Tags

, , , , , , , , , , , ,

 

wwe_battleground_2016_official_poster_by_jahar145-da7303k

 

Bagus bagi sebuah karakter, entah itu dalam film atau cerita, untuk memiliki karakter yang mendua. Yang enggak melulu hitam-putih. Kita senang melihat protagonist yang rada despicable. Kita kasihan melihat penjahat yang “ah dia enggak jahat kok, cuma kurang diperhatiin aja, makanya jadi sinting-gila-miring”. Karena yang demikian itu menambah kedalaman ke dalam penokohan mereka. Sifat satu-dimensi hanya dimiliki oleh tokoh sinetron atau ftv.

Sayangnya, WWE termasuk ke dalam sinetron.

 

Meski on the run satu karakter bisa berubah dari baik ke jahat atau sebaliknya, namun saat sedang jadi ‘face’ atau ‘heel’, mereka diharapkan benar-benar mengemban peran mereka secara mutlak. Face, yang artinya tokoh baik, enggak boleh curang, harus selalu nunjukin semangat, senyum tiap saat, berlapang dada dan semacamnya. Mereka ini harus mendapat dukungan penonton. Sebaliknya, Heel si jahat harus menggunakan akal bulusnya untuk menang, berbuat kasar di belakang wasit, menghina penonton, dan semacamnya. Ketika superstar face malah diboo oleh penonton, dan yang heel dipuja-puja, maka itu berarti kegagalan dalam story . Seperti Roman Reigns dan Seth Rollins. For quite some time now, kedua superstar seperti ketukaran peran, WWE ngotot ngepush Reigns sebagai babyface sedangkan penonton udah terang-terangan mendukung apapun yang diakukan oleh Rollins. Beruntung ada Dean Ambrose di tengah-tengah mereka. Dan di Battleground, WWE finally did a right thing demi kebaikan mereka bertiga.

Satu pasukan mercenary misterius menginvasi WWE tahun 2012 yang lalu. Menjuluki diri sebagai The Hounds of Justice, The Shield yang beranggotakan tiga orang mulai secara bergerilya menghajar top superstars. Mereka lapar, mereka kuat sebagai kesatuan unit. At some point, ketiganya sempat merenggut sabuk kejuaran bersama. Sampai satu hari, aiming for sukses yang lebih besar untuk diri sendiri, Seth Rollins mengkhianati dua rekannya. Hantaman kursi ke punggung Reigns menandai pecahnya The Shield. Dan sejak saat itu, perang antara kelicikan Rollins melawan ketangguhan Reigns dimulai. While dua tahun ini kedua rekannya bolak-balik jadi juara dunia, Ambrose sedikit tertinggal. But dia dengan konstan nunjukin ‘kegilaan’ yang nyantol di hati fans. Puncaknya saat dia ngecash koper di MITB bulan lalu, di event di mana ketiga anggota The Shield bergantian mencicipi sabuk paling bergengsi, Ambrose lah yang berjalan pulang dengan wajah terangkat tinggi.

Tidak ada nama acara yang lebih pantas sebagai tempat mereka bertiga akhirnya benar-benar berhadapan dalam pertandingan. Memperebutkan Sabuk WWE pula. Gengsi match ini sangat gede. Susah untuk menjawab siapa di antara mereka yang paling hebat. Masing-masing punya prestasi. Ketiganya punya skill mumpuni. Namun dalam main event ini, terbukti. Reigns yang baru comeback tetep dibully gede-gedean oleh penonton, emphasize on the ‘bu’. Rollins tetep yang punya kinerja in-ring paling tinggi. He was really good in this match. Frog Splashnya enggak ketebak. Komando jalannya match memang tampak ada padanya. Ambrose, keluar sebagai pemenang, karena clearly dia punya charisma dan attitude yang membuatnya bisa punya koneksi lebih kepada penonton. Dia memegang peran face dan benar mendapat dukungan dari penonton. Dean Ambrose adalah pilihan yang tepat jika WWE ingin sosok juara yang seratus persen dipeduliin oleh penonton.

“drink it in, maaaaaannn”

“drink it in, maaaaaannn”

 

Puas tak terperi adalah yang kita rasakan setelah menonton Battleground. Sejak dari pertandingan pertama, in which Bayley keluar sebagai misteri partner untuk Sasha Banks, everything seems right in this universe. Salut buat Bayley , dia mendapat thunderous, gigantic pop dari fans. Gugur sudah pandangan skeptis mengenai tidak banyak orang yang menonton NXT. Sambutan meriah kepada Bayley itu adalah salah satu sambutan paling keras yang pernah diberikan bisnis ini kepada performer wanita mereka! Dan perlu diingat ini hanya penampilan satu-malam buat Bayley karena dia masih kontrak sebagai pemain NXT. Tapi paling enggak, masadepan cewek ini sudah keliatan terang di televisi WWE.
Satu lagi yang punya masadepan cerah adalah Enzo Amore. Di atas ring memang dia belum kelihatan wah, as he was bound to the tag-team style, namun di depan micoh boy! Orang ini kocak banget, pada denger gak saran-saran yang disebutinnya? Hahaha.. Berapi-api kalo bicara, he’s fun, he did a marvelous job on building himself dalam pertandingan tag team enam orang tersebut. I mean, who cares John Cena menang clean atas AJ Styles??

Soal karakterisasi face dan heel tadi, pertama aku meragukan keputusan Orton yang nongol lagi sebagai face dan mulai pandering penonton di arena. Tapi kemudian, dipancing oleh Chris Jericho yang mewawancaranya dengan gaya nantangin yang khas, karakter asli Orton yang badass mulai tampak. Dan turns out, Jericho’s Highlight Reel tersebut jadi ajang yang tepat dan hebat mempromosikan pertemuan Orton melawan Brock Lesnar bulan depan. Seketika Orton terasa sebagai penantang yang legit untuk Lesnar, dia terlihat beneran mampu mengalahkan si reinkarnasi makhluk buas itu.

Pemain-pemain menengah (bahkan menengah ke bawah) diperhatiin lebih oleh WWE malam ini. Tidak ada kesalahan dalam pertandingan antara Natalya melawan Becky Lynch ataupun Rusev melawan Zack Ryder. They just don’t get enough push sebelumnya, sehingga kurang greget aja. Dalam kasus Ryder, I still can’t believe dia bakalan bisa ngalahin Rusev. Tapi arah mereka toh akhirnya sudah benar. Mojo Rawley yang datang nyelametin Ryder sesudah match bagus untuk development karakter mereka.
Xavier Woods yang biasanya jadi ‘tim hore’ saat New Day berlaga, kini jadi fokus utama cerita saat juara tag team ini face-to-face melawan Bryat Wyatt dan keluarga. Woods harus menghadapi ketakutannya. Sebagai yang punya gelar di bidang psikologi, Woods meranin tokohnya dengan sangat bagus. Kita dapat liat betapa ketakutan sempat menjalar, menguasai dirinya. Dan kita turut meledak begitu Woods dengan segenap upaya overcomes it. That was a good storytelling.

Hal yang sama juga bisa dikatakan kepada Darren Young. Walaupun ending kejuaraan IC nya melawan The Miz ditutup dengan rada awkward, terlihat abrupt, aku suka perlakuan yang diberikan kepada tokohnya. Darren memang belum siap menjadi juara Intercontinental, namun begitu, kalah dalam match penting pertama akan sangat buruk baginya. DQ is the way to go. Dia dibuat just snap saat Backlund dihajar, persis kayak sang mentor itu sendiri yang gampang tersulut. Sentuhan yang bagus. Dipasangkan dengan Bob Backlund tampaknya akan benar-benar berhasil membuat Darren great.

Referencing Stanley Kubrick’s Eyes Wide Shut? Sentuhan BAGUS!!!

Referencing Stanley Kubrick’s Eyes Wide Shut? Sentuhan BAGUS!!!

 

Logically, Kevin Owens lawan Sami Zayn adalah pertandingan terheboh di Battleground. Build up nya solid, they told the story dan sangat-sangat entertaining. Seperti yang dikasihtau oleh video opening feud mereka, like The Shield, Zayn dan Owens adalah sobat lama. Entah sudah berapa kali mereka berdua saling berlaga. Koneksi mereka berdua di atas ring, pemahaman koreografi antara mereka berdua, susah untuk ditandingi oleh kompetitor lain. On top of mereka sudah saling kenal baik, Zayn maupun Owens sama-sama kreatif dan enggak segan dalam mengeksekusi gerakan. Jadilah kita disuguhi kontes yang intens, fast-paced action, yang mampu bikin kita invest segenap perhatian ke dalamnya. Ada satu spot tho; Asai Moonsault yang nge-botch, sukses bikin aku meninju udara karena kesal, I thought kita bakal kehilangan satu orang superstar hebat lagi karena cidera. Untungnya enggak, lega banget.

Tapi dari perspektif emosional yang kita rasakan sebagai fans, pertandingan tag team cewek di awal sangat kuat. Pintu yang membuka semua perasaan menyenangkan ini!

The Boss and Hug Connection

The Boss and Hug Connection

 

 

 

So Battleground was a damn fine show. Menyenangkan, seru, dan asik dari awal sampai akhir. Kandidat kuat untuk pay-per-view of the year. Cerita tentang pembagian superstar ke acara Raw dan Smackdown menambah daya tarik dan intensitas setiap pertandingan. Terutama Kejuaraan WWE. It is really nice to see sabuk emas tertinggi itu dibawa pulang oleh Ambrose ke Smackdown. Yea Cena dan Orton sekali lagi berada di bawah naungan brand yang ada sabuknya, sementara itu di Raw yang bersinar oleh bintang baru, cukup menarik untuk menantikan perseteruan apa yang bisa tercipta di antara mereka tanpa sabuk tinggi. Namun begitu, Raw punya kejuaraan cewek. Hmm, mungkin ini sebabnya kenapa sabuk women’s memiliki desain mirip dengan sabuk WWE buat cowok?
The Palace of Wisdom memilih Sami Zayn versus Kevin Owens sebagai Match of the Night.

 

 

 

Full Results:
1. TAG TEAM MATCH Sasha dan misteri partnernya, Bayley, mengalahkan Juara Women’s Charlotte dan Dana Brooke.
2. SIX-MAN TAG TEAM MATCH Wyatt Family defeat The New Day
3. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Rusev retains over Zack Ryder
4. SINGLE MATCH Sami Zayn mengalahkan Kevin Owens
5. SUBMISSION MATCH Natalya beat Becky Lynch
6. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP antara The Miz melawan Darren Young berakhir DQ
7. SIX-MAN TAG TEAM MATCH John Cena dan Enzo & Cass mengalahkan The Club
8. CHRIS JERICHO’S HIGHLIGHT REEL featuring Randy Orton. Dan RKO!
9. TRIPLE THREAT WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Dean Ambrose stands tall over Roman Reigns dan Seth Rollins

 

 

 

 
That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements