Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

jakarta-comic-con-bolehdotcom

 

Seperti beberapa dari kamu, I am a nerd. I love video games. Comic books. Pro wrestling. And movies, terutama horror movies. I am a big time geek. Mungkin selera kita agak sedikit berbeda. I yell at heroes, and cheer for the bad guys. But nonetheless, kalo lagi enggak sibuk berusaha selamat dari dunia, aku bakal ngisi waktu sebagai seorang fanboy. Heck, kuote-kuote favorit ku berasal dari omongan serial killer, dan penyihir, dan manusia planet. Bukan dari Mario Teguh. Comic Con diciptakan buat orang-orang kayak aku, kayak kita.

Pertama kali diadakan di San Diego tahun 1970 sebagai acara gathering penggemar komik dan pop-culture arts kecil-kecilan. Fast forward 45 tahun kemudian, acara yang sebenarnya lebih ke penggalangan dana tersebut sekarang sukses tumbuh gede, spawning aneka convention gede sejenis setiap tahunnya. COMIC CON ADALAH SAFE HAVEN BUAT NYALURIN BAKAT NGE-GEEK. Ngomongin Star Wars di ‘dunia luar’ besar kemungkinan kita berakhir jadi korban bully-an. Di Comic Con kita bisa bertemu dan ngobrol ampe bibir item sama penggemar yang lain. Dari dulu aku suka ngiler sendiri ngeliat liputan acara-acara Comic Con luar negeri. Pengunjung dan cosplayer foto-fotoan, panel-panel diskusi dengan pembuat komik dan tokoh-tokoh ternama, exhibition booth yang keren-keren. Tahun ini, wonderland tersebut hadir di Jakarta. Pertama kali dengar kabar itu, I was more happy than Bart Simpson saat sekolahnya diliburkan.

Jakarta Comic Con turned out menjadi persis kayak film Pixels. Aku tumbuh dengan main retro video games, jadi it did feel like, film ini dibuat untuk aku- seperti halnya Jakarta Comic Con yang dibuat untuk para geek di Indonesia. Aku mencoba untuk menyukai Pixels. But I just can’t. Jakarta Comic Con juga begitu. Aku berharap aku menyukai acara ini. Namun betapa keras aku nyari pembelaan, acara ini tetap suck. Hard!

"we’re not impressed" –the geekiest slytherin

“we’re not impressed!” –the geekiest slytherin

 

Diselenggarakan tiga hari mulai dari tanggal 25 sampai 27 September 2015, Jakarta Comic Con berjanji akan menghadirkan “the ultimate pop culture experience”. Mereka punya singgasana Game of Thrones. Terus ada pameran props dari Halfworlds-serial buatan Joko Anwar-yang tayang di HBO. Ada zona yang terinfeksi zombie-zombie dari The Walking Dead nya FOX, lengkap dengan cupcake rasa horor dan setabung infus darah segar. Komunitas 501st Legion Star Wars Indonesia juga kebagian mengisi tempat. Bima X, kamenrider nya Indonesia turut ngeramaikan acara. Ada pula booth film-film Indonesia yang bakal tayang produksi Renee Pictures, Starvision, and whatever. Para pemeran film rumah-rumah produksi itulah yang ngisi panel-panel diskusi. Selebihnya spot diisi oleh jualan merchs dan booth sponsor yang biasa-Lego selalu gaketinggalan nongol di setiap convention kayak gini- dan sponsor yang enggak nyambung.

komik kon presents: kopi ko

komik kon presents: kopi ko

Seriously, apa hubungannya gojek dan permen ama pop culture experience? Let alone sama komik?? Jakarta Comic Con jika dilihat dari yang mengisi spot dan acara, memang jelas-jelas minim. Mereka menutupi kekurangan tersebut dengan memberikan spot kepada sponsor, hanya saja spot-spot filler itu mestinya bisa dikesampingkan. Bukannya justru ditarok di tengah-tengah dengan porsi stand yang relatif gede. Seharusnya mereka cukup memberikan spot-spot gak laku tersebut buat mengoptimalkan yang lagi hits dan yang bener-bener ngerepresent apa itu Comic Con. Aku yakin pengunjung gak bakal keberatan kalo 50 % spot didedikasikan buat The Walking Dead atau Star Wars atau Game of Thrones. I mean, siapa sih yang bakal nanya “loh kok gak ada cosplay abang gojek nya?”

 

MAIN ATTRACTION EKSIBISI INI ADALAH KELLY HU (I’m not going to make the Kelly “who” puns) yang pernah main di X-Men and apparently she is a regular on the Arrow series. Ya, memang antrean cukup panjang saat sesi foto dan autograph Kelly. BOOTH GAME OF THRONES, STAR WARS, THE WALKING DEAD JADI FAVORIT. People sepertinya having fun.

Kana kenalan ama AntMan

Kana kenalan ama AntMan

But what about us-the geek? Acara ini membawa nama Comic Con , which is PROMISING SO MUCH TAPI NYATANYA MENYUGUHKAN BEGITU SEDIKIT. Enggak ada experience baru yang kita rasakan. It’s just like another normal conventions. JAKARTA COMIC CON MELUPAKAN ‘REAL AUDIENCES’ MEREKA. Komik-komik dan Artist Alley nya terasing di pojokan. Toys nya kalah sama SPG ClipOnYou. Sama sekali enggak ada info tentang upcoming Star Wars juga serial-serial baru lainnya. Ada sih mainan baru Star Wars, tapi kirain mereka punya bocoran clip episode VII atau apa gitu. Paling enggak aku kira bakal ada booth Hunger Games di sini, mengingat November nanti franchise itu akan ngeluarin filmnya yg terakhir, ternyata enggak ada. I get it mungkin karena di Indonesia maka yang diangkat adalah televisi lokal, but at least mereka mestinya bisa selektif dikit dalam memilih film baru yang bakal ditunjukin. Film ala ftv enggak bakalan ada tempat di hati para pencinta komik dan film superhero.

Yang jualan juga pada random banget. Enggak ada yang jualan kaos-kaos dengan tema geeky gitu. Mereka malah menjual pernak-pernik yang biasa kita lihat di mall-mall. ACARA INI STRAY TERLALU JAUH DARI INTINYA, IT HAS LOST ITS HEART. Udah enggak kerasa seperti Comic Con lagi. Malah seolah panitia nya seperti enggak tau apa yang lagi happening, padahal banyak loh serial-serial yang bakal tayang Oktober ini. Atau mungkin mereka pada sebodo amat “ah pasti bakal rame juga, kan kita udah pakek nama Comic Con”. Sampai ke settingan hall nya dan dekorasinya juga.., like, are they even trying?

nope, that is not R2D2

nope, that is not R2-D2

 

here’s the secret about cardboards: bring in the actual person.

here’s the secret about cardboards: bring in the actual person.

 

expectation vs reality

expectation vs reality

 

PARA COSPLAYER LAH YANG MENYELAMATKAN JAKARTA COMIC CON DARI KEBOSANAN TOTAL. Selalu menarik melihat para tokoh-tokoh tersebut berjalan di depan mata. Sayangnya, enggak semua cosplayer nya stay-in character selama pake kostum. I saw Twisty the Clown dari American Horror Story: Freak Show lagi ngobrol sama cewek-cewek dari karakter anime lol. Dari panel-panel diskusi, yang menarik perhatian ku hanya film Midnight Show, yang trailer perdana nya diputerin di sana. Sepertinya bakal jadi film yang cukup seru, it has Scream’s whosdunnit vibe. Lagipula film kategori slasher bisa diitung dengan jari di Indonesia, nice aja ada angin segar seperti ini.

poster filmnya kereenn

poster filmnya kereenn

 

it’s not everyday you can compare fists with Batman

it’s not everyday you can compare fists with Batman 

 

Yah, enggak banyak yang bisa aku ceritain karena enggak banyak yang terjadi di Jakarta Comic Con. Jadi kalo kamu kebetulan enggak sempat ke sana, jangan khawatir. You don’t miss much. Acara nya doesn’t really reflect pop culture tahun 2015. Acara nya udah jauh banget berbeda dari yang luar negeri punya. Enggak ada artis luar, baik komik maupun film, yang bener-bener lagi happening. Panel diskusinya hanya ajang promo. What a shame of a con. Sembilan puluh lima ribu was not well spent, mending dipake buat nonton film di bioskop. Aku biasanya bilang Star Wars Days ama Battle of Toys/Toys Fair adalah the closest thing we have to a Comic Con, dan setelah datang ke Jakarta Comic Con, well, THANK YOU PANITIA! BUT THE REAL COMIC CON EXPERIENCE IS still IN ANOTHER CASTLE!

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 
We be the judge.

 

 

even the zombie annoys me, AVADA KEDAVRA!!

even the zombie annoys me, AVADA KEDAVRA!!

 

Advertisements