Fastlane 2017 Review

 

Hidup berjalan dengan cepat. Kata papa Alessia Cara, saking cepetnya kita jadi kayak rumput, we are just withering away. Ferris Bueller sih bilangnya “Life moves fast but if you don’t stop and look around once in a while, you just might miss it.” Kevin Owens mungkin ngambil dan ngaplikasikan saran dari film terrific tersebut, namun sayangnya Ferris Bueller belum pernah bertemu satu-lawan-satu dengan Goldberg. Karena it just doesn’t work like that di hadapan Goldberg. Pertandingan berjalan dengan cepat, tapi ketika kau mencoba ngestall dan berjalan berkeliling beberapa kali, you just might be the next in line kena kombo Spear-dan-Jackhammer.

Sudah kodratnya sebagai acara terakhir sebelum Wrestlemania, ATRAKSI GULAT YANG HEBAT BUKANLAH MENU UTAMA yang dihidangkan oleh Fastlane. Misi show ini adalah buat ngebungkus storyline yang ada, yang kemudian jadi landasan terang buat agenda narasi di Wrestlemania empat minggu kemudian. Namun bukan berarti pertandingan di Fastlane jelek-jelek semua. Malam 5 Maret iu penonton di arena Chicago menyaksikan langsung beberapa momen yang unexpected – agak mengesalkan, toh tetep sebuah kejutan – yang muncul berkelabatan di antara momen-momen filler yang membebani acara ini.

dan Stephanie mau motong ‘bola’ Mick Foley

 

Musik entrance Neville yang sejak heel temponya diperlambat adalah salah satu bukti bahwa memang terkadang kita perlu go slow untuk mencapai hasil yang maksimal. Jika Neville adalah hal terbaik yang timbul dari konsep Cruiserweight yang coba dibangkitkan oleh WWE, maka pertandingan kejuaraan antara Neville dengan Jack Gallagher adalah match pertama yang bikin divisi ini terlihat urgen, sekaligus compelling sebagai suatu eksistensi yang serius dan berpotensi gede. Sering kita salah paham dengan menganggap cruiserweight adalah soal kecepatan dan gerakan-gerakan terbang semata. Style gulat untuk superstar berbobot menengah ini sebenarnya juga adalah soal teknik. It’s about the preciseness. Seperti yang sudah diperlihatkan oleh both Gallagher dan Neville dalam match ini. Pertandingan mereka terasa khas dengan tone dan gaya yang benar-benar berbeda, bukan hanya dari keseluruhan acara malam ini, melainkan juga dengan pertandingan cruiserweight yang kita liat di ppv sebelum-sebelum ini. Rebound-German Suplex dari Neville sangat mulus. Headbutt Galagher telak banget bersarang berkali-kali, adegan Neville terkapar di atas turnbuckle terlihat begitu surreal. Pertandingan yang penuh oleh energi yang juga semarak dengan spot-spot segar dari karakter kedua kubu. Jack Gallagher sangat intriguing, karena jarang banget kita ngeliat karakter komikal yang benar-benar mampu membuat kita percaya dia bisa memenangkan sabuk kejuaraan.

Partai Cruiserweight udah kayak pelanduk nyisip di sela-sela matchnya pegulat supergede. Sepertinya memang roster Raw padet banget ama powerhouse. Hampir semua card di acara ini ada monster gedenya. Samoa Joe adalah aset ‘monster’ teranyar yang dipunya oleh Raw, dan langsung diberikan push demi memperlihatkan dominasinya. Ada kemungkinan arahan karakter Samoa Joe ini pada awalnya berbeda dari yang kita lihat sekarang, things could be different jika Rollins enggak cedera. Malang memang tak-dapat ditolak, cedera tersebut enggak juga bikin ‘rugi’ Sami Zayn dan Joe, in some ways. Pertandingan mereka lumayan hebat dan klop banget sebagai pembuka acara. Kedua superstar ini harusnya bisa nyuguhin jauh di luar kotak ‘pertandingan yang didominasi oleh Samoa Joe’. Aku perlu nekanin sekali lagi, niatan nomor satu acara Fastlane adalah buat negasin storyline, match bagus hanya bonus, jadi di sini mereka hanya perlu Sami sebagai babyface charismatic yang ‘dihancurkan’ oleh si mercenary killer Samoa Joe. The match delivered that purpose perfectly. Namun, kita sesungguhnya baru melihat secuil ujung dari gunung es kemampuan gulat kedua superstar. Dan menurutku, di poin karir masing-masing, pertandingan ini enggak berarti banyak untuk mereka berdua.

Bicara soal yang gede-gede, let’s just address the elephants in the room. Roman Reigns dan Braun Strowman. Kedua superstar ini berbaku hantam dalam sebuah pertandingan yang kita semua bisa nebak hasilnya gimana. Meski memang kita enggak ngerti kenapa hasilnya harus seperti itu. Braun Strowman punya winning streak yang mestinya bisa dipecahin dalam circumstances yang lebih menarik lagi. But you know, we need to make Roman look strong, so yea. Faktanya, pertandingan mereka sebagus apa yang bisa kita harapkan dari dua powerhouse brutal. Seharusnya bisa lebih bagus kalo dibikin straight-to-the-point; diperpendek dan diperkeras lagi. Strowman berhasil menjalan tugasnya dengan baik. Ada kalanya ketika dia enggak butuh ‘boncengan’ Roman. Malahan, dia terlihat ‘ngebonceng’ Roman di sini. Badan gede bukan batasan bagi Strowman in terms of in-ring work. Movenya keras, intens, aku suka gimana dia mengounter Spear menjadi PowerSlam, just like that.

Mamam nih sepatu keren gue; boleh minjem dari Uso

 

Essentially, WWE kudu mikirin gimana cara ngejual dua-puluh-satu detik kekalahan Kevin Owens dengan menarik. Kita semua paham kenapa pertandingan Goldberg wajib untuk dibikin singkat. They are saving Goldberg’s full potential buat Wrestlemania karena dengan umur yang sudah kepala lima, mereka tidak ingin Goldberg mengalami ‘tragedi’ yang sama dengan yang kejadian ama Sting. Akibatnya adalah menjelang peristiwa 21 detik itu terjadi, kita dicekokin banyak momen-momen filler buat mengisi waktu. Enggak semuanya bisa tampil sekocak dan sengeselin Owens yang enggak masuk-masuk ke dalam ring. Mantan Juara Universal Terlama ini piawai sekali memainkan karakter hellnya.

WWE Fastline malah come out sebagai show dengan pace yang sangat lambat, yang terasa banget diulur-ulur, berlawan sekali dengan judulnya.

 

Kita nyaksiin Roman lawan Strowman yang durasinya kelewat panjang. Kita ngeliat New Day keluar promo dengan gerobak es krim. Kita nyengir-nyengir ngeri saat Sasha Banks diobok-obok sama Nia Jax selama beberapa menit sebelum akhirnya menang dengan roll-up doang. But maybe it was okay because Nia is not like most girls. Kita nepok jidat sehabis kejuaraan tag team karena apparently hal yang paling diingat dalam pertandingan yang cukup lama tersebut adalah gimana Enzo ngebotch gerakan Rocket Launcher, finisher tag team mereka. Ada tujuh match dan kita dapet dua match extra yang involving Jinder Mahal dan Rusev, yang aku beneran bingung ke mana arah match tandem ini. Like, apa mereka beneran nyuruh kita peduli ama Jinder Mahal gitu aja tanpa tedeng aling-aling. Penempatan match dua superstar yang mau bubaran tag team ini terasa begitu maksain. The real purposenya memang semata buat mengisi durasi.

Tapi dosa terbesar Fastlane adalah ke Charlotte. Streak kemenangan di ppv putri Ric Flair ini kandas dengan antiklimaks. Reaksi yang dihasilkan enggak seheboh yang harusnya bisa didapat, jika mereka mau menunggu dan dieksekusi dengan lebih properly. Adalah sesuatu yang ganjil melihat tokoh babyface menang dengan enggak murni. Match Charlotte melawan Bayley berakhir setelah ada interference dari Sasha Bank. Dan entah karena semua hal di Fastlane supposedly berlangsung secepat kilat sehingga wasitnya khilaf, atau memang wasitnya dongok, kita tidak pernah mendengar bel tanda pertandingan didiskualifikasi. Padahal jelas-jelas Sasha Banks made contact dengan Charlotter, ada pukulannya yang masuk. Eventually pertandingan ini berakhir dengan memberikan kesan lemah kepada Bayley. Pertama, dia sempat ngotot ngelakuin gerakan di turnbuckle yang obviously got set up in a wrong fashion, dan akhirnya kejadian jualah botch itu. Kedua, kemunculan Sasha Banks membantu enggak benar-benar membantu statusnya sebagai juara yang pantas.

 

 
Selain pertandingan Goldberg, tidak ada lagi yang cepat di Fastlane. Namun demikian aku gak bilang acara ini membosankan karena enggak ada pertandingan yang bagus. Untuk sebagian waktu, penonton cukup terinvest ke dalam story yang jadi elemen utama acara ini. Bookingan acara lah yang bikin event ini enggak special dan, yea, boring. Masukin match dengan maksain. Finishing yang seadanya. Aku juga masih heran kenapa Jericho merasa perlu buat costing Owens that Universal Title match. Kalo aku jadi Jerciho, aku malah ngarep Owens retain jadi aku bisa balas dendam sekalian ada kesempatan ngerebut titlenya. Aku setuju sama teman-teman nobar yang bilang acaranya enggak beda ama nonton Raw. Match yang bener-bener keren dan patut ditonton adalah Cruiserweight Championship antara dua Englishmen; Neville dengan Jack Gallagher. MATCH OF THE NIGHT!

 

 

Full Results:
1. SINGLE MATCH Samoa Joe defeated Sami Zayn.
2. RAW TAG TEAM CHAMPIONSHIP Luke Gallows and Karl Anderson retains over Enzo and Big Cass.
3. SINGLE MATCH Sasha Banks mengalahkan Nia Jax.
4. SINGLE MATCH Cesaro ngalahin Jinder Mahal.
5. SINGLE MATCH The Big Show ngehajar Rusev dan rambut barunya.
6. WWE CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIp Neville mengalahkan Jack Gallagher
7. SINGLE MATCH Roman Reigns defeated Braun Strowman.
8. RAW WOMEN’S CHAMPIONSHIP Bayley bertahan dari Charlotte.
9. WWE UNIVERSAL CHAMPIONSHIP Goldberg jadi juara baru ngalahin Kevin Owens.

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Buat yang di Bandung, kami akan mengadakan nonton bareng pay-per-view WWE, so yea you are very welcome buat ikutan. Senantiasa cek facebook Clobberin’ Time buat info nobar selanjutnya

 

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 

 

 

 
We? We be the judge.

Elimination Chamber 2017 Review – [Edisi Special Valentine]

wweeli

 

“Dear Alexa,
tadinya aku sempat kecewa
perihal Smackdown tidak punya superstar wanita sebanyak bintang di angkasa.
Jadinya kamu cuma dapet pertandingan satu-lawan-satu yang biasa.
Padahal kalo tiga pertandingan cewek malem itu dijadiin satu,
Wuih pasti seru!

“Tapi kemudian aku ragu.
Melihat elokmu dibanting menembus Chamber, diriku tak mau.
Menyaksikan ragamu terjun bebas dari kerangkeng, tentu aku tak-tega.
Biarlah Dean Ambrose yang merasakan datar dan kerasnya kaca!
Biarlah AJ Styles yang dilempar ke sana kemari, membenturkan fisiknya ke rantai baja!
Aku ingin kamu seperti The Miz, keluar dari struktur setan neraka
dengan tubuh utuh tanpa luka.”

 

 

Dear Alexa Bliss yang keren abiss,
Aku harap kita bisa duduk makan popcorn bareng nontonin Carmella dan James Ellsworth makan popcorn. Bareng.
But you’re such a super girl kayak kostum yang kamu pakai. Atau itu Wonder Woman ya? I’m not really sure, I was distracted by your pretty face. Yea, aku yakin kamu udah sering dengar pujian soal wajah sesering ngeliat Superkick yang sekarang udah jadi jurus kayak DDT. Tapi aku suka.

“Kalo Randy Orton sudah sukses banget ngereinvent himself sejak bergabung dengan Bray Wyatt; statusnya sebagai main eventer buat Wrestlemania semakin terpercaya. Maka kamu, ‘Lexa, kamu selalu sukses menambahkan personality ke dalam setiap penampilan. I mean, lihat aja Konnor dengan dandanan yang malah membuatnya mirip Captain Spaulding dari filmnya Rob Zombie; serem, tapi The Ascencion masih saja gagal ngerebut sabuk dari American Alpha yang sudah dibuat tak berdaya oleh kembar Jimmy dan Jey Uso. Seharusnya mereka bisa belajar dari kamu, ataupun dari Luke Harper. Kalah dari Orton justru memberi banyak hal positif kepadanya. Kerja keras Harper tidak sia-sia nunjukin how much more he got soal kemampuan di atas ring. Matchnya melawan Orton adalah single match terbaik malam itu.

“Penampilan mungkin memang nomor satu, ya, Alexa. Aku di sini, kamu di sana. Kadang justru rasanya aku yang seperti The Miz; lemes tak-bergeming menatap Baron Corbin yang sudah menunggu di tengah ring, sambil bernyanyi dalam hati:

“Why can’t weee be friends? Why can’t we friends? ~”
“Why can’t weee be friends? Why can’t we be friends? ~”

 

“Dear Alexa Bliss yang memang lebih manis enggak pake kumis,
Video opening acara Elimination Chamber 2017 bilang bahwa ada kecantikan di dalam kengerian struktur maut tersebut. Bahwa Elimination Chamber adalah Beauty in the Beast. Mestinya julukan tersebut lebih cocok untuk kamu, deh, say. Maksudku, dengan hati yang sekeras dan sedingin besi dinding kandang itu, character-work kamu sebagai heel adalah salah satu yang terbaik across the entire company.

“Sesungguhnya diduain itu enggak enak. Apalagi diduain in a less-romantic way seperti yang dialami oleh Dolph Ziggler saat mesti berhadapan dengan Apollo Crews dan Kalisto. I don’t want you to go through all of that, ‘Lexa. Bayangkan kalo match kamu jadi ditandingkan dalam Elimination Chamber match; wedeww udah bukan dua lagi, tuh, tetapi dilimain! Semua yang terjadi antara Ziggler, Crews, dan Kalisto adalah hal yang awkward. Apalagi jika diliat dari penampilan. Celana Amerika Ziggler seolah membawa pesan rasis mengenai dia yang ngelawan dua superstar pendatang. Ziggler menyerang Kalisto sebelum bel berbunyi, supaya dia bisa duel berdua saja dengan Crews adalah hal yang mesti dimaklumi, toh namanya juga usaha. Namun pada akhirnya ini tetap adalah handicap match di mana si jahat dikeroyok oleh dua tokoh baik. Psikologi tanding mereka lebih membingungkan daripada ngirim message nanyain kabar tapi gak pernah dibales. Penonton enggak tahu harus dukung siapa karena naturally yang harus disemangati itu adalah yang dalam keadaan terjepit. Jadinya ya Ziggler yang jahat malah dapet sambutan hangat, terlebih seberesnya tanding. Kemenangan Crews dan Kalisto enggak dianggep; diignore gitu aja karena apa istimewanya menang keroyokan ngelawan satu orang?

Xa, kamu sadar engga sih kalo kandang Chamber kali ini berbeda dari kandang yang sudah-sudah? Yang sekarang ini bentuknya lebih ngotak dan minimalis. Katanya sih demi penghematan biaya. Wujud yang lama juga sudah lama dikeluhkan tidak efisien karena memakan banyak space, enggak semua arena bisa utilizing it properly. WWE akhirnya mutusin buat move on dari kerangkeng lama rancangan Eric Bischoff.

“Meskipun kandangnya berganti, namun hati ini tidak berubah, loh. Aku berharap relationship kita enggak berakhir abrupt sebagaimana finishing dua pertandingan cewek yang lain. Itu juga kalo ada apa-apa di antara kita sih, Xa, mengingat interaksi kita sejauh ini cuma kamu ngelike my sketch of you di twitter hhihi. Akan tetapi sesungguhnya apa yang kita berdua punya itu sudah jauh lebih mendingan ketimbang tinju Five-Knuckle Shuffle si John Cena yang enggak pernah konek ke jidat siapa-siapa. Setelah semua yang dialami, setelah semua pergumulan, great bantering of actions and reactions, Becky Lynch mengakhiri Mickie James dengan roll-up. Natalya dan Nikki Bella malah gantung oleh bunyi bel yang menandakan mereka berdua sama-sama kena count-out. Akhiran yang sama sekali enggak memuaskan. Tidak ada statement yang dibuat. Sure, ada banyak benih-benih yang ditanam acara ini buat Wrestlemania ke depannya. Corbin akan dipasangkan tanding dengan Ambrose. Wyatt dengan Orton. Cena akan ngedate sama baenya, Nikki Bella melawan Miz dan Maryse yang belepotan bedak. Sisa Styles nih yang masih belum jelas; beneran bakal tanding lawan Shane? I just hope semua mekar berkembang pada waktunya, termasuk kita.

cue musik kartun "waa-waa-waaa'"
cue musik komedi “waa-waa-waaa'”

 

Bicara soal pengakuan, sesungguhnya ada yang bikin aku lebih senang daripada “Yes, bukan Orton lawan Cena di ‘Mania!”. It was Bray Wyatt. The ‘acceptance’ of Bray last night as WWE Champion adalah salah satu dari momen ter-real yang pernah diberikan oleh WWE sejauh ini. Bray ngalahin dua mantan juara WWE dengan ngepin clean. Dia kelihatan sangat emosional oleh kemenangannya dan kupu-kupu euforia juga kurasakan dalam perutku. Eh, kunang-kunang ding! Bray Wyatt kan orangnya serem. Keseluruhan cerita Orton dan Wyatt terasa banget didesain demi mengangkat Wyat sebagai ancaman yang menakutkan. Pertandingan mereka di Wrestlemania nanti bisa jadi adalah salah satu dari bookingan terbaik yang pernah dilakukan oleh WWE.”

 

Dear Alexa Bliss yang tingginya samaan ama panjang sabuk kejuaraan cewek (so cute!),
Ngeliat lengan kamu patah di Smackdown aja, aku udah syok berat. Namun kemudian kamu pop it right back into the socket gitu aja, membuat aku tahu kamu pasti orangnya gampang move on. Kekalahanmu di Elimination Chamber 2017 ini enggak akan membuatmu sengamuk aku yang masih belum nerimo. Karena, serius nih, apa sih yang udah dilakukan Naomi sehingga dapet title secepat itu semenjak balik beberapa minggu lalu? She filmed a movie, she has a glow stick entrance, she has zero personality, dia sudah ada sejak berapa – tujuh tahun lalu? Sepuluh? – dan dia enggak bener-bener improving in anything. Promo post-match yang dilakukan Naomi adalah promo terbaik sepanjang karirnya, and it was nothing great. Sedangkan kamu, ‘Lexa, you have established yourself as THE woman to be in Smackdown sejak debutmu beberapa bulan lalu.

“Kalo mau liat dari segi positif, kita simpulin aja kamu kalah lantaran wasitnya adalah Wasit Guoblog yang sama dengan saat kamu discrewed di pertandingan kejuaraan melawan Becky Lynch di episode Smackdown di Glasglow, UK.

Eh sori, itu belum postif ya? My bad.”

Alexa, kamu kalah karena Naomi curang memakai pakaian dengan warna-warna yang mengganggu mata dan bikin epilepsi.
.

Ha? Itu belum positif jugaaa??”

 

“Oke let’s just say Naomi menang karena WWE ingin menggali cerita dia pulang kampung di Wrestlemania yang memang diadakan di kampung halaman Naomi, di Orlando.

 

 

“Kekalahan adalah kemenangan yang udah siap-siap mau berangkat namun enggak dapet gojek. Dan oh my dearest Alexa Bliss, aku yakin nanti kita akan berpesta pora di Wrestlemania!

#RestingBlissFace
#RestingBlissFace

 

Selain Women’s Championship yang menurutku (masih!) adalah keputusan terburuk yang dibuat oleh WWE malam itu, Elimination Chamber 2017 sesungguhnya adalah acara solid yang benar-benar difokuskan buat ngesetup Wrestlemania. Aku suka apa yang mereka lakukan sama divisi tag team, mereka mencoba mengembalikan ‘kekuatan’ para tag team semenjak semuanya dikalahkan mentah-mentah oleh Orton dan Wyatt. Aku suka gimana mereka masih menyisakan sedikit misteri tanpa membuat arahan Wrestlemania buat tim Smackdown menjadi terlihat lemah dan terlalu gampang-ditebak. Semua jejeran roster dilibatkan dan masing-masing mereka berusaha keras untuk deliver story sekaligus aksi match yang seru. The Palace of Wisdom menobatkan THE ELIMINATION CHAMBER FOR WWE CHAMPIONSHIP yang penuh spot-spot gede dan benar-benar punya struktur cerita yang kokoh sebagai MATCH OF THE NIGHT.

 

 

 

Full Results:
1. SINGLE MATCH Becky Lynch mengalahkan Mickie James.
2. HANDICAP MATCH Apollo Crews dan Kalisto beat Dolph Ziggler.
3. SMACKDOWN TAG TEAM CHAMPIONSHIP TURMOIL MATCH American Alpha retains, actually ngalahin The Uso dan The Ascension.
4. SINGLE MATCH Nikki Bella dan Natalya berakhir seri, wong dua-duanya dihitung kalah keluar arena.
5. SINGLE MATCH Randy Orton mengalahkan Luke Harper.
6. SMACKDOWN WOMEN’S CHAMPIONSHIP MATCH Naomi jadi juara baru atas Alexa Bliss.
7. WWE CHAMPIONSHIP ELIMINATION CHAMBER MATCH Bray Wyatt menang setelahkan mengalahkan AJ Styles di final two.

 

 

 

That’s all we have for now.

Buat yang di Bandung, kami akan mengadakan nonton bareng pay-per-view WWE, so yea you are very welcome buat ikutan. Senantiasa cek facebook Clobberin’ Time buat info nobar selanjutnya

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 

 
We? We be the judge.

Royal Rumble 2017 Review

royal15940767_1297941666910946_5843770289899557573_n

 

Bukan saja kita dateng ke Royal Rumble tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi, sekarangpun saat salah satu dari Empat-Besar ppv WWE ini telah usai, kita masih tetap bingung dengan apa yang sudah terjadi. Malahan mungkin kalian ngerasa lebih bingung daripada sebelumnya. Yang pasti hanyalah kita-kita enggak mau melihat Orton melawan Cena (untuk kesekian kalinya) jadi pertandingan utama di Wrestlemania. Jengah!

Vince: Guys, aye punye ide nih. Aye tau caranye pegimane biar entar main event Wrestlemania bisa surak-surak. Pan kite maok nyaingin entu kumpeni gulat Jepang nyang lagi anget diobrolin orang.
Creative A: Kok jadi betawi sih, Bos?
Vince: Suka-suka dong, BACUOOTT! Pokoknye kite kudu bikin sesuatu yang baru. Sesuatu yang orisinil. Yang exciting banget-deh!!!
Creative B: Iye iye Bos, tapi apaan??
Vince: Let’s do something that’ll shake the very foundation of the WWE to its core!!!!
Creative A & B: OH MY GOD VINCE, WHAT IS IT!?!?!?
Vince: Cena vs Orton, Main Event, Wrestlemania!!!!!
Creative A: ….fuck.
Vince: *Ketawa jahat*. Oh yea, dan A, elu DIPECAT!!!!!

Mari berdoa supaya tim kreatif sono sukses membujuk Vince buat memakai skenario Orton melawan Bray Wyatt instead.

 

Pinggirkan sebentar pertandingan Royal Rumble and how it goes down, maka sesungguhnya ini adalah acara yang pretty decent. Setiap pertandingan kejuaraan really holds up dan berhasil mendeliver cerita yang ingin mereka sampaikan. Aku paling surprise sama pertandingan Kevin Owens melawan Roman Reigns. Biasanya pertemuan mereka terlihat gitu-gitu melulu, somewhat boring, lambat, dan lazy. Namun kali ini, kedua superstar benar-benar memanfaatkan environment Tanpa-Diskualifikasi dengan maksimal. Mereka bermain kreatif, Stunner dari Owens dan piramid kursi itu bikin penonton heboh banget. Tipu daya dan kecurangan adalah elemen wajib (aku suka skit Jericho dari kandangnya ngejatohin brass knuckle untuk dipake oleh Owens, and then Owens hit that Superman Punch lol), yang istimewa dari pertandingan ini adalah ada genuine feeling of hatred; baik Owens dan Reigns sama-sama nunjukin sisi violence yang compelling serasa mereka desperate banget buat menangin nih match. Meski memang bisa lebih baik jika berakhir bersih, aku enggak masalah buat mengenang tanggal 30 Januari sebagai BRAUN STROWMAN APPERCIATION DAY.

Thank you Strowman, Clap! Clap! Clap-Clap-Clap!!!
Thank you Strowman, Clap! Clap! Clap-Clap-Clap!!!

 

Dengan satu Super AA (I can’t believe Styles kicked that one out!) dan tiga standar AA, John Cena akhirnya menyamai rekor Ric Flair sebagai Pemegang Terbanyak Juara Dunia WWE, enam-belas kali! As much as I don’t like Cena, aku enggak bisa bilang benci sama pertandingannya. Kekalahan AJ Styles doesn’t hurt him at all. Kerja keras Styles tetap membuatnya kelihatan paling jagoan di atas ring. Dalam pertandingan kejuaaran ini, Styles selamat dari banyak jurus maut Cena, he kept coming menunjukkan resiliensi dan keinginan bertahan yang gede. Sama seperti Owens dan Reigns sebelumnya, Cena dan Styles juga nunjukin desperado yang sangat genuine. And they have a great chemistry. Ini adalah cerita tentang John Cena yang once again bangkit, namun kini ada sedikit twist; sepanjang pertandingan Cena menunjukkan some level of frustration, dia kerap terlihat kesel, hunting Styles down dengan taktik yang heelish. Dan karakternya ini menambah banyak excitement ke dalam pertandingan.

Kerja terbaik WWE memang terletak kepada kemampuan mereka ngebangun pertandingan around psychology karakter. Dalam pertandingan Neville melawan Rich Swann, sisi psikologis Neville lah satu-satunya yang buat kita jadi tertarik. I am happy to see the King of Cruiserweights finally got the crown. Charlotte lawan Bayley juga great dari sisi cerita. Ada sense mereka membangun Bayley sebagai penantang yang-nyaris-tapi-gagal lantaran Charlotte will always a step ahead. Sebagai babak pertama dari feud mereka, pertandingan dua cewek bagian dari Four Horsewomen ini cukup sukses nyedot perhatian. Penonton ngecheer setiap kali Bayley hit spot, terutama saat Bayley makek jurus Elbow Drop mirip Shawn Michaels, superstar legend yang berkampung halaman di tempat acara ini diadakan. Charlotte terlihat meyakinkan dengan gestur-gestur heel, she’s the best working heel di roster cewek today. Rekor Kemenangannya masih intact dengan anggun. But buatku pertandingan ini enggak terasa work-work amat, seems flat dan rada berakhir abrupt. Tapi mungkin saja aku lagi bitter lantaran match Alexa Bliss kena gusur ke pre-show.

eh, kena geser deng, bukan gusur xD
eh, kena geser deng, bukan gusur xD

 

The Rumble match sebenarnya bagus, Braun Strowman jadi bintang di paruh pertama, Ambrose dengan Ellsworth kocak banget, taktik Jericho selalu ngundang tawa, interaksi Lesnar dan Goldberg masih limited but great nonetheless, begitu juga dengan Undertaker dengan Goldberg. Aku suka saat Luke Harper dateng dan Wyatt dan Orton just look at him dengan tampang “ih, siapa deh”, menarik melihat gimana storyline Harper yang sepertinya jadi face ini berkembang setelah melihat result dari pertandingan Rumble.

Royal Rumble selalu adalah soal statistik. Soal angka. Dan di pagelarannya yang ketigapuluh ini, WWE memastikan kita akan mengingat gimana angka-angka tersebut memainkan peran yang cukup signifikan.

Banyak fun, trivial things yang dilakukan oleh WWE. Seperti saat mereka ngeintroduce Si Perfect Ten Tye Dilinger di entrance nomor, ehm, sepuluh. Ataupun saat Baron Corbin muncul di nomor 13, membawa the end of days ke atas ring. Randy Orton joins Triple H, Hulk Hogan, Shawn Michaels, Stone Cold, Batista and John Cena sebagai superstar yang pernah memenangkan Royal Rumble lebih dari sekali. Dan tak ketinggalan Jack Galagher datang dengan payungnya, Wiliam III, menyenangkan melihatnya berinteraksi di luar lingkaran cruiserweight yang bisa terasa begitu mengukung superstar. Match Royal Rumble memuncak oleh antisipasi karena setiap entrance, setiap detik yang muncul mundur di sudut layar, membuat kita menggelinjang. Slowly ring penuh oleh talent dan ternyata para top superstar muncul di nomor-nomor belakangan. Lesnar muncul di 26, disusul oleh Goldberg dua nomor sesudahnya. Undertaker nongol dengan goib di nomor 29. So, kita semua berpikir peserta nomor 30 pastilah superstar yang really truly surprising.

Ha!

WWE ngetroll kita dengan memberikan surprise yang tak-tertebak. I mean, no one would ever guess that karena enggak seorang pun yang ingin that surprise jadi kenyataan. There are NUMBERS OF STRANGE DECISION yang diambil oleh WWE dalam pertandingan Royal Rumble kali ini. For one, ramp menuju ke ring yang luar biasa panjang mengingat superstar butuh segera mungkin masuk ke dalam ring karena jeda antara peserta Rumble sangat singkat. Walaupun mereka menambahnya menjadi dua menit, it is still a long tiring walk, terutama buat superstar yang berbadan gede kayak Big Show, Big E, dan Big yang lain.

“Fight, Owens, Fight”? please, this is “Om, telolet, Om”
“Fight, Owens, Fight”? please, this is “Om, telolet, Om”

 

 

Superstars yang turun bertanding juga mengherankan. Mereka wasting so much spot, New Day bahkan Cesaro dan Sheamus terihat awkward gajelas di sana. Kane strangely enggak nampil, rekor tampil berturutturutnya padam gitu aja, dan “Wah kasihan Mark Henry tereliminasi, harusnya dia yang menang.” says no one ever.

Putting Roman Reigns sebagai penutup, however, adalah booking yang begitu-jelek-jadinya-bagus. Antisipasi sudah terbendung gede untuk kemudian dihempaskan gitu aja. Kita bisa dengar “bulshit!” diteriakin oleh penonton di arena ketika Reigns actually ngeluarin nama-nama gede. Di Warung Darurat, kertas-kertas beterbangan, tinju-tinju berayun di udara, ngiringin teriakan protes kami yang membahana. WWE really took the risk, mengecewakan harapan dan prediksi fans, demi ngepush pemenang match ini. I mean, jika bukan Roman yang muncul, jika yang muncul adalah Kurt Angle atau Samoa Joe atau Finn Balor and they didn’t win it, kemenangan Randy Orton akan dianggap mengecewakan. Because hey, it’s 2017, apakah kita perlu ngeliat Cena winning title dan Orton menang Rumble kayak di 2009 lagi? Reaksi kita sepertinya udah diset, we are hating Roman so much, mindset kita sudah jadi “apapun #AsalBukanRoman”.

The fact and the matter is, setelah penampilannya di Royal Rumble sepertinya tidak mungkin lagi bagi WWE untuk ngepush Roman Reigns sebagai face. Dan pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri masing-masing adalah:

Apakah kita akan menerima Roman Reigns sebagai orang yang menghentikan karir Undertaker, jika itu akan lead us kepada Roman Reigns’ heel turn?

 

 

 

 

PPV ini harusnya digunakan buat ngesetup Wrestlemania, the best thing come outta this adalah kita masih meraba apa yang bakalan terjadi. The lack of surprise-yang-diinginkan memang terasa menjatuhkan acara ini secara keseluruhan karena the hype just wasn’t there. Tapi kita nutup mata kalo enggak recognize dua match kejuaraan keren yang berlangsung di sini. Antara Universal Championship dengan WWE Championship, The Palace of Wisdom memilih AJ Styles melawan John Cena sebagai Match of the Night karena it feels more urgent, dan yea, lebih bersejarah.

 

 

Full Results:
1. RAW WOMENS CHAMPIONSHIP Charlotte mengalahkan Bayley.
2. WWE UNIVERSAL CHAMPIONSHIP NO-DQ MATCH Chris Jericho di atas kandang nyaksiin Kevin Owens retains over Roman Reigns berkat bantuan Braun Strowman.
3. WWE CRUISERWEIGHT CHAMPIONSHIP Neville merebut sabuk dari Rich Swann.
4. WWE CHAMPIONSHIP John Cena beat AJ Styles.
5. 30-MAN ROYAL RUMBLE MATCH Randy Orton menang dengan mengeliminasi Roman Reigns

 

 

 

 

That’s all we have for now.

Buat yang di Bandung, kami akan mengadakan nonton bareng pay-per-view WWE, so yea you are very welcome buat ikutan. Senantiasa cek facebook Clobberin’ Time buat info nobar selanjutnya.

Remember, in life there are winners.
And there are losers.

 

 
We? We be the judge.