Tags

, , , , , , , , , , , ,

Hell_in_a_Cell_2015_Poster

 

Bau-bau Halloween seperti nya sudah sampai di WWE. Buktinya mereka benar-benar nge-push acara ini sebagai sesuatu yang menyeramkan. Oke, Hell in a Cell sendiri adalah pertandingan yang dari sononya diciptakan bukan untuk lucu-lucuan. Kita udah hapal sejarah pertandingan berdarah ini. Kalau ada kamu yang masih belum tahu, coba deh google “mankind hiac”. Tapi sejak WWE memutuskan untuk lebih appeal buat penonton muda, pertandingan Hell in a Cell menjadi jauh lebih jinak. But fear not, guys! -eh, atau fear lah, guys! Kali ini mereka berusaha mengembalikan kengerian pertandingan di dalam kerangkeng tersebut. For once, mereka MENEKANKAN KATA ‘HELL’ SEBAGAI TEMA ACARA.

Hell. Neraka.

Maksudnya neraka beneran?

Kata opening video pay-per-view ini, arti neraka itu bermacam-macam.

 

Neraka adalah saat apa yang sudah kita capai, dirampas dari kita.

John Cena adalah yang pertama ngerasain ‘neraka’ malam itu. Dia kehilangan sabuk United States championship nya dalam sebuah pertandingan yang surprisingly short melawan a surprise challenger! Aku yakin enggak ada satu pun yang nebak Alberto del Rio balik ke WWE. Apalagi kali ini dia muncul bareng Zeb Colter. Meski kita belum gitu ngerti sih, gimana ceritanya Zeb yang anti imigran mau memanajeri si Mexican Aristocrat. Aku senang-senang aja ama del Rio. Dia punya moveset yang keren dan dia bagus sekali dalam mengeksekusinya. Backstabber, Flying Enziguiri, Superkick, itu jurus-jurus favorit yang selalu aku pakek kalo bikin karakter sendiri di dalam video game! Dan soal Cena, aku rasa adalah sesuatu yang bagus dia kalah-bersih oleh jurus yang bahkan bukan ‘smekan’, karena itu nunjukin Cena udah gak sekuat dulu- ini bisa jadi set up buat perkembangan karakter dia, yang udah mentok, ke depan.

 

 

Yea, bukan perkara gampang ngebangun sebuah citra. Atau istilah yang lebih suka dipake WWE, ‘legacy’. Bisa bertahun-tahun sebelum penonton bisa langsung mengasosiasikan seorang superstar dengan hal unik yang biasa dilakukan olehnya. Ambil Eddie Guerrero sebagai contoh. Aku terharu ngeliat Kofi Kingston dan Seth Rollins melakukan semacam ‘persembahan’ di dalam match mereka buat legenda yang satu ini. Penonton langsung teriak “Eddie! Eddie!” begitu Kofi melemparkan trombon kepada Bubba Ray. We all see what’s coming – tapi wasit enggak, that’s the point hihihi- Kofi pura-pura pingsan seolah Bubba menggetok kepalanya dengan alat musik itu.

Dudley Boyz juga punya ‘legacy’ mereka sendiri sebagai juara tag team terbanyak di WWE dewasa ini. Mereka sudah punya sembilan sabuk, dan bermaksud mengincar sabuk yang ke sepuluh. Besar kemungkinan hal tersebut bakal terjadi di pay-per-view TLC bulan desember nanti, karena yah, di acara penuh meja-kursi-dan tangga itu WWE perlu menjual sesuatu yang mewakili meja, kan? Tapi kekalahan terus menerus bisa memberikan citra buruk buat tag team veteran ini. Dudley Boyz belum menunjukkan ‘taring’ mereka sejak balik beberapa bulan yang lalu. Ngerinya, ntar penonton malah nganggap mereka ini just another oldmen yang ngebotch karena salah komunikasi saat melawan New Day.

Neraka adalah ketika kejayaan yang kita pikir tidak bisa mati ternyata hanya menjadi kenyataan yang biasa saja.

