Tags

, , , , , , , , , , , ,

“Never stop doing your best just because someone doesn’t give you credit.”

 

teenage-mutant-ninja-turtles-water-posterjpg-652dfc_765w

 

Apa kenangan paling membekas buatmu saat masih berumur lima-enam tahun? Kenanganku adalah diubah menjadi kura-kura kecil dan diinjek sampai gepeng oleh Shredder.
Aku gede di waktu Kura-Kura Ninja lagi hits-hitsnya. Mereka ada di mana-mana, bahkan di music video Bondan Prakoso. Aku nonton kartun Kura-Kura Ninja, mainin video gamenya, baca komik-komiknya. Beli kaos dan mainan, pergelangan tangan mungilku senantiasa dilingkari oleh wajah Leonardo. Aku masih ingat tetep make jam tangan tersebut meski baterai nya udah abis. My favorite turtle memang si Leo, karena menurut pemikiran kanak-kanakku yang simpel, senjata dua pedang itu udah keren banget! And also karena ditakut-takutin sama Om ku pas main game; katanya kalo milih Donatello nanti tongkatnya bisa patah -,-

 

TMNT: Out of the Shadows manjain aku dan penggemar kartun dan game kura-kura ninja jaman dulu. Untuk pertama kalinya, kita akan melihat musuh-musuh kayak Bebop, Rocksteady, dan Krang diwujudkan dalam live-action. Film ini sendiri heavily influenced by film sekuel Kura-Kura Ninja yang keluar tahun 1991. Jalan ceritanya mirip, tentang Shredder yang teamed up dengan ilmuwan menciptakan rival sepadan untuk keempat murid Splinter. Stake dibuat makin tinggi dengan munculnya alien yang bernama Krang yang bikin perjanjian dengan Shredder; Krang minta bantuan membangun Technodrome yang berarti kehancuran planet Bumi. Sementara para Turtle mulai merasa masygul karena perbuatan heroik mereka enggak pernah mendapat pujian. Mikey, terutama, ingin sekali-kali para penduduk New York mengetahui bahwa merekalah yang selama ini bikin kota menjadi damai. Sepertinya sudah tiba saatnya bagi mereka untuk keluar dari bayang-bayang persembunyian.
Nilai nostalgia film tinggi sekali kendati beberapa tokoh dialter penampilan dan sifatnya sehingga enggak terasa sama dengan versi original.

Aku excited tapi juga fully aware walaupun Dave Green tertulis sebagai nama director, film ini – seperti film pertama tahun 2014 lalu – punya cap “Made In Michael Bay” all over it. Bay sendiri mungkin gak mau ngakui, tapi kredit tetaplah datang kepadanya. Kata Raphael ada tiga unsur penting buat seorang ninja; speed, stealth, dan honor. Film-film arahan Bay juga punya tiga poin penting yang selalu ada seperti itu. Mereka adalah LEDAKAN DAN dan SLOW-MOTION (ini satu paket tak-terpisahkan!), ACTION SEQUENCES YANG SERATUS PERSEN TERBUAT DARI CGI, dan… MEGAN FOX. TMNT: Out of the Shadows punya kesemua kriteria tersebut. Namun itu gak nentuin sebuah film bagus atau enggak kok. Baru-baru ini Bay ngeluarin 13 Hours, film action dari kisah nyata yang bisa kubilang adalah film paling mature dari sang sutradara. Masalah Bay selalu adalah dia kesulitan menyeimbangkan faktor hiburan yang bisa dinikmati semua orang dengan faktor cerita yang engaging. Dalam 13 Hours, Bay nails it. TMNT: Out of the Shadows sayangnya, kembali kepada formula blockbuster musim panas yang bersuara keras namun tak berisi banyak.

“Dalam setiap manusia ada gen binatang yang diwariskan dari leluhur.” Science!

“Dalam setiap manusia ada gen binatang yang diwariskan dari leluhur.” Science!

 

Film ini memang tidak pernah diniatkan untuk jadi Oscar’s contender. Tapi toh ada perkembangan cukup besar yang dapat kita rasakan sejak film pertama. It tries to have more fun dengan para tokohnya. Terutama para kura-kura ninja. Kali ini kita melihat interaksi mereka lebih banyak, mereka bonding satu sama lain. Mereka menggoda kita dengan konflik turtles yang ingin menjadi manusia. Leonardo, Raphael, Donatello, dan Michaelangelo udah kayak campuran antara X-Men dan Batman. Selama ini selalu bergerak diam-diam. Ego remaja kemudian membuat mereka pengen mendapat pengakuan. Mereka berpikir menjadi normal adalah satu-satunya cara supaya dikenal tanpa bikin takut orang lain. Ceritanya berpotensi lebih intriguing dengan menyinggung soal apakah pahlawan butuh untuk mendapatkan kredit.

Kita harus mengenang jasa pahalwan, tapi bagaimana dengan para pahlawan tersebut? Seseorang adalah apa yang dikerjakannya, bukan apa yang ia inginkan. Jadi apakah mereka masih pantas disebut pahlawan jika mereka meminta kita untuk mengenali jasa-jasa mereka?

Penggemar WWE akan mengenali pemeran si badak Rocksteady sebagai seorang petarung yang jahat dan arogan. Karakter Sheamus di sini tentu saja berbeda dengan dirinya di dalam ring. Rocksteady dan Bebop sukses jadi comedic relief, aksi pasangan mutant ini memberi something to watch for. Mereka berdua membuat impact yang cukup besar terhadap film ini.

 

Untuk sebuah comic-book/cartoon movie, TMNT: Out of the Shadows bisa saja menjadi sebuah alternatif. Tontonan yang fun dengan tidak perlu repot memposisikan diri sebagai penantang untuk mengungguli film superhero yang lain. Sayangnya, garapan rumah produksi Michael Bay ini malah terkesan gak pede dan sometimes, hipokrit. Malas untuk menjadi sesuatu yang berbeda. Film ini memungut banyak aspek dari franchise lain. Alih-alih bikin sebuah breakthrough, film ini justru terlihat mencoba mendopleng kesuksesan yang lain. Kalo dalam film pertama, endingnya nyontek The Amazing Spiderman abis-abisan. Dalam kesempatan ini, mereka mengulang adegan portal yang muncul di tengah kota. Lengkap dengan alien dan pahlawan super yang enggak akur satu sama lain.

it was simply Avengers in a Shell!

it was simply Avengers in a Shell!

 

Adegan aksinya memang seru, aku suka adegan terjun dari pesawat dan adegan rebutan di sepanjang sungai. Hanya saja adegan-adegan tersebut kartun sekali dan tidak ada feel genuine-genuinenya. In fact, segala kejadian dalam film ini tidak terasa weighing ke dalam reality. Kita gak turut ngerasain stake nya. Satu lagi kebiasaan jelek yang jadi ciri khas Bay adalah jika adegan actionnya enggak melibatkan efek komputer, maka yang terjadi adalah kamera akan bergoyang-goyang dengan serunya. Mungkin maksudnya supaya penonton merasakan goncangan yang sama, tapi menonton teknik kayak ginilah yang bikin capek dan melepaskan diri kita dari cengkeraman cerita di layar.

Diisi dengan penampilan ala kadar. Casey Jones versi Stephen Amel datar-datar aja meski dia ngotot bahwa dia seorang yang ‘gila’. Kita tidak pernah diperlihatkan bahwa Jones adalah benar seperti yang ia katakan. Aspek polisi jadi vigilante tersebut bagus, namun penulisan karakternya membuat tokoh ini tak lebih dari sekedar orang yang inginmembuktikan diri. Jauh sekali dari Casey Jones si pemuda ugal-ugalan yang sebenarnya.
Megan Fox adalah Megan Fox. Film ini memberikan banyak kesempatan untuk April O’Neil beraksi, terlalu banyak malah. Beberapa adegan dipaksain sehingga kita bisa melihat dirinya berjalan dengan rok pendek ataupun melakukan adegan-adegan yang bego, yang luar biasanya, penting untuk kemajuan cerita.

Every devices dalam film ini amatlah sangat memudahkan. Semuanya convenient. Hal inilah yang bikin tokoh jahat Shredder dan Krang enggak ada daya tariknya sama sekali. Semuanya terjadi begitu gampang. Krang just so happen punya serum dan Shredder kebetulan punya orang pintar yang punya alat untuk menggunakan serum tersebut. Untuk para pahlawan kita, kejadian juga gampang-gampang aja. Tidak perlu khawatir ketinggalan rencana Shredder, karena Donatello dengan segala gadget dan kepintarannya mampu menjawab semua. Dan entah berapa kali ada adegan seseorang mencuri dengar informasi dari pihak lain, yang membuat kita mengerti apa yang terjadi. Ini storytelling kelas ftv banget. Malas dan unskilled.

 

 

Aku bukan hendak ngeluhin bagaimana film ini merusak masa kecilku. I will give credit when the credit is due. Film ini kuat dalam nostalgia, fans service yang ia berikan memuaskan penggemar. Tapi buat penonton film casual yang belum pernah mendengar tentang kura-kura ninja, film ini akan terlihat menggelikan. Kura-kura yang suka pizza yang bisa bicara, tinggal di dalam gorong-gorong dan dibesarkan oleh tikus. Bukanlah sebuah material yang serius. However, tak-serius bukan berarti harus dangkal. Untuk anak-anak bukan berarti harus gak-masuk akal. Cool action, sometimes funny jokes, anak-anak jelas akan suka ini. Kalian juga mungkin bakal suka terutama penggemar film Transformers, or you are a Michael Bay fan. Tapi jika kalian ingin filmmaking dengan penulisan berisi dan enggak melulu ngandelin efek-efek gede, you’re not gonna have much fun with this movie.
The Palace of Wisdom gives 5 out of 10 gold stars for TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOW.

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember in llife, there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements