Tags

, , , , , , , , ,

“The secret of change is to focus all of your energy, not on fighting the old, but on building the new.”

 

Southpaw-Poster

 

Pertama kali denger judulnya, aku kira ini adalah film tentang beruang hahaha.. Southpaw sebenarnya adalah slang words dari seorang yang kidal. Kalo dalam olahraga tinju, Southpaw itu adalah stance yang sebenarnya digunakan oleh atlet yang bergantung kepada tangan kiri; posisi tangan dan kaki kanan maju duluan untuk membuat dia terlihat seolah kuat di kanan. Namun taktik ini bahkan lebih ngecoh lagi kalo digunakan oleh orang yang enggak kidal! Karena akan membuat lawannya otomatis menyesuaikan diri dengan arah kiri, only to be fooled by a strong right jab! Perubahan mendadak. Sejatinya, manusia enggak bakal siap dengan perubahan. Changes selalu menakutkan. Contoh gampangnya aja, pindah rumah. Kenalan dengan lingkungan baru lagi, ninggalin tempat yang kita udah nyaman banget, it is easily an unpleasant experience. Tapi untuk bisa maju, kita harus embrace the changes. Beradaptasi. Kayak petinju yang harus selalu sigap dan mau menyesuaikan diri dengan gaya bertarung lawannya. Jadi, ini film sebenarnya tentang apa sih? tentang beruang, petinju, atau tentang pindah rumah?

“berub…....-what, no??”

“beruuub…….what, no??”

 

Jake Gyllenhaal berperan sebagai Billy Hope, a decorated boxing champion. Rekor kemenangan 43 kali berturut-turut dan bermacam-macam gelar juara. Tapi olahraga jenis seperti ini meminta ‘upeti’ dari tubuh. Apalagi buat Hope, yang enggak peduli amat untuk bermain defensive. Kepala memar dan berdarah-darah udah biasa baginya. Pantas dong istrinya merasa cemas, apalagi memang yang dikeluhkan sang istri tersebut lantas jadi kenyataan. Dan lalu, kejadian malang lain menimpa. Billy Hope kehilangan segalanya. IN THE HEART, SOUTHPAW IS A REDEMPTION STORY. Tentang pria yang pernah jaya, jatuh keras, dan harus berjuang to get back on his ‘game’. Karena harapan itu selalu ada asal dia mau mengubah keadaannya, as well as his way of fighting. Not only to regained championship, tapi juga untuk mendapatkan hidupnya kembali.

PERFORMANCES DALAM SOUTHPAW LUAR BIASA PUNYA, second to none! Jake Gyllenhaal -yang udah kunobatkan ‘wajib tonton semua film yang dimainkannya’ sejak Nightcrawler taun lalu- bermain total di sini. Dia bener-bener komit. Buktinya, tampang, kelakuan, dan cara ngomongnya, terlihat beneran kayak a real beat-down boxer. Oona Laurence yang jadi anaknya Billy, Leila, juga fenomenal. Dari writing nya jelas, cuteness bukanlah karakter anak cewek yang dia peranin. Namun aku bisa lihat kalo orang lain yang mainin Leila, pasti tokoh ini bakal jadi annoying kayak peran anak kecil dalam film drama kebanyakan. Gadis ini berhasil memerankan seorang anak yang tegar, yang enggak manja, yang actually merasa bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ngimbangin Rachel McAdams dan Jake seperti itu, wow!

 this kid is really great!

this kid is really great!

Adegan-adegan film ini sangat intense, jadi story nya come-off really strong. Montage latihan yang diiringi lagu Eminem juga kerasa pas dan well-added ke dalam cerita. Apalagi adegan-adegan di dalam ring. THE FIGHT IS SOLID. Kita bisa ngerasain langsung gimana tegangnya berhadapan satu lawan satu ama petinju profesional karena film ini banyak gunain first-person shot yang cool abis. Goyang tapi enggak goyang-goyang. Maksudnya, kamera itu bergerak ngikutin ayunan badan petinju supaya penonton seolah melihat dari sudut pandang yang sedang bertanding. Enggak hanya asal goyang zoom-in zoom-out. Teknik pukulan slow-motion nya juga dieksekusi dengan efektif, enggak berlebihan. Film Indonesia 3 Alim Lam Mim mestinya mencontoh cara ini. Setiap pertandingan tinju dalam film Southpaw berhasil delivered the story.

 

Ga banyak yang bisa diomongin dari ceritanya. Southpaw PUNYA SEMUA YANG KLISE-KLISE DARI CERITA DRAMA OLAHRAGA seperti ini. Karir turun, keluarga hancur, ketemu orang bijak yang bakal ngelatihnya (good job dari Forest Whitaker), latihan lagi, dan semuanya itu adalah elemen yang udah banyak diulang-ulang. Kiblat film kayak gini, gak lain gak bukan, memang film legendaris, Rocky.

"tet -- tet tet teet -- tet tet teet -- tet tet teeeeeeeeeeeet~~"

“tet — tet tet teet — tet tet teet — tet tet teeeeeeeeeeeet~~”

Apalagi buat orang kayak aku yang nonton WWE ampe tiga kali seminggu, udah apal banget deh arah ceritanya bakal ke mana. Bosen? kayaknya enggak juga, at least gak begitu mengganggu, karena pada dasarnya kita suka nyaksiin cerita tentang perjuangan hidup orang, gimana mereka berubah ke arah yang lebih baik. Dan memang beginilah formula cerita drama sport yg bagus. Aku suka mereka enggak ngabisin waktu untuk mencari tahu ‘siapa’, karena it doesn’t really matter. IT’S ALWAYS ABOUT THE JOURNEY OF A DOWNED MAN. Southpaw did a very excellent job at telling that aspect, berkat kualitas akting dan directing nya. Buatku, Southpaw bukanlah sepenuhnya drama tragis, karena yang terjadi sama Billy itu kebanyakan bisa tergolong sial aja haha, funny-in a sad way. Mungkin karena film ini memang enggak susah payah berusaha untuk tampil mellow. SOUTHPAW JUSTRU TAMPIL GRITTY; berani dan penuh determinasi. Arahan filmnya luar biasa. Tapi I did feel ‘the punch’ saat Billy enggak dibolehin ngomong sama orang yang he truly care about. Itu sedih. I know. #Eaacurhat.

 

Meski enggak memberikan sesuatu yang baru terhadap cerita, film ini layak banget ditonton karena penampilan para pemainnya. Tak pelak ini adalah salah satu dari film dengan kualitas akting terbaik yang pernah aku tonton. The Palace of Wisdom punches 8 out of 10 gold stars straight to Southpaw.

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 
We be the judge.

Advertisements