Tags

, , , , , , , , ,

mully_drive_72

 

Mulholland Drive (David Lynch, 2001) adalah FILM FAVORITKU SEPANJANG MASA. Kalo sebelum 2010 dulu kalian bertanya padaku, “Pe, film paling kau suka film apa?” maka jawabanku adalah antara Halloween, Saw, A Nightmare on Elm Street, Friday the 13th, yah pokoknya yang horor-horor slasher gitu deh. Kemudian suatu hari aku muter Mulholland Drive. Dan seketika aku merasa kayak orang gua yang baru pertama kali melihat matahari. It was such an eye opener. Bahwa ada yang ‘lebih’ dari sebuah film. Film actually much more dari sekadar tontonan. It is a journey. It is an imprint of our thoughts. That we could change the world, membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik karenanya. Mulholland Drive membuat aku ingin tahu lebih banyak tentang film. Ingin menonton lebih banyak. Ingin bisa mengerti. Dan more importantly, Mulholland Drive bikin aku ingin bisa membuat satu yang sama bagusnya.

Just recently, drama misteri mind-bending ini mendapat tempatnya yang layak sebagai nomor satu dalam daftar 100 Greatest Films of 21st Century versi BBC. Such a grand list. I’m so high with this information. Aku sudah nonton sekitar setengah dari daftar tersebut. And I’m proudly to say, banyak favoritku yang lain yang masuk daftar ini. Di antaranya adalah Pan’s Labyrinth (film yang udah sukses bikin aku nitikkan air mata), Spirited Away, Mad Max: Fury Road (my top movie of 2015), Requiem for a Dream, bahkan dokumenter The Look of Silence -tentang sejarah berdarah Indonesia yang enggak boleh ditayangin in this very country- juga kebagian tempat bercokol di dalam daftar.
Silahkan klik link berikut untuk daftar lengkapnya dan lihat sendiri siapa tau film favorit kalian termasuk juga di sana http://www.bbc.com/culture/story/20160819-the-21st-centurys-100-greatest-films

 

Mulholland Drive amat sangat pantas menjadi posisi teratas film paling hebat abad ini. Tadinya aku ingin nulis reviewnya, tapi kemudian aku pikir itu akan sama saja easy nya dengan menyelam ke dalam pikiran orang gila. Belum lagi betapa banyak spoiler yang akan terbeberkan jika mau membahas film ini dalam-dalam. I don’t wish to do that. Aku enggak akan nyeritain pendapatku tentang apa sebenarnya film ini, kalian harus experiencing film ini sendiri. And also to be honest, bahkan sampai viewing ku yang entah-ke-berapa-kalinya ini (the number might be close to a hundred), aku merasa masih banyak rahasia film ini yang belum bisa aku ungkap.

 

Yang bisa aku bilang sekarang cuma alasan kenapa film ini begitu mendapat tempat di hatiku. Jadi, ya mari mulai saja “SIX-TEEN reasons! Why I love youuuu~”

1. LAGU ‘SIXTEEN REASONS’
2. LAGU ‘I’VE TOLD EVERY LITTLE STAR’
Kita mulai with a lighter note. Aku selalu suka penampilan musik out-of-nowhere dalam film. Mulholland Drive punya beberapa musical interlude yang sangat ikonik. Actually adalah lagu 60an yang iramanya catchy. Lagu-lagu ini muncul pada adegan audisi film. The way it was performed, dengan lip-sync, lirik, the glittering costume, juga mood cerita, membuatnya menjadi terdengar bukan hanya cheerful namun juga menyeramkan.

 

3. LAGU ‘LLORANDO’


This one is really creepy. At one point of the song, mulut penyanyinya diam tapi suara masih terus terdengar. Dan kedua tokoh utama kita tiba-tiba menangis sesengukan. Maaan, emosi yang dideliver oleh adegan benar-benar menohok dan bikin merinding. Salut juga buat yang jadi penyanyi teater itu. Hebatnya, kita not even sure mengapa kita merasa sepeti itu. Such a powerful scene.

 

4. KLUB SILENCIO
Dalam film ini David Lynch membawa kita masuk ke dalam ilusi. Antara mimpi dan realita. Klub Silencio is the personification of it. It was the point of no return saat tokoh Betty mulai menyadari kenyataan yang sebenarnya. A muted trombone, a muted clarinet, kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Mungkin adegan di klub Silencio ini suggest bahwa sebenarnya tidak ada misteri dalam film ini. That there’s no explanation. Film ini ditutup dengan bisikan “Silencio” oleh wanita berambut biru. Dan sama seperti Betty beberapa menit sebelumnya, aku juga menggelinjang sendiri di tempat dudukku. Hiii

“There is no band!”

“There is no band!”

 

5. THE TREATMENT
Semua warna-warna, benda-benda, bahkan posisi mereka punya makna tersendiri yang jadi kunci untuk membantu kita mengungkap apa sih sebenarnya yang ingin dibicarakan oleh David Lynch melalui film ini. Fascinating, stretching our expectations of apa yang bisa dicapai oleh sebuah film adegan per adegan

 

6. TEMA TENTANG BISNIS FILM
Mulholland Drive mengajak kita untuk mengintip ke ‘belakang panggung’ gimana sebuah film bisa terwujud. It’s really intrigued me. Bahwa membuat film itu ternyata sedikit tricky. I dunno, mungkin cuma di Hollywood. Sutradara yang dipaksa memilih pemeran utama untuk filmnya, that he has to obey pesenan dari seseorang berkursi roda tersebut because he has no power over it. Singgungan keras buat dunia perfilman.

 

7. NAOMI WATTS
8. ADEGAN BETTY RECITING DIALOG SAAT CASTING
9. ADEGAN ..ehm.. LESBIAN
10. ADEGAN IKONIK; MASTURBASI SAMBIL NANGIS
Naomi Watts main total banget di sini, and she was really, really good. Lihat saja di adegan casting itu, dialog yang sepertinya sederhana ditampilkan Betty dengan intensitas yang unexpected. Betty adalah the closest thing we have to a protagonist in this movie. Seorang calon aktris muda yang ceria (dia lebih suka dipanggil aktris ketimbang bintang film, meski tak jarang orang berakhir menjadi keduanya, see, another commentary about movie business!), namun seiring berjalannya cerita kita akan lihat progress ‘gak-masuk-akal’ dari tokoh ini. It was carefully written. Dan misteri sehubungan karakter ini dan sekitarnya, ummph so good! Also aku suka banget sama rambut pendeknya haha

It got dark fast!

It got dark fast!

 

11. THE MYSTERY.
Di permukaan, Betty harus mengungkap rahasia identitas asli Rita; cewek misterius korban kecelakaan. Cewek itu nongol seujug-ujug di rumah bibinya Betty dalam keadaan amnesia.
On the inside, misteri siapa sebenarnya Rita (and also, Betty) ternyata punya jawaban yang lebih membingungkan lagi. Film ini mengolah misteri ini dengan sangat compelling. Membuat kita terhanyut, turut menerka-nerka. Untuk kemudian dibuat bingung sendiri saat benang-benang cerita tersebut terurai bukannya lurus malah menjadi sesuatu yang terasa makin membingungkan dan mustahil.

 

12. THE BOX
Beneran, sampe sekarang aku masih gak ngerti apa maksud kotak misterius dan kuncinya yang berwarna biru. Simbolisme yang hebat!

 

13. KARAKTER-KARAKTER YANG ANEH
Khas David Lynch. Sama kayak di serial Twin Peaks, film ini punya banyak tokoh dan perilaku mereka pada aneh-aneh. Koboi albino itu contohnya. Tokoh-tokoh tersebut kerap bermunculan. And to our surprise, belakangan mereka muncul dengan role yang sama sekali berbeda dengan kemunculan mereka sebelumnya. Semua itu adalah bagian dari misteri, and you need to pay close attention to each of them.

 

14. STRUKTUR DAN KONSEPNYA
Dengan karakter-karakter yang senantiasa berubah itu film ini kayak terbagi menjadi dua cerita yang berbeda. Dengan setidaknya ada empat ‘reality’ di dalamnya. Tapi cantiknya, tetap terasa erat dan real dan mesmerizing karena kita penasaran kaitan apa yang menyebabkannya.

 

15. THE MONSTER
16. THE DREAM-LIKE SEQUENCES.
Dan sebagaimana normalnya film-film David Lynch (naturally, I become a fan of him aswell), Mulholland Drive punya monster yang jadi manifestasi dari sisi buruk tokohnya. Dan hadir dalam sekuens mimpi yang disturbing. In fact, keseluruhan film terasa kayak sebuah mimpi yang benar-benar mengganggu. It was very surreal through and through. Unconventional. Wild. Namun di situlah letak indahnya.

 

 

Film yang sangat menantang. Membuat kita yang nonton terseret ke dalam realm of teka-teki, menggebah kita untuk menganalisa. Memancing untuk berpikir. Beginilah seharusnya film yang bagus. It was a deeper look terhadap hasrat terdalam manusia. Dan sejauh apa mereka rela demi hasrat tersebut. I am glad aku termasuk salah satu individu yang pernah menonton film ini.

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 
We? We be the judge.

Advertisements