Tags

, , , , , , , , , , , , ,

“Believe the best of every person.”

 

fantasticbeastsandwheretofindthem-poster

 

Ini adalah film kesembilan dari Harry Potter Universe (wow, imagine that!), dan actually ini adalah kali pertama kita nonton sesuatu dari dunia penuh sihir tersebut tanpa perlu mengkhawatirkan apakah cerita filmnya sama atau enggak dengan yang di buku.

Fantastic Beasts and Where to Find Them tadinya cuma buku saku tambahan dari novel Harry Potter. Gimmicknya adalah buku tersebut merupakan salah satu buku pelajaran kepunyaan Harry Potter di Hogwarts. Isinya ya seputar pedoman Pemeliharaan Satwa Gaib untuk anak tahun pertama, ditulis oleh Newt Scamander. Semacam mini ensiklopedi gitu deh. Ada daftar satwa-satwa gaib lengkap dengan deskripsi dan klasifikasi mereka menurut Kementrian Sihir. Aku dulu sampe ngetik ulang isi bukunya, karena waktu itu aku cuma minjem dan aku langsung terjual ke dunia khayal begitu membaca Acromantula berasal dari rimba Kalimantan. Yea, I was that nerd.

Oke, I still am. Malah lebih excited lagi begitu tahu kalo J.K. Rowling sendiri yang akan menulis screenplay film yang direncanakan bakal jadi lima seri ini. Rowling sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu penulis dengan imajinasi paling luar biasa yang masih aktif menulis sekarang ini. Buku suplemen fiksi tanpa kisah berhasil disihirnya menjadi sebuah CERITA PETUALANGAN YANG MAGICAL, penuh sense of wonderfulness, berwarna oleh makhluk-makhluk keren dan tokoh-tokoh yang menyenangkan. Aku suka sekali sama design satwa-satwa sihir tersebut, semuanya terlihat begitu imajinatif dan keren dan sukses bikin sifat kanak-kanak di dalam diriku nongol lagi keluar. Aku mau berteman sama makhluk-makhluk ituuu! Aku mau punya Niffler, aku mau punya Demiguise, aku mau punya Thunderbird. Heck, punya Bowtruckle aja pasti kerennya luar biasa!

Dunia yang kita pantengin selama kurang lebih dua jam penuh oleh hal-hal yang bikin kita takjub. Sama seperti dalam buku-buku Harry Potter; membangun universe yang koheren dan kita-tahu-itu-dunia-reka-namun-terasa-tetep-nyata adalah keahlian dari J.K. Rowling. I really enjoyed this movie, I love it.

 it’s still real to me dammit

It’s still real to me dammit!

 

Sebelumnya, kita hanya denger selentingan soal Newt Scamander yang jadi tokoh utama film ini. Kita tahu dia dikeluarkan Hogwarts dari asrama Hufflepuff dan kemudian mendedikasikan hidupnya sebagai Magizoologist. Film ini mengambil latar tujuh-puluh-tahun sebelum Harry Potter membaca buku yang ditulis oleh Newt. Di kota New York kala itu, Newt Scamander transit sebentar dari perjalanannya keliling dunia demi ngumpulin makhluk-makhluk buas nan langka dunia sihir. Hewan-hewan tersebut dianggap berbahaya oleh penyihir, yang biasanya bakal segera membasmi mereka di tempat. Namun Newt yang eksentrik malah ingin mencari mereka semua, merawat dan mempelajari. Karena Newt merasa satwa-satwa tersebut tidak bermaksud to do any harm; Penyihir dan those creatures bisa hidup berdampingan. Basically, Newt Scamander ini kayak Hagrid versi yang jauh lebih berkompeten. Dalam artian, Newt mengerti potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh makhluk-makhluk itu sehingga dia mencoba pelajari cara terbaik untuk membangun relationship dengan masing-masing mereka. Jadi, begitu koper tempat dia menangkar mereka terbuka dan beberapa dari satwa tersebut terlepas ke kota, Newt pun dengan sigap go around the city to find them all sembari mencoba dengan segenap kemampuannya untuk menjaga tidak seorangpun, baik dari komunitas penyihir ataupun komunitas no-maj (sebutan orang Amerika untuk muggle), mengetahui apa yang sedang terjadi.

