Tags

, , , , , , , , , , , , ,

 

First of all, you gotta say the name of this show loudly with French accent. Because it is the only way to do it now.

“No Me-r-r-r-r’-cy”

Terimakasih, Maryse.

 

 

Going into the show, I was really excited. Ada banyak elemen cerita yang bikin penasaran. Setiap feudnya ditulis dan di-book dengan baik. Bahkan Carmella dan Nikki punya hooked yang bikin fans peduli. Team Blue punya progres yang amat signifikan dibandingkan acaranya Stephanie dan Mick Foley yang terasa scattered. Kita penasaran apakah Cena akan mecahin rekor Ric Flair, kita greget oleh kelanjutan karir Ziggler. Kita prihatin sama Carmella yang didiemin despite being face dan kemudian Nikki datang stealing her thunder, and she just snapped. Kita ikutan terbawa merinding ngeliat orton dan Bray saling coba merasuk ke dalam kepala masing-masing lawannya. And personally, I’m dying to see Alexa Bliss would won her first championship.

I made a sketch of her, and she likes it on twitter! #brag

I made a sketch of her, and she likes it on twitter! #pamer

 

Smackdown ternyata REALLY BALLSY with No Mercy. Maksudku, berani-beraninya mereka membuka acara dengan pertandingan kejuaraan paling prestisious?

Sungguh sebuah kejutan buat para fans. Right from the start, John Cena, AJ Styles, dan Dean Ambrose sudah bermain full-force. Ibaratnya kalo ini Dragon Ball, mereka bertiga udah langsung jadi Super Saiya. Kita tidak dibiarkan berlama-lama menatap adegan ‘yang tanding cuma dua, satunya lagi ngantri giliran sambil tidur-tiduran di bawah’. Ketiga superstars kerap terlibat sekuens action yang seru, kayak dobel German Suplex itu. Jelas, WWE ingin segera mencuri perhatian para pemirsa sebanyak-banyaknya melalui pertandingan ini. Cena’s presence is really strong. Ada banyak momen dalam pertandingan ini di mana aku percaya John Cena akan menulis sejarah baru. Mereka juga ngelakuin spot dobel submission di mana Styles murah hati banget mau jadi receiving end. Styles tap out oleh Ambrose yang ngunci kakinya pake Calf Crusher dan Cena, pada saat bersamaan, nge-apply painful STF ke bahunya. Dan adegan kontroversial ini worked so well, lebih dari sekadar plot device, karena berhasil nganterin cerita tanpa ngasih damage buat karakter masing-masing superstar. This will lead in to ending sebenarnya, yang actually really simple. Tapi kuat. AJ Styles nunjukin sekali lagi bahwa dia adalah orang yang tahu kapan harus ngambil jalan pintas, he was a great fighter tapi enggak akan berhati malaikat seperti Cena. Karakter Ambrose pun comes out aman sebagai legit contender yang bisa ngimbangin siapa saja.

 

Jadi, pastilah pertemuan paling emosional yang dimiliki oleh acara ini, yang mempertaruhkan sabuk Intercontinental dengan pekerjaan itu bakal menutup acara malam ini kan?

Not even close.

The Miz dan Dolph Ziggler took the chance sekali lagi dan sukses delivering performances terbaik yang pernah mereka berdua tampilkan sepanjang karir mereka. Sungguh disayangkan memang partai semenarik ini tidak dimanfaatkan untuk mengirim penonton pulang dengan hati meriang, panas dingin oleh emosi. I mean, come on, Ziggler fought for his career and his honor. Dia berhasil menangkap hati kita sekali lagi despite keirrelevannya belakangan sebelum ini. Feud Miz dan Ziggler adalah apa yang membuat Smackdown pantes untuk kita pantengin minggu-minggu sebelum acara ini. Sedari awal kita sudah dibuat peduli. Pertaruhan karir melawan sabuk memang selalu sanggup bikin penonton genuinely concern. Secara teknikal memang tanding keduanya tidak seawesome pertemuan mereka di Backlash. Mereka mengulang spot yang sama, sebagai upaya memancing drama. Miz masih tetep menghina Ziggler dan Daniel Bryan sekaligus dengan menyerang pake jurus-jurus Bryan. Namun match yang sekarang ini lebih ngena lantaran betapa suksesnya mereka mengintegrasi psikologis cerita ke dalam alur pertandingan.

Ada simbolisasi menarik yang dilakukan oleh Miz saat dia menarik paksa sepatu Ziggler sehingga lepas sebelah. Sepatu adalah lambang pekerjaan. Miz ingin menunjukkan, dan menegaskan, bahwa dialah orang yang melepaskan Ziggler dari pekerjaannya. Bahwa atas ulahnyalah karir Ziggler harus tergantung. Tinggal sebelah lagi, dan itu benar-benar bikin intensitas match meningkat. Ziggler seketika tahu and worked his way out of kepincangan, membuktikan bahwa ia masih pantas mempertahankan sepatunya.

Di akhir pertandingan, justru Miz yang sekarang terlihat ingin menangis. Dia terlihat sangat hancur oleh kekalahan, and he should feel that way setelah segala kecurangan nyebelinnya, mulai dari semprotan Maryse, sampe ke manggil Spirit Squad. Setelah semua kata-kata hinaannya kepada Ziggler. Ini adalah cerita redemption bagi Ziggler, namun bagi Miz ini adalah peristiwa yang devastating. Dan kedua superstar memainkan perannya dengan excellent!

Kejuaraan tag team yang featuring Slater, who recently fight for his job juga, cukup menyenangkan. Slater punya koneksi yang compelling dengan Rhyno. Dia sudah jadi begitu likeable, denger aja histerisnya teriakan anak kecil saat Slater kena Samoan Drop. Si Kembar Uso, on the other corner, berhasil menjelma jadi heel yang threatening. Aku suka taktik mereka yang ngincer kaki lawan, double team finisher mereka keliatan legit sakit banget. Komentator sempet nyebut Umaga,

dan dang now I want to see Umaga melawan Rhyno dalam pertandingan extreme rules..

dan dang now I want to see Umaga melawan Rhyno dalam pertandingan extreme rules.. 😦

 

Semuanya toh menjadi ANTI KLIMAKS setelah partai Intercontinental berakhir. Undercard yang bisa kita saksikan sebagai pengisi waktu tidak memiliki dampak yang benar-benar wah, meski merupakan pertandingan yang cukup berisi. Nikki melawan Carmella was good but not fabulous enough. Jack Swagger melawan Baron Corbin berlangsung dengan tone yang bener, we get to see them brawl. Dan memang itulah yang ingin kita lihat dari dua superstar gede (badannya) ini; agresi, as feud mereka makin angot karena kebegoan wasit yang salah menafsirkan gestur struggle meraih rope Corbin sebagai tanda tap out. Mungkin kita sering lupa kalo Swagger adalah mantan juara dunia, dan orang ini sendiri enggak terlihat berusaha untuk mengingatkan kita kepada potensi maksimal yang disimpannya. Swagger need to do something different with his character, karena kalo enggak dia bakal lost in the shuffle again meski berada di brand yang pesaingnya relatif sedikit.

Main event acara ini sesungguhnya punya root yang pretty decent, namun Bray dan Orton terlihat lost dan jalannya match enggak berada di direction yang benar-benar mereka inginkan. Mind games yang seharusnya jadi tema, enggak kelihatan di sini. Instead, mereka malah konter mengounter, standing switch ngelakin jurus lawan. Kayak Bezita dan Goku kalo berantem, ditonjok-ngilang ke belakang, nonjok balik-eh si Gokunya bales ngilang-dan seterusnya. Haha I need to stop comparing WWE ama Dragon Ball.

Pertama Eater of the Worlds, lalu New Face of Fear, terus Predator. Can he just be the one that gets the win?

Pertama Eater of the Worlds, lalu New Face of Fear, terus Predator. Can he just be the one that gets the win?

 

Untuk sebuah pertandingan besar, Bray Wyatt lawan Randy Orton terkesan sebagai 15 menit iklan menjelang kemunculan Luke Harper. Ada juga big spot sih, Senton ke steel steps dari Bray itu asli sakit, tapi enggak cukup untuk buat kita melek dari bosan.

Pertarungan di No Mercy sejatinya adalah pertarungan rating. Debat kandidat presiden Amerika jadi alasan utama kenapa match card kali ini berasa kebalik, kayak dunia Bray Wyatt. Tayang beberapa jam lebih awal, No Mercy harus mastiin penonton melihat partai terpenting mereka. Karena bukan hanya pemirsa di sana pasti akan pindah ke acara Debat, segala percakapan social media akan menenggelamkan apapun trending yang dipancing oleh WWE. Simpelnya, WWE tidak ingin kejuaraan intercontinental dan kejuaraan dunia tidak tertonton dan tidak dibahas.

 

Bagaimana dengan Alexa Bliss? Well, cewek ini kasian banget. Pertandingan kejuaraannya dicancel karena Becky Lynch, lawannya, cedera. Dan Alexa harus kalah secara lemah di tangan Naomi,  her substitute opponent. Like, I get it formula ceritanya, karakter pengganti harus bikin Alexa ‘sibuk’ sampai Becky sembuh, namun seharusnya mereka bisa menulis jalan cerita yang lebih kuat untuk pertandingan ini. Booking cerita yang tidak membuat Alexa Bliss kehilangan begitu banyak momentum yang sudah ia bangun. Because she did get better, tantrum dan aksi heelnya semakin mulus, I guess kostum Harley Quinn sungguh memberikan confident boost buat Alexa yang in real life adalah penggemar komik.

 

 

 

Melakukan tindakan yang nekat dalam menyusun match card menjadikan acara ini highly enjoyable pada paruh pertama. Namun No Mercy suffers a lot menjelang penghabisan. Dari story stand-point, most of the matches decently delivered. Ada pengulangan formula cerita yang terasa, but it was only happened karena circumstances dari luar-perkiraan.
The Palace of Wisdom menobatkan match paling emosional dan berhasil naikin harga sabuk Intercontinental, The Miz melawan Dolph Ziggler, sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

Full Results:
1. TRIPLE THREAT FOR WWE WORLD CHAMPIONSHIP Juara Bertahan AJ Styles mengalahkan John Cena dan Dean Ambrose.
2. SINGLE Nikki Bella def. Carmella.
3. SMACKDOWN LIVE! TAG TEAM CHAMPIONSHIP Heath Slater and Rhyno retains over The Usos
4. SINGLE Baron Corbin mengalahkan Jack Swagger
5. WWE INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP VS. CAREER Dolph Ziggler proves he that damn good dengan merebut sabuk dari The Miz.
6. SINGLE Alexa Bliss kalah oleh Naomi.
7. NO DISQUALIFICATION Bray Wyatt menang atas Randy Orton.

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Our customized Kevin Owens shirt masih available di Merchandise section

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements