Tags

, , , , , , , , , , , , ,

wwe_money_in_the_bank_2016_official_poster_by_jahar145-da3lg7b

 

MITB 2016 adalah ppv terakhir sebelum bulan depan WWE kembali akan memisah brand Raw dengan brand Smackdown! Yang berarti dengan segera kita akan masuk uncharted territory di mana we can’t be sure what would happen di penghujung acara ini. Superstar-superstar itu, mereka akan dipisah. Tim kesayangan kita mungkin bakal bubar, dan musuh bebuyutan bisa saja tidak sempat untuk menuntaskan seteru mereka. Di lain pihak, tentu saja akan membuka banyak peluang storyline yang baru. With keeping that in mind, MITB 2016 secara alami adalah sebuah tontonan liar yang tak-terduga, cocok banget diadain di Las Vegas. Tempat di mana banyak hal dipertaruhkan. Dengan tiga pertandingan heboh sebagai pertunjukan utama – The actual Money in the Bank ladder match, Dream Bout antara AJ Styles melawan John Cena, dan Kejuaraan Dunia Kelas Berat WWE antara dua bekas sahabat yang percikan api pertama di antara mereka ditembakkan dua tahun yang lalu – acara MITB 2016 diset untuk terlihat menjanjikan. Mereka bilang match tersebut sejajar gengsinya ama pertandingan Wrestlemania.

Tapi apakah sebutan ‘Wrestlemania worthy’ pantas juga untuk disematkan kepada keseluruhan acara ini?

 

I have to be honest and admit that my emotions were on the edge di dua jam terakhir. Tepatnya begitu pertandingan antara John Cena melawan AJ Styles dimulai. Yea it was like a dream come true, aku masih ingat sekitar 2010 ngayal di video game; mempertemukan Cena melawan karakter buatan yang kubuat semirip mungkin dengan Styles yang kala itu masih juara di promotor gulat sebelah. Kendati ending yang mengecewakan, match yang ditunggu-tunggu fans ini masih enjoyable untuk kita tonton. Cerita yang mereka bawakan terasa kuat as Styles memainkan peran barunya sebagai heel sebagai tandingan dari babyface Cena yang biasa. More than just happy finally to be there, Styles di sini haus untuk membuktikan diri, dan dramatic-neednya tersebut tergambar keras dari manuver-manuver jurusnya yang cepat. Tangkas, Styles menerka dan berkali-kali sukses memotong momentum serangan John Cena. Speaking of who, entah memang disengaja atau enggak, Cena dalam pertandingan terlihat agak off dari standar dirinya yang biasa. Kerap oversell (gaya jatuhnya agak lebay) dan berbisik sedikit terlalu keras.

Kita selalu bisa mengharapkan spot-spot gila kalo udah menyangkut pertandingan tangga. Harapanku otomatis naik setelah mendengar video sebelum match yang bicara tentang relatifnya sebuah jarak. Hanya beberapa kaki memisahkan koper dengan peserta yang rebutan di bawah, namun bagi mereka tangga tersebut terasa sangat tinggi dan susah dinaiki lantaran apa yang bergelantungan di atasnya, di dalam koper itu, adalan masa depan. Aku suka gimana mereka menaikkan stake pertandingan ini dengan menjual betapa pentingnya kontrak yang diperebutkan.
Kevin Owens, Sami Zayn, Chris Jericho, Dean Ambrose, Alberto del Rio, Cesaro.
Enam superstar tersebut ‘saling bunuh’ sejak bel dibunyikan. IT WAS FAST-PACED. IT WAS CRAZY. Owens kena Michinoku Driver, mendarat keras pas di sisi sudut tangga, berkat presisi Zayn yang sangat akurat. Del Rio mengingatkan kita semua untuk tidak pernah ngajak-ngajak dia lagi main tangga as he uses various ladders untuk menghajar kelima peserta lain. Uppercut non-stop Cesaro. Dirty Deeds dari tangganya Ambrose. Powerbomb. Bahkan Jericho tak ketinggalan dengan Triangle Dropkick yang diaplikasikan ke tangga. They tried to topped each other, hebatnya flow match ini tetap terasa natural. Sekuens actionnya nggak kayak dikoreografikan.
Tidak hanya so well-deserved dan punya skill mumpuni, tapi mereka – regardless protagonis atau antagonis – semuanya adalah fan favorite. They are all so over with crowds. Kecuali mungkin Del Rio yang beberapa minggu belakangan ini disirikin sama seluruh internet community lantaran jadian ama Paige

mendingan manjat tangga hati si Spicy Little Crumpet

mendingan manjat tangga hati si Spicy Little Crumpet

 

Tanggal 19 Juni 2016 menjadi hari yang bersejarah karena pada malam ini kita melihat ketiga mantan anggota The Shield memegang sabuk kejuaraan WWE.

Segmen Ambrose Asylum di Raw senen sebelumnya turns out to be foreshadowing apa-apa yang bakal terjadi di Money in the Bank 2016. Finish yang mungkin kita semua cuma berani berharap because it was too good to be true. Seth Rollins dan Roman Reigns, ini adalah tentang mengambil kembali apa yang jadi hak kita. Rollins tidak pernah kehilangan sabuknya secara resmi dalam pertandingan. Reigns belum pernah dapat bayaran lunas atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Rollins, juara WWE ini dicatat belum pernah mengalahkan Rollins. So the stake was set, it was very personal. Actionnya heboh. Belum pernah liat Spear discounter jadi Pedigree, kan? Nah!

Kedua pihak terlihat kuat. Penonton lebih condong ke Rollins sih. Oke yea people males sama Reigns karena treatment babyface yang ia dapatkan, namun menurutku reaksi mendukung-Rollins-padahal-dia-yang-jahat ini otomatis terjadi karena dari sisi karakter, dari sisi penokohan, saat match tersebut berlangsung tokoh Rollins lebih ‘berdaging’. Ini adalah pertandingan pertamanya sejak pulih dari cedera kaki, he has a lot to proof. Dan konflik karakternya terasa sekali saat Rollins melakukan the same exact sunset flip move yang bikin kakinya cedera dan harus out nyaris setahun yang lalu.
The best part – bisa juga dikatakan buat keseluruhan acara – adalah saat ending perebutan gelar paling bergengsi ini . Not only it was clean finish, you know, kita juga dapat match tambahan yang ada hubungannya sama anggota ketiga The Shield. Momennya pas banget. Dan penulisannya, the way they handle the story, sangatlah cerdas. Benar-benar reflecting kejadian yang sudah terjadi di antara mereka bertiga. THEIR CHARACTERS COMES IN FULL-CIRCLE. Cara Ambrose menyerang Rollins, camera angle yang mereka gunakan, persis sama dengan ketika Rollins turn heel pertama kali. It amazes me, serius, aku takjub juga WWE bisa respek gitu sama continuity haha

and you can’t teach that!

and you can’t teach that!

 

Awesome performances berturut-turut kita saksikan di setengah terakhir acara. Bahkan United States Championship yang diselipin sebagai breather terlihat cukup intriguing. Rusev’s heel work was strong here. Apalagi ketika Mega-Dad Titus O’Neil divonis kalah dalam pertandingan paling penting sepanjang karirnya, bertepatan dengan Hari Ayah. Ada yang liat anak Titus memukul Rusev pas Rusev menghina ayahnya?

That slap was sawft

That slap was sawft

 

Oke, cukup referensi Enzo dan Cass. MITB 2016 is about to get serious bashing. Dari opening sampai pertandingan Cena melawan Styles, acara ini was dead-boring. Kecuali backstage promo ‘a perro idiots’ Jericho-Del Rio-Owens, dua jam awal acara ini termasuk tontonan paling biasa-biasa saja. Kejuaraan Tag Team yang dihype gede karena ada empat tim yang bertanding enggak live it up to expectation. Spot mereka seru, namun ganti-gantian team finisher tersebut keliatan sangat artificial.

Match dalam WWE memang diatur, tapi match yang bagus adalah yang bisa tetap terlihat gerakannya berjalan alami. Aksi dalam pertandingan tag team ini jelas banget gerakannya udah disepakati bersama. Masih banyak adegan di mana mereka terlihat berdiri mengambil posisi ataupun menunggu partnernya berada dalam posisi yang sudah ditentukan.

Tag Team divisi cewek, apalagi. Basic tim curang lawan tim polos banget. Yang bikin spesial cuma perubahan sikap Natalya, membuka peluang untuk feud baru yang seger. Dan ngomong-ngomong soal feud yang seger, aku jadi heran apa kita memang perlu melihat Corbin melawan Ziggler sekali lagi? Dua superstar muda ini keren, mereka bisa nyuguhin sesuatu yang intense. Karakter presence Baron Corbin juga udah lumayan menguar. Namun setelah entah berapa kali bertemu, arahan karakter mereka belum tampak mau ke mana. Itulah yang bikin match mereka membosankan. We just don’t care.
Sheamus lawan Apollo Crews adalah feud baru yang punya satu-dua momen yang cukup bisa diperhitungkan, namun tetep aja masih terasa terlalu biasa untuk kelas pertunjukan ppv. Mengingat penyelesaiannya yang sekadar roll-up pin, masalah kedua superstar ini sepertinya belum berakhir. The real problem with us adalah, apakah kita akan cukup peduli untuk betah nyaksiin laga-laga mereka berikutnya karena toh “kesan pertama begitu berharga, selanjutnya terserah Anda..”

 

 

MITB 2016 dimulai dengan membosankan. Set panggung yang gitu-gitu melulu. Musik tema acara yang annoying. Susunan match juga gak membantu, melelahkan melihat pertandingan biasa numpuk di depan. Belum lagi banyak botch sehingga aku harus buka google untuk mastiin MITB kepanjangannya bukan Money in the Botch. Susah untuk menganggap acara ini sepantaran Wrestlemania. Buat yang betah dan gak punya kerjaan lain, rasa jemu yang mendera akan raib begitu paruh kedua acara. Seketika menjadi seru dengan kegilaan dan keseruan partai-partai utama. Dan jangan lupakan high notes yang dicetak oleh penutup acara ini. Kayak mutusin antara film action dan drama yang benar-benar bagus, The Palace of Wisdom akhirnya memilih Money in the Bank Ladder match sebagai Match of the Night. It was like Mad Max Fury Road all over again!

 

Full Results:
1. FATAL 4 WAY WWE WORLD TAG TEAM CHAMPIONSHIP The New Days retain over The Vaudevillains, Gallows and Anderson, and Enzo-Cass
2. SINGLE MATCH Baron Corbin mengalahkan Dolph Ziggler
3. TAG TEAM MATCH Charlotte dan Dana Brooke main curang ngalahin Becky Lynch dan Natalya
4. SINGLE MATCH Apollo Crews outsmarted Rocksteady…eh salah, Sheamus.
5. DREAM MATCH AJ Styles mengalahkan John Cena. Tapi menang karena dibantu.
6. MONEY IN THE BANK LADDER MATCH Dean Ambrose lah yang menurunkankoper sementara Kevin Owens, Chris Jericho, Cesaro, Sami Zayn, dan Alberto Del Rio cukup puas sempet ngelus-ngelus koper itu dikit.
7. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Rusev still champion, Titus O’Neil still merana
8. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Seth Rollins mengalahkan Roman Reigns in the face!
9. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Dean Ambrose cash-in koper barunya dan mengalahkan Seth Rollins.

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements