Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

 

CSaw59JWsAEOjyF

 

Kita semua punya tanggal bersejarah. Entah itu tanggal jadian, tanggal kelulusan, tanggal pertama kali cabut gigi gak nangis, atau simply a birth date. Pada saat kita berhasil melakukan sesuatu terhadap hidup, kita mengingat tanggalannya. Kita mencatatnya sebagai hari yang istimewa. Hari yang patut untuk diberi ucapan selamat karena kita sudah selesai accomplished sesuatu, dengan selamat.

Dua-puluh-dua November adalah hari penting buat The Undertaker. Pertama, dia memulai debut WWEnya pada tanggal segitu dua puluh lima tahun yang lalu di Survivor Series 1990 sebagai anggota misterius dari tim si Million Dollar Man Ted DiBiase. Karir berlanjut hingga Undertaker berlaga di acara Survivor Series terakhirnya pada tanggal dua dua November tahun 2009; mempertahankan gelar Juara Dunia ngalahin Chris Jericho dan Big Show dalam triple threat match. Dan di tahun ini, dalam Survivor Series yang digadangkan sebagai perayaan karir peraknya, Undertaker mengukuhkan diri sebagai satu-satunya superstar yang ‘survive’ bertanding di Survivor Series 1990, 2009, dan 2015.

History is written by survivors.

Undertaker adalah the ultimate survivor dalam sejarah WWE. Karirnya seabadi gimmick Deadman nya. Enggak bisa mati. Rekor 21-1, dua puluh satu kali memenangkan match Wrestlemania dengan hanya satu kali kalah, adalah prestasi yang tidak bisa dikalahkan oleh superstar biasa. Undertaker, dan Kane sudah mengalami banyak evolusi karakter selama di WWE namun peran mereka sebagai demon dan makhluk misterius lah yang paling fenomenal. Versi Undertaker dan Kane mana yang paling kalian suka?
Dari balik panggung, Survivor Series 2015 bisa dikatakan was shrouded by the mystic yang diresonasikan oleh aura Undertaker. Menjadikannya penuh misteri.

Yang bener-bener serem juga ada, seperti kabar bahwa acara ini, along with Indonesia, masuk dalam daftar sasaran serangan teroris. FBI dilaporkan menganggap serius ancaman ini dan melakukan tindak pengamanan ekstra. WWE sih kelihatan tenang, mereka meng-counter kabar tersebut dengan memasang Lilian Garcia bernyanyi lagu kebangsaan Amerika di awal event untuk menggugah semangat nasionalisme mereka.
Untungnya, threat tersebut gak beneran kejadian.
WWE, juga Indonesia, selamat. Dari daerah sasaran lain juga enggak terdengar kabar buruk. Namun, ‘kemalangan’ belumlah meninggalkan arena Survivor Series.

“Nooooooooooooooooooooooooooo!!”

“Nooooooooooooooooooooooooooo!!”

 

Turnamen antara enam belas superstar diadakan untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara WWE World Heavyweight yang baru. Spot juara ini kosong karena juara sebelumnya, Seth Rollins, mengalami cedera kaki yang cukup kompleks sehingga harus beristirahat selama enam sampai sembilan bulan. Cukup menggemparkan, karena Rollins was on the roll, dia dipercaya bakal memegang sabuk emas itu paling tidak sampai akhir tahun. Sekarang semua rencana tersebut – santer kabar Rollins dicanangkan untuk berhadapan melawan Triple H di Wrestlemania tahun depan – terpaksa dibuang ke dalam kotak sampah. WWE melakukan perombakan besar-besaran terhadap alur cerita mereka.

Terakhir kali turnamen memperebutkan vacant title seperti ini diadakan di Survivor Series adalah pada tahun 1998, saat The Rock keluar sebagai pemenang kejuaraan dengan mengalahkan sahabatnya – storyline wiseMankind di babak final. Dan secara kebetulan, tahun 2015, Roman Reigns (sepupu The Rock) adalah salah satu finalis turnamen kejuaraan ini. Reigns would later berhadapan dengan sahabat rada sedeng nya, Dean Ambrose. Yup, history has bound to repeat itself!

Roman Reigns mengalahkan Alberto Del Rio dalam semifinal. Pertandingan mereka seru, aku suka bagaimana kedua kontestan kerasa banget urgency mereka ingin menyelesaikan pertarungan secepat mungkin, while berusaha untuk tidak menggunakan kekuatan maksimal mereka terlalu banyak, mengingat perjalanan masih panjang. Pertarungan nya jadi kerasa real. Kita malah sempat di’goda’ dengan beberapa serangan-serangan Del Rio yang berhasil caught Reigns off-guard.
Dean Ambrose berhasil masuk final setelah pertarungan singkat namun keras melawan Kevin Owens. Mereka berdua ini punya gaya agresif yang seimbang. Hard-hitting. Tapi Ambrose berhasil surpassed kebrutalan Owens, mengambil celah dari kesombongan sang Juara Intercontinental, terbukti dengan dia berhasil mengcounter Pop Up Powerbomb dengan Hurricanrana dan segera balik menyerang dengan Dirty Deeds. Maaan, menit-menit terakhir pertandingan mereka bikin aku tahan napas.

Jadi, di final kita akhirnya melihat Roman Reigns berhadapan dengan Dean Ambrose untuk PERTAMA KALINYA. Kedua orang ini bersahabat baik sejak hari-hari mereka sebagai anggota The Shield barengan Seth Rollins, si juara yang cidera. Ambrose mengalahkan Tyler Breeze, Dolph Ziggler, dan Kevin Owens. Sentuhan bagus buat karakter Ambrose, dia tetap pake kaos yang robek dari pertandingan melawan Owens. Tantangan Reigns tak kalah beratnya, dia harus melangkahi Big Show, Cesaro, dan Alberto Del Rio. Sayangnya, pertemuan mereka di final yang harusnya epik jatuhnya malah singkat dan datar. Pertarungan semifinal mereka berdua jauh lebih menarik walaupun kita sudah tahu hasilnya. Duel mereka di final hanya berupa adu jurus-jurus finisher yang bahkan mereka enggak sempat untuk ngebuild cerita di dalamnya. Kita tidak merasa ini adalah laga dua orang sahabat yang sudah menempuh banyak untuk bisa sampai di titik ini. Kesannya terburu-buru. Tidak ada swerve, TIDAK ADA PLOT TWIST, tidak ada curi-curian finisher. Seolah WWE angkat bahu dan lanjut aja dengan semua prediksi-prediksi yang berseliweran di internet.

Dari awal sudah jelas siapa yang masuk ke final.

Dari awal sudah jelas siapa yang bakal masuk ke final.

Babak final yang singkat berbuntut kepada Roman Reigns yang akhirnya berhasil memenuhi ‘ramalan’ bahwa setiap pemenang Royal Rumble akan menjadi juara dunia dalam kurun waktu setahun. Unwritten-Prophecy yang hanya dilanggar oleh Batista tahun 2014 silam. However, pesta kemenangan Roman Reigns tidak berlangsung lama. Sebab ada satu orang lagi yang juga memulai debut Survivor Seriesnya pada tanggal 22 November di tahun 2009, Sheamus, yang memutuskan untuk mengcash-in kontrak Money in the Bank nya malam ini. The Celtic Warrior muncul setelah Triple H yang bertindak sebagai decoy kena Spear oleh Reigns. DUA BROGUE KICK KEMUDIAN, DENGAN KONFETI PERAYAAN REIGNS MASIH TURUN MENGHUJANI ARENA, SHEAMUS MENJADI WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPION YANG BARU.

Banyak fans yang menganggap keputusan ini sangat buruk, sekaligus predictable. Selama berbulan-bulan mereka  menelan WWE ngebangun kuatnya Roman Reigns hanya untuk dijatuhkan oleh the least favorite candidate, sekali lagi, dalam alur cerita Money in the Bank.
Aku sendiri nonton Survivor Series 2015 ini dengan senyum-senyum tipis (“ah, tebakanku benar..”) dan sama sekali enggak bisa untuk merasa peduli sama sebagian besar superstar yang terlibat di dalamnya. Match-match enggak nyiptain ruang supaya penonton bisa merasa terhubung dengan mereka.

Paling kerasa pas Divas Championship antara Charlotte melawan Paige. Kedua cewek ini bertarung penuh derita tapi seakan hanya untuk mereka sendiri. Pekikan Paige tidak benar-benar meyakinkan. Karisma Charlotte jangankan nyentuh penonton, keluar aja enggak. Charlotte somewhat terlihat begitu hijau bercerita dalam pertandingan ini. Padahal cerita match nya udah kontroversial dan personal sekali. It should be intense. Well, it did looked intense, tapi begitu kedua cewek ini teriak-teriakan adu submission, kita merasa terlepas dari mereka. Akting yang jelek? Mungkin saja.
Hampa juga terasa di pertandingan Tyler Breeze melawan Dolph Ziggler. Breeze menggunakan gerakan The Unprettier, yang dulunya dipakai oleh Christian, tapi penonton adem ayem saja. It’s a shame karena aku suka Breeze nampil di NXT kayak aku suka iklan TLC yang ala video game. Entah mengapa, Breeze kehilangan aura fierce nya. Bukan jurus baru yang dibutuhkan Breeze. Harusnya tetap pake Beauty Shot sama Supermodel Kick dan poles sisi ke-fierce-annya lebih dalam, alih-alih fokus ke selfie bareng Summer Rae tiap saat. But I don’t mind the name ‘Summer Breeze’ tho, musim dingin sudah tiba hihi.

 

 

Undertaker's been wrestling my whole life, wow…

Undertaker’s been wrestling my whole life, wow…

SURVIVOR SERIES 2015 REALLY DROP THE BALL DALAM PERTANDINGAN UNDERTAKER DAN KANE MELAWAN THE WYATT FAMILY. Kita sudah menunggu-nunggu mereka berantem sejak Hell in a Cell pay-per-view bulan lalu. The New Faces of Fear melawan duo yang paling ditakuti sekaligus dihormati. Kenapa enggak keempat-empat Wyatt yang turun? Padahal mereka udah sempat menunjukin betapa tim keluarga ini tak terkalahkan di Smackdown. The Brothers of Destruction, kurasa tidak akan kehilangan muka kalah melawan empat orang, meskipun dalam acara yang didedikasikan untuk melepas undertaker. Kita sudah sering melihat Kane dan Undertaker dihajar dan mengamuk dikeroyok beberapa orang, mereka memang selalu kalah jumlah. Why change that now? Pertandingan kedua kubu supranatural ini tak lebih dari showcase Undertaker – dibantu Kane – menghajar orang-orang lemah dengan rentetan moves legendaris nya. Yea, selalu awesome ngeliat tokoh-tokoh favoritku sejak masih kecil ini melakukan Double Chokeslam, apalagi ke meja kayak yang mereka lakukan kepada Braun Strowman.
Selalu keren momen mereka bangkit kayak mayat hidup setelah dihajar orang, apalagi ditambah oleh Bray mendekati ‘mayat’ mereka dengan merangkak.
Selalu adalah hal yang spesial melihat kedua kakak beradik dari kegelapan ini membersihkan ring dari jiwa-jiwa yang tersesat.
Namun, ending yang kita saksikan dalam acara ini malah bikin citra Bray Wyatt semakin lemah. Dan itu enggak bagus mengingat orang ini adalah kandidiat terbaik yang dimiliki oleh WWE sebagai tokoh penjahat utama.

 

Ironisnya, bahkan kemisteriusan Undertaker tidak bisa menutupi kepredictablean Survivor Series 2015. Setiap match nya berakhir kurang lebih sama seperti yang sudah kita duga. Hasil akhir nya terlalu jelas. Pertandingan tag team tradisionalnya hanya ada satu dan sungguh mengecewakan. Aku betul-betul berhenti peduli saat ketiga anggota New Day meninggalkan ring setelah Big E tereliminasi. Obat pertandingan tersebut cuma Hurricanrana DDT yang diberikan Calisto kepada Sheamus.
THE UNDERTAKER WILL ALWAYS DESERVE RESPECT, 25 tahun kini dan juga nanti. Dan nanti. Dan nanti. But I don’t think WWE did a great job dalam Survivor Series 2015 secara keseluruhan.
1. SEMIFINAL TOURNAMENT Roman Reigns mengalahkan Alberto Del Rio
2. SEMIFINAL TOURNAMENT Dean Ambrose mengalahkan Kevin Owens
3. TRADITIONAL SURVIVOR SERIES ELIMINATION TAG MATCH Tim The Usos, Lucha Dragons, dan Ryback mengalahkan Tim The New Day, King Barrett, dan Sheamus.
4. WWE DIVAS CHAMPIONSHIP Charlotte sukses mempertahankan gelar atas Paige
5. SINGLE MATCH Tyler Breeze berhasil mengalahkan Dolph Ziggler
6. TAG TEAM MATCH Undertaker dan Kane mengalahkan The Wyatt Family yang diwakili oleh Bray Wyatt dan Luke Harper
7. FINAL WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP TOURNAMENT Roman Reigns jadi juara baru setelah unggul atas Dean Ambrose.
8. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Sheamus merebut sabuk dari Roman Reigns dengan ‘menguangkan’ kontrak Money in the Bank.

The Palace of Wisdom menobatkan Kevin Owens melawan Dean Ambrose sebagai match of the night.

 

 

HAPPY 25TH ANNIVERSARY, UNDERTAKER!

HAPPY 25TH ANNIVERSARY, UNDERTAKER!

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 
We be the judge.

Advertisements