Tags

, , , , , , , , , , , ,

wwe_tlc_2015_official_poster_by_jahar145-d9hsrmz

 

Sekitar tahun 2012, WWE memutuskan untuk mengubah gaya penyajian acara pay-per-view bulanan mereka. Jika sebelumnya ppv diadakan dengan susunan pertandingan yang dibuat spontan tergantung storyline yang sedang dimainkan pada masa itu, maka kini WWE menggunakan tema dalam setiap acara ppv per bulannya. Jenis pertandingan yang spesial tidak lagi bisa terjadi kapan saja sesuai kebutuhan cerita. Pertandingan khusus hanya terjadi sesuai dalam acara yang tema nya sudah dijadwalkan. Pertandingan Hell in a Cell hanya ada di ppv Hell in a Cell. Pertandingan Elimination Chamber hanya bisa kita saksikan di ppv Elimination Chamber. Pertandingan TLC dijamin terjadi dalam ppv TLC.

Keputusan tersebut banyak mendapat protes dari fans, terutama dari komunitas penggemar yang aktif di internet. Sebagai penonton kita tidak suka dikomandoi seperti anak TK yang disuruh tepuk tangan, ataupun melihat sesuatu yang gampang ditebak. Para smarks – istilah buat fans sejati yang ‘pinter’ dan peduli pada kelangsungan produk kreatif WWE – yang disebut IWC (Internet Wrestling Commnunity) mengecam gimmicky ppv ini sebagai tanda kreativitas WWE yang semakin terbatas. Terlebih ketika pertandingan Money in the Bank yang aslinya hanya ada di Wrestlemania dipindah dan jadi punya ppv sendiri di bulan Juli. Pertandingan-pertandingan unik seperti Money in the Bank akan kehilangan build-up dan elemen surprisenya jika penonton sudah tahu agenda bulan tersebut apa. Padahal kita mau yang terlihat genuine, yang on-the-spot. Fans bahkan nuduh going theme-centric begini adalah karena storywriter makin males bikin cerita yang berkualitas.
Well, hingga 2015, di samping empat ppv utama, beberapa ppv bertema yang lain menunjukkan sukses yang rata-rata. Acara Raw dan Smakdown menjelang setiap ppv pun relatif datar dan monoton dari segi cerita karena mereka sudah terpetakan dengan jelas. Basically, formula dan alur cerita WWE dari tahun ke tahun menjadi senada.

Namun sepertinya keputusan membuat ppv menjadi bertema tersebut mulai terbayar Desember sekarang. Di saat WWE kehilangan banyak starpower. Beberapa pemain papan atas yang diminati oleh IWC out-of-picture lantaran pada cidera. Kini yang tersisa adalah pemain ‘karbitan WWE’ yang hanya menarik di mata casual fans — penggemar biasa, umumnya anak kecil dan keluarga, yang nonton just for fun. WWE sepertinya memikirkan untuk jangka waktu panjang. Bayangkan jika pertandingan di TLC tahun ini semuanya hanya pertandingan normal. Wow, jelas akan jadi total bore-fest. Membosankan. Hanya akan bisa dinikmati oleh orang-orang yang nonton langsung ke arena, karena imbas euphoria semata. Tapi dengan TLC dibilled sebagai destruction derby of WWE, minat penonton, baik casual ataupun smarks, terjaga lumayan tinggi.

tinggi---tinggi sekaliii~~

tinggi—tinggi sekaliii~~

 

Untuk porsi ‘Ladders’ dalam TLC 2015 kita disuguhkan pertandingan yang exciting abis, perebutan kejuaraan tag team antara tiga kelompok; Kofi Kingston dan Big E mewakili New Day (Xavier Woods ngejogrog di komentator) melawan The Uso melawan tim Lucha Dragons. The highlight dari match yang penuh gerakan gerakan keren ini adalah Kalisto yang enggak pake mikir lompat sana-lompat sini. Yang paling dahsyat adalah saat dia menyerang Jimmy (atau Jey? Aku parah soal urusan bedain orang kembar..) dengan jurus finisher nya yang dia kasih judul Salida del Sol, dari ATAS TANGGA!!!
Gila, the impact, the look….. Kalisto salto 360 derajat sambil memegangi kepala Uso di pundaknya, mengirim Uso terjengkang ke bawah, bersama menghantam tangga sampai patah dua. Waktu seolah berhenti saat Kalisto berada di puncak tertinggi, dan turun bagai dalam slow motion. That was an art!!

Basically, semua orang yang terlibat dalam pertandingan ini, they sold the match very well. Tak ketinggalan Xavier Woods yang terus ngerocos dengan komentar-komentarnya yang bikin ngakak. Aku suka waktu dia bilang alasan rekan tim nya ‘tiduran’ di pinggir ring adalah karena mereka lagi ngisi stamina kayak di video game hahaha.. Tim the New Day sepertinya bakal terus bersinar sampai tahun depan jika mereka terus melakukan aksi-aksi antik dengan karakter mereka.

sarapannya para juara: the power of positity!!

sarapannya para juara: the power of positivity!!

 

Bicara soal ‘terus-melakukan’, Alberto Del Rio melawan Jack Swagger terasa ngambang dan pointless karena cerita persekutuan Del Rio dengan Zeb Colter diputus begitu saja. Feud mereka adalah tentang Swagger yang marah karena keputusan Zeb yang ‘enggak amerika banget’, dan dalam match ini Zeb sama sekali enggak ambil bagian karena di malam sebelumnya dibentak habis oleh Del Rio. Akibatnya, penonton terlihat enggak begitu peduli sama kesudahan pertandingan kursi mereka. Padahal kalo diliat-liat, dengan pace yang cepat dan penuh hantaman kursi, match nya tergolong rame for an undercard with underdeveloped talents.

Bagian ‘Chairs’ dan ‘Tables’ dari acara ini tidak sebikin-menggelinjang bagian ‘Ladders’nya tadi.

Bubba Ray Dudley sempat menggoda kita dengan meja api khas ECW jaman dulu, Rhyno mencoba menyulut dengan Gore, Tommy Dreamer pun kebagian jatah bernostalgia dengan parutan keju yang jadi salah satu senjata andelannya. But hanya itu, sebatas kita gembira melihat ECW Originals dalam ‘habitat’ asli mereka. Kita tahu seratus persen Wyatt Family bakal memenangkan pertandingan ini. Kita tahu Wyatt Family HARUS menang demi reputasi mereka. Sedikit bikin angkat alis adalah, apakah memang perlu Rowan dibikin tereliminasi? Bukankah image akan lebih kuat jika keempat Wyatt stands tall? Kenapa harus ada semacam weak link dalam faksi mereka?

Satu lagi development yang mengkhawatirkan adalah Charlotte, yang sekarang nampil bareng bokapnya; Ric Flair. Juara Divas itu juga ‘meniru’ semua yang biasa dilakukan oleh sang ayah, menjadikan pertandingan melawan Paige a dirty clean-divas match. Oke kalo cuma sebagai tribute, tapi ke mana Charlotte ‘pergi’ setelah ini?

 

Seluruh sabuk kejuaraan dipertaruhkan malam itu. Surprise datang dari Dean Ambrose yang sukses mengalahkan Kevin Owens. I really enjoyed the match, intens karena dua petarung punya chance menang sama besar. Makanya aku histeris pas pin Ambrose berhenti karena satu jari Owens berhasil menyentuh tali ring. SATU JARI! Lebih keren dari match mereka di Survivor Series, it would be perfect kalo dikasih lebih banyak waktu.

Acara ppv terakhir di tahun 2015 ini ditutup oleh pertandingan TLC membosankan antara Sheamus melawan Roman untuk kejuaraan dunia WWE. Jelas terlihat penonton di arena berusaha membuat suasana menjadi meriah dengan neriakin random things. Malah sempat terdengar “holy sh*t” lemah setelah Roman Reigns nge-Samoan Drop Sheamus, mematahkan tangga yang melintang dari pinggir ring ke meja komentator. Tetapi karena booking atau penulisan karakter mereka yang lemah, we just can’t get behind either of these two superstars. Keadaan menjadi jaauuuhhhh lebih menarik begitu match usai. Roman Reigns mengamuk. Dia menghajar Sheamus dengan kursi. Dia menghajar Rusev dan Alberto yang berusaha membantu si juara bertahan. Dia menghajar Triple H membabi buta. Itulah Roman Reigns yang selama ini kita inginkan! Petarung badass seperti itulah yang dimaui oleh fans, internet maupun casual. Orang yang enggak banyak omong. Yang enggak cengar-cengir. Yang gak bilang “tater-tots!”. Orang yang stand up for himself dan not taking any sh*t from other people.

 

Seperti yang disuggest oleh teaser, poster, dan video opening nya, this entire TLC show adalah tentang Roman Reigns yang naik tangga selangkah, yang bertumbuh menjadi seseorang yang baru. Lebih heboh dari Survivor Series bulan lalu, but still, acara ini hanya terselamatkan oleh gimmick nya.
1. TAG TEAM CHAMPIONSHIP TRIPLE THREAT LADDER The New Day retains over Lucha Dragons and The Uso
2. SINGLE MATCH Rusev vs. Ryback (dunno, don’t care)
3. UNITED STATES CHAMPIONSHIP CHAIR Alberto Del Rio defeating Jack Swagger
4. EIGHT MEN ELIMINATION TAG TEAM TORNADO TABLE Wyatt Family mengalahkan tim ECW Originals
5. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP juara baru Dean Ambrose mengalahkan Kevin Owens
6. DIVAS CHAMPIONSHIP Charlotte beat Paige
7. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP TLC Sheamus mengalahkan Roman Reigns.

The Palace of Wisdom menobatkan Triple Threat Ladder Tag Match sebagai match of the night.

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 
We be the judge.

Advertisements