Tags

, , , , , , , , , , , ,

 

Ketika dalam satu malam kita mendapat pertunjukan yang di dalamnya termasuk perpindahan sabuk juara, perubahan karakter dari baik menjadi jahat, main event brutal, dan pengalaman sinematik yang membuat kita seolah sedang menonton film horor dan lupa sejenak sedang menyaksikan gulat, semestinya kita akan merasa puas, dan hey, itulah yang kita inginkan. Perubahan, keseruan. Sesuatu yang tidak bisa diprediksi.

Namun, Payback bukanlah Wrestlemania. Payback adalah acara yang statusnya cukup complicated kayak mie goreng yang abis dikritingin; ia adalah katalis antara babak baru setelah Wrestlemania dengan alur saling silang akibat Superstar Shake Up dua brand acara. Dan karenanya, Payback tampil dengan terlalu ingin berbeda. Eksekusinya tidak pernah tampil seprima yang ingin dicapai. Dengan kata lain, Payback adalah ACARA YANG SOLID, JIKA KITA RELA MENURUNKAN EKSPEKTASI KITA SEDIKIT.

semoga gak ada ambulans yang terbalik setelah nyaksiin match House of Horrors

 

Hasil-hasil pertandingan acara ini sesungguhnya sangat memuaskan. Aku enggak akan bohong, aku senang sekali Cantikku yang malam itu pake attire bertema Ironman menangin sabuk dan jadi superstar cewek pertama yang pernah menyandang gelar juara wanita Smackdown dan Raw. Mudah memang mengoverlook Alexa Bliss yang literally lebih kecil dibandingkan Charlotte yang diasosiasikan dengan sosok Ratu yang agung sekaligus anggun. Banyak yang komplen soal gimana Alexa (atau sebagaimana aku suka memanggilnya Aleksya karena kedengerannya lebih imut) sudah tiga kali juara dalam jangka waktu empat bulanan, membuatnya selalu menang nyaris setiap kali dia menantang juara bertahan. But in no way Aleksya dijejelin gitu aja kayak Roman Reigns atau John Cena. Kali kedua Alexa jadi juara Smackdown hanyalah transisi yang disebabkan oleh juara benerannya cedera out of kemediokeran. Little Miss Bliss sudah mengalamin perkembangan karakter yang signifikan sejak bertutu biru di NXT, and she’s so over right now dengan karakter heelnya. Dalam match melawan Bayley, kita bisa melihat personality dan character work Alexa kian meningkat, sehingga Bayley terlihat begitu bland bersanding dengannya. Dari segi skill di dalam ring, baik Alexa dan Bayley sama-sama konsisten – meski masingmasing perlu memperhatikan timing sedikit – dan deliver. Adegan terakhir dari match mereka terlihat meyakinkan (baca: bikin aku ngelus-ngelus kepala sendiri). Walau memang mereka berdua sudah pernah nunjukin kemampuan dan gerakan yang lebih seru, namun dalam kapasitas bercerita, dalam pertandingan ini mereka sukses berat nunjukin laga antagonis dan protagonis dengan efektif.

Sukar dipercaya, di tahun 2017 nama seperti Chris Jericho dan Hardy Boyz mencuat sebagai pemenang kejuaraan. Terlebih saat salah satu dari dua pihak tersebut dirumorkan bakal cabut sebentar dari ring. Ini adalah semacam cara WWE ngetroll kita dalam menjadi unpredictable. Stipulasinya membuat kita menyangka Owens akan memenangkan pertandingan. There’s no way gimmick The Face of America yang dibawakannya berakhir dengan prematur. Dan lagi, siapa yang bakal menebak Walls of Jericho ternyata masih ampuh buat bikin lawan tap out, maksudku, selama ini Jericho selalu memenangkan pertandingan dengan Codebreaker. Jika ada apa-apa, maka bisa jadi kejadian ini adalah tanda bahwa keseluruhan acara bakal diselimuti oleh aura tak-terduga. Yang bikin pertandingan mereka makin seru adalah kepiawaian kedua superstar memanfaatkan angle ‘bertahan dengan satu jari’, konklusi pertandingan ini berpusat kepada angle ini, yang memang worked out dengan sangat baik.

Aleksya jangan mau dipeluk ama Bayley, dipeluk aku aja nyaaawww

 

Mungkin yang paling ngerasa surprise malam itu adalah Jeff Hardy. Tentu saja enggak ada yang memperingatkannya soal giginya bakal ditendang terbang oleh Sheamus. Ini menunjukkan betapa brutal semangat acara malam itu. Tim Penulis did such a great job ngebook gimana sebuah pertandingan keras berlangsung dengan tidak membeberkan terlalu banyak apa yang sudah mereka persiapkan sebagai surprise. Aku benar-benar enggak nyangka Sheamus dan Cesaro turn heel, dengan Cesaro jadi orang yang pertama melayangkan cheap shot kepada Hardy Boyz yang tengah merayakan kemenangan. Dan ini membuat kita semakin penasaran bagaimana cerita ini akan bergulir dan terutama dengan gimana mereka bakal mengaitkan semuanya dengan gimmick Broken dari Hardy Boyz, yang sudah jadi rahasia umum, bakal kejadian cepat atau lambat. Tapi untuk sementara ini, mengubah peran Cesaro dan Sheamus menjadi antagonis adalah keputusan yang tepat dan tak pelak bakal menambah rame scene tag team di brand merah.

Payback 2017 adalah pertunjukan yang membuat kita jadi enggak enak sendiri. Kita semua mengharapkan ada perubahan, baik secara aksi maupun presentasi storyline. Namun ketika kita sudah mendapatkan itu semua, masih saja kita mencela dan berharap mereka enggak perlu membuatnya menjadi senorak dan sepointless apa yang kita dapat dari acara ini.

 

 

Menampilkan dua pertandingan antarbrand, Payback 2017 sayangnya tidak berhasil membuat semuanya menjadi sama penting. House of Horrors menderita dari statusnya yang turun derajat dari rematch Wrestlemania (yang mestinya pertandingan kejuaraan) menjadi device untuk ‘promoin’ show bulan depan. Kemenangan Bray Wyatt tidak membuatnya terlihat kuat di sini. Dan matchnya sendiri, well yea, it’s bad. HOUSE OF HORRORS TERLIHAT SEPERTI FILM HOROR BUDGET RENDAH YANG SANGAT CHEESY. Oh ya, aku bisa bicara banyak kalo nyangkut kritik film. Beberapa set rumah ‘hantu’nya memang lumayan seram, namun tone yang dibangun tidak pernah selaras. Alih-alih seram, kejadian di pertandingan ini malah bikin ngakak. Dan ketika kita menyangka ini lucu, WWE ngingetin kita bahwa ini adalah match yang serius. Itulah kenapa pertandingan yang konsepnya seger dan menarik ini enggak bekerja dengan baik. Kontennya menganggap diri terlalu serius. Kita ingin melihat properti menyeramkan digunakan untuk saling melukai, akan tetapi yang kita dapet adalah sebuah kulkas dengan editing adegan yang sangat kasar dan amatir. Susah sekali menggabungkan konsep ‘gak make sense’ dengan konten yang real; pertandingan ini membuktikan hal tersebut.

“MTV, rumah gue!!”

 

Aku enggak tahu apa ini memang disengaja oleh WWE dalam rangka mau menjadi tak tertebak, banyak match dalam acara ini yang diakhiri dengan jurus yang bukan finisher. Alexa menang dengan DDT. Neville menang dengan wasit ngomel-ngomel. Rollins menang dengan roll up. Bisa dimaklumi juga sih sebenarnya, mereka harus ngelindungi Samoa Joe dan Austin Aries dari kekalahan telak, namun semestinya mereka bisa mikirin cara lain untuk melakukan hal tersebut dengan membuat ending yang lebih compelling. Untuk pertandingan Samoa Joe melawan Seth Rollins, ini adalah pertandingan paling bosenin. Filler dengan profile paling gede. Respek buat kedua superstar, hanya saja memang pertandingan tersebut sudah kehilangan kepentingan karena Rollins sudah membereskan urusan dengan Triple H. Yes, Joe adalah orang yang bikin Rollins cedera, namun toh cedera tersebut tidak menyetop Rollins dari kemenangan di Wrestlemania. Feud dengan Samoa Joe ini akan berfungsi dengan lebih baik jika Rollins kalah melawan Triple H, dan kita semua tahu itu adalah outcome yang nowhere near satisfying. Rolins menghajar Triple H, dan kita enggak perlu lagi balik mundur dalam narasi melihat dia menyelesaikan urusan dengan Samoa Joe.
Setelah House of Horrors dan Samoa Joe lawan Seth Rollins, main event yang menampilkan Braun Strowman menghajar Roman Reigns habis-habisan adalah pemandangan yang sangat menyegarkan. Bekerja dengan proper sebagai penutup acara. Sebagai karakter device, however, pertandingan ini terasa enggak benar-benar menyampaikan apa yang diniatkan. Penonton tetap tidak bersimpati kepada Reigns, malahan teriakan “Thank you, Strowman!” semakin lantang membahana di arena. Pertandingan main event ini selayaknya kesimpulan dari Payback ini; acara yang digarap sedikit berbeda dari yang biasa, dengan hasil yang memuaskan, meski eksekusinya aneh dan bisa banget lebih bagus lagi jika mereka mengubah beberapa hal.

Kejuaraan Amerika, Kejuaraan Tag Team, dan Kejuaraan Cewek sama-sama menyuguhkan pertandingan dan penceritaan yang di atas rata-rata. But aku bener-bener demen saat Jericho mulai ngamuk sama jari Owens. Pertarungan keras mereka terasa genuine, The Palace of Wisdom menobatkan Chris Jericho melawan Kevin Owens sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

 

 

Full Results:
1. WWE UNITED STATES CHAMPIONSHIP Chris Jericho merebut sabuk Kevin Owens
2. WWE CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIP Austin Aries menang DQ atas juara bertahan Neville
3. WWE RAW TAG TEAM CHAMPIONSHIP Hardy Boyz mempertahankan gelar atas Sheamus dan Cesaro
4. WWE RAW WOMEN’S CHAMPIONSHIP Alexa Bliss jadi juara baru ngalahin Bayley 5. HOUSE OF HORRORS Randy Orton ditiban pake kulkas oleh Bray Wyatt (bersambung)
6. SINGLE MATCH Seth Rollins mengalahkan Samoa Joe
7. HOUSE OF HORRORS (lanjutan) Bray Wyatt ngalahin Randy Orton
8. SINGLE MATCH “Braaauuuunnn!!!” destroys “UuuuuuuuAAAAAA!”

 

 
That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners.

besokbesok pasti banyak yang dateng bawa List of Jericho hhihi

And there are losers.

 

 

 

 
We? We be the judge.

Advertisements