Tags

, , , , , , , , , , , ,

 

Smackdown! selalu jadi brand nomor dua ketimbang Raw yang merupakan flagship show dari WWE. Punya waktu tayang yang satu jam lebih singkat dan jumlah superstar yang lebih sedikit (literally 2:5) membuat Smackdown harus pinter-pinter madatin acara mereka setiap minggunya. Bahkan dari segi popularitas dan nama superstar, Smackdown dinilai lemah oleh banyak fans. Di saat Raw kedatangan lebih banyak nama-nama baru nan menjanjikan dari developmental area, NXT, Smackdown harus puas dapat penampil yang sudah berumur dan mulai membosankan.
Namun lebih daripada itu, sedari era pembagian brand pertama around 2002, Smackdown selalu lebih memfokuskan kepada in-ring action alih-alih storyline. Dan hal tersebut juga tercermin pada brand Smackdown! 2016 ini. Minggu demi minggu, mereka berhasil memproduksi tv show yang engaging action-wise dan Backlash – payperview ekslusif Smackdown – bisa dibilang adalah USAHA TERBAIK dari ‘Tim Biru’ sejauh ini.

 

You know gimana tidak ada yang lebih menggelinjang buat komentator pertandingan WWE buat menjual setiap kontes dengan frase “this will be recorded in the history book!”? Well, ada banyak “for the first-time ever” yang kejadian dalam Backlash 2016. This show is just fresh like that.

 

Dua sabuk baru diperkenalkan dalam acara ini, Smackdown Womens Champion dan Smackdown Tag Team Champions. Hal ini membuat Smackdown sekarang punya jumlah emas yang sama dengan Raw, thus bakal membuat persaingan kedua brand menjadi semakin intense. Aku yakin (dan ngarep) mereka ngebuild setiap juara sampai siap untuk kita saksikan dalam sebuah pagelaran bertajuk Juara Lawan Juara antara Raw dan Smackdown.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah (see, I told you), Kejuaraan Wanita membuka acara. Dan merupakan sebuah pertandingan yang sangat menarik. Keenam superstar cewek yang terlibat di dalamnya punya peluang yang sama besar untuk menang. Ini actually adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh divisi wanita brand Smackdown. KOMPETITOR YANG BALANCE. Tidak ada yang terasa over-strong. Kita percaya Carmella bisa menang, Nikki bakal menang, Naomi punya kesempatan, Becky dan Natalya adalah calon favorit, dan personally aku mau Alexa Bliss yang menang. Buatku, melihat dia tereliminasi pertama sama kayak ngeliat CM Punk kalah dalam debut UFCnya; sedih tapi it was expected. Alexa ini punya attitude yang tepat, dia punya strong facial expression, she could go big, she’s really on her way. Aku percaya itu. Tapi tantrumnya lebih baik dikurang-kurangin because it doesn’t connect consistently well sama penonton.

The bliss we need to see: Alexa channels Harley Quinn!!

The bliss we need to see: Alexa channels Harley Quinn!!

Pada akhirnya, what really matters adalah how well the match was. Para cewek tersebut terlihat saling menutupi kelemahan masing-masing. Terlihat dari banyaknya gerakan langka yang kita saksikan, especially on a televised WWE women’s match; Cattle Mutilation dari Naomi ataupun Nikki dengan Argentine Backbreaker. Dengan ending yang memuaskan, pertandingan cewek ini punya potensi sebagai show stealer, kalo saja pace-nya diperlambat sedikit.

