Tags

, , , , , , , , , , ,

 

Desperate times call for desperate measures.

 

Beberapa minggu yang lalu, acara Raw berhasil mengeset rekor baru: jumlah penonton paling sedikit dalam musim yang bukan musim liburan, ataupun musim football. Raw hanya mampu menggaet 2.16 juta penonton padahal mereka lagi tidak punya pesaing. Tentu saja petinggi WWE menjadi kalang kabut. Tanpa ada persaingan langsung yang dapat menimbulkan kekacauan yang menarik minat, WWE merasa perlu untuk mengacak-ngacak sendiri produk mereka. Dengan harapan, keadaan chaos dapat menghasilkan ketertarikan. Maka kita dapat wild-card rule; yang basically menggonjang-ganjing kestabilan roster WWE – Raw dan Smackdown karena wild-card rule memperbolehkan superstar tertentu dari brand satu menyebrang ke brand lain. Di sini aku tidak akan mengatakan program wild-card tersebut efektif atau tidak – Vince McMahon brilian atau idiot – I’ll leave the judging to you all. Poinku adalah, comes Money in the Bank, WWE tampak semakin desperado.

Money in the Bank justru akan bersaingan langsung dengan episode finale salah satu serial televisi paling mainstream; Game of Thrones. Dan WWE bukannya tidak menyadari hal tersebut. Superstar WWE Drew McIntyre bahkan cukup blak-blakan di sosial media mengajak para fans untuk memilih MITB ketimbang GOT karena bakal ada kejutan. WWE sendiri, dalam usahanya untuk membuat pertunjukan menjadi lebih menarik minat benar-benar terlihat seperti berusaha keras membuat setiap pertandingan dalam MITB punya unsur mengejutkan, dalam sense tak terduga.

Chaos utama yang mereka jadikan fondasi acara ini adalah huru-hara misterius di backstage yang menyebabkan pertandingan MITB Cowok kekurangan satu peserta; siapa peserta penggantinya? Bukanlah misteri yang buruk sebenarnya. Jika WWE lebih berfokus kepada pengembangan, dan mengungkap perlahan, alih-alih kepada efek pengungkapan dahsyat, kupikir storyline yang menjadi latar acara ini akan dapat berkembang menjadi elemen yang menarik. Tapi tidak. Dalam eksekusinya, WWE seperti takut penonton gak akan menunggu hingga acara habis jika mereka membeberkan jawaban ‘siapa’ tadi. Maka mereka menunggu hingga menit-menit terakhir untuk mengungkapkannya. Supaya rating mereka bisa stabil lantaran penonton dipaksa untuk penasaran dan menonton hingga habis. Membuat kita terpaksa menonton salah satu pertandingan tangga MITB paling berpotensi menjadi hebat tapi pada akhirnya terasa seperti balon yang bocor; kempes.

Brock Lesnar adalah orang paling pintar dalam bisnis gulat hiburan

 

Aku sendiri sebenarnya akan excited abis melihat Brock Lesnar bertanding dalam pertandingan tangga dengan tujuh superstar. Surely, itu bakal jadi pertandingan paling langka. Aku gak ingat Lesnar pernah main match tangga sebelumnya. Bahkan dapat membawa karakternya ke dalam arahan yang berbeda. Problemku bukanlah kepada Lesnar yang tiba-tiba datang; bahwa dia ternyata masih kontrak dengan WWE. Masalahku adalah mereka membuat kedatangan Lesnar menghancurkan kerja para peserta lain yang udah susah payah membuat pertandingan tersebut menarik. Ini seperti film yang sedari awal membahas A untuk kemudian memunculkan B yang menegasi semuanya. Kenapa WWE tidak membuat Lesnar beneran bertanding saja dari awal match. Perkenalkan dia sebagai peserta pengganti – misteri siapa yang nyerang Zayn bisa tetap hidup karena belum tentu Lesnar yang melakukan. Akan menjadi sama menariknya kan, tanpa mengurangi nilai apapun dari match tersebut. I mean, Lesnar melawan Corbin, Ricochet, Balor, McIntyre, Ali, Andrade, Orton would hardly be a bad contest, right? Efek yang WWE incar pun akan bisa tetap tercapai. Jika WWE ingin membuat Lesnar dibenci, membuat Lesnar seperti mengejek wajah kita masing-masing, toh tidak ada salahnya membuat dia bertanding beneran. Lesnar bisa saja menjadi seperti Thanos di Avengers: Infinity War (2018). Bikin semua peserta memburu dirinya, tapi dia terlalu kuat. Kita yang menontonnya akan otomatis kesal melihat Lesnar berhasil selamat dari keroyokan, sebab naturally kita semua enggak mau orang ini menang dan jadi juara lagi. WWE seharusnya mengeksplorasi drama dari peristiwa selangka monster langganan juara seperti Lesnar ini ikutan bermain di Money in the Bank ladder match. Tapi seperti halnya film-film horor lokal yang males, WWE lebih tertarik untuk menonjolkan twist.

Ada banyak keputusan aneh seperti demikian kita jumpai dalam acara ini. WWE aware sama isu-isu dan potensi konflik yang mereka punya, tapi mereka memilih cara memutar demi membuat kita lebih lama menyaksikan – wishing semuanya bakal make sense di akhir. Mereka seperti kehilangan percaya diri untuk bercerita dengan lurus. Adegan Dana Brooke yang literally climbing down saat sedang berusaha meraih koper dengan sempurna menggambarkan keseluruhan acara ini buatku. Membuat Mysterio membalas kekalahan-cepatnya di Wrestlemania, tapi dengan kemenangan kontroversial adalah contoh lainnya. Bukannya tidak menarik, hanya saja aneh. Saking anehnya aku merasa lebih terhibur melihat interaksi antara Elias dengan Roman Reigns leading up to their 10-seconds match.

Yang paling menarik adalah apa yang terjadi kepada divisi cewek yang mendadak punya hero baru. Aku turut senang dan mengucapkan selamat kepada Bayley yang setelah acara ini berakhir menjadi superstar cewek pemegang gelar Triple Crown pertama – dia satu-satunya superstar cewek yang sudah pernah menyandang semua gelar yang tersedia di divisi wanita. Sirkumtansinya sebenarnya sungguhlah kocak. Semua pertandingan cewek di acara ini berfungsi sebagai platform untuk ngepush Bayley, dan kita semua tahu hal tersebut dilakukan WWE sebagai acungan jari tengah untuk Sasha Banks. Bayley dan Sasha dilaporkan protes karena mereka dibooking kalah di Wrestlemania; hanya saja Bayley masih stay profesional sementara Banks ‘pundung’ dan gak pernah terlihat di tv lagi sejak saat itu.

Kita tahu kemenangan gede Bayley di MITB ini adalah cara WWE menyampaikan pesan bahwa kita tidak selalu bisa langsung mendapatkan yang kita inginkan, tapi yang harus terus diingat adalah kerja keras dan kesabaran tidak akan mengkhianati hasil.

dan bahwa WWE masih mampu untuk membuat orang sukses dalam satu malam, kalo WWE mau.

 

Becky Lynch yang lagi hot-hotnya pun harus rela sedikit teredupkan. Becky mengemban dua match kejuaraan di acara ini, yang inti cerita tokohnya kali ini adalah dia harus menyadari bahwa ada beberapa hal yang terlalu besar untuk ia lakukan. Cerita yang menarik sebenarnya. Aku juga suka gimana WWE membentrokkan The Man dengan The Lady – Lacey Evans punya gimmick yang keren, dia seperti feminis antagonis dengan Women’s Right sebagai jurus andalan, ha! Tapi kedua match Becky dalam acara ini terasa kurang berapi. Hanya cukup sampai di level maksud ceritanya bisa kita mengerti. Tidak banyak urgensi, atau bahkan aksi yang bisa kita nikmati. Dua match tersebut terasa sama seperti kejuaraan Cruiserweight antara Tony Nese melawan Ariya Daivari, juga kejuaraan WWE antara Kofi Kingston melawan Kevin Owens; kurang dramatis dan lebih berfungsi sebagai pengulur waktu daripada bercerita.

One of the better storytelling pada acara ini adalah partai antara The Miz melawan Shane McMahon. Meskipun cerita mereka lumayan annoying – yang kita harap cepat berakhir – yang malah kita sangka sudah berakhir tapi ternyata lanjut berkat rule wild-card yang kusebut di atas. Yang paling top adalah kejuaraan universal antara AJ Styles melawan Seth Rollins. WWE berhasil menemukan bentrokan menarik di antara mereka berdua, di luar fakta bahwa dua superstar ini memang yang kerja ringnya paling asik dilihat. Styles didub sebagai pembangun Smackdown, menantang Rollins jawara Raw yang kerjaannya nge’burn it down’. Match mereka berhasil ngedeliver banyak emosi, juga intensnya urgensi. Kita pengen tahu dan sangat terinvest soal siapa yang lebih baik di antara keduanya. Dan WWE punya nyali untuk mengakhiri match tersebut dengan keputusan yang bulat dan bersih.

 

 

 

Seperti saat melihat Carmella mendorong Mandy Rose yang kebingungan untuk menjauh, kita lebih banyak bingung keanehan enggak yakin apakah WWE sengaja merusuh atau semuanya jadi rusuh lantaran WWE panik oleh perolehan rating. Menonton Money in the Bank terasa seperti demikian buatku. It delivers fresh events and rather interesting stories, hanya saja mereka melakukannya dengan aneh. Matchnya pun terkadang terasa kurang bertenaga. Hanya ada satu yang beneran sukses menyedot penonton, membuat kita merasa puas setelah dibuat naik turun oleh hebohnya aksi. The Palace of Wisdom menobatkan Universal Championship antara Seth Rollins melawan AJ Styles sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

Full Results:
1. MONEY IN THE BANK Bayley unggul atas Carmella, Mandy Rose, Naomi, Ember Moon, Natalya, Dana Brooke, dan Nikki Cross 
2. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Rey Mysterio merebut sabut Samoa Joe
3. CAGE Shane McMahon cengengesan setelah kemenangan terlepas dari tangan The Miz.
4. CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIP Tony Nese bertahan dari Ariya Daivari.
5. RAW WOMEN’S CHAMPIONSHIP Becky Lynch mempertahankan sabuknya dari Lacey Evans
6. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP Charlotte mengambil sabuk dari Becky Lynch. Tapi tidak lama sebab,
7. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP Bayley ngecash-in kopernya dan jadi juara baru ngalahin Charlotte
8. SINGLE Roman Reigns menang dari Elias.
9. UNIVERSAL CHAMPIONSHIP Seth Rollins bertahan atas AJ Styles.
10. SIX MEN TAG TEAM, etapi gak jadi karena Lucha House Party diporak porandakan oleh Lars Sullivan
11. WWE CHAMPIONSHIP juara bertahan Kofi Kingston mengalahkan Kevin Owens
12. MONEY IN THE BANK Brock Lesnar meledek wajah Baron Corbin, Ali, Drew McIntyre, Finn Balor, Randy Orton, Andrade, Ricochet, dan wajah kita semua 

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 

 

 

 
We are the longest reigning BLOG KRITIK FILM TERPILIH PIALA MAYA.