Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

fttetw - Copy (3) - Copy

 

Malam yang penuh kontroversi di Brooklyn! It started dengan misteri kenapa official theme nya mesti Demi Lovato, Summerslam 2015 udah sukses aku dan jutaan fans lainnya bertanya-tanya; “what’s next? Where do we go from here?”

 

The undercards were fun tho, Randy Orton melawan Sheamus udah bosen, sukurnya mereka keep it short dan padat aksi. I love that short-ranged RKO yang dipake Orton waktu ngecounter Flying Ram nya Sheamus. Kevin Owens melawan Cesaro mainnya juga keras, ini adalah jenis pertandingan yang aku enggak begitu mempermasalahkan siapa yang menang atau kalah. Kedua orang ini sudah sangat siap buat naik kelas ke posisi main eventer. It is a pure show-off contest buat nguatin karakter Owens dan Cesaro.

riiingggg “hello, this is foot.”

riiingggg “hello, this is foot.”

 

 

The tag team matches were up to delivered our expectations. Pertandingan Tag Team antara Bray Wyatt dan Luke Harper melawan Dean Ambrose dan Roman Reigns langsung menggila sedari awal. Fast paced action yang crowd pleaser banget., meski Roman Reigns masih agak didinginin sih. Sekuens finishing nya keren abis. Suka gimana Bray nge-sell jurus Dirty Deeds yang jadi andelan si Ambrose. Di lain cerita, The New Day has really growing on me, I’m glad they won the championship back. Mereka mencoba pake taktik aneh-ngetag dan ngepin temen sendiri-dalam pertandingan kejuaraan fatal 4 way dengan Los Matadores, Lucha Dragons, dan Primetime Players. Juara bertahan PTP looked strong dengan Titus overpowering all other competitors, tapi yah New Day dengan segala keannoying-an (tarian Big E, ewww) mereka berhasil bikin Titus ga fokus yang berujung Kofi ngeblind tag dan nyerang saat Titus lengah.

Yang paling di luar perkiraan adalah penampilan si Stephen Amell. Bintang serial Arrow ini berdampingan dengan Neville, bertanding melawan Stardust dan King Barrett. Style komik yg mereka pake keren-keren. Aku belum pernah nonton Arrow jadi gatau gimana Stephen Amell, but, wow orang ini kalo dilatih serius bisa juga kayaknya jadi superstar WWE. Amell bisa melakukan manuver-manuver gulat yang akrobatis. Stardust kena Enziguiri mentah darinya, haha mamam! Stephen-Amell-WWE-2-08242015

 

While aku gabegitu masalah soal pengotakan diva menjadi tiga tim; Team Bella, Team PCB, dan Team B.A.D., pertandingan Triple Threat Elimination Tag mereka terasa going nowhere. Sedikit ngingatin aku sama pertandingan antar tim dalam game King of Fighters, tapi feud 9 Diva yang harusnya jadi pioneer Divas Revolution jatuhnya enggak seheboh hashtag yang mereka gembar-gemborkan. Hanya terasa kayak pertandingan cewek yang biasa dilakukan oleh WWE, “masukin aja semuaa!”. Menurutku, para wanita jagoan ini perlu diberikan storyline khusus yang lebih edgy, mereka perlu personal feud satu-lawan-satu. Tag Team enggak memberikan mereka banyak peluang untuk bersinar. Lihat saja di pertandingan ini. Sasha Banks dan tim nya harus kalah duluan, di tangan Bella. Becky Lynch got a nice exposure by winning this, tapi ngalahin Brie enggak se-impactful kalo dia ngepin Tamina. Ya semoga ini baru act satu dari cerita kebangkitan Diva, dan yah Nikki need to lepasin sabuk kejuaraan itu secepat mungkin!
11888060_737972159641025_7585618948976800198_n

 

Empat jam pertunjukan Summerslam belum terasa begitu spesial. Malah terasa terlalu drama. Kisah cinta, cemburu, dan obsesi antara Rusev-Summer dan Ziggler-Lana (love Lana’s new look!) ditutup kentang dengan apa yang menurutku suatu botch. Ziggler gagal masuk ke dalam ring tepat waktu, seharusnya cerita yang lebih baik bisa disampaikan kalo Ziggler was right on the count.

Dua feud utama yang di-build up besar-besaran juga berakhir sama begonya. Undertaker melawan Brock Lesnar yang menutup malam itu memberikan tanda tanya paling besar. Pertandingan mereka lebih bagus daripada pertemuan mereka di Wrestlemania tahun lalu. Undertaker still got it, dia tampak energik dan overall lebih prima sekarang. Kasian juga sih ngeliat opa itu dibanting ke sana ke mari oleh Lesnar. Lima German, dua F-5, dan satu super F-5 ke meja komentator! Undertaker lived up to his motto “you can’t kill what won’t be dead”. Pertarungan mereka makin greget saat kedua superstar mulai engage dalam adu submission. Kimura melawan Hell’s Gate. Dan the bout was end awkwardly begitu bel berbunyi padahal wasit belum ngasih keputusan. Kontroversi yang ada adalah wasit enggak melihat Taker tap out karena lagi ngehitung pin lantaran bahu Lesnar yang sedang nge-apply Kimura Lock jatuh ke matras. Lesnar yang bingung kemudian diserang dari belakang dan passed out kena kuncian maut Undertaker. It was stupid ending buat pertandingan yang harusnya jadi decisive battle. Kini muncul dua pertanyaan, apakah Taker baru saja tap out untuk pertama kalinya ataukah Taker berhasil mengalahkan Brock Lesnar buat pertama kali dalam sejarah feud mereka?

which one is iiiiiiittt!!???

“which one is iiiiiiittt!!???”

 

Selain Stephen Amell, Summerslam kali ini juga menghadirkan Jon Stewart, from the Daily Show, buat jadi host. Interesting to see Jon actually interacts with some superstars. Kan biasanya guest host cuma nampang numpang jualan. Puncaknya adalah kejutan di akhir pertandingan kejuaraan antara Seth Rollins melawan John Cena; winner takes all-artinya siapa yang menang bakal ngukir sejarah sebagai superstar pertama yang memegang Kejuaraan United States dan Gelar Juara Dunia WWE sekaligus! Apalagi bagi John Cena, kemenangannya di sini akan membuatnya mengalahkan rekor 16 kali juara dunia, yg masih dipegang oleh Ric Flair (WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!).
Stake yang tinggi membuat match kedua top superstar ini begitu gereget. Rollins melakukan semua jurus terbang yang dia bisa untuk menahan Cena. Tak ketinggalan Pedigree dan High Knee. Niat mulianya adalah ingin mematahkan hidung John Cena sekali lagi. Namun kita tau, Cena adalah Superman. He overpowered all Rollins’s arsenals. Seru sekali, false finish susul menyusul. Dan datanglah drama tersebut. Wasit pingsan kena pukulan nyasar, Jon Stewart pun datang, seketika nasib sejarah kejuaraan WWE ditentukan oleh selebriti.
11903701_10100145076753773_497200711949957513_n

 

Jika dibandingan dengan NXT Take Over yang tayang satu hari sebelum Summerslam, jelas acara ini punya cards yang lebih bagus. Tapi nyatanya, NXT Take Over jauh lebih menarik dan enjoyable. Match Sasha Banks melawan Bayley, heck, bahkan video prolog feud mereka aja jauh lebih chilling dibandingkan pertandingan diva di Summerslam. Ada yg bilang itu salah Vince, I don’t know. Yang jelas, tampaknya WWE need to slow down with the drama a bit. Fans ingin melihat pertandingan yang konklusif, yang superstar-superstar yang terlibat bisa menunjukkan potensi maksimal mereka.

 

 

 

 

That’s all we have for now.
The Palace of Wisdom agrees the Seth Rollins versus John Cena was the Match of the Night before it was ruined by the interference ending.

 

 

 

Remember in life, there are winners
And there are losers.

 

 

We be the judge.

And yea we totally skipped the Intercontinental Championship, again.

Advertisements