Lain lagi dengan sabuk tag team baru, yang diperebutkan pake sistem turnamen. Dari konsep tersebut, paling enggak kita mendapat dua hal baru yang menjanjikan.
Si kembar Jimmy dan Jey Uso dengan attitude baru berhasil mengeluarkan diri mereka dari kotak membosankan. Mereka punya jurus team dan kuncian baru yang terlihat sangat jahat dan kejam. Tidak lagi hanya sebatas Superkick dan Splash, mereka memainkan klasik dirty tag tactic yang simpel dengan sangat baik.
Pemenang ‘asli’nya jelas adalah Heath Slater. Meski memang agak sedikit maksain buat random team jadi juara pertama, yang supposedly bakal penting, namun the way they wrote the storylah yang bikin kita peduli. Dibuat begitu personal kepada karakter Slater; satu-satunya cara supaya dia dapat kontrak kerja (untuk ngidupin keluarga gedenya) adalah dengan memenangkan turnamen ini. Pertandingannya sendiri udah kayak film dengan banyak rintangan yang harus diovercome oleh Slater sebagai tokoh utama. Dan sebagai ‘tokoh utama’, karakter Slater sangat cocok dan menarik karena kita tahu dia bukan baik sempurna. There’s this visible dent that we are awared and really enjoy.

 

Feel of being personal adalah hal paling penting di dalam sebuah cerita. It could elevates karakter dengan membuat mereka grounded kepada penonton.

Tiga minggu lalu The Miz showcased his capability menjadi sesosok intense heel lewat promo shoot nya di segmen wawancara Talking Smack. Kalo kalian sudah nonton cekcoknya dengan GM Daniel Bryan itu, maka you’ll know betapa compelling karakter Miz. Pake banget. The follow ups sayangnya membuat pihak WWE sedikit gamang, mereka reportedly nulis ulang story tersebut dan jadilah kita dapat Kejuaraan Intercontinental antara Miz lawan Ziggler soal what it takes to be called not-a-coward.
I respect both of the competitors, and also ke pada Bryan yang udah gabisa tanding lagi. Hanya saja it is just such a long reach dari Bryan ke Ziggler. Matchnya enggak terasa personal buat Ziggler yang udah lama struggle buat jadi relevan. But it indeed shed a new strong light buat Miz. The story here adalah Miz menggunakan maneuver Daniel Bryan, mengejek gaya orang yang dulu pernah memanggil mentor kepadanya, dalam rangka membuktikan dirinya memang lebih hebat. Aku senang sama taktik curang yang digunakan dengan baik oleh Miz, yang memang sebenarnya adalah ‘penjahat’ yang penakut.

Soal superstar heel yang menang curang actually mendapat mixed reaction dari fans. Beberapa bilang cara menang tersebut tergolong ‘kurang ajar’ buat talent dan skill yang dimiliki oleh si superstar itu sendiri. Kayak kemenangan AJ Styles atas Kejuaraan Ambrose di penghujung acara ini. Sekali lagi, kita harus sadar bahwa WWE adalah tontonan yang story-based. Pandangan fans memang semakin berkembang, jaman sekarang kita punya respek lebih buat karakter yang enggak sebatas omdo, kita lebih melirik aksi di dalam ring. Tapi jangan lupa untuk membuat cerita worked, ada karakterisasi yang harus dipenuhi. Menang dengan curang sudah jadi sesuatu yang penting untuk antagonis sejak jaman Ric Flair. Dalam kasus AJ Styles, ending pertandingannya sangat sesuai dengan cerita di belakang perseteruannya dengan Dean Ambrose. Cocok dengan karakter kedua superstar; Styles believes dirinya is a better man, sementara Ambrose tidak pernah stay down, dan Styles tahu – as the better man versi dirinya sendiri – tidak masalah baginya untuk berbuat curang jika perlu. I think it is really cool Styles bawa trophy dari superstar yang ia kalahkan ke mana-mana dan sekarang dia dapat piala ‘beneran’ yang bisa ia pamerkan.

The fact that Styles can use Cena's Armband as a headband easily tells me how freaking swole John Cena is

The fact that Styles can use Cena’s Armband as a headband easily tells me how freaking swole John Cena is.

 

Kesampingkan cerita, aku merasa perlu untuk mengucapkan selamat kepada AJ Styles. Sudah cukup susah untuk dipercaya orang ini akhirnya masuk ke WWE, let alone terlibat pertandingan kejuaraan WWE, dan sekarang – delapan bulan dari debutnya di Royal Rumble – dia finally did it dan jadi juara.

Mau tau arti ‘phenomenal’? Satu-satunya orang yang memenangkan NWA World Heavyweight championship, TNA World Heavyweight championship, IWGP World Heavyweight champion, WWE World Heavyweight championship.

 

 

Saking seimbangnya, Backlash terasa tidak punya undercard. SEMUA PERTANDINGAN TERASA SAMA PENTINGNYA. Untuk beberapa mungkin adalah hal yang bagus. Pertandingan No Holds Barred Bray Wyatt melawan Kane sebagai ganti melawan Randy Orton awalnya kukira bakalan meh abis. Tapi enggak. It didn’t suck, punya highlight spot, meski enggak hebat-hebat amat juga. Cukup untuk menghantarkan cerita yang seru. Bray enggak punya masalah untuk kalah sama siapa aja dan di sini dia ngalah demi dua orang superstar dari era lama. This is actually a very weird choice yang aku ga bisa mendukung sepenuhnya. Sama dengan saat Shane dan Bryan sekali lagi ngambil spotlight dengan promo yang enggak benar-benar kita butuhkan. Impact promo perkenalan sabuk tersebut bakal lebih gede dan more lasting jika dilakukan lewat video package yang memfokuskan kepada para peserta.
The drawback dari keseimbangan tone acara adalah main-event yang kehilangan aura gede. Matchnya padahal bagus, aksinya seru, Ambrose dan Styles punya gaya bertarung yang saling melengkapi. Hanya saja most of the time kita pangling ini adalah pertandingan terakhir acara. Kepentingannya terasa sama besar dengan pertandingan Miz melawan Ziggler. Semaraknya terasa sebanding dengan kejuaran Womens di awal. Is it special? You could say that.

But is it glorious? No.

Dan komersial gulat KFC itu perlu dihancurin secepat mungkin.

Dan komersial gulat KFC itu perlu dihancurin secepat mungkin.

 

Dan ngomong-ngomong soal personal, apakah ada yang menyadari sekuens pertama dari Miz lawan Ziggler sangat mirip sama apa yang actually terjadi dalam pertandingan UFC pertama CM Punk? Hmmm….

 

Backlash 2016 nunjukin bahwa sesuatu yang diusahain dengan maksimal akan berbuah manis di ujungnya. Acaranya terasa padat, dengan hasil yang memuaskan, dan action yang really delivered. Tidak ada partai yang terasa tidak penting, dan sebaliknya tidak pula ada yang terasa amat sangat penting. It is a very balanced average show yang meninggalkan rasa sepuas selepas kita menontonnya.
The Palace of Wisdom akhirnya memutuskan Dean Ambrose melawan AJ Styles sebagai Match of the Night.

 

Full Results:
1. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP SIX PACK CHALLENGE ELIMINATION Becky Lynch jadi juara pertama mengalahkan Carmella, Natalya, Nikki Bella, Naomi, dan Alexa Bliss. Congrats Beckyy!!
2. SMACKDOWN TAG TEAM CHAMPIONSHIP TOURNAMENT: SECOND CHANCE CHALLENGE The Usos mengalahkan The Hype Bros
3. INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP Dengan bantuan Maryse, The Miz retains over Dolph Ziggler
4. SINGLE Bray Wyatt menang karena Randy Orton tidak mampu untuk turun bertanding
5. NO HOLDS BARRED Kane ngalahin Bray Wyatt
6. SMACKDOWN TAG TEAM CHAMPIONSHIP TOURNAMENT FINALS Heath Slater dan Rhyno berhasil menjadi juara pertama ngalahin The Usos
7. WWE WORLD HEAVYWEIGHT CHAMPIONSHIP AJ Styles merebut sabuk Dean Ambrose

 

 

 

 

That’s all we have for now.
Get our Kevin Owens Champion of the Universe shirt di Merchandise

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements