Tags

, , , , , , , , , , , , ,

“Love is to recognize that the other person is a person, is precious, is important, and has value.”

 

TheSecretLifeOfPets-Poster

 

Ada alasannya kenapa video kucing, anjing, atau any other pet di youtube selalu mendapat view yang banyak. Semua orang suka binatang. Begitupun aku, walaupun I don’t melt instantly at the sight of a cute animal. Sama seperti bayi, melihat hewan peliharaan mencoba melakukan sesuatu adalah hal ajaib bagi kita manusia dewasa. We feel the need to record it. Tapi bagaimana dengan kala kita tidak memperhatikan mereka? Apa yang dilakukan oleh hewan-hewan tersebut? Kucing-kucingku dulu, selalu ditaruh di luar rumah setiap kali ditinggal pergi karena we just don’t them alone inside the house. Bahkan setelah dikurung di luar pun seringkali kami mendapati kawat jendela bolong-bolong berkat ulah mereka berusaha masuk. Suatu kali, Tim-Tam – kucingku yang paling nakal – ditemukan dalam keadaan sukses nyangkut di jendela paling atas. Like, how did he get up there? Manjat ala panjat pinang? Pake jetpack?
The Secret Life of Pets menawarkan pandangan yang lucu terhadap imajinasi kita mengenai apa sih yang dilakukan oleh hewan peliharaan ketika ditinggal majikannya pergi.

Kita suka berpikir kita bisa ngobrol dengan hewan peliharaan, dengan suara yang diimut-imutin. Kenyataannya adalah kita tidak pernah menebak dengan persis apa yang piaran kita butuhkan. The Secret Life of Pets mengungkap rahasia bahwa binatang-binatang tersebut actually bisa bicara dengan manusia, hanya saja manusia yang tidak mengerti.

Sesungguhnya film ini adalah sebuah observasi ringan tentang hewan peliharaan di rumah-rumah. Menjelaskan kenapa kita harus care for them. Menerangkan apa yang senantiasa perlu kita sediakan buat mereka. Binatang, mau itu kucing, anjing, kura-kura, burung, ikan, kelinci have a need. We should realized ada attachment yang terbentuk antara pets dengan pemiliknya. Seperti yang juga kita lakukan terhadap orang yang kita sayangi.

 

It was MINDLESSLY FUNNY. Anak kecil akan suka sekali. Orangtua yang mengantar mereka ke bioskop, yang hanya ingin nyuri satu setengah jam dari hidup sibuknya dengan duduk tenang, juga akan bisa terhibur santai oleh film ini. Tokoh-tokohnya didesain dengan animasi yang lucu. Colorful. Dengan dialog ringan dan candaan yang enggak bikin kening kita berkerut. Jangan memilih nonton film ini jika kalian ingin menikmati animasi binatang dengan cerita yang berdaging. Kalo kalian mau mencari hiburan kartun yang sedikit lebih dewasa, tonton Zootopia.

Dari dua-puluh menit pertamanya saja, sudah jelas bagi kita bahwa The Secret Life of Pets adalah parade BINATANG DENGAN RENTETAN LELUCON SLAPSTICK. Anjing terlempar ke udara, nyangkut bentar di tali jemuran untuk kemudian mutar terbang kembali. Anjing terlempar jatuh dari jembatan. Terbanting ke dinding. Hewan-hewan yang mengendarai mobil. Kekonyolan seperti demikianlah yang kita temukan di dalam film ini. Kayak dalam kartun-kartun Looney Tunes. Stuff yang enggak make much sense itu terus saja terjadi sepanjang film. Sejak menit-menit pertama (which is pretty much the same sequence we had seen on the trailer) The Secret Life of Pets tidak pernah berhenti terasa sebagai kartun yang konyol.

Finding Dory yang tayang Juni lalu juga memakai jenis candaan yang kayak begini. Namun mereka menjaganya sehingga tetap terasa minimal. Slapstick di dalam Finding Dory kebanyakan hadir dengan diiringi oleh good humor. Dalam The Secret Life of Pets, jokesnya datang nyaris beat to beat. Film ini mencoba terlalu keras untuk terasa lucu di setiap saat. Terlalu over. Iya sih orang tertawa. Tapinya lagi, kita tidak bisa membuat film komedi yang bagus hanya dengan mengandalkan kekonyolan semata. Saat menonton Zootopia, kita paham dan seketika feel for Judy membuktikan kelinci tersebut was such a great character. The sad thing is, begitu aku keluar dari studio setelah adegan extra setelah kredit The Secret Life of Pets, aku berpikir keras untuk mengingat nama dan apa-apa yang sudah dilakukan oleh karakter film ini.
Tokoh yang paling berkesan buatku adalah Snowball yang disuarakan oleh Kevin Hart. Tidak untuk hal yang bagus, sayangnya sekali lagi. Si Snowball ini sangat annoying, dia pada dasarnya tidak ngelakuin apa-apa selain berteriak. Lagi dan lagi. Enggak cute, enggak adorable. Flat-out super annoying.

 

Sedari tadi aku nahan-nahan untuk menulis bagian sinopsis belakangan. Karena sesungguhnya The Secret Life of Pets ini punya satu rahasia besaarrr. So, here we go *tarik napas* rahasianya adalah: FILM INI ADALAH TOY STORY.
Ok? Well, yea that wasn’t really a secret. Kalo suka nonton film, maka besar kemungkinan kalian sudah pernah menonton Toy Story. Dan jika pernah nonton Toy Story, maka kalian pastilah akan mengenali betapa miripnya cerita kedua film.

The Secret Life of Pets is Toy Story, with pets!

The Secret Life of Pets is Toy Story, with pets!

 

Hidup sudah sempurna bagi seekor anjing bernama Max. Dia tinggal bersama pemilik yang sangat ia sayangi. Max was just so excited kayak perasaan yang dirasakan oleh Woody kepada Andy. Hanya saja Max tidak bisa lagi bermain sepanjang hari bersama Katie, his owner. Begitu pula hewan-hewan yang lain. Saat majikan mereka pergi kerja, all the pets come out, saling mengunjungi, saling bermain, mereka bersosialisasi satu sama lain. Persis para mainan di kamar Andy. Teritori Max yang perfect lantas terganggu saat Katie membawa pulang anjing gede bernama Duke. Life suddenly not the same anymore. Max merasa punya saingan. Duke adalah Buzz Lightyear bagi Woody’s Max. Kemudian mereka berdua tersesat di kota dan harus mencari jalan untuk pulang. Mereka bertemu dengan organisasi hewan piaran terbuang. Dan sementara itu, teman-teman Max di apartemen organize a search party untuk menemukan Max dan Duke.

Naah, gimana? Plot-plot point cerita film ini secara runtut ngikutin, bukan hanya Toy Story, it also ada sedikit elemen dari sekuel-sekuelnya. Once I’ve realized this, tidak lagi aku merasa enjoy menonton film ini. Kemiripannya kept nagging me throughout the entire run time. Ini sangat disayangkan karena The Secret Life of Pets punya potensi untuk berkembang menjadi cerita original sendiri. Rasanya gimanaaa gitu, segede Illumination Pictures dengan papoy-papoy Minionsnya hanya mampu come off dengan cerita yang, like, retelling cerita dari studio yang lebih superior.

 

 

Ya gitu deh, film ini sah-sah aja kalo mau dijadiin hiburan sederhana buat para penggemar binatang. Aku actually nonton yang versi 3D nya (yang biasa penuh oleh anak-anak) dan visualnya oke dan sangat playful. Namun film ini tidak menyimpan banyak. Pun tidak akan tersimpan banyak di dalam ingatan. Beat-to-beat, film ini kayak rip-off Toy Story. Bahkan punya adegan klimaks kejar-kejaran ke dalam truk. It is actually a bit sad. Komedi slapstick yang satu ini begitu mudah untuk terthrow-away.
The Palace of Wisdom gives 5 gold stars out of 10 for THE SECRET LIFE OF PETS.

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements