Tags

, , , , , , , , , , , , ,

wwe_hell_in_a_cell_2016_official_poster_by_jahar145-dakxpn8

 

Yup, poster acara ini aja udah cukup bikin merinding. Tiga-puluh-tiga kali sudah pertandingan Hell in a Cell diadakan di arena WWE. Umum diketahui pertandingan ini adalah jenis yang bisa mempersingkat karir, they can’t just scripted out the real risk behind throwing bodies against the cell structure. Mick Foley dan Undertaker adalah keajaiban dan kita tahu keajaiban enggak terulang dua kali. Makanya belum ada kontestan cewek yang melangkah masuk ke dalam pertandingan kandang WWE ini. Well, up until now.

Sasha Banks dan Charlotte mungkin saja adalah pekerja wanita terkeras di WWE sekarang ini, dan mereka lebih dari siap untuk mengukir sejarah. Faktanya adalah divisi wanita di WWE sudah bukan lagi jadi alasan kita untuk beranjak ke belakang. Mereka adalah sekumpulan atlet elit yang siap untuk bersaing sembari entertain the universe. Rasa merinding itu kian bertambah ketika WWE bener-bener ngepush status pertandingan Hell in a Cell mereka dengan menjadikannya sebagai main event. Penutup acara. Kalo kalian belum kebayang se-big deal apa sih cewek jadi partai utama dalam pertandingan berbahaya, try to sink this in for a minute: It never has been done before.

Ada perkataan lama menyangkut soal menjadi yang-pertama; Jika sukses, maka engkau jadi pahlawan – Jika tidak, engkau akan dianggap penjahat dan namamu tidak akan pernah terdengar lagi. Tekanan gede memang membayangi kedua superstar cewek ini. Pada dasarnya, jika Vince McMahon demen ngeliat pertandingan mereka, besar kemungkinan kita akan makin sering melihat Sasha, atau Charlotte, atau tentu saja superstar cewek lain tanding di Hell in a Cell, or gimmick matches, berikutnya, atau bahkan kita akan makin sering ngeliat pertandingan wanita jadi penutup acara dengan gemilang. BUT jika Vince enggak suka, maka bisa jadi pertandingan ini menjadi yang pertama dan terakhir kali buat divisi wanita dikasih kesempatan untuk menjadi main attraction

 

Toh presentasi dan usaha penampilan dari Sasha Banks dan Charlotte bener-bener nunjukin pertandingan sekelas main event. Level ‘brutal’ Hell in a Cell juga terdeliver greatly. Padahal match HIAC Owens melawan Rollins yang jadi mid-point acara sudah meng-set the violence bar cukup tinggi, loh. Sasha dan Charlotte menambahkan sedikit drama untuk ngejual gimana berbahayanya pertandingan besar mereka. Meski kalo dipikir agak ga make sense sih, but drama sebelum bel mulai berdering tersebut worked really well, kita jadi peduli akan kesehatan mereka, terutama Sasha.
Serius deh, Sasha Banks BENER-BENER BIKIN MERINDING karena ngeri dalam match ini. Doi perlu banget buat ngurang-ngurangin mendarat on her neck and on her head! It looks really dangerous. Aku suka gimana Sasha selalu total. Like, setiap dia tanding, Sasha dengan berani ngambil bumps berbahaya. Dalam HIAC ini, Sasha dipowerbomb ke meja komentator, disidewalk slam ke kursi, punggungnya dihajar berkali-kali ke kandang. They want to sell the story tentang gimana tubuh Sasha just finally couldn’t take it anymore. Great in-ring story yang tergambar oleh great action, tapi demi longevity karirnya, plis main aman dikiiittt. Aku nonton ini pas di malam halloween, and yea the match really terrify me on some level. Aku yakin kita semua enggak mau Sasha Banks berakhir kayak Daniel Bryan.

 this is very surreal to see, how did the table explode like that?

She’s, like, bouncing on the neck, and the table just explodes like that, hiii!

 

Hasil kontes mereka sendiri memang sangat tak-terduga. Saat entrance, ngeliat Charlotte datang dengan ditandu layaknya ratu; aku menyangka adegan tersebut bakal foreshadowing Charlotte leaving the ring dengan ditandu, as in, ditandu medis. But then, Sasha keluar disambut sambutan gempita seantero kampung halamannya dengan naik Cadillac bareng cowok-cowok ala bodyguard. Really bossy entrance, tapi aku sedikit terganggu denger musiknya yang diedit secara gak perlu oleh WWE sehingga sekarang jadi ngeloop di bagian yang ituitu melulu. Anyway, kalian ingat dong apa yang terjadi ketika terakhir kalinya Sasha Banks keluar pake sabuk dengan entrance kayak begini.. So I really don’t have a clue siapa yang bakal menang. Kita hanya bisa ngarep. Dan hasil akhirnya bakal bikin kita cengo karena it was happen just like that, sekuen endingnya yang melibatkan meja terkesan gagal melepaskan semua build-up dengan gede.

Dugaannya adalah momentum dan berat fisik wanita enggak klop untuk menghancurkan meja, maybe WWE musti bikin meja khusus sesuai berat superstar cewek. Menurutku sih, they already did the measurements, hanya saja Charlotte salah ambil meja di awal. Meja ‘kuat’ yang di ending harusnya adalah meja yang dipake untuk adegan Charlotte jatuh dari pinggir ring, it was designed to support her fall so Sasha could splash her down or something. Tapi yang kita lihat adalah, spot tersebut jatohnya datar karena begitu Charlotte mendarat, mejanya rubuh abruptly. Kemudian Sasha mengambil meja kedua; meja ‘kuat’ yang terpaksa dipakai untuk adegan ending, resulting dengan mejanya enggak patah-patah meski Sasha udah dilempar ke atasnya dua kali.

It was a BRILLIANTLY-PERFORMED HIAC match walaupun secara teknis endingnya jadi “meh?” WWE kejam juga bikin Sasha kalah di kampung halaman dengan reign championship yang singkat. Dua kali juara, keduanya sama-sama singkat. Tapi aku enggak ngeluh-ngeluh banget, karena they do need to do that buat ngepush streak 13 kemenangan ppv nya Charlotte. And also karena aku strive for Sasha untuk kembali jadi karakter heel. Persona Boss nya enggak bekerja dengan baik the way they wrote her as a face.

 Merpati-merpati putih harusnya beterbangan di sekitar ring setiap kali Rollins atau Sasha makek Frog Splash sbeagai tribute untuk Eddie Guerrero

Merpati-merpati putih harusnya beterbangan di sekitar ring setiap kali ada yang makek Frog Splash sebagai tribute untuk Eddie Guerrero

 

 

Ada tiga pertandingan HIAC di Boston malam itu, dan WWE sukses menghantarkan feel dan cerita yang berbeda melalui ketiganya. Rusev dan Roman Reigns worked through a decently brutal brawl HIAC match. Kejuaraan United States itu awalnya terasa biasa saja, keduanya cuma bergantian saling melempar lawan ke dinding kandang. Namun aksi dan tensinya terus terbangun. Begitu rantai diperkenalkan oleh Rusev di tengah match, jalannya pertandingan udah mulus dengan banyak tukar-menukar offense yang menarik. I could watch Roman kalo matchnya bagus kayak gini. Bintang kontes ini tak-pelak memang Rusev. He took a lot, he gave much needed actions and story. Aku sendiri ngakak banget ngeliat tulisan U.S. Champ gede di bagian pinggang attire yang ia kenakan. Yang cukup penting untuk diperhatikan sepanjang match ini adalah gimana emosi dan reaksi Rusev terasa lebih mengena dibanding biasanya. Mungkin karena pengaruh jenggotnya, we see more of his face now, dia tampak lebih gampang direlate to. I think Rusev yang sekarang punya ‘modal’ untuk dikembangkan jadi tokoh face. Dan dia sudah lebih dari pantas untuk berlaga di main event picture.

Cerita dan aksi yang paling intens datang dari HIAC untuk Kejuaraan Universal. Ada banyak spot-spot keren dan brutal dilakukan oleh both Seth Rollins dan Kevin Owens. Sekuens tuker-tukeran superkick mereka bener-bener menegangkan dan perfectly executed. Banyak near falls juga. Rollins looked really strong here. He literally shows strength dengan ngepowerbomb Owens ke dua lapis meja. Kendatipun gitu, kandang itu beneran jadi NERAKA BUAT ROLLINS karena dia harus berjuang melawan dua orang sekaligus. Ya, di tengah match, Chris Jericho dateng mengunci dirinya sendiri di dalam kandang. Adegan gimana ia bisa masuk dimainkan dengan kocak oleh Owens yang pulling the trigger. Actually, antic dari Owens juga sangat mendorong pertandingan ini menjadi semakin menarik. It was so funny at times. Adegan Owens bingung ngeset meja yang kepentok kandang was pure comedy gold yang enggak comes off dibuat-buat. Intense, fun, with interesting story continuation, FANTASTIC! Satu-satunya hal buruk dari pertandingan ini adalah match-match biasa sesudahnya jadi terasa dua kali lebih menjemukan daripada yang surely sudah diantisipasi oleh WWE.

 

 

just made it into the stupid idiot list!

just made it into the stupid idiot list!

 

Bukannya mau bilang ada masalah sama pertandingan kayak Bayley lawan Dana ataupun tag team antara Enzo dan Big Cass melawan Anderson dan Gallows. They were fine matches. Booking nya pun reasonable. Hanya saja terasa mati. Seolah tidak ada depth di dalam partai mereka. Dana pulls klasik move, fokus menyerang pada satu bagian tubuh Bayley, namun penonton seem off due to selling yang kurang meyakinkan. Penonton heboh saat Enzo dan Big Cass megang mikrofon, tetapi mereka hening enggak really peduli ketika The Club got the upper hand dengan ‘mengerjai’ Enzo. Yang sukses bikin penonton perhatian adalah hubungan partner yang unik antara Cesaro dan Sheamus. Mereka masih keliatan saingan sekaligus juga pengen jadi juara. Crowd are into this dynamic only to be disappointed by the result of the match itself. Aku honestly enggak ngerti kenapa WWE masih terus mengulur-ngulur kekalahan New Day. I mean, denger aja sendiri reaksi penonton terhadap juara tag team tersebut; udah kering, enggak lagi seloud yang kemaren-kemaren.

Ultimately, atmosfer paling hampa terjadi pada kejuaraan Cruiserweight. Dalam review Clash of Champions yang lalu aku udah nyinggung soal T.J. Perkins kudu cari fokus karakternya, and looks like he did nothing sehingga tetep karakternya ngambang. Omongannya yang masukin istilah-istilah video game berdering hampa, malah bikin nyengir. Kayak segmen backstage antara Stephanie dan Mick Foley. Dan gaya ngedabnya, why? Please stop trying to be hip like that. Pertandingan dengan Brian Kendrick terasa enggak ada energi sama sekali. Koreografi gerakannya kayak lagi menari bareng alih-alih lagi berkompetisi. Much like adegan kelahi Anakin melawan Obi Wan di Revenge of the Sith (2005); enggak kerasa intensitasnya. Penonton malah lebih masuk ke dalam saganya Brian Kendrick (“get a haircut, hippie!!”). Salah satu alasan kenapa ending match ini failed adalah karena penonton sudah bisa menerka siasat Kendrick, namun Perkins dengan begonya mengkhawatirkan Kendrick. Perkins fell for it out of just dumbness, penonton mana bisa konek dengan karakter kayak gitu.

 

 

 

 

Hell in a Cell 2016 menyuguhkan tiga pertandingan HIAC yang benar kerasa distinctive satu sama lain. It is really good WWE bisa nemuin cara menggunakan gimmick kandang tersebut sebagai device dan environment demi memajukan storyline yang berbeda. Kita melihat kandang yang pertama sebagai arena duel. Kandang yang kedua sebagai confined space, the literal hell buat Seth Rollins. Dan cell ketiga sukses berat mendorong status kompetitor wanita. Namun acara ini tidak bisa menjadi lebih dari ‘good’ lantaran beberapa booking yang mendorong kesabaran fans, yang membuat kita terlepas dari urgensi acaranya. Match-match standar juga jadi kehilangan semangat. Mungkin mereka harus menjadikan semua pertandingan jadi HIAC? Or better yet, mungkin mereka perlu mengembalikan konsep HIAC sebagai pertandingan yang hanya jadi babak penentu sebuah feud saja.
The Palace of Wisdom memilih Kevin Owens melawan Seth Rollins di dalam Hell in a Cell sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

 
Full Results:
1. WWE UNITED STATES CHAMPIONSHIP HELL IN A CELL Roman Reigns bertahan mengalahkan Rusev.
2. SINGLE Bayley mengalahkan Dana Brooke
3. TAG TEAM Luke Gallows dan Karl Anderson def. Enzo dan Big Cass
4. WWE UNIVERSAL CHAMPIONSHIP HELL IN A CELL Kevin Owens retains over Seth Rollins
5. WWE CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIP Brian Kendrick jadi juara baru ngalahin T.J. Perkins.
6. RAW TAG TEAM CHAMPIONSHIP Cesaro dan Sheamus menang DQ atas The New Day.
7. RAW WOMEN’S CHAMPIONSHIP Charlotte merebut juara dari Sasha Banks.

 

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements