Tags

, , , , , , ,

“Moving takes its toll on life.”

Bx0Pn04

 

Remake suatu franchise biasanya dibuat dengan beberapa alasan; karena ide cerita aslinya bagus tapi filmnya gagal di pasaran atau filmnya udah terlalu out of date kayak Carrie, atau ingin bikin sudut pandang baru kayak Evil Dead, atau just to pleased the fans kayak game Final Fantasy 7 yg bakal dibuat ulang buat next-gen consoles (YAAAY!!!)

Poltergeist yang lama dibawahi oleh Steven Spielberg bercerita tentang sebuah keluarga yang rumahnya diteror oleh kekuatan supernatural tak terlihat, anak paling kecil mereka bisa berkomunikasi dengan those mysterious entities, terus anak itu diculik, dan dengan pertolongan paranormal, keluarganya bahu membahu menyelamatkan sang anak. Poltergeist yang baru plotnya sama persis dengan itu, bedanya keluarga (kali ini nama keluarganya Bowen) diceritakan baru saja menempati rumah baru mereka. Film ini menggunakan scene2 seram yang totally rehearsed dari yang lama, ditangani BUKAN oleh Spielberg, Film ini enggak nyuguhin hal baru, ataupun hal unik yang signifikan ke dalam ceritanya. Kita dikasih liat adegan, yang udah pernah kita lihat sebelumnya, only worst. So I say what’s the point?

They did add some fresh elements, penggunaan teknologi moderen kayak smartphone, drone, dan sistem alarm rumah canggih, yang di-insert ke dalam plot. Tokoh-tokohnya juga dibuat memilik kepribadian yang rada berbeda dari yang original. Cuma masalahnya they’ve managed to get those characters jadi template dan annoying; Orangtua yang gak percaya kata anak kecil, helloooo~~klise! I mean, what’s the point??

Oke, mungkin biar generasi sekarang bisa ikut merasakan kerennya film horor legendaris ini dalam versi yang modern.. Kita kadang mesti move on dan siap menerima perubahan, kayak keluarga Bowen yang pindah ke rumah barunya. Tapi yang aku gak ngerti, perlu bangetkah mereka meremajakan film dengan terlalu banyak ngandelin CGI dan fake jump scares, like, tupai animasi yg keluar dari lemari…….??? WHAT’S THE POINT????!!!

poltergeistimage2
Yea guys, your entire existences are being haunted by the better original.

 

Poltergeist yg baru ini lebih seperti rangkuman or even highlight dari Poltergeist yang lama. Mereka kayak copy paste adegan aja, “hey that scene really crept me out, let’s put that in our remake”,  trus nambah-nambahin yang ga penting, filmnya terasa rushed dan gak punya emosional value sedalam yang versi lama. Mereka justru ngebuang faktor-faktor yang bikin film original dulu keren banget. Hubugan antara si anak paling kecil dengan The TV people diganti jadi anaknya lebih banyak ngobrol sama lemari. Ending yang mestinya keren; tengkorak dan peti mati keluar2 dari dalam tanah, itu bikin aku penasaran gimana jadinya kalo dibikin versi barunya. Sayangnya, film ini endingnya abruptly ends with only ONE fake ugly skeleton unjuk gigi. Dan yg paling what’s the point adalah adegan penyelamatan sang anak. Dalam Poltergeist original, ‘dunia lain’ itu enggak diliatin, filmnya ngasih kita ruang untuk ngebayangin sendiri horor macam apa yang ada di dalam sana, yang jelas rambut sang ibu berubah menjadi putih begitu keluar dari dunia itu. Dalam film barunya ini, ‘dunia lain’ tak lebih dari efek CGI yang jelek, keliatan banget palsu, dan tentu saja hal itu enggak ada seram-seramnya.

Poltergeist baru ini bener-bener missing the point. Mereka lupa apa itu poltergeist yang sebenarnya. Tentang barang-barang yang bergerak, melayang-layang, berpindah tempat sendiri. Fenomena itu dieksplor sedikit sekali. Filmnya jadi malah kelihatan jadi kayak Insidous, tentang orang yg nyebrang ke The Other Side.

 

Yang belum pernah nonton yg lamanya, mungkin bisa aja suka sama Poltergesit ini. Boleh kok suka, bebas aja, toh selera masing-masing. Ada momen-momen yang bagus juga di film ini, nilai plus jelas diberikan buat penampilan Sam Rockwell yang constantly awesome di setiap film-filmnya. But I seriously suggest you watch the original too. Dan rasakanlah shame that I’ve experienced saat menonton film hasil cerita ulang ini. The Palace of Wisdom gives 5 stars out of 10 for this lazy and boring remake of Poltergeist.

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.
bae997df61a10929285
“We don’t talk to the invisible people inside our closet at the Palace of Wisdom.”

 

 

We be the judge.

Advertisements