Selama berbulan-bulan Bray Wyatt menggunakan permainan kata-kata untuk mengguncang Roman Reigns. I dunno, tapi aku enggak begitu suka dengan feud mereka. Menurutku, jika saja ada sabuk di antara perseteruan mereka ini, make things would be a lot more interesting. World Heavyweight Championship, misalnya. Jelas akan mantapin status kedua superstar ini. Bray Wyatt is truly a one-in-a-kind wrestler: he’s a great speaker, he’s a great wrestler, he’s in high-profile matches, tapi dia jarang banget keluar sebagai pemenang dalam pertarungan yang gengsinya tinggi kayak gini. Jadi semua gertakan seramnya selalu berasa seperti angin lalu. Anyway, pertarungan Hell in a Cell mereka cukup menarik, dan keras. Seperti yang udah diharepin, mereka enggak banyak gunain kandang, namun mereka banyak memakai senjata-senjata dari bawah ring. Aku cukup ngakak pas Roman ngambil meja, penonton teriak “that’s not enough!”, dan dia ngambil satu meja lagi. Wyatt gantian kena Running Spear dari pinggir ring ke meja di bawah setelah sebelumnya dia nge One-Handed Slam Reigns

cool spot!

cool spot!

 

 

Tapi legacy bisa diwariskan. Divas Champion Charlotte sudah berjalan di jalur yang benar. Putri dari Ric Flair ini punya keanggunan alami di dalam ring, and powerful too. Bukan hanya sang juara, si penantang juga menunjukkan performa yang di luar biasanya. Pertandingan melawan Charlotte ini adalah pertandingan terhebat yang pernah dilakukan Nikki Bella. I give it to her, kemampuan nya di dalam ring meningkat pesat. Spinebuster ke pinggiran ring itu kelihatan sakit banget! In ring-psikologi nya juga ada. Nikki membuat kaki Charlotte cedera, sehingga si juara bertahan tidak bisa menggunakan jurus pamungkasnya, Figure 8 Leg Lock. Aku suka cerita perjuangan di dalam match ini. Great work from both of girls, namun Nikki got the losing-end.

Neraka adalah saat kita kehilangan kekuatan dan tidak mampu mendapatkannya kembali.

Benar yang dikatakan Shawn Michaels di episode Raw, pertandingan Hell in a Cell pertama kali, 7 Oktober 1997, sangat fenomenal. Undertaker. Debut Kane. Penonton teriak-teriak ketakutan. Jim Ross “Bah-Gawd! It’s Kane!!” Dan amazing nya lagi, Undertaker dan Kane masih main sampai sekarang.

Now lets talk about these two for a moment.

pict: your nightmare comes true

pict: your nightmare comes true

Mereka bukan sodaraan beneran. Karakter mereka ditulis sebagai kakak adik yang saling kontra. Kane merah. Undertaker hitam. Kane api, Undertaker petir. Yang satu monster, yang satu deadman. Tapi dua-duanya dari neraka. Dua-duanya kuat, melegenda. Dua-duanya sudah menjalani transformasi karakter dan punya legacy sendiri. Dalam real life, both Glen Jacobs dan Mark Calaway adalah pekerja keras yang loyal. Mereka disegani beneran di backstage. Menurutku sangat keren hanya dua orang ini yang diizinkan memakai jurus Tombstone Piledriver, sedangkan semua varian gerakan yang intinya ‘menanamkan’ kepala lawan tegak lurus ke matras dilarang digunakan siapapun oleh WWE. Itu menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap Glen dan Mark. Undertaker bulan depan merayakan 25 tahun karirnya di WWE, dan Kane akan memasuki angka 20 in a couple of years. Personally, aku pikir mereka pantas untuk mendapatkan satu masa sebagai juara lagi.

Terutama Kane. Makanya aku excited abis sama pertandingan kejuaraan nya melawan Seth Rollins. It is nice to see Kane balik ke karakter yang lama, dengan sedikit twist yang lebih—jenaka? Penonton gives him a nice pop, selayaknya pemain papan atas. Aku kagum sama sekuens Kane gets up dari Pedigree attempt, balikin Rollins yang seharusnya mendarat dengan kedua kaki. Kane otomatis ngayun tangan untuk chokeslam gitu aja, tepat nyantol ke arah leher rollins yang sedang berbalik. Flow nya natural banget, nunjukin pengalaman dan in-ring presence yang luar biasa. Seth Rollins sudah melawan bermacam-macam tipe karakter by now. Dia terbukti bisa beradaptasi menghadapi siapa saja. Dia lihai mancing heat. Dia bisa bercerita banyak di dalam satu pertandingan. Di sini, dia pakai Frog Splash sebagai tribute buat Eddie Guerrero. Dia juga memainkan peran dengan sangat bagus, membuat Kane terlihat dominan lagi. But that was as far as they could get. Kane sudah tua. No matter berapa kali monster ini bisa duduk bangkit dari semua serangan yang diserangkan Seth Rollins, setelah cerita-cerita gaje yang pernah dimainkannya selama ini, Kane tidak bisa bangkit menjadi seseram, se-credible waktu dia di jaman Attitude dulu.

 

 

 

Neraka adalah berada di sisi sejarah yang salah.

But honestly, siapa yang berani ngajarin The Undertaker dan Brock Lesnar untuk bermain di luar gaya mereka? Not even Vince, kita semua tahu itu. Partai utama acara ini adalah pertandingan Hell in the Cell antara Undertaker dan Lesnar sangat brutal. Kedua superstar ini enggak segan untuk ‘blading’ –menyilet dahi sendiri untuk menimbulkan efek luka. Dalam sekejap medan pertempuran mereka di dalam kerangkeng tersebut sudah bersimbah darah. Vince McMahon dilaporkan ngamuk di backstage, dia mengirim dokter ke ring untuk menghentikan pendarahan.

Dokter malang tersebut didorong terbang oleh Brock Lesnar.

Slow, calculated, hard-hitting, building up nicely… Ini adalah pertarungan old-school yang sangat bagus. Aku suka intensitas yang ditunjukkan oleh kedua superstar ini saat mereka ngambil senjata, menggunakan apapun untuk menyerang. Terlihat spontan dan terkesan benar-benar “I want to hurt him”. Sebodo amat kursi gak boleh lagi mukul kepala. Bodo teuing steel steps gak boleh dilempar ke wajah. They are doing it all. Undertaker adalah kakek 50 tahun ter bad-ass di planet ini! Seperti karakternya, dia seperti betul-betul tidak bisa mati. Melakukan sekaligus menerima gerakan-gerakan maut. Ada satu spot di mana Lesnar mengcounter submission Hell’s Gate dengan meninju membabi buta Undertaker yang sedang terbaring. Aku berjengit, adegan itu sungguh intens!

Enggak boleh manjat kandang, mereka melakukan hal unik yang baru pertama kali kita lihat. Lesnar merobek matras ring, exposing papan kayu yang melapisinya. Dan seketika kena banting ke ring menjadi sepuluh kali lebih menyakitkan. Undertaker dan Lesnar ganti-gantian terhempas ke papan-papan tersebut. Gile!

“denda aja gue kalo berani!”

“denda aja gue kalo berani!”

 

 

 

Hell in a Cell menutup babak cerita-cerita perseteruan yang sudah kita ikuti cukup lama. Reigns dan Bray udahan. Kevin Owens siap menerima penantang baru. Charlotte moves on. Seth would brag about something else. THIS IS A CONCLUSIVE SHOW. Kita mungkin enggak akan pernah melihat Undertaker melawan Brock Lesnar lagi. Di akhir acara, penonton mengelu-elukan Undertaker “Thank you, Taker!” seolah ini adalah pertandingan terakhirnya..?

Neraka adalah saat semuanya berakhir.

Benarkah?

Seketika arena menjadi gelap, dan kita melihat Bray Wyatt dan keluarga nya – four brothers of the same evil cause– datang menghajar Undertaker yang sudah babak belur. Mereka menggotong The Phenom itu keluar dari arena.

That is very creepy, very cool, and very intriguing! Kemungkinan Brothers of Destruction, Kane dan Undertaker, akan bergabung kembali melawan The Wyatt Family adalah mimpi buruk terindah buat kita semua!!

 

 

 

Hell in a Cell 2015 TERASA SEPERTI UPGRADE REMAKE DARI NO MERCY 2002. Di mana Kane pun bertarung memperebutkan kejuaraan WWE dan Undertaker melawan Brock Lesnar untuk pertama kalinya di, yah, Hell….in a Cell!
1. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Alberto del Rio mengalahkan juara bertahan John Cena
2. HELL IN A CELL MATCH Roman Reigns beat Bray Wyatt
3. WWE TAG TEAM CHAMPIONSHIP The New Day beat Dudley Boyz to retain
4. DIVAS CHAMPIONSHIP juara bertahan Charlotte mengalahkan Nikki Bella
5. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Seth Rollins menjadi juara bertahan mengalahkan Kane
6. WWE INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP Kevin Owens bertahan mengalahkan Ryback
7. HELL IN A CELL MATCH Brock Lesnar mengalahkan The Undertaker

The Palace of Wisdom menobatkan The Undertaker vs. Brock Lesnar Hell in a Cell sebagai match of the night.

 

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 
We be the judge.

 

 

 

 

Advertisements