Tags

, , , , , , , , , , , , ,

wwe_royal_rumble_2016_official_poster_by_jahar145-d9k2wtd

 

Dikasih tag line “One versus All”, pertandingan Royal Rumble tahun ini didedikasikan WWE untuk membangun persona gladiator dalam karakter Roman Reigns. Sebelum-sebelumnya kontes yang diikuti oleh tiga puluh peserta yang masuk setiap 90 detik ini bertujuan untuk mencari pemenang yang akan jadi penantang juara di Wrestlemania. Namun Roman Reigns butuh sesuatu sebagai pembuktian diri. Tepatnya sih, masih butuh. Kalo ada fans yang lumayan gondok, itu adalah reaksi yang normal. Cerita Roman Reigns sendiri memang sudah di-build up sejak setahun yang lalu. Sejak ia memenangkan Royal Rumble 2015. INI ADALAH EPOS KLASIK SEORANG GLADIATOR. Satu orang prajurit dihadapkan melawan puluhan prajurit lain (bahkan mungkin melawan kawanan singa) dalam arena bundar. Satu orang Roman Reigns dihadapkan dengan 29 superstar lain dengan mempertaruhkan sabuk kejuaraan yang didapatnya dengan susah payah. ‘Roman Empire’ melawan otoritas yang lebih tinggi.

Aku membayangkannya sebagai seorang prajurit yang melawan tirani Julius Caesar, yang dalam kasus cerita ini adalah Vince McMahon.

 

Konsep perebutan gelar juara WWE dalam pertandingan Royal Rumble sebenarnya sudah pernah dilakukan di tahun 1992 yang dimenangkan oleh Ric Flair (“wooooooo!!”), namun saat itu sabuk kejuaraannya tidak dipegang oleh siapa-siapa. 2016 ini berbeda karena Roman masuk sebagai juara dan harus menang kalo ia mau keluar masih sebagai juara. Taruhan yang dihadapi memang besar. Ujiannya berat. Apalagi dari segi peserta, Royal Rumble kali ini diikuti oleh superstar-superstar yang sudah established. At one time of the match, kita dapat Chris Jericho, Kane, dan Goldust berturut-turut masuk ke dalam ring. Tiga superstar yang sudah kita kenal sejak Attitude Era. Yang menarik tentu saja adalah fakta bahwa ada sembilan mantan juara dunia yang juga turut serta; Jericho dan Kane tadi, terus Jack Swagger, The Miz, Alberto Del Rio, Big Show, Sheamus, Brock Lesnar, dan tentu saja Triple H. dan beberapa dari mereka bahkan sudah pernah menangin pertandingan Royal Rumble sebelumnya!

Sebelum lebih lanjut aku perlu ngingetin kalo sebaiknya kalian baca review ini setelah selesai nonton the PPV itself. Karena jika tidak, nanti kalian gak bakal ngerasa surprise lagi begitu ngeliat AJ Styles nongol di nomor tiga. Ups. Yeaa, you should’ve not ignored those tags up there.
Anyway,
Meski memang banyak pemain ‘tua’ yang menyebabkan pace pertandingan jadi agak selow – Jericho menghabiskan dua pertiga waktunya sebagai peserta terlama dengan bobo-boboan – ada banyak kejutan yang berpotensi melahirkan rivalry seru dari yang muda-muda. Muda bukan hanya usia tapi juga dalam artian karir WWE nya. YANG PALING BIKIN HEBOH JELAS ADALAH AJ STYLES yang dieliminasi oleh Kevin Owens, dan pada gilirannya Owens sendiri dilemparkan dari atas ring oleh Sami Zayn yang nongol sebagai kejutan. AJ Styles, Kevin Owens, dan Sami Zayn punya ‘cerita’ sendiri karena mereka bertiga sama-sama jadi nama besar lewat jalur indie. Khusus buat AJ Styles, bagi yang belum tahu, AJ adalah ‘bagian pertama’ dari grup The Bullet Club dari organisasi gulat jepang NJPW yang baru saja dikontrak oleh WWE.

not to be confused with this crazy chick

not to be confused with this crazy chick

Akan menarik sekali melihat gimana WWE menggodok mereka nanti. Jelas fans di stadion pada puas karena kita enggak mendengar mereka ngechant hal-hal random yang biasa terjadi saat apa yang disuguhkan cenderung membosankan. WWE mengambil langkah yang benar nanganin cerita. Keren banget ga sih AJ Styles sama Sami Zayn challenging for the top prize in their WWE PPV debut? Fokusnya tidak lagi kepada Roman Reigns saat sang juara tersebut harus keluar sementara karena dihajar menembus meja oleh Rusev dan teman-teman League of Nations nya.

 

Tapi angle yang dikomandoi langsung oleh Vince McMahon tersebut justru bikin pertanyaan baru. INI GLADIATOR ATAU THE HUNGER GAMES?

Treatment yang didapat Roman Reigns dalam pertandingan ini berlawanan dengan build-up yang udah kita tonton berminggu-minggu sebelum hari H. Ini bukan pertama kalinya ada superstar yang ditarik dan dihajar sehingga missing some time out of the Royal Rumble match. Tapi baik Mick Foley ataupun Daniel Bryan, mereka menolak untuk dibawa ke backstage untuk pengobatan. Roman Reigns, on the other hand, kita dan para fans di stadion Orlando melihat gimana dia, setelah dikeroyok habis-habisan, masih bisa berjalan tanpa digotong oleh medik. Lucunya, Roman nurut aja. Dia cuma nolak untuk ditandu. Hal tersebut membuatnya terlihat lemah dan manja sebagai juara yang harusnya bertarung satu lawan semua di dalam ring. Dan saat Sheamus masuk di nomor 29, Roman datang dengan segar bugar! Keliatan cari aman banget ga sih jadinya? Haha.. In the past, kita sudah sering ngeliat pemain yang ‘terluka’ muncul lagi dengan terseok-seok. Eddie Guerrero datang dengan pincang memenuhi ‘tugasnya’ setelah dihajar Chavo dalam Royal Rumble special di acara Smackdown. Stone Cold dengan berdarah-darah memaksa dirinya masuk ke dalam ring Royal Rumble 2000. Menggambarkan determinasi dan semangat juangnya. Dalam kasus Roman Reigns, tidak lagi terlihat grip atau cengkeraman dari cerita perjuangannya saat ia muncul kembali seolah dia adalah peserta yang memang dijadwalin muncul belakangan. Kayak Katniss Everdeen yang selalu tampil modis sebelum terjun ke arena; dilindungi bahkan oleh Presiden Snow musuh besarnya sendiri. Ngeliat Roman Reigns di akhir match ini malah balik membuat kita sedikit antagonis terhadap si tokoh pahlawan, like, “enak amat dia muncul segar bugar abis diobatin, awas aja kalo beneran dia yang menang”. Dan memang terasa sedikit off tho, bukankah lebih masuk akal bila Vince menyuruh League of Nations untuk sekalian aja ngeliminasi Roman?

 

Meski memang make sense untuk membuat Triple H yang menjadi pemenang, namun langkah ini terlalu tamak-fokus. Maksudnya, dalam keadaan separoh pemain yang cidera seperti sekarang, agaknya keputusan memberikan sabuk sebagai atribut buat perseteruan Reigns dan Triple H – yang sudah dibangun dari kapan taun – hanya akan memperlemah feud dan story superstar yang lain. Kita sudah cukup peduli dengan cerita Reigns-Hunter tanpa perlu dikasih sabuk. Sebaiknya kejuaraan diberikan kepada angle cerita superstar yang lain.

Aku juga enggak setuju sama kata-kata Dean Ambrose. Menurutku Royal Rumble lah yang “doesn’t always pretty, but it always so much fun”. Kita terhibur dengan aksi konyol R-Truth yang tanpa tedeng aling-aling ngambil dan manjat tangga menyangka ini adalah pertandingan Money in the Bank. Kita terpukau oleh Tyler Breeze, cheer yang didapat si supermodel kapiran pas dia muncul adalah salah satu yang terheboh. Kita menggelinjang saat sadar ke mana arahnya perseteruan antara Bray Wyatt dan keluarga dombanya dengan Brock Lesnar. Kita bernyanyi sambil joget saat The New Day membawa Fransesca nomor dua. Ultimately, kita bersorak — meski pait dan gakaget tapi tetep kita gabisa nahan diri untuk bersorak dan mungkin nyari air untuk disemburin — saat musik Triple H berkumandang di nomor 30. Aku suka sama patung-patung gips para superstar yang ditampilin pas ngumumin jadwal pertandingan. Unik tapi sayangnya WWE ga ngelakuin banyak untuk bikin set panggung jadi lebih seperti arena gladiator.

 

Royal Rumble 2016 adalah Royal Rumble ketiga setelah 1992 dan 1996 yang setiap pertandingannya adalah perebutan kejuaraan. Kita dapet Last Man Standing untuk kejuaraan Intercontinental yang brutal sebagai pembuka. Owens dan Ambrose jenius banget bisa manfaatin batas-batas tayangan PG sehingga bisa menjadi begitu mendebarkan. Dari Cannonball ke barikade sampai terjun bebas ke dobel table, Sebagian besar adegan match ini akan bikin kita turut nyengir kesakitan. Cukup aneh ngeliat Ambrose yang protagonis mendominasi pertandingan yang biasanya beralur “yang jahat yang ngamuk duluan”. Tapi Owens dengan lihainya membuat kita tetap antipati kepada dirinya meski ia yang paling banyak menderita. Yang paling kesel adalah pas Owens yang udah ga sanggup bangkit berdiri, memilih untuk berguling ke luar ring, menyebabkan kakinya nginjek tanah sehingga ia dianggap berdiri oleh wasit yang menghentikan hitungan di 9.5!! Nyarisbanget gak tuh?!

Dalam acara yang diset sebagai arena gladiator untuk para pria ini, single moment with the most momentum malah jatuh ke tangan seorang cewek. Pertandingan kejuaraan Divas antara Charlotte dan Becky Lynch yang ceritanya digali dari genuine story, baik itu cerita Charlotte dengan ayahnya maupun kisah Becky merintis karir gulatnya dari umur 15 tahun, berakhir lumayan prematur karena cewek yang satu ini. Bukan nya aku protes loh, justru seneng sekali begitu mendengar musik Sasha Banks memotong perayaan kemenangan curang putri Ric Flair. Kedatangan The Boss ini keren banget, dan bikin fans harapharap cemas karena doi nendang Becky Lynch yang masih tumbang.

Kayak Vegeta yang datang terus nendang Goku yang lagi sakit jantung saat ngelawan Android 19.

Kayak Vegeta datang terus nendang Goku yang lagi sakit jantung saat ngelawan Android 19.

It was a really cool moment, yang pastinya akan mengarah kepada pertemuan epik di Wrestlemania nantinya. I’m telling you, sepertinya the cards are setting up nicely for us fans.

 

 

Pastinya ini adalah acara yang sangat menghibur dari awal hingga akhir. Meski kocak banget, kata-katanya Xavier Woods yang ngutip kata-katanya Shang-Tsung di game Mortal Kombat “Your brother’s soul is ours! You will be next!“, my favorite line of the night was omelan JBL tentang persamaan antara Rey Mysterio dengan Kalisto, “They are both little annoying pests”. Come to think of it, ada masanya saat kita bandingin JBL yang pension setelah dikalahin oleh Mysterio dengan Del Rio yang kalah sama Kalisto lol
1. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP LAST MAN STANDING Dean Ambrose retains after Kevin Owens cannot answer the count of ten.
2. WWE TAG TEAM CHAMPIONSHIP dengan kekuatan unicorn, juara bertahan The New Day ngalahin The Usos

I activated my spell card!

I activated my spell card!

3. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Kalisto ngerebut sabuk dari tangan Alberto Del Rio
4. DIVAS CHAMPIONSHIP with the flair, Charlotte retains against Becky Lynch
5. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP ROYAL RUMBLE Triple H enters 30 dan mengeliminasi Dean Ambrose untuk memenangkan sabuk juara.

The Palace of Wisdom menobatkan pertandingan Royal Rumble sebagai Match of the Night.

 

 

 

 
That’s all we have for now

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

We be the judge.

Advertisements