Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Sepuluh tahun yang lalu ketika aku iseng masukin artikel delapan-film-favorit di blog tumblr-ku yang berfokus kepada artikel prediksi, review, dan analisis acara WWE, aku gak pernah nyangka bakal akan terus menulis mengenai film atau malah gak nyangka bakal suka nonton film dan mendedikasikan diri seutuhnya sebagai pengulas film.

Here I am, di 2020. Aku sekarang punya sepuluh daftar film favorit setiap tahunnya. Aku punya sepuluh juara film.

This slideshow requires JavaScript.

 

Ini adalah waktu yang tepat untuk menggodok mereka semua, mencari film mana yang jadi juara dari para juara, sekaligus melihat ke belakang seberapa jauh aku berkembang sebagai penonton film. Karena sama seperti sebagian besar dari kalian, aku juga mulai gitu aja. Aku bukan orang film, enggak ngambil sekolah film. I just love storytelling. Tapi tentunya bukan cuma tokoh-tokoh di film yang berkembang, belajar untuk jadi lebih baik. Kita juga seharusnya begitu, berusaha berkembang menjadi lebih dewasa, lebih matang. Maka dari itu, penilaian kita akan suatu film mungkin bisa berubah. Tapi keindahan dari apresiasi film adalah, kita bisa nonton film paling jelek sedunia tapi jika kita suka, ya kita suka. Tidak ada satu kritikus atau reviewer yang kata-katanya mempengaruhi selera, mendikte mana yang kita suka mana yang enggak. Tonton sebanyak mungkin film, kenali yang bagus, dan pilah mana yang disuka.

Pendewasaan dalam nonton film berarti bukan pada perubahan, melainkan belajar mengenali diri sendiri – mengenali akar dari selera. Memisahkan sehingga tidak bias.

 

Semua film-film juara ini sudah kutonton paling enggak lima kali. Entah itu sambil makan, pengisi background kalo lagi ngegambar, atau pengisi waktu. Beberapa dari mereka sangat personal karena berasosiasi dengan keadaanku pada zaman itu. Sehingga aku sudah bisa membayangkan memilih siapa di antara sepuluh ini akan sangat sulit. Yea, daftar ini kususun basically secara live, aku menulisnya on-the-go. Ulasan film-filmnya enggak banyak kutulis lagi, karena masing-masing akan disertai oleh link ke artikel Top-Eight tahun mereka. Yang lebih banyak kujelaskan nanti adalah seberapa berartinya film itu buatku serta alasan kenapa aku menempatkannya di posisi itu; bagaimana aku akhirnya memutuskan siapa yang jadi juara di antara juara.

 

Man, how am I gonna pick them apart…..

Mulai dari yang agak mudah dulu, kupikir juara paling bontot adalah

10. CARRIE (juara top-8 movies of 2013)

My Score: 5.5/10
My Favorite Characters: Carrie, Sue
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “These are godless times”

Cerita horor Stephen King. Dimainkan oleh Chloe Moretz. I’m one-hundred percent in.

Carrie re-adaptasi novel ini bukanlah film masterpiece. Dia gak break any-ground. Malahan aneh. Film memperlakukan supranatural Carrie yang semestinya membingungkan dan membuat takut layaknya seperti superpower. Seolah Carrie adalah pahlawan. Namun film ini sangat menyenangkan dan berisi karena menampilkan jurang yang sangat ekstrim sebagai pusat konfliknya. Si anak tertindas dan ibu yang ekstrim banget memeluk agama.

Aku suka Carrie karena yang terjadi kepada tokohnya itu adalah impian seluruh anak tertindas di seluruh dunia, dan 2013 itu adalah masa-masa aku tertindas banget sama kuliah haha…

 

 

Posisi berikutnya cukup konflik..

9. MAD MAX: FURY ROAD (juara top-8 movies of 2015)

My Score: 8.5/10
My Favorite Characters: Nux, Furiosa
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “I’m gonna die historic on the Fury Road!”

Fury Road adalah salah satu film action paling keren di dekade 2010an, dia punya – berani menampilkan – aspek-aspek yang ditinggalkan oleh film action kebanyakan. Semua stunt di film ini asli, kerja kameranya semua menakjubkan, arahannya mantep. Film ini juga respek sama legacy Mad Max.

Alasan film ini berada di posisi bawah adalah karena action bukan genre favoritku. Aku gak tahu, mungkin ini ada hubungannya dengan aku rutin nonton WWE sehingga dahaga buat cerita dengan media laga, buatku jadi biasa aja. Malahan, aku nonton Fury Road ini juga karena dipaksa oleh teman. Katanya bagus banget, ada adegan melibatkan nenek-nenek yang kocak dan pasti aku suka – katanya. Akhirnya aku nonton, dan wow! benar-benar fantastis. Adegan gitar api itu salah satu terkeren yang bakal selalu nyantol di hati.

 

 

8. THOR: RAGNAROK (juara top-8 movies of 2017)

My Score: 8.5/10
My Favorite Characters: Thor, Loki, Hela
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “I tried to start a revolution, but didn’t print enough pamphlets”

Aku benar-benar suka yang dilakukan oleh Taika Waititi  kepada dunia Thor. Komedi di film ini pure blast. Dialognya semacam ‘it’s funny becaue it’s true’ sehingga jadi berkali lipat lebih lucu. Tokoh-tokohnya awkward sehingga jadi lebih dekat daripada kita. Tapi meski banyak yang bilang filmnya jadi kayak OVJ, Ragnarok dibuat dengan sangat kompeten dan gak receh. Struktur, narasi, karakter, semuanya kuat. Apalagi visual dan desain produksinya.

Superhero kalo mau lucu, ringan, ya mending gini aja sekalian hahaha.. Buatku film ini murni hiburan. Menakjubkan film ini buktiin kekonyolan bisa kok dibuat bagus.

 

 

7. YOUR NAME (juara top-8 movies of 2016)

My Score: 9/10
My Favorite Characters: Mitsuha
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “Dreams fade away after you wake up”

Film terbaik 2016. Salah satu dari sedikit sekali film yang dapat nilai 9. Bukan hanya itu, film ini di daftarku bersaing dengan film-film keren lain semacam La La Land, Sing Street, The Witch. Makoto Shinkai berhasil membuat seni yang benar-benar indah, world-building yang kompleks dengan berbagai elemen, dan di pusatnya ada drama cinta yang unik dan hangat. Buatku elemen orang bisa saling cinta, terhubung secara emosional hanya lewat pesan di handphone tanpa pernah bertemu sebelumnya, sangat mengena.

Susah sih memang buatku meletakkan film ini di posisi yang cukup belakang. It’s just.. film-film lain terasa lebih akrab buatku.

 

Misalnya film ini:

6. FIGHTING WITH MY FAMILY (juara top-8 movies of 2019)

My Score: 7.5/10
My Favorite Characters: Ricky Knight, Hutch
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “All pregnancies are unplanned, son”

Aku bersyukur sekali ada film tentang WWE, mengangkat tentang pegulat wanita yang tergolong pemain baru, dan dibuat dengan bener. Jadi aku bisa menyukai ini tanpa rasa bersalah. Jadi bukan guilty pressure, melainkan benar-benar membanggakan.

Drama keluarganya kuat, komedinya efektif, dan inti ceritanya yang tentang mengejar mimpi juga sangat mengena. Seharusnya film ini tayang di bioskop Indonesia. Tapi sepertinya appeal wrestling di sini memang kurang ya. Atau jangan-jangan karena Indonesia masih ngelarang gara-gara kasus dekade lalu?

Wrestling buatku adalah bagian penting dari perjalananku suka sama film. Karena gulat basisnya adalah drama. Ada ceritanya. Dulu aku nonton, kalo gak WWE ya film horor. Makanya dua ini lebih berbekas buatku.

 

5. HEREDITARY (juara top-8 movies of 2018)

My Score: 8.5/10
My Favorite Characters: Charlie
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “Nobody admits anything they’ve done”

 

4. THE BABADOOK (juara top-8 movies of 2014) 

My Score: 8.5/10
My Favorite Characters: Babadook
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “Why don’t you go eat shit?”

Aku sudah menonton banyak horor, dari yang jelek hingga yang klasik semuanya kusantap. Kecuali horor esek-esek Indonesia karena waktu ngetopnya itu aku sama sekali belum tertarik nonton Indonesia. Hereditary dan Babadook adalah horor terseram yang kutonton sepanjang 2010-2019. Penulisannya juga termasuk yang terbaik. Unsur horor psikologisnya kental sekali. Juga sama-sama membahas kegagalan. Terutama The Babadook yang lebih fokus dan personal kepada si single mother. Dan itulah penyebabnya aku meletakkan posisinya di atas Hereditary.

Hereditary mengandung unsur cult sehingga ceritanya yang juga tentang ibu terasa lebih ‘eksternal’. Dia juga muncul di tahun yang memang horornya sebagian besar tentang sekte, sehingga kurang terasa ekslusif seperti The Babadook yang sekonyong-konyong di 2014 kita mendapat horor berbobot – dari sutradara baru – yang benar-benar seram.

 

Oke, sudah setengah jalan, dan kini tersisa yang susah untuk dipilih. Aku sendiri kaget juga aku ngepush film ini jadi tiga-besar. I discovered ternyata aku suka sama film yang performance musiknya, meskipun aku gak suka dengerin atau ngikutin musik.

3. PITCH PERFECT (juara top-8 movies of 2012)

My Score: 7.5/10
My Favorite Characters: Becca, Stacie
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “I set fires to feel joy”

2012 adalah masa gelap dalam hidupku. I got dumped by a girl, and I took it really hard. Dan Pitch Perfect hadir dengan lagu-lagu dan performance yang menghiburku. Ada kali setiap hari aku muter ini nonstop, supaya gak sepi.

Tokoh-tokohnya receh tapi lumayan unik. Aku jadi peduli sama akapela meski aku gak tau apa-apa, dan film ini juga bukan membahas akapela lebih dalam. Cuma hiburan. Dan surprisingly ditulis dengen bener. Becca gak annoying dan really cool. Suara Anna Kendrick bikin cinta banget. Sebagai catatan tambahan, mungkin aku sekarang belum nonton The Breakfast Club jika bukan karena film ini haha

 

 

Oke, we’re down to two. Ini keputusan yang sulit lantaran dua-duanya sama-sama paling jadul di sini, yang berarti dua-duanya lebih banyak aku tonton dibanding yang lain. Dua-duanya punya banyak adegan dan dialog yang masih terngiang-ngiang di telingaku. Yang aku hapal di luar kepala. Keduanya sama-sama quirky. Duh, ini serius susah…

Keputusanku sepertinya harus bertolak pada film mana yang lebih original… wait, yang satu adaptasi, yang satu sekuel! MASIH SAMA!!

Hmmm…. kalo sudah begini, ‘terpaksa’ kembali ke objektif sedikit, sehingga:

 

2. SCREAM 4 (juara top-8 movies of 2011)

My Score: 6.5/10
My Favorite Characters: Jill (duh!), Kirby
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “Do you know what it was like growing up in this family? Related to you? I mean, all I ever heard was Sidney this and Sidney that and Sidney, Sidney, Sidney. You were always so fucking special! Well, now I’m the special one.”

Serius aku hapal dialog itu di luar kepala. Aku cinta banget sama Emma Roberts waktu dia jadi psycho Jill dan ngucapin kalimat itu. Aku actually nonton ini ke bioskop sampe lima kali, dalam lima hari berturut-turut.

Ini urutanku nonton franchise Scream: Scream, Scream 4, Scream 2, Scream 3. Meski Scream jauh lebih original dan bagus daripada Scream 4, namun segi fun nontonnya buatku dua film ini amat berimbang. Jokes dan sentilan meta terhadap genre horornya kena banget, sehingga film ini bisa dijadikan sebagai penanda jaman pada sinema horor. Pembunuhannya agak bego, tapi masih bekerja-lah dalam lingkup dunia franchisenya. Ceritanya juga gak maksa-maksa amat, ini tampil lebih dari sekedar cash-grab menghidupkan kembali franchise jadul. Sense nostalgianya pun kuat dengan banyak reference sehingga nontonnya semakin asyik.

Aku udah bilang kan, Emma Roberts di sini keren banget? sejak nampil di film inilah maka sampe sekarang dia lekat dengan tipe karakter cewek ‘gila’ haha

 

 

With all that being said, film nomor satuku – My Dirt Sheet Movie of Decade 2010-2019 – adalah

 

1. SCOTT PILGRIM VS. THE WORLD (juara top-8 movies of 2010)

My Score: 7.5/10
My Favorite Characters: Kim, Envy Adams
My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Shirt: “Well, Pac-man was originally called Puck-man. They changed it because… Not because Pac-man looks like a hockey puck. “Paku Paku” means “flap your mouth”, and they were worried that people would change, scratch out the P turn it into an F, like…” – oh wait I did that, I made the shirt already.

My Favorite Lines that I’d Like to Put on a Next Shirt: “Bread makes you fat.”

 

Jika kalian ngeklik link top-8nya kalian akan didirect ke… wujud pertama My Dirt Sheet! alias ke blog tumblr lengkap dengan gaya nulisku dulu hahaha

Bahkan saat aku sama sekali belum ngerti film, aku tau Scott Pilgrim adalah film yang spesial. Genrenya nyampur, drama, petualangan, fantasi, laga, musik, video game.. what? Ya video game, inilah uniknya film yang diadaptasi dari graphic novel ini. Cerita sebenarnya ringan, dekat dengan remaja manapun. Seorang cowok yang mau macarin cewek tapi harus berhadapan dengan mantan-mantan si cewek. Berhadapan di sini bukan sekedar harus lebih baik, lebih keren, melainkan literally harus ngalahin mereka dalam entah itu battle beneran atau battle bands. Either way, yang kalah jadi koin.

Cast film juga keren-keren. Sekarang separoh dari mereka sudah jadi superhero haha.. Film ini sungguh unik. Komedinya datang dari berbagai hal. Dari karakter, dari style, dari dialog. Bahkan dari editing. Dulu saat nonton ini nama Edgar Wright belum berarti apa-apa bagiku. Namun begitu aku tahu lebih banyak tentang film, aku langsung “daaang, gak heran filmnya bisa selincah ini!” Jangankan filmmaker lain, Edgar Wright sendiri aja setelah film ini hingga penghujung dekade, belum lagi mengeluarkan karya yang berenergi seperti ini. Scott Prilgrim vs. The World adalah gem langka yang gak semua orang berani bikin.

Paket lengkap buat anak nerd lah ini pokoknya. Salah satu kritikan buat film ini adalah bahwa si Ramona Flowersnya cuma tokoh manic pixie, but who cares! Semua remaja cowok kepingin punya cewek keren sesuai impian, toh.

 

 

 

 

 

So yea, that’s all for 2010s.

Menyenangkan nonton film bagus, menonton film enggak bagus, dan menyukai gak peduli bagus atau tidaknya. Intinya, nonton film ini bagaimanapun juga adalah menyenangkan. Makanya aku sekarang juga selalu mengusahakan menonton semua film. Walaupun kata orang filmnya jelek. Karena siapa tahu di dalamnya ada yang membekas di hati, ada yang mengena secara personal.

Apa film favorit kalian sepanjang 2010-2019?

Share with us in the comments 

 

 

Remember, in life there are winners.
And there are…

 

 

 

 

We?
We are the longest reigning PIALA MAYA BLOG KRITIK FILM TERPILIH.