Eddie Redmayne memainkan tokoh Newt Scamander dengan gemilang. Kita rasakan sisi rapuh seorang introvertnya yang bikin kita peduli dan root for him to be sukses. Secara karakter, dia sangat gampang untuk disukai, penokohannya sangat easy untuk diakses oleh masing-masing penonton. Pembawaan Redmayne yang jarang kontak mata kalo lagi ngomong membikin tokoh Newt Scamander ini tampak begitu piawai menyembunyikan pahit masalalunya tanpa sekalipun terasa klise.
Juga dibahas relationship antara Newt dengan Porpentina yang kita tahu bakal jadi istrinya. Tokoh Porpentina yang diperankan manis oleh Katherine Waterston adalah mantan auror yang berusaha mengembalikan jabatannya. Tina akan berkeliling ke setiap sudut kota, menginvestigasi, mencari hal-hal aneh yang terjadi yang berhubungan dengan dunia sihir. Tina punya saudari bernama Queenie yang merupakan seorang legilimens handal. Menurutku, Queenie adalah karakter yang menarik; dia bisa membaca pikiran terdalam orang-orang, apakah hal tersebut yang membuatnya selalu tampak gembira, that ia melihat sisi terbaik dari semua orang?

Ada peraturan yang ketat yang mengatur soal kerahasiaan komunitas sihir di Amerika tahun 1926 itu. Tahun yang gelap, penuh kejadian misterius. Penyihir hitam was on a rise. Lepasnya satwa-satwa Newt menambah pelik suasana. Kecurigaan non-penyihir pun semakin besar, mereka takut dan penyihir menderita karenanya. Anak-anak diperlakukan kasar dan keras, demi menghilangkan kekuatan sihir yang dicurigai ada dalam diri mereka. At heart, film ini adalah cerita tentang perjuangan untuk keluar dari persembunyian prasangka. Newt Scamander menunjukkan kebesaran hati, percaya pada yang terbaik dari setiap makhluk, dia berjuang untuk membuat orang-orang melihat semua itu. Sebuah sikap yang mestinya dimiliki semua orang yang hidup dalam komunitas yang beragam.

 

 

Fantastic Beasts bukanlah downright sekuel atau prekuel, melainkan extended version dari Harry Potter Universe. Sebagaimana film-film remake, reboot, spin-off, atau apapunlah namanya, film ini tentu saja juga punya elemen yang mengikat dirinya dengan installment sebelumnya. Akan tetapi tidak seperti film-film spin-off lainnya, Fantastic Beasts tidak melakukannya dengan berlebihan. Kita tidak dituntut untuk melek dan bersorak girang setiap kali mendengar nama yang tak-asing disebut. Kita tidak didorong untuk mencari referensi-referensi. Untuk bisa menikmati film ini, kita tidak harus menjadi Potterhead hardcore. Karena sesungguhnya YANG PALING KEREN DARI FILM INI ADALAH CARANYA TERBANGUN, CARANYA TERBENTUK SEBAGAI SEBUAH CERITA YANG UTUH.

David Yates adalah orang yang menangani empat film terakhir Harry Potter dan dalam film Fantastic Beasts kelihatan sekali bahwa dia sudah sangat paham dengan dunia ciptaan J.K. Rowling ini. Apa yang Yates bawa ke semesta ini adalah arahan dan sense yang hebat menuju sekuens aksi yang seru. Dan tentu saja dengan spesial efek yang mencengangkan. Yates juga paham betul caranya membangun karakter dengan perlahan sehingga sukses membuat penonton menghargai universe ini tanpa harus bergantung kepada pengetahuan kita tentang dunia sihir. Di tangan J.K. Rowling, David Yates, dan seluruh tim kreatif, film ini menjelma menjadi sebuah TONTONAN YANG BERDIRI SENDIRI.

Mereka berhasil membangun dunia baru-tapi-lama. You know, kita enggak perlu nonton kedelapan film Harry Potter, ataupun membaca ketujuh novel dan buku pelengkapnya untuk bisa mengapresiasi dan mengerti kisah film ini. This is an independent story yang bisa dinikmati bahkan oleh orang yang enggak tahu apa-apa soal Harry Potter. Ini juga adalah tipe film yang dimaksudkan sebagai pondasi yang setting up untuk sekuel yang membuat kita excited untuk seri berikutnya tanpa terasa kaku sebagai film set up semata. Fantastic Beasts punya awal-tengah-dan penyelesaian yang membungkus ceritanya.

Memang ada banyak momen-momen yang eskposisi abis. Film ini butuh untuk menjelaskan ‘peraturan’ dunianya dengan cukup sering. Heavy eksposisi tersebut sebagian besar akan dideliver lewat tokoh Jacob Kowalski yang diperankan dengan sarat hiburan oleh Dan Fogler. Peran karakter nomaj yang ingin buka toko bakery sendiri ini lebih dari sekadar wakil para penonton. Maksudku, Jacob adalah karakter yang bakal terus-terusan terpana dan bertanya tentang apa yang terjadi, lantas seseorang akan menjelaskan dunia sihir tersebut kepadanya. Yang sebenarnya adalah menjelaskan kepada kita, para penonton. Kadang penjelasan yang kita dan Jacob dapatkan memang terdengar ‘ngajarin’ kayak di sekolah. Namun dari perspektif penokohan, Jacob is such a very good character. Tidak pernah ia terasa menyebalkan. Tidak pernah ia kayak sidekick yang enggak ngelakuin apa-apa. Perannya actually menyumbang banyak untuk cerita. Dan sumbangan tersebut juga tidak terbatas sebagai comedic relief. Menjelang akhir, Jacob Kowalski akan bertanggung jawab sudah membuat seisi studio berkaca-kaca.

“Worrying makes you suffer twice”

“Worrying makes you suffer twice”

 

 

Makhluk hidup paling berbahaya di atas dunia adalah manusia. Newt Scamander berkata demikian. Kita akan saling menyerang mengatasnamakan kemanusiaan. Kesempatan apa yang dipunya makhluk-makhluk langka di hadapan manusia yang biasa saling menyerang hanya karena sedikit perbedaan; beda warna kulit, beda kepercayaan, beda pendapat.

 

Kalo dilihat-liat, elemen outer cerita film ini sedikit mirip sama Goosebumps (2015). Sama-sama tentang petualangan mengembalikan monster yang terlepas. Dan sama-sama super menyenangkan bagi fans berat bukunya. Film ini juga punya banyak adegan-adegan menghibur namun enggak semuanya terasa bener-bener klop dengan cerita. Bertuturnya agak kurang rapet. Begitu juga dengan editingnya. Paling kerasa adalah pas di awal-awal; quick shot yang terlalu cepet membuat adegan pertemuan Newt dengan Tina rada messy.

 

 

 

Screenplay original dari J.K. Rowling yang nunjukin betul betapa imaginatifnya penulis ini. Penonton akan menyukai petualangan yang disuguhkan bahkan meskipun jika mereka bukan penggemar seri Harry Potter. Ataupun belum pernah membaca buku-bukunya. Kekuatan terbesar film ini adalah ia mampu berdiri sendiri sebagai satu film yang utuh. Ia tidak terlalu terasa sebagai film set up. Ia tidak mengandalkan nama besar dan referensi installment terdahulu. Karakter-karakter yang accessible dan kocak, makhluk-makhluk CGI yang keren dan memuaskan khayalan, mantra-mantra yang bikin fans melepas rindu. Ini adalah pengalaman menonton yang menyenangkan bagi setiap yang menontonnya. Bikin excited dan gak sabar nunggu film berikutnya berkat karakter-karakter yang ditulis. Kalian mencari fantastis? Well, here you will find them.
The Palace of Wisdom gives 7.5 out of 10 gold stars for FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM.

 

 

 
That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

 

 
We? We be the judge.

Advertisements