padahal yg bicara itu adalah alien jahat yang lagi nyamar. Hiii

Kelima tokoh utama (nantinya jadi enam) cerita Animorphs awalnya adalah anak-anak remaja biasa. Mereka cuma abg yang satu-satunya perjuangan yang mereka hadapi adalah bagaimana supaya nilai sekolah gak anjlok dan bagaimana supaya terlihat selalu menarik di mata lawan jenis. Kehidupan mereka menjadi luar biasa saat mereka menemukan sesosok alien setengah rusa-setengah humanoid yang sekarat. Alien itu bernama Elfangor dari ras Andalite, ras yang selama ini mati-matian berperang melawan kerajaan bangsa Yeerk. Elfangor memperingatkan kelima anak manusia itu tentang bangsa Yeerk, tentang bahaya yang saat ini melanda bumi. Sebagai bentuk perlawanan terakhir, Elfangor memberikan senjata andalan bangsa Andalite kepada kelima anak yang sedang bengong mendengarkan ceritanya, senjata berupa kemampuan untuk berubah menjadi binatang, menjadi makhluk apa saja yang mereka sentuh dan serap DNA nya. Kekuatan yang cukup mumpuni, kalo saja pihak Yeerk tidak punya kekuatan serupa. Pemimpin serangan Yeerk ke bumi, Visser Three, adalah satu-satunya Yeerk yang menguasai tubuh Andalite, sehingga dia pun mempunyai kekuatan berubah wujud ini. Dan begitulah, nasib bumi pun seketika bergantung kepada Jake, Rachel, Tobias, Marco, dan Cassie. Dan Ax.

Ada 54 total buku utama dalam serial Animorphs ini, ditambah beberapa buku alternate story sebagai pelengkap nya. Saya cuma pernah baca yang 54 buku utama itu. Dan wow, ceritanya benar-benar menarik imajinasi saya. Setiap buku dinarasikan oleh tokoh yang berbeda, jadinya setiap buku akan memberikan pengalaman berbeda, kita bisa melihat perkembangan karakter setiap tokohnya seiring cerita memasuki klimaks, dan di situlah menariknya. Berikut adalah daftar delapan buku Animorphs yang paling keren yang pernah saya baca

 

8. Animorphs #53: The Answer
The_Answer_cover
List ini dibuka dengan salah satu buku terakhir di seri ini. Ya memang tamatnya di nomor 54, sih, tapi buku terakhir itu istilahnya finishing doang. Lagipula baca nomor 54 itu dijamin bad mood parah deh. Klimaks cerita Animoprhs itu ya di nomor 53 ini. Everything about the story is just epic. Semua penghuni bumi sudah tahu tentang invasi Yeerk. Visser Three (di buku ini dia udah naik pangkat jadi Visser One)mulai melakukan serangan secara terbuka. Geng Animorphs pun sudah siap. Mereka dibantu oleh sekutu-sekutu yang udah dikumpulin dari buku-buku sebelumnya, dan tak ketinggalan pasukan militer amerika turut serta menyerang kapal induk Yeerk. Yup, perang mempertahankan bumi sudah dimulai!!
Lebih dalam lagi, buku ini menceritakan tentang keputusan-keputusan yang harus diambil oleh seorang pemimpin, gak peduli betapa susahnya keputusan itu. Jadi pemimpin itu tidak gampang. Jake harus dengan terpaksa mengambil keputusan-keputusan yang terkadang harus mengorbankan teman sendiri demi sebuah ‘greater good’. Buku ini adalah puncak dari perkembangan karaker Jake, yang secara gak formal udah dianggap sebagai ‘fearless leader’ oleh teman-temannya, bahkan dianggap sebagai ‘prince’ (julukan buat komandan tertinggi bangsa Andalite) oleh Ax. Di sini jelas terbukti sudah, di balik semua keputusan yang diambilnya itu, Jake memang pantas menjadi pemimpin Animorphs.

 

 

7. Animorphs #22: The Solution
bk22
Alat yang memberikan para Animorphs kemampuan untuk berubah bentuk ditemukan oleh seorang remaja bernama David. Karena David sudah tau terlalu banyak, mereka terpaksa menjadikan David sebagai anggota Animorphs keenam (ketujuh kalo Ax diitung). Buku nomor 22 ini sebenarnya adalah bagian terakhir dari apa yang disebut fans sebagai David Trilogy. Awalnya David oke-oke aja ngikutin semua misi Animorphs. Tapi lama-kelamaan niat aslinya keliatan jelas. David gak peduli dengan misi Animorphs, dia gak tertarik buat membasmi Yeerk. David ingin menggunakan kemampuan barunya untuk kepentingan pribadi. Untuk melakukan kejahatan.
Mulailah David mengeliminasi para Animorphs satu per satu. Caranya licik kayak orang belanda. David tried to destroy their bond from the inside. Konflik internal yang dihadapi oleh jagoan-jagoan kita ini membuat buku ini menarik. Dan ceritanya pas sekali dinarasikan oleh Rachel, yang terkenal dengan julukan Xena the Warrior Princess. Tampang boleh kayak model, aslinya Rachel bukan hanya gadis yang ‘sedikit terlalu’ bersemangat, di buku ini karakternya berkembang ke arah ‘adrenalin junkie’ yang sangar. Dalam usahanya menyelesaikan urusan dengan David, Rachel menolak menggunakan kata ‘destroy’. Menurutnya destroy itu artinya mendua. Bagi Rachel, destroy hanya digunakan oleh pengecut, dan jelas. Rachel bukan pengecut. Dia ingin membunuh David. Sifat Rachel ini bakal balik nge-haunt dirinya sendiri di buku-buku serial ini seterusnya.

 

 

6. Animorphs #8: The Alien
Animorphs_bk08
Saya suka buku ini karena untuk pertama kalinya kita bisa melihat manusia dan bumi dari sudut pandang alien. Dan itu kocak sekali hahaha.
Ax adalah pejuang Andalite muda yang diselamatkan oleh Animorphs dari sisa-sisa pesawatnya di dasar laut di buku keempat. Ax ini adalah adik dari Elfangor yang memberikan kemampuan morph kepada Animorphs. Awalnya Ax ogah-ogahan bergabung karena menganggap rekan-rekan barunya ini enggak kompeten, tidak seperti pejuang Andalite yang gagah berani. Later in this book, Ax akhirnya mulai menganggap dia adalah bagian dari kelompok, dan salah satu anggota Animorphs.
Selain membahas lebih dalam sejarah antara Andalite dan Yeerk, poin penting buku ini satu lagi adalah Ax sangat kocak saat dia berubah menjadi manusia dan bertingkah aneh saat jalan-jalan di mall. Serius. Andalite kan gak punya lidah, kebayang dong gimana hebohnya Ax berkomunikasi pake lidah (Andalite dan Animorphs kalo lagi jadi binatang berkomunikasi pake Bahasa Pikiran), ngetes-ngetes bunyi suara gitu hahaha. Apalagi begitu Ax nyobain makan roti kayu manis, si alien biru itu takjub banget sama yang namanya indera perasa! Beneran deh, ini buku Animorphs tersantai yang gak ada ruginya kalo dibaca.

 

 

5. Animorphs #13: The Change
change
Kemampuan berubah wujud menjadi binatang yang dimiliki Animorphs itu ada batas waktunya. Mereka gak boleh berubah lebih dari dua jam. Kalo batas waktu itu dilewati, maka orang itu akan selamanya terperangkap di dalam wujud morph nya. Itulah yang dialami oleh Tobias pada misi mereka yang pertama (buku nomor satu). Terlalu lama berada dalam wujud elang ekor-merah, Tobias enggak bisa lagi balik menjadi manusia. Selamanya dia menjadi elang ekor-merah.
Hidup selalu ada pilihan. Dan buat Tobias, pilihan itu datang dari sesosok makhluk dewa bernama Ellimist. Ellimist memberikan pilihan sulit buat Tobias; kembali menjadi manusia atau tetap sebagai elang.
Tobias harus segera memutuskan pilihannya dan di saat yang sama harus tetap fokus dalam usahanya membawa sepasang Hork-Bajir yang berhasil meloloskan diri dari Yeerk ke lembah yang aman. Buku ini penuh dengan suspense saat para Animorphs berusaha mati-matian menyelamatkan kedua Hork-Bajir itu, tapi tetap konsisten dengan pengembangan karakter. Bukan hanya Tobias, tapi karakter kedua Hork-Bajir merdeka itu juga diberikan kesempatan untuk berkembang. Hork-Bajir yang selama ini digunakan Yeerk sebagai pasukan pembantai karena tubuh mereka kayak monster pisau, ternyata aslinya adalah makhluk cinta damai. Pisau-pisau itu hanya untuk menguliti pohon sebagai bahan makanan di planet asal mereka. Jara Hamee dan Ket Halpak yang diselamatkan Animorphs ini nantinya akan berperan besar dalam kelanjutan cerita Animorphs.
Pada akhirnya, melihat usaha Tobias, Ellimist memberikan kembali kemampuan berubah bentuk kepada Tobias dan memberikan Tobias kesempatan untuk mengambil DNA dari Tobias manusia sehingga Tobias bisa berubah menjadi dirinya sendiri, selama dua jam.
Good choice, good story, great book.

 

 

4. Animorphs #30: The Reunion
3055-1
Invasi Yeerk yang diam-diam ini memang menimbulkan efek yang menakutkan. Kita tidak tahu siapa yang bisa kita percaya. Yeerk bisa jadi siapa saja. Orang yang kita kenal dekat, mungkin. Dan pada kasus Marco, well, dia shock sekali begitu mengetahui bahwa ibunya yang dikira sudah lama meninggal oleh semua orang, ternyata masih hidup dan adalah seorang Pengendali. Bukan sembarang Pengendali. Yeerk yang mengendalikan ibu Marco adalah Visser One, jenderal yang berpangkat lebih tinggi dari Visser Three!
Sekali lagi buku ini menceritakan tentang hard choices yang terkadang memang harus kita ambil untuk sesuatu yang lebih baik. Konflik batin yang dialami Marco terasa begitu kuat. Marco dikenal sebagai tukang ngelawak di dalam grup Animorphs. Sekaligus sebagai ahli strategi yang mampu melihat yang terburuk dari berbagai situasi. Dalam buku ini, kita bisa lihat kemampuan strategi Marco at its full strength. Marco (dengan terpaksa) membuat rencana brilian yang outcome nya adalah Visser One dan Visser Three bertempur saling bunuh satu sama lain!

 

 

3. Animorphs #49: The Diversion
The_Diversion_Cover
Sebenarnya saya rada bingung antara milih #49 atau #33 untuk masuk daftar ini. Saya memutuskan buku nomor 49 ini yang masuk, karena buku nomor 33:The Illusion bisa dibilang buku Animorphs yang paling depressing, tentang Tobias yang disiksa oleh Yeerk. Psikologi ceritanya bagus, sih.
Anyway, The Diversion ini lebih seru lagi. Ini adalah titik balik bagi Animorphs. Dalam buku ini untuk pertama kalinya, jati diri setiap anggota Animorphs ketahuan oleh Yeerk. Selama ini, para Yeerk menyangka kalo Animorphs itu sekumpulan pejuang Andalite yang ditempatkan di bumi. Mereka sama sekali tidak menyangka kalo ternyata yang menggagalkan sebagain besar rencana mereka adalah 4 manusia remaja, seekor burung, dan satu Andalite muda.
Dan sekarang mereka semua ketauan. Kok bisa? Ya memang begitu satu ketahuan, enggak sulit buat ngelacak yang lain. Gini nih; ‘Marco itu temen deketnya Jake, pacarnya Jake itu Cassie. Jake punya sepupu namanya Rachel. Pacarnya Rachel si Tobias. Tobias yang anak Elfangor? Iya, terus Elfangor punya adik yang bernama Aximili.’ See, gampang kan nemuin mereka semua.
Ketegangan di buku ini meningkat saat para anggota Animorphs berusaha menyembunyikan anggota keluarga mereka masing-masing. Tobias, yang belakangan diketahui adalah anak dari Elfangor (yup, bokapnya alien loh ternyata!!), juga akhirnya bertemu dengan ibunya. Ellimist sekali lagi campur tangan membantu Animorphs di sini, tetapi kerajaan Yeerk yang jahat got the upper hand. Sekali lagi Animorphs harus menderita. Kedua orangtua Jake tertangkap dan dijadikan Pengendali.

 

 

2. Animorphs #19: The Departure
51z+cXIMOaL
Dari semua anggota Animorphs, Cassie lah yang paling mengerti tentang perasaan dan segala macam tentang hati orang lain. Mungkin itu sudah natural baginya sebagai penyayang binatang. Sebenarnya buku yang naratornya si Cassie lumayan bosenin buat saya, kecuali yang satu ini. Buku ini adalah salah satu titik balik penting buat keseluruhan cerita Animorphs.
Jadi diceritakan dalam salah satu misi, Cassie gak sengaja membunuh Hork-Bajir yang sebenarnya gak perlu dibunuh. Dia merasa bersalah karena ini. Dalam wujud serigala, Cassie yg merasa bersalah melarikan ke hutan, dia gak tahu kalo sedang diikuti oleh Aftran, Yeerk yang mengendalikan seorang gadis kecil. Aftran marah karena Yeerk di dalam Hork-Bajir yang dibunuh Cassie itu adalah saudaranya. Cassie dan Aftran ujung-ujungnya nyasar bareng di hutan itu. Bisa aja sih, Cassie berubah jadi burung dan pergi dari sana. Tapi dia gak tega ninggalin gadis kecil di dalam hutan yang penuh serigala dan beruang itu, meski gadis itu seorang Pengendali. Terjebak bersama, akhirnya Cassie dan Aftran jadi ngobrol cukup banyak. Dari obrolan mereka, gugurlah semua pandangan tentang Yeerk yang amat sangat jahat, semuanya. Seperti halnya Cassie yang tersadar, kita juga jadi tahu kalo ternyata ada segelintir bangsa Yeerk yang menganggap mengendalikan makhluk lain secara paksa tanpa seijin mereka itu gak bermoral. Cassie jadi dapat sedikit pandangan gimana rasanya jadi Yeerk yang gak bisa melihat warna dan cahaya. Mereka butuh host untuk mendapatkan itu semua. Tapi tidak semua makhluk rela berbagi dengan mereka. Makanya beberapa Yeerk jadi arogan dan ingin merampas itu semua. Mereka terpaksa melukai makhluk lain karena alam menyuruh mereka begitu kalo mau bertahan hidup.
Buku nomor 19 ini bisa dibilang the best dari semua karena mengangkat sisi manusiawi dari Yeerk sebagai tokoh antagonis. Ini memberikan dilema moral baru bagi para Animorphs. Selama ini mereka menyangka berperang melawan sesuatu yang murni jahat, tapi nyatanya mereka membunuhi makhluk lain yang berhak bertahan hidup. Pelik memang.
Hal inilah yang membuat serial ini menjadi sebuah cerita yang begitu bagus. Begitu banyak dilema moral, begitu banyak hard choices, yang kesemuanya berdampak terhadap perkembangan moral karakter–karakter di dalamnya.

 

 

1. Animorphs #3: The Encounter
3sum1
Sebenarnya masalah buku ini ada di top of the list is kinda personal haha. The Encounter adalah buku Animorphs pertama yang saya baca dan saya miliki. And in case you didn’t notice, ada 3 (nyaris empat) buku Tobias di dalam list ini. Yeah, Tobias adalah karakter Animorphs favorit saya. Di dalam buku ini pertama kalinya karakter Tobias mendapatkan perhatian. Di dua buku sebelumnya, dia semacam ada gak ada gak ngaruh-ngaruh amat, gitu. Sebagai seorang loner yang sekarang terperangkap di dalam tubuh burung elang, he does have a very strong character that is easy to feel for. Tobias punya ruang buat pengembangan karakter yang lebih luas dari yang lain. Dan buku ini bener-bener memanfaatkan itu dan berhasil membangun dasar yang bakal mengubah Tobias menjadi karakter paling menarik seantero serial Animorphs. Bukan hanya Tobias, buku ini juga membahas karakter tokoh-tokoh lain agak lebih dalam dari dua buku pertamanya.
Ini pertama kalinya Tobias merasakan kehidupan sebagai predator di angkasa. Hidupnya susye. Sebagai manusia sebenarnya dia juga gak ngetop-ngetop amat, hidup luntang-lantung antara paman satu ke paman lain. Memang lebih baik baginya hidup sebagai elang. Tapi awalnya toh dia sempat galau juga. Dia berusaha mematikan sisi manusiawinya, dan hidup sebagai elang seutuhnya. Ada bagian di mana Tobias diceritakan bingung, dia ini manusia atau elang? He even tried to kill himself, whoa ini beneran buku buat anak-anak bukan sih? Hahaha.
Petualangannya di kolam Yeerk bersama geng Animorphs membuka sedikit mata Tobias. Tapi momen dengan Rachel lah yang bener-bener bikin Tobias sadar kalo dia bukan manusia, juga bukan burung. Dia adalah keduanya. Kata Tobias di penutup buku “Be happy for me, and for all who fly free.”
Buku ini punya plot yang bagus, dengan banyak great moments, I absolutely love this book.

 

 

 

 

 

Oke, that’s all we have for this time. Semoga tertarik dengan list nya. Dan oh, beneran deh, kalo ada kesempatan coba cari buku Animorphs karangan K.A. Applegate ini, it’s awesome! Paling enggak lumayan buat bacaan santai. Katanya dicetak versi baru mulai tahun 2011an lalu, mudah-mudahan segera masuk Indonesia.

 

 

Before you go, remember
In this world, there are winners and there are losers

We be the judge.

 

 

Advertisements