Tags

, , , , , , , , , , , , ,

“Everyday we see mannequins posing as people.”

 

anomalisa1

 

 

Pernah dengar ungkapan “kedengarannya menarik” dong ya, nah, film Anomalisa ini membuat arti harafiah “sounds good to me” menjadi sesuatu yang lebih mendalam, bermakna, dan tentu saja jadi tontonan perilaku manusia yang asik untuk kita simak.

DEWASA dan BIKIN KEPIKIRAN dan cukup UNSETTLING. Jangan anggap cerita yang simpel datar-datar aja. Anomalisa adalah tentang seorang motivational speaker yang sedang menginap di sebuah hotel, dia sedang bersiap untuk presentasi besok. Dari visual apik, kita tahu hidup Michael sedang down banget. Dia bosan dengan keadaan rumah tangga, karir, semua-semuanya. Film ini tak lupa ngepush keunikan dalam hal suara. Kalo kamu-kamu iseng ngeliat daftar nama pemain film ini, kalian akan kaget mendapati pengisi suara drama animasi dengan karakter-karakter berseliweran ini ternyata memang cuma tiga orang! Itu karena selain Michael yang suaranya diisi dengan strong oleh aktor Inggris David Thewlis, semua orang (atau boneka) di dalam film ini – baik pria ataupun wanita, anak kecil hingga orang dewasa – diisi oleh suara Tom Noonan seorang. Setiap individu yang dijumpai dan dicuri dengar oleh Michael punya suara yang sama. Pria ini begitu bosan dengan semuanya sehingga dia tidak mendengar satupun yang mampu menarik perhatiannya. Sampai dia bertemu sebuah anomali, seorang cewek dengan suara begitu merdu terdengar oleh telinga Michael. Begitu berbeda. Disuarakan dengan penuh kehidupan oleh Jennifer Jason Leigh, cewek bernama Lisa memberikan secercah harapan kepada Michael untuk menemukan kembali gairahnya malam itu.

Meski hadir lewat media boneka, film stop-motion ini bukan sesumbar belaka saat menyebut kalo dirinya adalah cerita yang sungguh manusiawi pada posternya. Kita bisa ngerasain apa yang dialami oleh Michael. Karena hal yang sama juga bisa terjadi kepada kita. Sehari-hari kita beraktivitas rutin, ketemu orang-orang yang juga sama ‘gitu-gitu melulu’nya. Film ini akan memaksa kita untuk berkonfrontasi dengan hal-hal yang sudah bikin Michael dan mungkin banyak orang di real life merasa tidak bahagia atas hidupnya.

 

Pekerjaan Michael menjual jasa customer service adalah metafora yang jadi konflik yang melanda dirinya secara personal. Michael ngomong gede di depan orang-orang, mencoba terdengar optimis dan penuh motivasi. Dia dibayar untuk berpura-pura peduli terhadap masalah orang lain. Sementara dirinya sendiri ingin lari dari menghadapi tanggungjawab yang sudah membuat hidupnya membosankan. Michael tidak bahagia. Dia mengutuki hidupnya. Ada ironi dalam pekerjaannya yang menyangkut orang banyak tetapi dia sendiri merasa enggak konek dengan orang-orang meski di dalam hati Michael mendambakan sosok seseorang yang mampu membuatnya bahagia.

Film ini tidak diniatkan untuk membuat kita kasihan kepada tokoh Michael. Malahan, naskahnya ditulis terbuka sedemikian rupa sehingga kita bisa punya pendapat sendiri-sendiri tentang Michael sekaligus masih bisa mengerti posisinya. Film ini memberikan kita sesuatu untuk diselami. Apakah Michael orang baik yang nyaris putus asa? Atau apakah dia hanya pria lemah yang lelah sama hidupnya? Dan bagaimana perlakuannya terhadap Lisa, did he just take advantage of her mengingat Lisa adalah penggemarnya dan cewek ini punya self-esteem yang cukup rendah?

Atau bisa jadi Michael enggak beres di kepala dan semua kejadian yang ada di Hotel The Fregoli tempat dirinya menginap hanyalah khayalan semata?

Atau bisa jadi Michael enggak beres di kepala dan semua kejadian yang ada di Hotel The Fregoli tempat dirinya menginap hanyalah khayalan semata?

 

Alis yang pernah belajar psikologi pasti terangkat saat membaca nama hotel tempat pertemuan Michael dan Lisa. SINDROM FREGOLI adalah disorder langka di mana seseorang percaya bahwa orang lain di sekitarnya adalah satu orang yang sama yang sedang menyamar. Fregoli Disorder ini sering disebut juga dengan delusi kembaran. This is a very subtle way yang digunakan oleh film ini dalam membeberkan ceritanya. Semacam sebuah penegasan kalo Anomalisa adalah sebuah cerita psikologikal tentang hubungan manusia dengan realita. It goes either way, yang jelas Michael literally and practically memilih cewek bernama Lisa sebagai anomali karena dia butuh pelarian. Dia butuh sosok ‘wanita sempurna’ sebagai obat delusinya.

Babak-babak awal memang film ini lambat dan terasa susye untuk kita mengerti. Tapi begitu kita sudah mengerti what’s it about, konteksnya apa, maka kelihatan lah kenapa film ini amazing. Narative-nya akan membawa kita ke greater depth. Aku sendiri suka banget dan mulai berhenti lirik-lirik handphone saat adegan mimpi Michael setelah dia melalui malam bersama Lisa. Dari sana pace alur mulai naik dan mungkin seperti aku, kalian akan mulai bisa menerka. Dan memohon agar cerita jangan bergerak ke arah sana. Seriously, film ini berakhir dengan kinda depressing.

Sebenarnya aku agak ngeri nonton film stop motion dengan boneka-boneka tanah liat kayak gini. Waktu masih kecil aku suka nonton Celebrity Deathmatch di MTV, animasi boneka tanah liat konyol tentang selebriti dunia yang bertarung kayak smekdon di dalam ring. Hanya saja lebih vulgar dan lebih sadis. Usus bertebangan ke mana-mana. Saat itu hanya satu kata yang keluar berulang-ulang di mulutku saat menonton: Jijik.
Film Anomalisa ngingetin aku sama acara tivi tersebut. Aku takut-takut. I was expecting to see some disturbing scenes. But no, penggunaan boneka dalam film ini justru sangat membantu kita get through ceritanya yang emosional dan kompleks. Digambarkan lewat animasi menghindarkan kita dari merasa terlalu judgmental terhadap tokoh-tokohya. Sure, ada momen-momen disturbing tapi bukan disturbing kayak Celebrity Deathmatch. Anomalisa bisa terasa DISTURBING SECARA MENTAL. Adegan ‘romantis’ antara Michael dan Lisa bakal membuat kita merasa enggak enak. The mental image is strong.

Scoring film juga sangat mendukung mood dan helps storytelling greatly. Pesan film ini sukses tersampaikan loud and clear. Ada satu simbolisme yang mereka gambarkan straight up from nightmare; saat Michael mengelupasi kulit wajahnya. Ini menunjukkan gimana manusia jaman sekarang udah kayak robot dengan segala jadwal yang teratur. Juga sejalan dengan teori delusi fregoli di mana Michael bahkan mengira dirinya sendiri adalah suatu samaran.

Setiap hari kita melihat mannequin berpura-pura menjadi manusia.

Kita semua melihat simetri dalam beauty.

 

Anomalisa adalah contoh yang baik tentang bagaimana cerita suram seharusnya. We will having hard time mendiskusikan film ini secara moral. Ada banyak interpretasi yang terpikirkan setelah menyaksikan buatan Charlie Kaufman ini. Seperti Lisa, film ini adalah anomali di antara tontonan masa kini yang sibuk untuk terlihat keren.

 

 

Narasi yang sederhana tapi sesungguhnya ini adalah film yang sangat kompleks. Meng-capture kusutnya pikiran seorang pria dewasa, dan lebih lanjut memaparkan kepada kita tragedi yang ia datangkan sendiri akibat struggle nya. Film ini membuat kita berada di tengah-tengah dengan penjelasan-penjelasan yang tersirat. Susah untuk menimbang film ini jatuh ke kategori sesimpel ‘baik’ atau ‘buruk’. It was fantastic; animasinya luar biasa, dan tentu saja suaranya. Film unik yang jujur, enggak peduli sama judgment orang. Ini adalah kisah psikologikal tentang pria yang kesepian. Yang frustasi dan bergairah dalam both dunia dan impiannya.
The Palace of Wisdom gives 7.5 gold stars out of 10 for ANOMALISA.

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in life, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements