Tags

, , , , , , , , , , , , ,

 

The universe comes full-circle in New York. Paling enggak, itu yang coba dicapai oleh WWE lewat pagelaran Summerslam tahun ini. Lihat saja match cardsnya. Efek pembagian superstar ke dalam brand Raw dan Smackdown langsung terasa, those cards are fresh. Kita dapat match keren perebutan gelar juara baru, The Universal Championship. Kita diajak bersenang-senang dengan tag team match paling vokal in recent years. Kita dapat duel kejuaraan wanita yang dijamin legit. Kita akhirnya dapat melihat sebuah dream match yang murni satu-lawan-satu clean finish tanpa kerusuhan dan bantuan yang datang dari sana-sini. Dan tentu saja, WWE has been doing a great job membuat pertemuan 15-years-in-the-making antara Orton melawan Lesnar terlihat begitu meyakinkan. I was somewhat high for Summerslam.

The best way to put Summerslam into one word is SHOCKING. Beneran, for better or worse. Kita digoda oleh interaksi backstage antara The Club dengan Finn Balor.  Well, ada pertandingan yang surprisingly memuaskan. Tunjuk John Cena melawan AJ Styles. That was the match we all are dying to see out of them both. Jauh lebih bagus dan memuaskan ketimbang partai mereka bulan lalu di Battleground. Duel yang luar biasa dengan sungguh banyak finisher yang berujung pin yang gagal. “AJ’s doing everything right. The problem is, he’s facing John Cena.” celetukan David Otunga dari balik meja komentator tersebut dengan tepat menggambarkan jalannya pertandingan. Kita bisa lihat clearly Styles punya lebih banyak skill namun Cena punya kemampuan adaptasi yang seng-ada-lawan. His moves is expanding here, membuat semua menjadi lebih seru. Hasil pertandingan membuat laga ini menjadi match terpenting malam itu. Kita lihat karir AJ Styles dan John Cena sama-sama direvitalisasi olehnya. It is really cool ngeliat Cena finally got the respect he well-deserved back after taking the loss.

Yang bener-bener tak-terduga datang dari Kejuaraan Wanita Sasha Banks melawan Charlotte. Menimbulkan banyak spekulasi kenapa Sasha harus melepas sabuk dengan cepat. I don’t run a gossip column here, jadi mari ngomongin pertandingannya saja. It was the most stiff women’s match that WWE has ever produced. Kedua superstar cewek itu saling menghajar dengan keras. Main fisik banget. Agak-agak ngeri juga sebenarnya. Apalagi ada sedikit botch di sana sini. That top-rope whatever attempt was scary. It gets better dan balik menjadi cantik saat Banks ngecounter Top-Rope Razor Edge dari Charlotte.
Surprise terburuk mungkin adalah wujud Kejuaraan Universal. Beneran, desainnya males banget.

Yang kalo dipikir-pikir, really foreshadowing siapa yang bakal memenangkannya.

Yang kalo dipikir-pikir, really foreshadowing siapa yang bakal memenangkannya.

 

Hal sedihnya adalah, Summerslam turns out sesuai dengan apa-apa yang bisa kita expect dari Summerslam these days.
Aku sangat ingin untuk menyukai Summerslam tapi gak bisa mangkir dari betapa horrible nya timing dan tone keseluruhan acara. Kalo dalam film, yang kena adalah masalah editing. Pacing tontonan yang enggak seimbang. Menonton Summerslam terasa lelah dan membosankan. Kita enggak butuh empat jam (enam jika dihitung pre-show) jika hanya berupa parade superstar tanpa showcase yang meaningful. Sure, pertandingan top yang kusebutkan di atas terasa gede. Namun sebagian besar dari pertandingan yang terjadwal lainnya hanya berfaedah sebagai ‘jam istirahat’. Supaya penonton bisa santai sedikit, mengisi tenaga dan akhirnya meledak di pertandingan utama. Dan pertandingan-pertandingan ‘sepele’ tersebut ditampilkan dengan begitu poor. Campuran antara Eksesuki yang tidak memuaskan, konyol, diulur-ulur, atau malah ketiganya sekaligus. Sehari sebelumnya WWE mengadakan ppv khusus NXT, aku nyatanya lebih suka NXT Takeover Brooklyn II tersebut ketimbang Summerslam ini. NXT punya pacing yang perfect, setiap pertandingan punya intensitas masing-masing. Pula didukung oleh susunan pertandingan yang lebih dipikirkan.

 

WWE seperti kehilangan kemampuan untuk bisa menulis tokoh-tokoh antagonis dengan konsisten. Itulah penyebab utama hampanya pertandingan-pertandingan dalam Summerslam. Bakat-bakat mencengangkan dari para superstar hebat itu terbuang percuma jika mereka diadu dalam laga yang tidak punya kait secara emosional. Kedua partai Kejuaraan Utama menderita karena hal ini.

 

Baik match Ambrose-Ziggler maupun Balor-Rollins tidak punya tekanan kepada kita yang nonton. Kita memfavoritkan mereka sama besar, maka bagi kita siapa pun yang menang tidak jadi soal. Kedua pertandingan kejuaraan tersebut punya momen aksi yang kuat tapi minimnya urgensi membuat kita tidak bisa untuk peduli lebih jauh. Styles lawan Cena worked karena deeply sebagian besar penonton mengasosiasi Cena sebagai heel, kita udah gak tahan untuk segera lihat Styles menang. Di lain pihak, penggemar Cena akan otomatis menganggap AJ Styles sebagai ancaman terbesar. Determinasi personal untuk menang enggaklah cukup. Heat mereka, peran baik-jahat itu haruslah kuat mencengkeram cerita. Ambrose dan Ziggler ganti-gantian jadi sisi kiri, dan imitasi-imitasi HBK ataupun Triple H yang Ziggler lakukan sama sekali tidak membantu membuatnya menjadi lebih memorable. Peran heel Rollins disurutkan sedikit demi nge-push image Finn Balor. I like Finn dan aku mau dia punya masadepan cerah di sini, tapi aku enggak bisa mendukung booking dia yang segera dipush tanpa disertai build-up yang kuat.

Juga tidak bisa dengan begitu saja mengadu pihak baik dengan pihak jahat. Butuh karakterisasi yang kuat. Aku senang The Miz menang, dia great sebagai heel, di luar ring. Ketika bel sudah berbunyi, Miz terlihat mentah. Jahatnya nguap gitu saja. Gimmick bintang film annoyingnya tidak lagi kelihatan. Even Maryse tidak digunakan secara maksimal. Apollo Crews sangat kuat dalam in-ring work. Hanya saja dia pun perlu mencari sesuatu, perlu menggali karakternya supaya bisa punya sesuatu yang konek ke penonton.
Kalau mau contoh paling nyata you can’t just throw away faces and heels together, liatlah pertandingan tag team enam cewek. Sekuens aksi mereka enggak jelek. Psikologinya lah yang kacau. It was painful menonton jagoanku, Alexa Bliss, yang spot-spot di mana seharusnya dia terlihat fierce malah jatohnya konyol. Nikki Bella balik, sebagai apa? Face atau heel? Dia nongol sebagai ganti tim antagonis, namun dapat cheer sekeras tokoh pahlawan pujaan hati. Kita tidak pasti karena mereka tidak pernah build her up towards that. The match itself was so bad sampai komentatornya kehilangan kata-kata. Memang tidak setiap saat kita bisa membuat “Dia meninju lawannya” terdengar menarik hati.
 

Brock dibangun sebagai karakter yang legitimately buas. Dia brutal di dalam ring dan enggak segan untuk mengoyak mental lawan bicaranya. They are going full-force on his heel persona. Mereka lalu membuat Orton sebagai lawan dari multiple suplexnya Lesnar. Digadangkan satu RKO saja cukup. Kita digiring untuk melihat Orton sebagai saudara seangkatan yang dioverlooked, yang diremehkan oleh Lesnar. It gives us fuel to root for Orton. Ujungnya adalah pertandingan di mana Lesnar dengan brutal menghancurkan Orton. It was fun, until WWE pushed it even further. WWE coba memanfaatkan kemenangan Lesnar di UFC sebulan sebelumnya, mereka ingin menunjukkan show mereka tidak kalah ‘beneran’nya. Mereka ingin nunjukin atlit mereka bukanlah aktor cengeng belaka. Aku percaya ending banjir darah yang kita dapatkan di Summerslam ini direncanakan seperti demikian. Pertanyaannya adalah, ke mana mereka akan pergi setelah ini, dengan malah Shane McMahon yang muncul alih-alih Goldberg seperti yang disorakin penonton?

I am wondering will they push JeriKo dengan rumor LGBT storyline

I am wondering ke arah mana angin buat tim JeriKo bertiup dalam udara penuh rumor ngepush LGBT storyline

 

Ada ketimpangan dalam booking yang dilakukan oleh WWE. While Brock Lesnar comes off strong and legit threat, Randy Orton – mantan multiple times juara dunia, legend killer, the viper, predator di dalam ring – terlihat lembek dan tak lagi berbisa. Peran Shane dan Daniel Bryan juga agak sedikit mengganggu buatku. Tidakkah mereka bilang Smackdown is all about the superstars? Nyatanya mereka berdua sangat aktif, terutama Shane. They are even going on bashing Stephanie tentang gimana dia abusing her power, padahal kita lihat Mick Foley lebih sering ngurus Raw sendirian ketimbang Daniel Bryan di backstage Smackdown.
Kebanyakan terasa gak make sense dan heartless. New Day tidak kelihatan bertarung karena takut gelar mereka direbut. Tidak ada legitimasi dalam pertandingan mereka. And for some reason WWE mengira adalah hal yang bagus untuk membawa Jon Stewart ke dalam cerita. Apa yang dilakukan oleh No Way Jose di NXT seharusnya dilakukan juga oleh New Day. Sing and dance, ngelawak, but when it’s time to fire up, beraksilah like you mean it.

 RKO got TKO’ed

Kayak Lesnar saat dia ngeTKO si RKO

 

 

 

 

Mismanaged dan terlalu panjang. Summerslam 2016, meski somewhat fun (Rollins teriak-teriak bilang “no rope break!” was hilarious), fell flat. Terlihat dari reaksi penonton di arena. It could have been spectacular jika digarap dengan ketat. Tapi mungkin WWE memang mengincar hype ketimbang mutu. If that so, then this show was fairly successful. Summerslam sudah bikin banyak orang mengeluarkan suara. Saling berspekulasi. Tentang rumor di belakangnya. Tentang betapa brutal endingnya. Tentang kontroversinya. But most of the time, orang-orang akan bicara mengenai betapa kacaunya pesta terbesar musim panas ini.
The Palace of Wisdom memilih AJ Styles melawan John Cena sebagai Match ot the Night. Bukan hanya itu, it was the most important one.

 

 

 

 

Full Results:
1. TAG TEAM MATCH Chris Jericho dan Kevin Owens mengalahkan the town-heroes Enzo dan Big Cass
2. WOMEN’S CHAMPIONSHIP Charlotte jadi juara baru mengalahkan Sasha Banks
3. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP The Miz retains over Apollo Creed, eh sori salah, Crews.
4. SINGLE MATCH AJ Styles mengalahkan John Cena
5. TAG TEAM CHAMPIONSHIP Luke Gallows dan Karl Anderson menang DQ atas The New Day
6. WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP Dean Ambrose sukses bertahan dari Dolph Ziggler
7. SIX-WOMAN TAG TEAM MATCH Nikki Bella memimpin Alexa Bliss dan Natalya mengalahkan tim Becky Lynch, Carmella, dan Naomi
8. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Rusev melawan Roman Reigns ini berakhir tanpa sempat dimulai.
9. UNIVERSAL CHAMPIONSHIP NO DISQUALIFICATION MATCH Finn Balor tercatat sebagai pemenang pertama, mengalahkan Seth Rollins.
10. SINGLE MATCH Brock Lesnar murders Randy Orton

 

 

 

 

 
That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements