Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

wwe_payback_2016_official_poster_by_jahar145-d9xwjbg

 

Aku akan memasang kalimat “Be strong enough to stand alone, smart enough to know when you need help, and brave enough for asking it.” sebagai judul kalo ini adalah review movie yang biasa aku lakukan.

 

Seluruh acara Payback 2016 begitu terstruktur. Digadangkan sebagai pay-per-view pertama di era yang baru, Payback 2016 memang bukan show gulat biasa. Aku sering bilang kalo nonton WWE itu kayak nonton film, dan acara ini benar-benar kerasa kayak sebuah film dengan alur yang mengalir natural. Drama action tentang meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.

 

Segmen yang enggak kita sadari paling kita tunggu-tunggu adalah segmen Vince McMahon ngumumin siapa di antara kedua anaknya yang bakal memegang tampuk pemerintahan di Raw ke depan. Stephanie yang licik dan berusaha mengambil kredit, mengungkit ‘prestasi’nya yang mencakup signing superstars semacam Shield, juga memprakarsai revolusi pegulat cewek. Atau Shane yang atas nama perubahan, nunjukin bukti-bukti actual apa peningkatan yang sudah ia berikan kepada bisnis ini. Aku suka gimana mereka memainkan kondisi real-life; bagaimana dunia nyata memandang WWE, ke dalam cerita persaingan bisnis ini. Shane-Vince-Stephanie really strong on their talk, tiga serangkai ini bukan tidak mungkin akan jadi legenda di dunia hiburan. Vince nunjukin kepintarannya dengan berani ‘mengizinkan’ bantuan putra yang sudah dicoretnya dari ahli waris karena dia tahu Shane dan Stephanie bakal bisa mengembalikan ‘darah’ seperti yang ia inginkan. Bukan hanya itu, segmen yang sepele ini jadi penting karena mereka dengan lihai mengintegralkannya lebih jauh ke dalam storyline yang lain.

Bicara bantuan, kita tidak bisa lupa terhadap cerita antara Roman Reigns melawan AJ Styles. Roman Reigns sendiri menjadi juara dengan mengalahkan puluhan rintangan, tapi dia tahu family nya akan selalu ada di belakang. AJ Styles bilang dia enggak butuh bantuan Karl Anderson dan Luke Gallows untuk bisa menang. Tapi yah, AJ enggak sepenuhnya melarang kedua sobat dari Bullet Club nya untuk membantu. Tema ini dimainkan dengan sangat bagus, along with McMahon’s feuds, PERTANDINGANNYA SEOLAH PUNYA TIGA BABAK CERITA SENDIRI. I enjoy the match. Kita selalu dibelokkan oleh dua interupsi – yang bertindak layaknya plot point dalam sebuah film – sehingga kita enggak tahu arahnya bakal ke mana. Performance dari kedua belah pihak juga kuat. Momen paling dahsyat tentu saja saat AJ terbang dengan Phenomenal Forearm menghancurkan Roman Reigns beserta meja komentator. It was clean, hard, and very dramatic. Reigns seriously terlihat kuat di sini, dan kali ini I don’t mind that karena cerita yang dibangun membutuhkan Reigns terlihat seperti demikian. Sekali lagi, they did the story perfectly.

Kita lihat banyak muka baru dalam acara ini. Bukan hanya superstar NXT, mereka datang dari ajang gulat internasional. Mungkin tidak banyak yang tahu sejarah AJ Styles sebagai anggota Bullet Club bareng Anderson dan Gallows. So yea, mereka membawa angin segar, feud yang disuguhkan completely berbeda dari yang kita saksikan di Wrestlemania bulan lalu. This is WWE being brave menggunakan talent-talent yang gede berkat acara lain. Kita tidak tahu sejarah Sami Zayn dengan Kevin Owens, dan mereka dengan smartnya membangun rivalry antara kedua superstar keren ini using their relationship sebagai teman baik untuk poin vocal cerita. They played jealousy angle and it worked great. We could see mereka beneran teman baik sedari dulu dari how synchronize they work are. Zayn dan Owens kayak punya understanding sehingga bantering mereka sepanjang match terlihat natural dan fast dan enggak kayak diatur meski sangat mengasyikan secara teatrikal.

Itu Michinoku Driver, bukan Blue Thunder. Vintage idiocy dari Michael Cole!

Itu Michinoku Driver, bukan Blue Thunder. Vintage idiocy dari Michael Cole!

 

Separuh pertama keseluruhan acara basically adalah show milik Kevin Owens. Superstar yang satu ini was all over the place. Pertandingannya dengan Zayn sangat fantastis, kemudian dia killing it dengan ngomong dan meyakinkan kita semua betapa pentingnya kemenangan tersebut bagi dirinya. Memang agak aneh keputusan Owens buat memasukkan dirinya ke dalam perburuan Kejuaraan Intercontinental, karena pada titik ini kejuaraan tersebut terasa berada pada level di bawah Owens sendiri. But the hilariocity that follows this segment membuat, aku yakin, kita semua mendukung keputusan Owens tersebut.
Miz melawan Cesaro yang ingin merebut sabuk Intercontinental darinya seru parah tapi bukan untuk alasan yang tepat. Komentar-komentar dari Kevin Owens yang duduk di meja komentator – mengusir Saxton, menyuruhnya diam “just sit there and look pretty. Oh, but you’re not really that pretty. So just sit and shut up!” — mencuri spotlight pertandingan ini. Keadaan justru jadi semakin seru terlebih saat Zayn datang, mereka berantem di luar, menciptakan suasana yang mendukung Miz untuk balik mencuri kemenangan. Keseluruhan sekuens, penggabungan dua elemen match, dua cerita feud yang berbeda, dilakukan dengan sangat kreatif. Dimainkan dengan compelling oleh setiap pihak yang terlibat sehingga jadi sebuah suguhan yang TOTALLY MENGHIBUR. Dan tentu saja, fresh!

It is still mystery to the universe why dork like Miz can get a hottie like Maryse

It is still mystery to the universe why dork like Miz can get a hottie like Maryse

 

Penonton Chicago terkenal rame dan heboh. Meski terdengar sedikit suara yang neriakin nama irrelevant, tapi untuk sebagian besar, Chicago tahu how to respect para performer. Menyaksikan dari layar kaca, kehebohan penonton tersebut jadi atraksi yang tidak bisa dipisahkan dari the show itself. Terutama terliat saat accident yang terjadi di pertandingan pembuka. Kontes final turnamen No1 contender tag team ini awalnya ramai dan seru luar biasa. Penonton mengelukan New Day yang datang menonton siapa yang bakal menjadi lawan mereka. Mereka nonton selonjoran di pinggir ring sambil foto-foto dan makan pizza ahahaha, yea tim ini sekarang sangat over.

Susah untuk benci kepada New Day udah sama kayak susah untuk percaya Stone Cold Steve Austin akan kalah dalam satu pertandingan.

Enzo dan Cas dapat sambutan keras seperti biasanya. Lawan mereka, The Vaudevillians, mendapat boo yang sama lantangnya, reaction yang they deserved so much yang ga kedengeran ketika mereka tanding di Smackdown. Sorak sorai partai pembuka ini padam seketika saat terjadi kecelakaan di mana Simon Gotch melempar Enzo ke luar ring, namun jaraknya miscalculated, sehingga Enzo meluncur dengan upper half of his body nyangkut di tali. Enzo terkapar di bawah. Senyap. Penonton mengkhawatirkan keadaan Enzo, then cheered his name hoping he was okay. Ini adalah salah satu momen paling mengerikan yang pernah aku tonton. Para fans juga sepertinya masih ingat kejadian tahun lalu di gulat indie saat pegulat Perro Aguayo Jr. menghembuskan napas terakhirnya di tengah pertandingan, setelah belakang kepalanya menghantam tali ring dengan keras.

Kejadian tak-mengenakkan yang menimpa Enzo di awal acara untungnya bisa cepat terobati karena si certified-G-and-bonified-stud itu ternyata tough, WWE menghandle accident dengan baik dan sigap. Dan menjelang tengah acara kita sudah mendapat update tentang kondisi Enzo yang sudah bergerak dan mampu berkomunikasi.

Payback 2016 secara keseluruhan was very high. Seru. Aku enggak nemuin cela yang berarti. Palingan, yang kerasa low adalah outcome dari pertandingan Women’s Championship antara Charlotte dan Natalya. Match nya sendiri seru, dua superstar ini juga sudah familiar satu sama lain. Mereka membawakan alur match dengan baik. Angle Natalya membawa pamannya, Bret Hart untuk ngejagain agar Ric Flair enggak main curang diincorporated dengan lumayan menarik. Hingga sampailah di ending yang annoying dan entah-dari-mana. Annoying karena mereka makek screwjob lagi mentangmentang ada Bret Hart. Entah-dari-mana karena kita enggak dikasi background atau clue kenapa wasit Charles Robinson mendadak berbuat demikian. They did tried berikan fans’ service dengan dobel Sharpshooter, tapi yah, sayang aja pertandingan ini mesti berakhir pahit.

wooooooooo!!!

wooooooooo!!!

 

 

Tiga jam tidak kerasa karena acara ini penuh dengan keseruan. Flownya lancar, dari awal hingga akhir ada kesinambungan. Ada sinergi antara satu segmen dengan segmen yang lain sehingga acaranya jadi hidup. Feud yang seger, superstar yang bertanding pun masih dalam itungan baru. Banyak sekali yang menarik untuk kita saksikan dalam acara ini. Jericho lawan Ambrose misalnya, pertandingannya minim surprise tapi dieksekusi dengan menarik dan tepat sasaran. I had fun watching this show! Keren, jadi makin penasaran sama era baru WWE ini~~ The Palace of Wisdom menobatkan pertemuan pertama satu-lawan-satu Kevin Owens vs. Sami Zayn di ring WWE ini sebagai Match of the Night.

 

 

Full Results:
1. FINAL ROUND FOR WWE WORLD TAG TEAM CHAMPIONSHIP TOURNAMENT antara Enzo dan Big Cass melawan The Vaudevillians berakhir no-contest
2. SINGLE MATCH Kevin Owens dengan bangga mengalahkan Sami Zayn
3. WWE INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP The Miz mempertahankan gelarnya atas Cesaro
4. SINGLE MATCH Dean Ambrose beat Chris Jericho
5. WOMEN’S CHAMPIONSHIP Charlotte menang-tanpa-alasan atas Natalya
6. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Roman Reigns tetap juara mengalahkan AJ Styles

 

 

 
That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements