Tags

, , , , , , , , , , , , ,

wweeli

 

“Dear Alexa,
tadinya aku sempat kecewa
perihal Smackdown tidak punya superstar wanita sebanyak bintang di angkasa.
Jadinya kamu cuma dapet pertandingan satu-lawan-satu yang biasa.
Padahal kalo tiga pertandingan cewek malem itu dijadiin satu,
Wuih pasti seru!

“Tapi kemudian aku ragu.
Melihat elokmu dibanting menembus Chamber, diriku tak mau.
Menyaksikan ragamu terjun bebas dari kerangkeng, tentu aku tak-tega.
Biarlah Dean Ambrose yang merasakan datar dan kerasnya kaca!
Biarlah AJ Styles yang dilempar ke sana kemari, membenturkan fisiknya ke rantai baja!
Aku ingin kamu seperti The Miz, keluar dari struktur setan neraka
dengan tubuh utuh tanpa luka.”

 

 

Dear Alexa Bliss yang keren abiss,
Aku harap kita bisa duduk makan popcorn bareng nontonin Carmella dan James Ellsworth makan popcorn. Bareng.
But you’re such a super girl kayak kostum yang kamu pakai. Atau itu Wonder Woman ya? I’m not really sure, I was distracted by your pretty face. Yea, aku yakin kamu udah sering dengar pujian soal wajah sesering ngeliat Superkick yang sekarang udah jadi jurus kayak DDT. Tapi aku suka.

“Kalo Randy Orton sudah sukses banget ngereinvent himself sejak bergabung dengan Bray Wyatt; statusnya sebagai main eventer buat Wrestlemania semakin terpercaya. Maka kamu, ‘Lexa, kamu selalu sukses menambahkan personality ke dalam setiap penampilan. I mean, lihat aja Konnor dengan dandanan yang malah membuatnya mirip Captain Spaulding dari filmnya Rob Zombie; serem, tapi The Ascencion masih saja gagal ngerebut sabuk dari American Alpha yang sudah dibuat tak berdaya oleh kembar Jimmy dan Jey Uso. Seharusnya mereka bisa belajar dari kamu, ataupun dari Luke Harper. Kalah dari Orton justru memberi banyak hal positif kepadanya. Kerja keras Harper tidak sia-sia nunjukin how much more he got soal kemampuan di atas ring. Matchnya melawan Orton adalah single match terbaik malam itu.

“Penampilan mungkin memang nomor satu, ya, Alexa. Aku di sini, kamu di sana. Kadang justru rasanya aku yang seperti The Miz; lemes tak-bergeming menatap Baron Corbin yang sudah menunggu di tengah ring, sambil bernyanyi dalam hati:

“Why can’t weee be friends? Why can’t we friends? ~”

“Why can’t weee be friends? Why can’t we be friends? ~”

 

“Dear Alexa Bliss yang memang lebih manis enggak pake kumis,
Video opening acara Elimination Chamber 2017 bilang bahwa ada kecantikan di dalam kengerian struktur maut tersebut. Bahwa Elimination Chamber adalah Beauty in the Beast. Mestinya julukan tersebut lebih cocok untuk kamu, deh, say. Maksudku, dengan hati yang sekeras dan sedingin besi dinding kandang itu, character-work kamu sebagai heel adalah salah satu yang terbaik across the entire company.

“Sesungguhnya diduain itu enggak enak. Apalagi diduain in a less-romantic way seperti yang dialami oleh Dolph Ziggler saat mesti berhadapan dengan Apollo Crews dan Kalisto. I don’t want you to go through all of that, ‘Lexa. Bayangkan kalo match kamu jadi ditandingkan dalam Elimination Chamber match; wedeww udah bukan dua lagi, tuh, tetapi dilimain! Semua yang terjadi antara Ziggler, Crews, dan Kalisto adalah hal yang awkward. Apalagi jika diliat dari penampilan. Celana Amerika Ziggler seolah membawa pesan rasis mengenai dia yang ngelawan dua superstar pendatang. Ziggler menyerang Kalisto sebelum bel berbunyi, supaya dia bisa duel berdua saja dengan Crews adalah hal yang mesti dimaklumi, toh namanya juga usaha. Namun pada akhirnya ini tetap adalah handicap match di mana si jahat dikeroyok oleh dua tokoh baik. Psikologi tanding mereka lebih membingungkan daripada ngirim message nanyain kabar tapi gak pernah dibales. Penonton enggak tahu harus dukung siapa karena naturally yang harus disemangati itu adalah yang dalam keadaan terjepit. Jadinya ya Ziggler yang jahat malah dapet sambutan hangat, terlebih seberesnya tanding. Kemenangan Crews dan Kalisto enggak dianggep; diignore gitu aja karena apa istimewanya menang keroyokan ngelawan satu orang?

Xa, kamu sadar engga sih kalo kandang Chamber kali ini berbeda dari kandang yang sudah-sudah? Yang sekarang ini bentuknya lebih ngotak dan minimalis. Katanya sih demi penghematan biaya. Wujud yang lama juga sudah lama dikeluhkan tidak efisien karena memakan banyak space, enggak semua arena bisa utilizing it properly. WWE akhirnya mutusin buat move on dari kerangkeng lama rancangan Eric Bischoff.

“Meskipun kandangnya berganti, namun hati ini tidak berubah, loh. Aku berharap relationship kita enggak berakhir abrupt sebagaimana finishing dua pertandingan cewek yang lain. Itu juga kalo ada apa-apa di antara kita sih, Xa, mengingat interaksi kita sejauh ini cuma kamu ngelike my sketch of you di twitter hhihi. Akan tetapi sesungguhnya apa yang kita berdua punya itu sudah jauh lebih mendingan ketimbang tinju Five-Knuckle Shuffle si John Cena yang enggak pernah konek ke jidat siapa-siapa. Setelah semua yang dialami, setelah semua pergumulan, great bantering of actions and reactions, Becky Lynch mengakhiri Mickie James dengan roll-up. Natalya dan Nikki Bella malah gantung oleh bunyi bel yang menandakan mereka berdua sama-sama kena count-out. Akhiran yang sama sekali enggak memuaskan. Tidak ada statement yang dibuat. Sure, ada banyak benih-benih yang ditanam acara ini buat Wrestlemania ke depannya. Corbin akan dipasangkan tanding dengan Ambrose. Wyatt dengan Orton. Cena akan ngedate sama baenya, Nikki Bella melawan Miz dan Maryse yang belepotan bedak. Sisa Styles nih yang masih belum jelas; beneran bakal tanding lawan Shane? I just hope semua mekar berkembang pada waktunya, termasuk kita.

cue musik kartun "waa-waa-waaa'"

cue musik komedi “waa-waa-waaa'”

 

Bicara soal pengakuan, sesungguhnya ada yang bikin aku lebih senang daripada “Yes, bukan Orton lawan Cena di ‘Mania!”. It was Bray Wyatt. The ‘acceptance’ of Bray last night as WWE Champion adalah salah satu dari momen ter-real yang pernah diberikan oleh WWE sejauh ini. Bray ngalahin dua mantan juara WWE dengan ngepin clean. Dia kelihatan sangat emosional oleh kemenangannya dan kupu-kupu euforia juga kurasakan dalam perutku. Eh, kunang-kunang ding! Bray Wyatt kan orangnya serem. Keseluruhan cerita Orton dan Wyatt terasa banget didesain demi mengangkat Wyat sebagai ancaman yang menakutkan. Pertandingan mereka di Wrestlemania nanti bisa jadi adalah salah satu dari bookingan terbaik yang pernah dilakukan oleh WWE.”

 

Dear Alexa Bliss yang tingginya samaan ama panjang sabuk kejuaraan cewek (so cute!),
Ngeliat lengan kamu patah di Smackdown aja, aku udah syok berat. Namun kemudian kamu pop it right back into the socket gitu aja, membuat aku tahu kamu pasti orangnya gampang move on. Kekalahanmu di Elimination Chamber 2017 ini enggak akan membuatmu sengamuk aku yang masih belum nerimo. Karena, serius nih, apa sih yang udah dilakukan Naomi sehingga dapet title secepat itu semenjak balik beberapa minggu lalu? She filmed a movie, she has a glow stick entrance, she has zero personality, dia sudah ada sejak berapa – tujuh tahun lalu? Sepuluh? – dan dia enggak bener-bener improving in anything. Promo post-match yang dilakukan Naomi adalah promo terbaik sepanjang karirnya, and it was nothing great. Sedangkan kamu, ‘Lexa, you have established yourself as THE woman to be in Smackdown sejak debutmu beberapa bulan lalu.

“Kalo mau liat dari segi positif, kita simpulin aja kamu kalah lantaran wasitnya adalah Wasit Guoblog yang sama dengan saat kamu discrewed di pertandingan kejuaraan melawan Becky Lynch di episode Smackdown di Glasglow, UK.

Eh sori, itu belum postif ya? My bad.”

Alexa, kamu kalah karena Naomi curang memakai pakaian dengan warna-warna yang mengganggu mata dan bikin epilepsi.
.

Ha? Itu belum positif jugaaa??”

 

“Oke let’s just say Naomi menang karena WWE ingin menggali cerita dia pulang kampung di Wrestlemania yang memang diadakan di kampung halaman Naomi, di Orlando.

 

 

“Kekalahan adalah kemenangan yang udah siap-siap mau berangkat namun enggak dapet gojek. Dan oh my dearest Alexa Bliss, aku yakin nanti kita akan berpesta pora di Wrestlemania!

#RestingBlissFace

#RestingBlissFace

 

Selain Women’s Championship yang menurutku (masih!) adalah keputusan terburuk yang dibuat oleh WWE malam itu, Elimination Chamber 2017 sesungguhnya adalah acara solid yang benar-benar difokuskan buat ngesetup Wrestlemania. Aku suka apa yang mereka lakukan sama divisi tag team, mereka mencoba mengembalikan ‘kekuatan’ para tag team semenjak semuanya dikalahkan mentah-mentah oleh Orton dan Wyatt. Aku suka gimana mereka masih menyisakan sedikit misteri tanpa membuat arahan Wrestlemania buat tim Smackdown menjadi terlihat lemah dan terlalu gampang-ditebak. Semua jejeran roster dilibatkan dan masing-masing mereka berusaha keras untuk deliver story sekaligus aksi match yang seru. The Palace of Wisdom menobatkan THE ELIMINATION CHAMBER FOR WWE CHAMPIONSHIP yang penuh spot-spot gede dan benar-benar punya struktur cerita yang kokoh sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

 

 

Full Results:
1. SINGLE MATCH Becky Lynch mengalahkan Mickie James.
2. HANDICAP MATCH Apollo Crews dan Kalisto beat Dolph Ziggler.
3. SMACKDOWN TAG TEAM CHAMPIONSHIP TURMOIL MATCH American Alpha retains, actually ngalahin The Uso dan The Ascension.
4. SINGLE MATCH Nikki Bella dan Natalya berakhir seri, wong dua-duanya dihitung kalah keluar arena.
5. SINGLE MATCH Randy Orton mengalahkan Luke Harper.
6. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP MATCH Naomi jadi juara baru atas Alexa Bliss.
7. WWE CHAMPIONSHIP ELIMINATION CHAMBER MATCH Bray Wyatt menang setelahkan mengalahkan AJ Styles di final two.

 

 

 

That’s all we have for now.

Buat yang di Bandung, kami akan mengadakan nonton bareng pay-per-view WWE, so yea you are very welcome buat ikutan. Senantiasa cek facebook Clobberin’ Time buat info nobar selanjutnya

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 

 
We? We be the judge.

Advertisements