Tags

, , , , , , , ,

Dari segi match card, Elimination Chamber sangat menjanjikan. Fresh banget!
Yang sudah-sudah, pertandingan pake kandang ala gladiator ini digunakan untuk mempertaruhkan gelar juara dunia ataupun gelar WWE. Nama-nama beken papan atas macam Triple H, Shawn Michaels, Chris Jericho, Undertaker, udah pernah ngerasain betapa dingin dan kerasnya environment yang juga digadangkan sebagai the satan’s structure –Bangunan Setan tersebut. Kali ini kesempatan langka (yak, siapa coba yang gak mau dibanting di kerangkeng rantai besi dan baja itam?) itu bisa dirasakan juga oleh superstar-superstar papan tengah, karena khusus tahun ini, for the first time ever, kejuaraan yang bakal dipertandingkan di dalam Elimination Chamber adalah kejuaraan Tag Team dan Intercontinental!

e8963ee15a6bce57549d3d4172dde724_crop_north yea I refuse using the official poster -.-

 

Jika mau main banding-bandingan, aku lebih suka pertandingan Elimination Chamber yang Tag Team Championship. The Intercontinental one was kinda sloppy. For once, Rusev yang batal ikut karena cedera, well penggantinya sama sekali enggak ….wah, enggak cespleng! Tadinya aku, seperti juga ribuan fans lain, mengira Bray Wyatt lah yang bakal masuk jadi peserta. Atau paling enggak si Luke Harper. Instead we got the World Strongest Man Mark Henry, yang ngabisin waktu mainnya dengan bergolek mesra di dalam ring. King Barrett dibikin dominan tapi justru jadi yang pertama tereliminasi. Aneh banget, buat apa dia dijadiin raja tapi kalah melulu? Ada sedikit botch (salah skenario) yang terjadi dalam pertandingan ini. Chamber Henry hancur tanpa sengaja sehingga alur cerita nya jadi berantakan. Para superstar tampak kebingungan mengimprovisasi keadaan. Sheamus bahkan bikin story darurat dia ‘terkunci’ di dalam chambernya untuk ngecover botch tersebut. Hasil pertandingannya sih yg paling malesin buatku. Kura-Kura Ninja banget, Rocksteady melawan Raphael. Dan yang menang was a total “meh”

Kejuaraan Tag Team Elimination Chamber menawarkan lebih banyak aksi yang seru. They got it right by making it the opening match. Keenam tim yang tampil menunjukkan performa yang awesome dan menjalankan peran mereka dengan baik. Saking serunya, King sampai lupa sekarang tahun berapa, “What do you think, JR?” katanya kepada Michael Cole.. hahaha JR di rumahnya pasti langsung bersin-bersin.
The Ascension keliatan kuat dengan mengeliminasi dua tim. Cesaro dan Kidd menunjukkan sekali lagi kenapa mereka benar adalah top contender dari divisi ini (Dropkick Cesaro tinggi amat!!). Prime Time Players mengejutkan semua orang dengan bertahan menjadi salah satu dari dua final tim. Untuk spot-spot gila, aksi Lucha Dragons dan Los Matadores termasuk gokil banget, menggunakan kandang secara maksimal, sampai ke atas-atasnya!
elimination-chamber-el-torito
“spider bull, spider bull… does whatever spider bull does~”

 

Aku suka dengan konsep freebird rule dimainkan ke dalam storyline ini. Freebird maksudnya; sabuk kejuaraan Tag yang cuma dua biji itu dipegang bersama oleh tim yang anggotanya 3 orang atau lebih. Juara bertahan The New Day tampil sekaligus bertiga dalam pertandingan ini. Kofi Kingston, Big E, dan Xavier Woods brilian sekali memancing kekesalan penonton di sini. They are cunning. yet annoying, and those are good thing. Mereka solid sebagai heel (karakter jahat, kalo karakter baik istilahnya face).

Elimination Chamber 2015 adalah event besar pertama yang 95% diisi oleh alumni NXT, and that was a very good show. From top to bottom. Neville lawan Bo Dallas lumayan, meski gak kerasa spesial. The triple threat Divas championship match needs more work tho. Sadis gak sih kalo aku ngarep ada Elimination Chamber khusus diva? Pasti keren.. yg main Paige, trus lawannya cewek-cewek NXT model Sasha, Charlotter, Becky Linch gitu…. Main Event kejuaran dunia WWE antara Seth Rollins mepertahankan gelar melawan Dean Ambrose berakhir kinda too good to be true sebelum twist muncul. I’m not a fan of ending begini. Pertandingan mereka sendiri udah keren total. Sekuen terakhirnya yang Phoenix Splash (gila jurus ini dahsyat!!) Rollins meleset terus Ambrose nangkep Rollins dengan Dirty Deeds itu terasa sia-sia dengan resolusi cerita DQ finish yang maksain. Mestinya mereka lanjut aja dengan Ambrose menang. Di Raw kemudian hari, baru Rollins protes dan balikin titlenya. Kalo dibikin begitu, pasti jauh lebih memuaskan. Satu lagi yang bikin kepikiran; kok bisa-bisanya gerakan Curb Stomp dilarang sementara Flying Knee to the Head dibolehkan? Lebih bahaya lutut kali, salah-salah bisa geger otak lawannya.. I guess I’d never understand WWE official’s logic…

Yang paling mengejutkan dan memuaskan tentu saja adalah outcome dari NXT champion melawan US champion. Kevin Owens mengalahkan Cena dengan fair and square! Oh, aku benar-benar gak menduga bisa kejadian begitu. Kan biasanya Cena selalu menang, dia kalahpun biasanya karena dicurangi. Pertarungan mereka bikin geregetan. Cena memang enggak gampang untuk ditundukkan. Owens memakai banyak jurus-jurus hebat kayak Moonsault nya yg keren, Senton Bomb, bahkan dia makek jurusnya Cena, namun si Superman tetep masih bisa bangun. Perlawanan Owens tak kalah hebatnya. Gak nyangka dia bisa kick out dari Attitude Adjusment. Kemenangan Owens ini membuktikan kalo WWE (paling enggak CEO Triple H) menaruh harapan penuh kepada anak-anak NXT. Yang kasian justru anak-anak kecil yang nonton, pahlawan mereka dibantai…
11233495_10153883728184018_4009916252513732267_n

 

 

Hasil-hasil Elimination Chamber kontan bikin makin penasaran bagaimana kelanjutan sinetron gulat ini. Yang jelas, berkat jebolan-jebolan NXT the future of wrestling in this company is so damn bright.
The Palace of Wisdom menobatkan Kevin Owens versus John Cena menjadi Match of the Night di Elimination Chamber 2015!

 

 

 

 

That’s all we have for now.

 

 
Remember, in life there are winners,
and there are losers.
11230852_885042494887706_8815358476310741683_n

We be the judge.

Advertisements