Tags

, , , , , , , , ,

 

First of all, selamat jalan The American Dream Dusty Rhodes
rhodes16s
-Ten bells salute

Up there, si Common Man ini will truly have wine and dine with kings and queens. Rest in Peace.

 

And up here, tergantunglah sebuah koper. Di dalamnya ada kontrak yg bisa di’uang’kan menjadi pertandingan kejuaraan kapan saja di mana pun si pemenang koper tersebut mau. Pertandingan Money in the Bank biasanya penuh dengan spot-spot gila yang bikin penonton meringis kesakitan just to witness them. Itu biasanya loh, well, sebelum nyerocos tentang pertandingan tersebut, I’d like to address apa-apa yang aku suka dari acara ini.

 

Pertandingan Divas Championship menurutku cukup lumayan. Paige dan Nikki berduel lebih lama dari standar divas match biasa. Ceritanya Paige di sini secara sepihak mewakili semua diva di ruang ganti sebagai the voice of change. Dia ingin mengubah status diva yang diwakili Nikki; cewek modal tampang doang. Their in-ring work perlu diacungi jempol, konek power move demi power move. Submission Paige bikin ngilu. Dan meski pada akhirnya Paige kalah, aku suka ending pertandingan ini. The Twin Magic worked on so many level!
wwe-money-in-the-bank-2015-bellas-twin-magic
Kocak banget pas Bri buang-buangin ganjelan dada nya “I’m not Nikki. I’m Brie! I’m Brie!!” trus ditendang ama Paige lol

 

Dan of course, suka ama rematch antara Kevin Owens melawan John Cena. Karena udah pernah ngalahin Cena, Owens kini tampil lebih percaya diri. Dia makek combo2 Cena. Dia bahkan ngeluarin Codebreaker nya Jericho. Looking for redemption, Cena sendiri banyak menyerang dengan jurus-jurus yang kita gak tau dia bisa lakukan. Ya, dia makek maneuver-manuver yg biasa dilakukan oleh Rey Mysterio. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Cena marahin wasit after he failed to keep Owens down for the three-count with AA. I think I’m not gonna say who the winner is, go watch it yourself dan feel the excitement firsthand! Mereka bales-balesan moves ganas, lebih heboh dari pertemuan fenomenal mereka di Elimination Chamber kemaren

….
Okay I lied, John Cena won this match. Bummer, but we all saw that coming, right…? Memang udah kodratnya begitu, Cena always gets comeback victory, that’s just, like, a WWE 101. Kali ini bukan masalah sih, it is still interesting buat karakter Owens ke depannya. Aku suka apa yang dilakukannya seusai pertandingan itu. Kita bisa lihat gimana nanti perkembangan karakter Owens, sebab ini adalah pertama kalinya, sejak menjadi juara NXT, harga diri seorang Kevin Owens tercoreng.

 

Kalo ada seorang lagi yg bikin penasaran gimana perkembangan karakternya setelah ini, maka itu adalah Seth Rollins. Story buat WWE Championship Ladder Match Seth Rollins melawan Dean Ambrose adalah Rollins harus membuktikan dia memang “that damn good”. Aku suka plot itu dimainkan ke dalam alur pertandingan. Kedua superstar memainkan perannya dengan baik, they went on to show out their true potential as performers. Puncaknya adalah ketika Rollins mengincar kaki Ambrose dan Ambrose, being lunatic as he is, keep coming back meski kakinya udah cedera parah. It is amazing nyaksiin kedua superstar ini bertarung. Mereka kayak beneran mau ngabisin lawannya masing-masing. banyak crash keren; tangga patah, Ambrose makek finisher Dusty, Bionic Elbow, Rollins ngePowerbomb Ambrose bolak-balik ke barikade trus ke tumpukan kursi dan tangga, Dirty Deeds ke meja,  dan banyak lagi. Untuk ukuran ladder match, ini bisa dibilang variatif. Tangganya enggak dipake di 10 menitan awal. Masalahnya adalah penonton udah lelah. Owens lawan Cena itu sepertinya terlalu banyak menguras emosi. Match Ambrose-Rollins ini jadi kurang greget karena penontonnya lesu dan it did terasa dragged a little bit too long.
CGykBXdWwAANUsU

 

My major problem adalah pertandingan MITB yang main aman banget. Ya ceritanya, ya spot crash nya, semua gak live up MITB matches terdahulu. Sempat lumayan menarik saat New Day datang bantuin Kofi, tapi nyatanya Big E dan Woods datang buat jadi fodder Roman Reigns doang. WWE membuat pertandingan ini terlalu predictable. Keliatan dari pesertanya. Orton dan Kane terlalu ‘out of date’, Neville terlalu cepat (padahal I want to see the altitude era!), there’s no way Kofi will win this, dan they have bad track record dalam mempercayakan sesuatu yg penting kepada Ziggler. Memang hanya antara Reigns dan Sheamus lah yang paling mungkin untuk memenangkan koper itu. The only saving grace adalah kemunculan tak terduga dari Bray Wyatt.

 
Keseluruhan presentasi acara masih terasa lebih mirip show mingguan ketimbang something special. Salah sendiri bikin pay-per-view selang dua mingguan! Waktunya jelas enggak cukup untuk ngembangin cerita yang bisa di-invest ke penonton. Kerasa sekali build-up perseteruan tiap match kurang tergali. Scene interview Paige dan juga Ambrose itu enggak berujung apa-apa, felt rush, dan ketauan banget cuma buat ngasih mereka some spotlight karena pada bakalan kalah. Kejuaraan Tag Team dan Intercontinental jadi pertandingan paling boring di sini. New Day di-bury for some reason. I literally don’t care about the IC match karena memang ga jelas. Big Show, The Miz, Ryback.. kenapa mesti IC? kenapa Show jadi balik? Kenapa hoodie nya Miz jelek? Kenapa mesti Ryback? Kenapaaaaa????

 

 

Overall, not really bad, tapi juga enggak istimewa. Sepertinya beberapa superstar bring out their best sebagai persembahan buat Dustry Rhodes. The Palace of Wisdom gives the Match of The Night title sekali lagi kepada John Cena dan Kevin Owens.

 

 

 

 

That’s all we have for now.
Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 
We be the judge.

 

 

 

 


That is what true winner looks like

Advertisements