Tags

, , , , , , , , , , , , ,

w12605-copy

 

Ketika dunia entertainment 2016 mulai tren dengan seteru antarkubu; kita liat tim Captain America bentrok ama tim Ironman, tim X-Men ngelawan tim Horsemennya Apocalypse, bahkan Batman saingan ama Superman, WWE – yang sudah sejak 30 tahun yang lalu rutin tahunan nyelenggarain kompetisi yang melibatkan unlikely pairings – enggak mau ketinggalan dong.

Sekali lagi mereka memisahkan para superstars ke dalam dua brand berbeda, Raw dan Smackdown(live!), buat ngebuild acara ini. And they did a pretty decent job menghadirkan nuansa berbeda dari kedua show tersebut. Setiap minggu fans terpuaskan antara oleh hiburan pure action dengan dramatic storytelling. Ada lebih banyak fresh feud  dengan lebih banyak talent yang terlibatkan. We have led to believe Smackdown lebih baik in every ways dari Raw yang bosenin. It’s all about rating. Dan itu semua diharapkan dapat membuat stake dari acara yang digadangkan sebagai FANTASY WARFARE ini semakin tinggi. Bikin kita yang nonton semakin greget, apalagi mereka menambahkan stipulasi; brand yang menang akan bisa menarik tiga superstar dari brand yang kalah. Tim manakah yang lebih baik; Merah atau Biru?

Tentu saja pemenangnya adalah kita, para penonton yang mantengin tiga-jam acara sambil teriak-teriak sampe serak.

 

The drawback adalah there’s not much behind every match yang bikin kita actually care. Oke mungkin masing-masing kita jagoin tim yang berbeda but the outcome doesn’t really matter to us. WWE was fully aware of this maka mereka membuat match traditional tag-team tersebut sebagai fasilitas untuk mengangkat personal feud dalam masing-masing brand. Pertandingannya didesign untuk ‘memperbaiki’ brand yang tertinggal demi ngebuild acara ini. Pada akhir acara, Raw menang 3-2, dan hal tersebut membuktikan bahwa brand merah butuh lebih banyak sorotan. Did it hurt Smackdown tho? Di sinilah di mana tim kreatif nunjukin pulpen mereka masih kental oleh tinta. Smackdown memenangkan pertandingan tim paling penting in honor of its own credibility. They even bring back the Undertaker untuk mengimbangi goncangan yang bakal menimpa roster brand tersebut.

Ini bukan semata soal menang atau kalah, Survivor Series 2016 adalah euphoria servis kepada fans dengan banyak highlight aksi keren.

 

Pertandingan divisi cewek, contohnya. It was mainly to corporate the upcoming feud antara Bayley dengan Raw’s Womens Champion Charlotte. Dari sisi Smackdown kita diberikan cerita misteri soal siapa yang menyerang Nikki Bella di backstage, membuat pacar John Cena ini tidak dapat tampil bertanding. Ia digantikan oleh Natalya yang mendapat sambutan layaknya tokoh babyface lantaran acara ini berlangsung di Toronto, Kanada – tempat Natalya berasal. Pertandingannya sendiri terasa seperti game party. It was fun, it was interesting apalagi saat melihat mantan Four Horsewomen versi NXT; Bayley, Sasha Banks, Becky Lynch, dan Charlotte bergantian bertemu di tengah ring. Setiap cewek dapat spotlight masing-masing. Nia Jax dominan banget, kocak dan nakutin melihat dirinya di-push seolah cewek ini bisa menghabisin the entire Smackdown team. Ada sedikit miskomunikasi but overall the pace was good. Aku suka German Suplex dari Natalya yang bersih banget. Charlotte membabi buta dengan Big Bootnya, ia sukses bikin tepar tiga orang dengan move itu. Di samping akting Nikki yang jelek dan unconvincing tap-out dari Nia, the match was not bad.

dan ini pertama kali aku enggak dukung Sasha, karena ada Alexa nyaaawwww

dan ini pertama kali aku enggak dukung Sasha, karena ada Alexa nyaaawwww :3

 

Aksi-aksi seru nan menyenangkan terbawa sampai ke pertandingan Traditional Survivor Series antara tag team Raw dengan tag team Smackdown. Awalnya sedikit messy sih, dengan eliminasi yang terasa sudden dan beberapa botch, namun hal-hal minor tersebut enggak bikin kita teralihkan dari sekuens yang nice dan intense yang tercipta dari showdown antara tag team yang terlibat.

Bekerja sama dengan Clobberin’ Store yang jual kaos homemade WWE online, mydirtsheet.com actually nyelenggarain nonton Survivor Series bareng di Warung Darurat, Bandung. Suasana paling pecah peserta nobar salah satunya ya datang dari saat match tag team tersebut. We were chanting along Enzo and Big Cass, ngebooin The Shining Stars yang dengan kaos merah bagi-bagiin brosur jadi kayak SPG airasia, dan bareng-bareng ngakak ngeliat kelakukan Sheamus dan Cesaro. Setiap talent tag team ini memang punya pesona sendiri.
Masalah kecil adalah pace mereka yang cepet sehingga kita enggak sempat sink in the loss saat ada tim yang tereliminasi. Puncak pertandingan yang really delivered terjadi di menit-menit terakhir antara Cesaro-Sheamus yang mewakili tim Raw melawan The Usos di pihak Smackdown. Aku sendiri lumayan surprised sama hasilnya. Aku nyangka pertandingan ini akan nyamain kedudukan, dan I thought bonds antara anak kembar akan lebih kuat dari pertemanan enggak-akur. Keempat orang ini bermain awesome (kecuali 619 Cesaro, I’m not fan of it), berhasil mengeluarkan intensitas pertandingan ini. This is actually the first time kita bakal menghitung skor tim mana yang lebih unggul.

 

Pada pertandingan Traditional Survivor Series terakhirlah, cerita paling banyak terintegral. Kita melihat karakter Dean Ambrose bersinar di sini, yang lead us ke THE LONG AWAITED REUNI SINGKAT THE SHIELD YANG KEREN BANGET. Meski sebagian besar waktu Reigns tetep diboo abis-abisan, terlebih begitu dia tinggal sendirian sebagai wakil tim Raw. Kita akhirnya dapet nyaksiin Wyatt Family comes off strong di posisi puncak. Aku beneran girang karena arahan match ini sedari awal kayak berdedikasi sekali untuk membuat Roman terlihat kuat. Kita nyaksiin Owens dan Jericho yang sepertinya mulai berbelok. Berhias banyak spot-spot keren. AJ Styles masih fenomenal mengeksekusi moves. RKO lawan anything flying selalu dahsyat untuk dilihat. Shane McMahon, meski kalo mukul kurang intens, namun gerakan berani matinya tetap tidak ada lawan. Juga ada emotional moments. There’s this particularly real emotion saat Orton breaks his character, dia ketangkep kamera sedang ngobrol nenangin anak Shane di barisan penonton, ketika Shane landed wrong and legitly hurt setelah terkena Spear di tengah udara oleh Roman Reigns. Good to know a lot of them look out for each other. Dan of course ada bagian-bagian kocak, terutama yang involving James Ellworth yang jadi maskot tim Smackdown, yang eventually punya peran besar membuat mantan lawan pertamanya (yang juga besar; Braun Strowman) di WWE kalah karena count out.
THE MATCH WAS A VERY HUGE FANS SERVICE, namun feels terlalu cramped dan enggak fokus. Kayak nonton film yang enggak jelas tokoh utamanya siapa. Ada begitu banyak cerita yang bergantian, pertandingannya pun terasa agak terlalu panjang.

 

Ngomong-ngomong soal panjang…..

 ayo sebutkan hal yang lebih panjang dari match Goldberg lawan Lesnar

coba ayo sebutkan hal yang lebih panjang dari match Goldberg lawan Lesnar!

This is be third singles non-title match to main event Survivor Series, and a first since 2000. Goldberg dan Brock Lesnar dihype sebagai megamatch yang biasanya hanya berani diimpikan oleh orang-orang yang bermain video game. Pertemuan terakhir mereka adalah di Wrestlemania XX 12 tahun yang lalu, and admittedly matchnya sangat jelek. Jadi sebenarnya enggak susah buat mereka berdua mengungguli sejarah. Namun ketika kita mulai mempertanyakan kepredictablean WWE, they tend to always surprised us. Mungkin karena ngeri matchnya jadi jelek lagi, atau mungkin karena ada yang enggak fit – atau malah ada yang lagi di’hukum’, partai utama acara malam berakhir enggak lebih dari lima menit. In fact, the match is only lasted about 1 minute and 33 seconds mark.

Sungguh mengejutkan.

Padahal video sebelum match nya aja sangat intens dan emosional. Banyak orang yang enggak puas, namun menurutku pribadi, psikologi dari ceritanya cukup masuk akal. It played out as Lesnar yang ngeremehin Goldberg. Ketika ia didorong oleh Goldberg, Lesnar tampak kaget dan gugup. And the rest datang out of nowhere buatnya. Lesnar benar-benar mainin perannya dengan baik, he sold the Spear seolah jurus tersebut meremukkan dadanya. Sepertinya ini akan membawa kita ke pertemuan mereka yang ketiga, yang mungkin saja berlangsung gede-gedean – dengan stipulasi yang maut pula.
15095042_10154929798663641_5631072910613026662_n

 

 

Acara ini juga menyuguhkan pertandingan kejuaraan Intercontinental dan Cruiserweight, yang apabila the respectful champion kalah maka sabuk yang dipertaruhkan akan dibawa ke brand asal penantangnya. Sayangnya, kedua hasil pertandingan ini sama-sama dibook rather poorly.

Cruiserweight sebenarnya cukup seru. Kalisto kelihatan pissed banget divisi ini justru ada di Raw, makanya dia bermain dengan sangat getol. Brian Kendrick sebagai juara, on the other hand, did a great job bringing back the presence of the said division. His pre-match promo was awesome. Interferensi dari Corbin masuk akal, juga masuk sama karakternya yang enggak peduli apapun, namun kupikir dia salah bertindak dengan memukul Kendrick terlebih dahulu. Resulting Kendrick yang menang DQ, alih-alih Kalisto, dan itu akan berdampak ke story ke depannya.

Aku ngerti kenapa Miz dijadikan juara IC gantiin Ziggler; simply because they need to have lawan yang dibenci buat Sami Zayn yang sangat disukai oleh penonton. Miz fits the role perfectly. Tapi tetep aja ceritanya jadi kerasa aneh karena Zigglerlah yang menantang superstar Raw in the first place. Zayn piawai banget ngesold gerakan sehingga kita enggak bisa enggak tertarik untuk peduli padanya, sedangkan Miz juga ahli banget menumbuhkan hasrat pengen ngelempar remote tivi kita ke mukanya. It was such a classic heel vs face yang harus berakhir di bawah standar berkat angle screwjob yang udah basi.

 

 

 
Secara subjektif aku suka sama Survivor Series 2016, seru, rame, gaktertebak – terlebih karena ditonton bareng, efeknya jadi berlipat-lipat. Akan tetapi, kalo dipikir-pikir, acara ini kayak episode spesial yang tujuannya buat party-partyan. You know, hura-hura promosi video game doang. The top Traditional Survivor Series Team adalah match yang paling memuaskan fans, but that doesn’t make it a great match. Main eventnya bekerja dengan sangat baik secara psikologis, it was reasonable, hanya saja orang-orang yang udah kelewat terkena hype dan ngeluarin duit buat nonton akan ngerasa di-php-in dan will pissed off greatly because of it. Yang paling well-balanced, antara cerita-aksi-psikologi-dan-dramanya adalah kontes antara tag team Raw melawan tag team Smackdown, and for that reason, The Palace of Wisdom menobatkannya sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

 

 

Full Results:
1. TRADITIONAL SURVIVOR SERIES ELIMINATION MATCH Tim Cewek Raw (Charlotte, Sasha Banks, Bayley, Nia Jax, Alicia Fox) mengalahkan Tim cewek Smackdown Live (Becky Lynch, Alexa Bliss, Natalya, Naomi, Carmella).
2. WWE INTERCONTINENTAL CHAMPIONSHIP The Miz retains over Sami Zayn dengan bantuan Maryse (lagi)
3. TRADITIONAL SURVIVOR SERIES ELIMINATION MATCH Tim tag team Raw (Cesaro-Sheamus, Anderson-Gallows, The New Day, Enzo-Big Cass, The Shining Stars) mengalahkan Tim tag team Smackdown Live (Rhyno-Heath Slater, The Usos, American Alpha, The Hype Bros, Breezango)
4. WWE CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIP Brian Kendrick menang DQ atas Kalisto
5. TRADITIONAL SURVIVOR SERIES ELIMINATION MATCH: Tim Smackdown Live (AJ Styles, Bray Wyatt, Randy Orton, Dean Ambrose, Shane McMahon) mengalahkan Tim Raw (Kevin Owens, Chris Jericho, Seth Rollins, Roman Reigns, Braun Strowman)
6. SINGLE MATCH Goldberg flawless victory over Brock Lesnar.

 

 

 

That’s all we have for now.

Buat yang di Bandung, kami akan mengadakan nonton bareng setiap pay-per-view dari WWE, so yea you are very welcome buat ikutan. Senantiasa cek facebook Clobberin’ Times buat info nobar selanjutnya.

 

Remember, in life there are winners
and there are losers.

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements