Tags

, , , , , , , , , , , ,

 

Malam minggu malam yang panjang. Waktu kecil, aku mengira arti kalimat itu adalah literally malam minggu berdurasi lebih lama, as in matahari bakal lebih ngaret terbitnya. Makanya, ketika pagi dibangunin untuk ngaji subuh, aku sempat ngamuk-ngamuk “Loh katanya malamnya panjang! Mama papa pembohong, jangan cari Ari, Ari minggat ke bawah jembatan!!!” Buat penggemar WWE, malam-malam ketika pay-per-view gede ditayangkan adalah malam yang panjang. Not necessarily malam minggu, practically minggu malam, dan di Indonesia, mungkin satu-satunya kelompok orang menunggu-nunggu hari Senin adalah penggemar pro-wrestling.

While kita bisa bercanda soal salah satu match pengisi malam itu adalah Jinder MAHAL melawan Shinsuke NakaMURAH, namun tanpa tawar menawar lagi, SummerSlam 2017 mungkin adalah perjalanan show wrestling terpanjang dan terberat yang pernah kita duduki. Enam jam, dengan hanya sepertiga dari itu kita benar-benar terbangun oleh keseruan.

 

Bagi yang ikutan nobar di Warung Darurat, senin itu bahkan bisa terasa lebih panjang lagi. Kami memulai screening dari jam dua siang; mantengin NXT Takeover Brooklyn III dulu untuk kemudian dilanjutkan dengan pre-show SummerSlam dan setelah whole pay-per-view selesai, waktu sudah menunjukkan setengah sebelas malam – dan acara masih berlanjut dengan game WWE Superstars’ Tweet Challenge yang berhadiah tiket nonton dan kaos. Itu totalnya sepuluh jam lebih, loh. Lelah, tapi aku bohong kalo bilang aku enggak excited. Most of that time, memang kita dalam keadaan ‘tidur segan, nonton gak peduli’. Kalo mau dibandingin, tidak ada satupun card di show utama yang bisa membuat kita melupakan keseruan pertandingan Aleister Black melawan Hideo Itami di Takeover. Tidak hingga jam terakhir. Ketika ada partai yang benar hit the high note, terutama ketika main event, SummerSlam seolah berhasil menunaikan tugasnya sebagai pesta terbesar di musim panas.

Salah satu alasan kenapa SummerSlam terasa on off adalah susunan match cardnya sendiri. Booknya penuh, tigabelas partai yang resmi dijadwalkan, dengan tiga untuk pre-show dan sepuluh lagi untuk acara utama. And it was feel like mereka enggak menempatkan match-match yang penting di tempat yang benar. Partai hura-hura seperti Big Cass lawan Big Show dengan Enzo dikurung di kandang lebih terasa seperti sisipin komedi yang enggak punya urusan menjelma menjadi match serius yang berlangsung sepuluh menitan. Sebaliknya, Rusev dan Orton berlangsung begitu cepat sampai-sampai kita ikhlas Rusev dibury Orton hanya supaya acara ini cepat berlanjut ke partai-partai yang lebih compelling.

Ambrose ama Rollins aja balikan. Kamu kapan?

 

Aku harus nyebutin Uso melawan New Day adalah pertandingan preshow terbaik yang pernah aku saksikan. Mereka menyuguhkan aksi yang fresh, but then again, mungkin saja mereka bisa bermain bagus kayak gini lantaran they were IN the pre-show, you know, mungkin saja mereka diberikan kebebasan lebih. Dan semua superstar yang terlibat dalam match itu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Aku enggak mau gegabah muji berkat arahan yang baik dari WWE. Sebab setengah pengisi acara SummerSlam berjalan standar. Ambil Bray Wyatt untuk contoh. Pertandingannya melawan Balor di sini adalah pertandingan ppv terbaik Wyatt di 2017 and that’s not saying much. Akhirannya biasa banget, kayak partai-partai acara mingguan.. Malahan dari segi arahan, kita bisa mempertanyakan beberapa pertandingan lain, seperti:

Apa faedahnya buat Cena mengalahkan Corbin sementara sudah jadi rahasia umum Cena cepat atau lambat akan pindah ke Raw?

Kenapa di tahun 2017 ini kejuaraan United States malah jadi sampingan demi ngebuild up Shane McMahon buat storylinenya dengan Kevin Owens?

Ataupun apakah interference dari Singh Brothers adalah bagian dari moveset Jinder Mahal?

 

 

Menurutku lucu penonton ‘tertidur’ di empat jam awal. Penonton di Warung Darurat pada main hape, eh penonton di Brooklyn sampai ada yang main voli pantai di pertengahan match kejuaraan tag team Raw.  Actually it was a very disrespectful thing to do, makanya gak heran Cesaro marah beneran dan ngejar tuh bola. Setelah kejadian tersebut, show menjadi lebih mudah dinikmati. I was happy for Dean Ambrose yang menjadi anggota Shield pertama yang menyandang predikat juara Grand Slam dengan kemenangannya sebagai juara tag team malam itu. Matchnya seru, Rollins terlihat badass. Cesaro dan Sheamus pun terlihat legit. Mereka benar-benar terlihat have fun dengan referensi fusion Dragon Ball dan sebagainya.

And personally, aku nungguin banget partai pertemuan kedua The Goddess melawan The Boss. Yang membedakan matchnya dengan kejuaraan cewek dari brand Smakdown adalah ada intensitas yang menguar dari kedua superstar cewek. Banyak berita yang melaporkan ada legitimate beef antara Bliss dengan Banks di luar ring, dan hal tersebut tercermin dalam pertandingan mereka yang terlihat sedikit stiff. Perhatikan deh di menit-menit awal match ini berlangsung. Sayangnya, makin ke belakang alur terasa ngedrag. Banks menang dengan formula babyface yang biasa, dia kick out dari Twisted Bliss dan balik menang dengan finisher miliknya sendiri. Sedangkan ketertarikan kita nonton ini ketinggalan di belakang, sebab pace match mendadak rasa terburu-buru. Seolah mereka sadar jatah tampil mereka hampir habis sehingga harus menyelesaikan dengan cepat.

“You can fall of buildings but you can’t get up to make a count?” Bukti lain betapa greatnya Kevin Owens

 

Sekarang mari bicara soal dua juara dunia bertahan kita. Jinder Mahal dan Brock Lesnar.

Aku suka cara tradisional WWE mancing heat dari tanah kelahiran Jinder, aku masih berpikir Jinder bisa jadi heel yang hebat dari eksplorasi heritage India. Akan tetapi problem datang dari si Jinder sendiri. Tindakan Jinder actually belum cukup heel sebagai seorang antagonis. Selain menang curang (dengan cara yang gitu-gitu melulu, kalo boleh ditambahkan), Jinder belum pernah melakukan hal-hal jahat yang membuat kita membenci dirinya. Karakternya masih sebatas ‘buku manual’ banget. Secara skill pun, perkembangannya minimal. Match Jinder gitu-gitu aja. Bookingan Smackdown yang aneh turut membuat Jinder semakin lemah; dia kalah clean dari Orton di saat enggak ada bantuan dari minionsnya. Dalam pertandingannya melawan Nakamura di sini, Jinder terlihat sangat basic, I don’t know, dia terlihat seperti orang yang tampil menghapal alih-alih menguasai bahan yang dipresentasikan. I mean, seenggaknya gunakan taktik heel kayak nyolok mata atau apa. Gunakan cara curang yang lebih kreatif.

Sedangkan untuk Brock Lesnar; meski aku setuju dengan kritik yang ditujukan buatnya, you know, tentang gimana Lesnar ini udah kayak racun di WWE – costnya tinggi sementara kerjanya dikit, mau tak mau aku harus mengakui Lesnar punya satu kelebihan dibandingkan ‘part-timer’ yang lain. Lesnar masih mampu ngedeliver match yang seru TANPA membuat lawannya terlihat lemah. Kita belum pernah dengar kalimat “Brock Lesnar ngebury si ‘anu’”. Di saat-saat langka Lesnar bertanding, dia ngejual, dia take bumps and such, dan walaupun pada akhirnya dia menang, lawan-lawan yang pernah dikalahkan Lesnar tidak kehilangan kredibilitas mereka. Sementara kita yakin riwayat Baron Corbin sudah tamat dikalahkan bersih oleh Cena, kita masih percaya Braun, Joe, dan bahkan Reigns adalah tiga superstar monster paling badass yang dimiliki oleh Raw. Fatal 4 Way adalah perang sebagaimana yang kita harapkan. Keempat superstar legit banget terlihat mau saling menghancurkan. Braun ngelempar kursi ke Joe dan Reigns adalah spot favoritku, I didn’t see that coming! Dengan moveset yang terbatas, Lesnar mampu membuat Reigns terlihat sepantaran, Braun seperti monster beneran, dan Joe sebagai ancaman yang nyata.

 

 

 

Ada banyak sabuk yang berpindah tangan, hanya saja prosesnya terlihat sangat basic. Arahan yang enggak spesial membuat nyaris semua pertandingan terasa kurang usaha. Acara ini akan bisa hebat jika dipotong jadi dua jam, dengan hanya menyisakan pertandingan tag team dan fatal 4-way. SummerSlam adalah malam senin yang panjang yang membutuhkan banyak perjuangan untuk menahan bosan yang kuat dari kita, para penontonnya.
The Palace of Wisdom menobatkan Fatal 4-Way untuk Kejuaraan Universal sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

Full Results:
1. SINGLE John Cena mengalahkan Baron Corbin
2. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP Juara baru Natalya mengalahkan Naomi si tukang bikin epilepsi
3. SINGLE SHARK CAGE Big Cass mengalahkan Big Show dan bikin pingsan Enzo in the process
4. SINGLE Rusev dikal…RKO!!!
5. RAW WOMEN’S CHAMPIONSHIP Sasha Banks jadi juara baru setelah bikin Alexa Bliss tap out… kacian hiks
6. SINGLE Demon King Finn Balor ngalahin Bray Wyatt
7. RAW TAG TEAM CHAMPIONSHIP Dean Ambrose dan Seth Rollins ngerebut sabuk Cesaro dan Sheamus
8. UNITED STATES CHAMPIONSHIP Shane McMahon ngitung ampe tiga saat AJ Styles bertahan ngepin Kevin Owens
9. WWE CHAMPIONSHIP partai asia ini dimenangkan oleh Maharaja yang nyurangin Nakamura
10. UNIVERSAL CHAMPIONSHIP Brock Lesnar enggak jadi cabut lantaran berhasil defending atas Roman Reigns, Samoa Joe, dan Braun Strowman

 

 

 

That’s all we have for now.

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 

 

 

We? We be the judge.

Advertisements