Tags

, , , , , , , , , , , , ,

5e59b5038f9ea28a6779867ee2b1b0a3

 

Not gonna lie, on the paper Wrestlemania 32 doesn’t look very good. Gini nih, bayangkan ketika masih kecil kalian mau main powerranger-powerrangeran tapi yang paling jago loncat-loncat enggak bisa dateng. Atau saat mau laihan drama tapi yang aktingnya paling bagus malah izin sakit. Jadinya paling kita duduk-duduk doang, acara main atau latihannya ditunda sampe besok. Vince McMahon pastilah juga akan mengundur acara paling gaban seantero dunia entertainment ini (katanya sih!), jika beliau bisa. WWE struggling parah ngimbangin star power. Pemain-pemain top seperti John Cena, Seth Rollins, Randy Orton, Bray Wyatt pada cidera. ‘Wabah’ yang juga menjangkit kepada barisan best performer mereka; kayak Cesaro, Neville, Luke Harper harus rela out dari ring spektakuler tersebut. Sting dan Daniel Bryan, superstar yang udah jaminan biggest draw, malah sudah menggantung sepatu lantaran cedera yang udah lewat garis merah banget.
Namun tradisi adalah tradisi. Aku boleh saja enggak bisa bikin Wrestlemania preview seperti tahun-tahun yang lalu – karena acara yang sekarang ini kerasa bener-bener enggak spesial. But the show must go on.

King. Empire. Beast. Legacy.
Revolution.
WWE menggembargemborkan acara ini sebagai permulaan dari legenda baru.

 

Kalo tujuh tahun yang lalu ada yang bilang kepadaku Shane McMahon bakal ngelawan Undertaker di Hell in a Cell, maka aku akan otomatis ngakak. Alur pertandingannya akan penuh kecurangan dari pihak keluarga McMahon, dan yang jelas; Undertaker will murder Shane. Skenario tersebut sama sekali enggak berlaku buat hari ini. Bisa dibilang, partai mereka adalah ujung tombak Wrestlemania 32. Aku pribadi sih bilang pertandingan ini seharusnya menjadi penutup acara. Soalnya stake yang melatarbelakangi sungguh tinggi, tinggi sekali. Shane menang, maka ia akan mendapatkan hak creative control yang selama ini ia biarkan dipegang oleh keluarga adiknya yang inkompeten. Kemenangan Shane menjanjikan sebuah hal yang sudah lama diidam-idamkan oleh jutaan fans di seluruh dunia, perubahan direction tayangan WWE yang semakin ke sini semakin lembek dan menye-menye. Tetapi di pihak sebaliknya, jika Undertaker kalah, maka ini akan menjadi pertandingan terakhir pegulat legendaris itu. Dilema banget kan yaa, kita semua pengen mereka berdua menang tapi ultimately kita harus membuang salah satu. Vince menyebut pertarungan ini adalah pertempuran dari kreasi terhebatnya melawan buatannya yang paling mengecewakan.

Pertandingan ini memang berlangsung seperti yang dijanjikan. Intens dan emosional. Shane berjalan ke ring sambil shuffling kembaran ama tiga putranya is a cute sight to see. Dan saat itulah, instantly kita tahu betapa surreal nya match ini akan menjadi.

“Good God Almighty!”

“Good God Almighty!”

Alur cat-and-mouse yang sempat terasa amat lambat berubah menjadi mendebarkan saat kedua superstar berlaga di luar kandang. Secara penampilan, kedua orang ini berusaha menyuguhkan yang terbaik dari mereka tapi faktor umur memang terlihat menentukan sekali. Undertaker terlihat tidak seprima biasanya. Ini adalah pertandingan dengan durasi terpanjang di Wrestlemania 32 dan Undertaker sudah terlihat kepayahan di tengah pertandingan. Yang bikin salut adalah mereka tetap berusaha ngelakuin spot-spot yang berbahaya, sementara terus menjaga cerita tersampaikan dengan sempurna.

Melihat Shane kick out dari The Last Ride, mencekik Undertaker dengan kuncian, masih berdiri setelah kena Chokeslam ke tangga besi, membalikkan jurus kuncian rahasia Undertaker menjadi Sharpshooter sungguh sebuah hal yang gila. Knowing Shane, itu semua belum seberapa dan penonton benar-benar dicekam ketakutan saat putra pertama Vince itu memanjat kandang setinggi dua-puluh-kaki. Kita semua begitu terbawa oleh emosi, Shane puts everything out there. Dia bersedia mengorbankan hidupnya demi masa depan yang lebih cerah. Untuk anak-anaknya. Untuk generasi berikutnya. Untuk semua orang. Leap of Faith itu adalah simbol perubahan, and the rest of it is history. TRAGIS MEMANG, namun adegan tersebut adalah the biggest spot in the entire night.

 

Perubahan enggak segampang membalikkan telapak tangan, shine it up sideways, and stick it straight up your candy asses!! (maap kebawa suasana The Rock). Selalu banyak yang dipertaruhkan. Itulah sebabnya kenapa revolusi adalah hal yang indah.

 

Dimulai dari Wrestlemania 32, kita tidak akan lagi mendengar pegulat wanita dipanggil dengan sebutan ‘Diva’. Pada nyadar enggak, tim komentator refer Becky, Sasha, dan Charlotte sebagai ‘Superstar’. Sebutan yang selama ini disematkan hanya kepada pegulat pria. Ya, revolusi itu benar-benar kejadian saat Lita mengumumkan Sabuk Kupu-Kupu Kejuaraan Divas ditiadakan serta diganti dengan Women’s Championship yang wujud sabuknya persis sabuk WWE World Heavyweight, hanya saja skema warnanya putih. Kompetisi wanita tidak lagi menjadi alasan buat penonton pergi beli cemilan atau ngeloyor ke kamar mandi. Malahan salah satu pertandingan terheboh malam ini adalah kontes antara Charlotte yang mempertahankan gelarnya melawan Becky Lynch serta Sasha Banks. Ketiga cewek ini menunjukkan aksi yang bukan hanya mempesona tetapi juga sukses bikin kita yang nonton mengernyit sakit setiap kali submission andelan masing-masing dikeluarkan. Konteks match yang fresh dengan stake yang seketika melambung tinggi. Tidak ada yang kelewat dominan di sini, ketiganya terlihat sama kuat dan sama-sama berdeterminasi untuk menjadi pemenang. Tempo dan alur terjaga sehingga tidak terlihat seperti ajang ganti-gantian doang. Emosi mereka tersampaikan baik sehingga kita peduli, perhatian kita terebut total oleh mereka.

ATAS: Sasha using Frog Splash and special gear as a tribute to Eddie Guerrero BAWAH: Me, getting goosebumps

ATAS: Sasha using Frog Splash and special gear as a tribute to Eddie Guerrero
BAWAH: Me, getting goosebumps

 

Gereget yang sama juga aku rasakan saat menyaksikan pertandingan AJ Styles melawan Chris Jericho. Dari kacamata teknikal dan performance, partai ini adalah yang paling kuat. Sayangnya, yang dipertaruhkan enggak pernah terasa begitu berarti – Antara AJ dan Y2J, J nya adalah jealousy. Atau mungkin Jackass – dan lagipula ini adalah pertemuan satu-lawan-satu mereka yang keempat. Enggak bosen sih, mereka selalu punya sesuatu yang baru yang bisa kita lihat. Karena ini bukanlah tentang pendatang baru melawan legend, tepatnya ini adalah pergulatan veteran melawan the best in the world. Keliatan sekali dari bagaimana kedua orang ini mengeksekusi gerakan-gerakan dengan sangat meyakinkan. Jericho paling mantep kalo jadi tokoh jahat dan AJ Styles sangat fenomenal (yea~!) crafting paces all the way through.
Pertandingan wrestling itu sebenarnya sama aja sama film. Paling seru pas di sekuen false-resolution. Pertandingan ini gemesin banget, back-and-forth, counter by counter, kickout demi kickout. Kita dibuat percaya Styles Clash akan mengakhiri semua, tapi Jericho masih hidup setelah terkena telak! Hasil pertandingan mereka adalah salah satu dari sekian banyak kejutan yang disiapkan oleh Wrestlemania 32.

 

Dengan pola pikir positif “Do our best with what we have”, WWE berhasil mengolah acara ini menjadi sebuah extravaganza yang fun penuh dengan kejutan!

 

Aku enggak tahu harus ngarepin apa demi ngeliat kotak sereal raksasa mejeng di depan panggung. Apa mungkin The New Day keluar naik unicorn? Pikiranku mulai melayang enggak jelas dan BRUK! Sereal Bootyo’s itu jatuh, isinya tumpah, dan dari dalam kotak tersebut muncul juara Tag Team kita, Kofi Kingston-Big E-Xavier Woods, dengan kostum perang bangsa Saiya! Hahahahaa, the best part is kostum yang dipake oleh Woods masih ada ekornya, jangan sampai dia ngeliat bulan purnama, sodara-sodara!

Level kekocakan: over 9000!!!!

Level kekocakan: over 9000!!!!

 

Kejutan terbesar datang dalam wujud pemenang pertandingan tangga untuk Kejuaraan Intercontinental. Literally, nobody saw Zack Ryder win this. Sebagai kontes pembuka, ending match ini dipakai sebagai pembangun perasaan gembira – biar mood penonton di rumah dan di AT&T Stadium berbunga-bunga – and it worked. Match nya cepet dengan banyak aksi. Meski sedikit mengorbankan cerita, toh penonton pada suka. Sami Zayn mendapat sambutan paling heboh karena penonton masih mengingat jelas pertandingan nya yang tak-terbantahkan jadi salah satu greatest of the year, melawan Shinsuke Nakamura, di acara NXT TakeOver Dallas dua malam sebelum Wrestlemania 32 berlangsung.

Ngomongin NXT, di Wrestlemania 32 kita juga menjadi saksi ‘naik pangkat’ nya seorang kompetitor dari divisi developmental tersebut. Baron Corbin memenangkan Andre The Giant Memorial Battle Royal dengan mengeliminasi Kane. Hasil ini membuat pertandingannya sendiri jadi sedikit termaafkan. Bukan tidak mungkin kemenangan Corbin jadi bibit untuk NXT vs. WWE di Wrestlemania tahun depan (ngarep..!)
On a serious note, Battle Royal itu terasa absurd, pesertanya outofnowhere sekali. Ada Shaquille O’Neal yang kebagian showdown dengan Big Show! Kita juga dapat DDP, ada Tatanka, Tyler Breeze yang aku prefer lebih baik dia dimasukkan ke Ladder Match.
Yang efektif adalah penampilan Snoop Dogg yang datang bawain lagu tema sepupunya, Sasha Banks. Aku kaget dan sempet nyangka Sasha datang menyanyikan sendiri lagu Sky’s the Limit yang catchy itu. Momen mereka berjalan berdua ke atas ring adalah momen pleasant karena reflecting sedikit sisi personal superstar cewek yang lagi hits-hits nya ini. Lagi ‘over’, kalo istilah wrestlingnya.

Cameo dari legends kerap dilakukan untuk mendongkrak minat penonton. Tapi terkadang kehadiran mereka mencuri spotlight dari pemain muda. Selalu menyenangkan melihat Stone Cold Steve Austin, Shawn Michaels, dan Mick Foley. Kali ini WWEs sedikit murah hati dan membiarkan kita melihat jurus smek mereka masing-masing. Keren, namun I feel bad for League of Nations. Kemenangan mereka dimentahkan oleh segmen nostalgia tersebut.
Harusnya WWE enggak bisa menutup mata melihat kebosanan yang melanda penonton tatkala The Rock muncul. Entah karena sudah terlalu lelah – The Rock datang bakar-bakaran pake flamethrower menjelang jam keempat dari total acara ini – atau salah fokus ngeliatin cewek-cewek cheerleader Dallas Cowboys atau simply karena muak ngeliat penampilan legends yang datang-pergi doang, yang jelas The Rock tidak mendapat sambutan semeriah yang biasanya berhasil ia capai. Segmen yang berlanjut ke The Rock mengalahkan Eric Rowan dari Wyatt Family dalam waktu enam detik saja juga ninggalin taste yang enggak manis-manis amat. Kemunculan John Cena pun tak banyak membantu.
Legacy dari Wrestlemania 32 seperti sudah bersandar kepada klimaks yang dideliver oleh Shane dan Undertaker. Pertandingan Street Fight antara Brock Lesnar dengan Dean Ambrose yang mestinya bisa jadi obat, malah melempem. Match tersebut terlalu jinak untuk standar kemampuan kedua superstar yang terlibat, tiga jika dihitung Paul Heyman. It was very anticlimactic, tidak sesuai dengan hype yang sudah digadang-gadangkan.

Soal main event; puncak pertandingan, antara Triple H melawan Roman Reigns dalam perebutan gelar Juara Dunia WWE, kita semua tahu akan berakhir seperti apa. Ok, I give it adu-otot Hunter dan Reigns cukup fisikal, tapi plot line nya sangat tipis. Arah match obviously berat ke Reigns. WWE masih kekeuh ingin membuat Reigns terlihat kuat. Mereka ingin supaya kita memperhatikan Reigns. Hanya saja Superman Punch dan Spear yang berulang-ulang justru membuat penonton yang emang sudah capek, menjadi semakin ilang selera. The best part dari match ini buatku adalah penampilan teatrikal dari Stephanie McMahon menjelang entrance nya Triple H

Ladies and Gentlemen, on your knees for King and Queen!!

On your knees for King and Queen!!

Mereka berusaha ngeset dramatic entrance buat Roman Reigns sebagai tandingan, namun Alhamdulillah timing nya ngebotch, resulting Reigns terlihat semakin bego di mata penonton. Hasil akhir pertandingan yang sudah diprediksi dari jauh-jauh hari ini semakin jelas terlihat saat Stephanie terkena Spear nyasar.

 

 

Sebagai sebuah ajang hiburan, Wrestlemania 32 adalah suguhan yang heboh. Tak pelak pengalaman yang mengasyikkan untuk semua orang yang terlibat langsung. Kekosongan dari segi pemain berhasil tertutupi oleh kejutan di sana-sini. Namun hasil akhir yang cenderung tak-pro fans, dengan delivery yang seadanya menjatuhkan nilai The Granddest Stage of Them All dari perspektif acara gulat. Banyak yang membandingkan dengan NXT TakeOver Dallas, dan menyebut acara yang cuma dua jam itu berkali-kali lebih baik dari tayangan lima jam ini. Penggunaan formula yang sama dengan dua Wrestlemania sebelumnya tidak banyak membantu acara ini. Undertaker dan Shane seharusnya menutup acara. AJ Styles dan Jericho menyolong perhatian. Tapi The Palace of Wisdom menobatkan Triple Threat Charlotte vs. Sasha Banks vs. Becky Lynch yang fresh dan emosional sebagai Match of the Night.

 

Full Results:
1. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP LADDER MATCH Zack Ryder jadi juara baru mengungguli Kevin Owens, Samy Zayn, Stardust, The Miz, Dolph Ziggler
2. SINGLE MATCH Chris Jericho defeating AJ Styles
3. SIX-MEN TAG TEAM MATCH The League of Nations mengalahkan The New Day
4. STREET FIGHT MATCH Brock Lesnar F-5ing Dean Ambrose ke kursi-kursi.
Suplex Count: 13
5. WOMEN’S CHAMPIONSHIP TRIPLE THREAT MATCH Charlotte mempertahankan gelar atas Becky Lynch dan Sasha Banks
6. HELL IN A CELL MATCH Undertaker membuat Shane McMahon rest…in…peace….
7. Baron Corbin dari NXT memenangkan ANDRE THE GIANT MEMORIAL BATTLE ROYAL
8. Impromptu SINGLE MATCH The Rock ngalahin Eric Rowan
9. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Roman Reigns stands tall over Triple H

 

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

 

We be the judge.

Advertisements