Tags

, , , , , , , , , , , ,

084712100_1476505952-op

 

Film supaya makin hits, caranya enggak cuma satu. Normalnya sih dengan promo marketing yang gencar dan unik untuk membangun antisipasi dari calon penonton. Cara ini bisa berkembang lagi dengan membuat a brand out of a movie. Makanya banyak film adaptasi dari novel laris, karena lebih gampang menjual sebuah merek atau judul yang udah dikenal luas ketimbang menjual sesuatu yang sama sekali baru. Hey, bahkan Inception (2010) bisa sukses karena dijual dengan nama Christopher Nolan sebagai merek dagang – dubbed as “A Christopher Nolan’s film” – bukan karena filmnya itu sendiri. Namun cara-cara promosi butuh biaya yang enggak kecil. Buat lesser known directors juga enggak bisa gitu aja bikin brand. Makanya ada satu cara lagi supaya film bisa dilirik publik; Dengan masuk/menangin penghargaan. Kita tentu akan penasaran ingin nonton film kayak gini, karena itu artinya kan si film dijamin bagus. Paling enggak buat juri-juri. Terlebih jika film itu mejeng di penghargaan bergengsi kayak Festival Film Indonesia, wuih!!

So yea, aku enggak terlalu mempermasalahkan soal kebiasaan FFI masukin film-film ‘Siluman’ (SInema beLUM tayang bikin penasarAN). Menurutku ini bisa membantu film-film yang bener-bener fokus ke kualitas, kayak Siti, pemenang FILM TERBAIK tahun 2015 lalu. Pada FFI 2016 kali ini juga terdaftar sekitar enam film yang belum rilis di bioskop, whether memang belum ada tanda-tanda masuk bioskop ataupun yang sudah ada jadwal-cuma belum tayang aja.

Namun, ketika ingin membuat prediksi, ya memang kita jadi susye. Film-film ‘Siluman’ mengganggu permainan tebak-tebakan, permainan simpel yang mampu membuat penonton yang cinta film tanah air merasa relatable dan dekat dengan film dan acara penghargaannya. Ada kesenangan, dan kebanggaan sendiri ketika film favorit kita, film yang jago-jagokan, turns out benar-benar menyabet kemenangan. FFI 2016 dengan nominasinya terasa distant, jauh tak-tertebak.

 

Nah, berhubung filmnya banyak yang belum bisa ditonton, aku pun gak bisa bikin prediksi FFI 2016 kayak yang kulakukan di Festival Film Bandung kemaren. Maka kuputusin untuk bikin overview dari nominasi-nominasi aja. Yaaah, semacam HONEST REACTION deh.. kayak di youtube kan lagi rame tuh video-video reaksi, misalnya video reaksi makan mi Sam Yang kayak gitu-gitu. Hanya bedanya blog ini tulisan hehehe

 

 

 

“Soal kategori-kategori ini aku bener-bener blank ya, enggak pernah nonton and it’s hard to guess what FFI will value dari kategori short movies. PRENJAK yang kita tahu pernah menangin something before, so yea…”.

 

 

 

cut1gcmukaeta9m
-“Hell yea, aku ingat anak-anak NTT itu pada bermain natural banget, keren nih kalo performance salah satunya dikukuhkan oleh Citra!”
-“Oh tentu dia bisa menang, kalo kategorinya Anak Terbaik dalam Peran Paling Annoying!”
-“belum nonton…”
-“umm.. I don’t remember that one”
-“The most compelling kid is in the house!!! Dan terutama enggak annoying!”

 

 

 

-“Melly Goeslaw dan Anto Hoed are on the roll!!”
-“Hey, how come film-film musikal enggak dapet kategori Musik dan Soundtrack? Berarti filmnya gagal dong..?”
-“keren banget nih kalo seni sepi ATHIRAH justru menang di Suara. Less is more!!”

 

 

 

-“Whiiii yang Penata Busana filmnya udah ku tonton semuaaa”
-“Production design selalu soal siapa yang paling believable mendudukkan penonton ke dalam dunia reka. Naturally pilihan ke yang period-period piece kayak ATHIRAH, RUDY HABIBIE…”
-“Kostum kayaknya penting banget buat hidup-mati film MY STUPID BOSSS, like, ‘penyamaran’ Reza jangan sampai terbongkar!..”

 

 

 

cut5xf3uiaapm_e
-“Aku pikir Efek Visual Terbaik itu harusnya untuk efek-efek yang really mendukung cerita. Dan enggak lebay.”
-“Doodle-doodle yang hidup di WONDERFUL LIFE sweet dan fun banget sih yaa..”
-“HEADSHOT is expected punya banyak praktikal efek yang bakal bikin kita meringis sambil takjub, mengingat ini adalah film action, but who knows – belum tayang kok..”

 

 

 

cut6p8auaaaja_c
-“Belakangan kayaknya kategori ini jadi simpel banget deh, asal ada eksterior landscape aja -,- #filmpemandangan”
-“Dilihat dari foto-fotonya sih SALAWAKU indah..”
-“Tapi ATHIRAH dan 3 SRIKANDI punya momentum visual yang ‘uhmmyea’ banget”
-“Yet somehow pemandangan dan cahaya SURAT DARI PRAHA masih terbayang di pelupuk mata”

 

 

 

-“Yaaay Penyunting Gambarjuga udah ditonton semua!! AADC 2 masih yang paling rapi dan punya tone yang mulus sih”
-“Buatku Sutradara adalah pertarungan antara Riri melawan Upi, karena hanya dua itu yang udah ditonton.”
-“Hasilnya? Well, yah, um, do I have to say that Riri Riza is the better one by a long shot?”
-“Lihat apa yang dia lakukan kepada ATHIRAH! Sedangkan My Stupid Boss was just another sketch comedy.”
-“Di kepala aku membayangin proses syut nya kayak gini; Riri ngacungin jari while mouthing “satu..dua..tigaa…now!” ngasi aba-aba Athirah waktu yang tepat buat menjawab salam ahahaha”

 

 

 

-“Jangan bilang SURAT DARI PRAHA enggak masuk Skenario Asli karena terkait kasus-yang-not-exactly-kasus itu..”
-“Serius ini, yang udah kutonton cuma AISYAH loh :0 I love the script tho! #GoAisyahGo”
-“Oke aku penasaran gimana wujud skrip film ATHIRAH.. banyak paragraf kayak novelnya kali ya?”
-“Aku suka banget baca Cado-Cado, aku punya semua bukunya!!! But this is about movie tho, so yea..”

 

 

 

cut1_czviaao4iu
-“Hahahaha Millyy!!”
-“some strange choices buat peran yang jadi nominasi sih..”
-“Presence TITIEK PUSPA strong banget dalam jajaran ini…”
-“Tapi kita tau, Raihaanun enggak pernah bermain setengah-setengah. It really comes to seberapa gede peran alumni Gadis Sampul ini di film yang belum bisa kita tonton”

 

 

 

cut2budumaamt93 –“Again, some strange choices….”
-“Sepertinya ATHIRAH jadi pilihan default deh di FFI kali ini ahahaha”

 
cut1bgnvuaqechl
-“Naaahhh kalo ini bukan sekadar ‘aneh’ lagi. Dobel aneh. Ajaib!”
-“Mirip sih mirip, tapi apakah bener-bener pantes untuk petantang petenteng nyandang gelar Terbaik?”
-“Penampilan yang bener-bener genuine di sini adalah dari Tyo Pakusadewo. Aku benar-benar ingin beliau yang menang, he deserves it, tapi ngeliat arahan FFI kali ini-ngeliat jejeran nominasi yang muncul… aku gabegitu yakin”

 

 

 

 

cut1ffmvuaath4j
-“Christine Hakim Maafkan Aku. Filmmu belum aku tonton.”
-“Oke, Sha Ine udah suksesful enough di award yang lain. Penampilannya amazing, can’t argue that. But please stop and consider this: apakah kita benar-benar mau menyebut Film Pemenang Award Nay yang Nyontek? Come on, Citra terlalu bergengsi untuk status kayak gitu.”
-“Kontes sebenarnya adalah antara CUT MINI dan ATIQAH HASIHOLAN. Keduanya sukses mainin rentang emosi yang luas. Kalo ini adu teriak sih Athirah yang kalah”

 

 

 
cut7amquiaey61c
“Sayang sekali aku belum nonton Salawaku. I really want to make a full-prediction di sini”
“Ini review ku untuk keempat nominee yang lain, please check them to understand the ground of my pick:
 https://mydirtsheet.com/2016/05/19/aisyah-biarkan-kami-bersaudara-review/ “Aisyah could make some surprise di sini tho, kalo ia menang di Skenario Asli.”
– https://mydirtsheet.com/2016/07/21/rudy-habibie-review/ “Sebagai biopik dan udah ngantongin FFB 2016 Rudy Habibie pantas dilirik, tapi sekali lagi, urgensinya berkurang lantaran dipasarin sebagai sebuah sekuel”
– https://mydirtsheet.com/2016/09/29/athirah-review/ “Athirah juga bisa ngejutin untuk alasan yang sama dengan Aisyah, hanya saja dia adaptasi”
 https://mydirtsheet.com/2016/01/28/surat-dari-praha-review/
“SURAT DARI PRAHA currently adalah film Indonesia dengan bintang emas terbanyak yang kukasih tahun ini, 8 dari 10. Aku mau film ini menang.”
“SURAT DARI PRAHA juga wakilin Indonesia di Academy Awards later this year. Aku yakin film ini berkans besar untuk menang Citra.”
-“Tapi aku punya perasaan the biggest upset bakal datang dari SALAWAKU, yang udah nyabet gelar film terbaik di AFI 2016.”

 

 

 

 

Sebagian besar waktu, aku memang dibuat shock oleh nominasi-nominasi di atas. Tapi bukan shock girang kayak yang aku rasakan waktu pengumuman nominasi Festival Film Bandung. Kali ini lebih ke shock bingung. Terutama about nominasi di departemen akting. Aku gak bisa really pinpoint ke arah mana penghargaan FFI, mana yang mereka berikan value lebih dari sebuah film. The nominess are somewhat kerasa random. Ada banyak yang kerasa mismatch. Kayak nominasi kategori pemeran pendukung yang dijatohkan kepada comedic relief yang enggak benar-benar punya dukungan apa-apa di dalam cerita filmnya. FFI 2016 hampir terasa seperti mereka sudah punya juara, then just mengisi nominasi pemeran yang lain dengan hura-hura. Terasa terlalu berusaha untuk beda dengan yang lain. Meski FFB 2016, dengan nominasi-nominasi yang lebih berasa idealismenya, berakhir dengan agak favor ke mainstream. Aku berharap FFI 2016 bisa menonjolkan idealisme mereka di acara puncak nanti.

Nominasi-nominasi toh sepenuhnya hak yang punya hajat, you know. Mau bener-mau salah. Kita enggak bisa protes ini gak masuk, si anu lebih pantes. Mereka punya aturan sendiri. Namun kita bisa ngingetin bahwa penting bagi sebuah awards bergengsi untuk punya idealisme. Film-film yang mereka apresiasi sejatinya akan dijadikan pedoman tontonan oleh penonton. Bukan sebaliknya; awards tidak perlu memberikan penghargaan solely kepada yang paling populer.

 

Semoga FFI 2016 makes right choices di Taman Ismail Marzuki, Jakarta 6 November mendatang.

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements