Nominasi yang bakal bertanding memperebutkan Best Picture Academy Awards 2021 telah diumumkan. Dari delapan film tersebut, sebagian besarnya memang powerhouse, yang difavoritkan banyak penonton – kritikus atau bukan. Orang-orang akan menjagokan Nomadland dan Sound of Metalkarena kemegahan teknis dan arahannya. Minari karena kehangatan dan karakternya. Promising Young Woman karena keberanian dan keedgyan gagasannya. Mankfor the love of Cinema. The Trial of the Chicago 7 beserta Judas and the Black Messiah yang bicara seputar isu penting kemanusiaan. Tidak banyak yang sampai ke telingaku, berbicara soal The Father. Drama relasi ayah dan anak yang disadur oleh sutradara Florian Zeller dari naskah teater garapannya sendiri ini seperti sedikit terlupakan. Padahal, setelah kutonton, film ini ternyata memberikan kita pengalaman yang sekiranya sulit terlupakan. Dan ini ‘lucu’, mengingat filmnya sendiri bicara tentang orang yang perlahan (tapi pasti) kehilangan ingatannya. To be honest, aku pun sendirinya berpikir ini bakal jadi tontonan yang cukup boring. Sudah kebayang film ini akan berisi percakapan antara ayah dan anaknya. Dan tentu saja, film ini memang berisi dialog demi dialog antara ayah yang berusaha memahami keadaan anaknya sekaligus juga tentang anak yang mencoba melanjutkan hidup sementara orangtuanya tersebut dalam keadaan yang tidak segampang itu untuk ditinggalkan. Kondisi ayahnya itulah yang membuat film ini tidak pernah menjadi semembosankan apa yang ku bayangkan. The Father adalah drama hubungan ayah dengan anak, sementara sang ayah ini mengidap Alzheimer. Dementia mulai menggerogotinya. Sehingga setiap kali percakapan mereka tampil di layar, selalu ada something interesting (dan mengkhawatirkan) yang terjadi di baliknya. Mengalami langsung bingungnya dementia.
Banyak film yang membahas tentang dementia yang dialami oleh pengidap Alzheimer. Tahun lalu misalnya, ada Relic. Lalu belum lama ini, ada film horor Indonesia yang memejeng (iya memejeng doang!) karakter dementia yakni Affliction. kebanyakan film yang membahas tentang kengerian dementia memang membahas dari ketakutan dari menghadapi penderita dementia itu sendiri. Dealing with them dapat menjadi pengalaman yang mengerikan, terutama karena kita tahu penderita gak bakal bisa disembuhkan. Kenyataan bahwa mereka kian hari semakin melupakan kita itulah yang biasanya disimbolkan menjadi cerita horor atau jadi kaitan drama yang merenyuhkan hati. Di sinilah letak keunikan dari The Father. Film ini mengambil langkah yang ekstra dengan menempatkan kita langsung pada sudut pandang si penderita dementia.
Sebagian besar durasi, kita akan mengalami kebingungan itu bersama Anthony. Pria tua ini, diceritakan, menolak untuk dibantu. Setiap kali putrinya mendatangkan juru-rawat, Anthony selalu ngejutekin. Anthony gak suka dianggap tak berdaya. Terutama, dia curiga kalo mereka-mereka itu datang untuk mencuri jam tangannya. Padahal Anthony-lah yang selalu lupa menaruh jam tersebut di mana. Seiring film berjalan, semakin banyak hal yang membuat Anthony mengerutkan kening. Percakapan dia dengan putrinya, Anne, selalu berubah-ubah. Anthony yakin putrinya itu ingin ke Perancis, dan bahwa putrinya belum menikah. Tapi kenapa sering juga ada pria lain muncul di rumahnya. Mengaku sebagai suami Anne. Dan Anne bilang dia tidak pernah mau ke Perancis. DAN, ngomong-ngomong soal Anne, kenapa pula wajah putrinya ini berubah-ubah. Anthony tak abis pikir. Rumahnya ternyata bisa jadi bukan rumahnya. Pagi ternyata malam. Kenyataan mulai terpecah-pecah di dalam kepala Anthony, sampai dia sadar dia tidak mampu lagi menyatukan semuanya.
Yang paling mengerikan dari dementia adalah kenyataan bahwa penyakit itu tidak bisa dihentikan. Usaha menyembuhkan penderita dengan membawa mereka kembali mengingat realita adalah usaha yang sulit dan dibilang mustahil. Florian Zeller tampaknya mengerti akan hal tersebut. Makanya, film The Father ini dia susun sebagai pengalaman menonton yang menempatkan kita ke dalam benak atau realita yang dialami oleh si penderita. Itu dilakukan karena mungkin, itulah cara yang paling dekat dengan usaha menyembuhkan penderita dementia.
Nonton ini tuh kita seperti ikutan ‘sinting’. Untuk memberikan kesan confusing yang dialami oleh Anthony, sutradara benar-benar detil membangun set dan menggunakan latar. Kemudian menyempurnakannya dengan editing. Ngedip dikit, dan kita akan ikutan bengong melihat kenapa kantong plastik belanjaan itu berubah warna dari putih ke biru. Perubahan-perubahan kecil seperti demikian itu kerap terjadi di layar. Isi ruangan tempat tidur yang berpindah susunan. Keramik wastafel dapur yang berganti. Dan tentu saja, orang-orang yang muncul di sekitar Anthony. Semuanya kerap berubah. Anne yang di adegan sebelumnya, berwajah berbeda dengan Anne yang ternyata baru pulang dan muncul di pintu depan. Keganjilan-keganjilan ini semakin intens seiring durasi. Bagian favoritku adalah adegan makan malam yang percakapan mereka tampak ngeloop. Anthony datang, menguping Anne dengan suami mendebatkan soal mengirim dirinya ke institusi, kemudian mereka makan ayam, kemudian Anthony ke dapur ngambil ayam lagi, dan kemudian dia menguping Anne dan suaminya kembali. It’s weird, dan terutama menyeramkan karena kita juga berusaha merasionalkan yang terjadi – persis seperti yang dirasakan oleh Anthony.
Treatment begitu mengingatkan kita pada I’m Thinking of Ending Things (2020); thriller melankolis yang juga bermain dengan memori, yang terwujudkan oleh karakter dan objek yang berubah-ubah. Bedanya, The Father tidak menggunakan treatment tersebut untuk menghasilkan suasana sureal. Melainkan justru menguatkan feeling kebingungan yang grounded. Film ini berhasil membawa kita mengalami yang dirasakan Anthony. Mengalami bagaimana dementia itu bekerja, dengan mendekati asli. Karena memang, satu-satunya alasan kenapa film-film yang mengusung Alzheimer dan dementia lebih banyak mengeksplorasi dari sudut keluarga atau dari pengasuh terdampak, adalah sulit merepresentasikan dementia yang sebenar-benarnya itu seperti apa. Sulit untuk mendapatkan perspektif yang total akurat. Tentunya kita tidak bisa menanyakan kepada penderita. Sehingga, yang bisa dilakukan hanyalah dengan menginterpretasi. The Father really did a great job dalam interpretasi tersebut. Treatmentnya tadi sanggup mewakili perasaan bingung dan sensasi kehilangan sense of realita diri sendiri. Dan tentunya, treatment tersebut hanya bersifat sebagai pendukung. Apa yang didukung? tentu saja adalah karakter. Dan The Father punya karakter yang ditulis dengan sama detilnya.
Dari segi alur memang tidak banyak yang terjadi pada film ini. Percakapannya pun cenderung diulang-ulang, tapi tetap menarik karena situasi dan pelakon yang berubah-ubah. Kekuatan film ini ada pada bangunan karakter. Anthony dan Anne punya banyak lapisan masalah. Inilah yang terus digali dan dijabarkan dengan hati-hati oleh film. Lapisan permasalah itulah yang bakal mendorong kita untuk peduli kepada mereka. Hubungan mereka berdua diwarnai oleh masalah mulai dari Anthony yang tampaknya lebih sayang kepada adik Anne, dan lalu adik tersebut meninggal, yang kemudian jadi berkembang hingga ke rumah yang ditempati sekarang apakah punya Anthony atau punya Anne. Anthony sendiri bukan orang yang gampang untuk diajak berdialog, bahkan sepertinya sebelum dia dementia dia sudah ‘sulit’ berurusan ama orang seperti begitu. Dalam artian, Anthony adalah orang yang ‘punya caranya sendiri’. Begitu kata Anne yang berusaha memaklumi sifat ayahnya. Memainkan karakter sekompleks Anthony itulah saat bagi Anthony Hopkins menunjukkan kemampuan aktingnya (yang ternyata masih tajam!) Menjelang akhir, Anthony semakin tidak bisa menempatkan apa yang sedang terjadi. “I don’t know what’s happening anymore” katanya, tapi ia mengucapkannya tetap dengan nada menguatkan diri. Sudah bukan rahasia kalo Hopkins adalah aktor yang piawai, tapi tetap saja aku pribadi salut karena di sini tentulah perannya terasa really close to home for him. Kevulnerablean yang ditampilkannya di sini mungkin adalah cerminan dari bagaimana dia yang udah umur segitu disambangi langsung oleh dementia. somehow di sini Anthony Hopkins gaya dan cara ngomongnya menurutku mirip sama Slamet Rahardjo
Olivia Colman sebagai Anne pun bermain sama vulnerable dan meyakinkannya. The Father tidak hanya menyajikan perspektif Anthony si penderita, tapi sesekali juga membawa kita menyelami kesulitan dan keresahan yang menimpa keluarga yang merawat penderita. Film melakukan ini supaya kita bisa lebih mengerti dampak mengerikan dari dementia yang ‘kejam’ tersebut. Semua itu untuk meng-enchance drama. Untuk menambah kedalaman lewat lapisan dari sudut pandang yang berbeda. Sekaligus diperlukan supaya film tidak melaju ke arah misteri, atau setidaknya supaya film tidak berbelok menjadi semakin mirip dengan apa yang dihasilkan oleh I’m Thinking of Ending Things. Karena jika hanya dari sudut pandang Anthony, besar kemungkinan kita bakal melihat Anne sebagai this impossible being, bahkan bisa jadi Anne tampak seperti antagonis.
Namun memasukkan sudut pandang Anne juga membawa sedikit minus bagi penceritaan, karena sudut pandangnya ini cukup messed up dengan treatment dan gaya bercerita yang sudah mantap pada Anthony. Misalnya, ada bagian ketika kita malah melihat hal dari dalam benak Anne. Film menjadi terlalu surealis dengan adegan ‘percobaan pembunuhan’, yang tentu saja berlawanan dengan niat di awal yakni untuk tidak menjadi terlalu surealis dan tidak menjadi slightly over-the-top. Jadi ya, menurutku memasukkan sudut pandang Anne di sini menjadi sesuatu yang dibutuhkan, meskipun memang membuat sudut pandang dan penceritaan menjadi sedikit terganggu. It is a risk, dan film berusaha sebaik mungkin dalam menampilkannya.
Berkat kebanalan dari sudut pandang penderita, film ini diakui banyak orang sebagai gambaran yang akurat, sekaligus dramatis, dari penyakit mengerikan yang bisa menimpa siapa saja di masa tua. Film ini membuat kita merasakan pengalaman dan keadaan jiwa yang bikin gak enak tersebut. Semua itu dilakukan dengan treatment dan editing yang cermat, dan terutama ditambah menjadi maksimal oleh permainan akting kelas legenda. I don’t know about you guys, tapi kupikir jika agenda dan ke-happening-an bisa disingkirkan sementara, maka film ini adalah kuda hitam dalam Oscar nanti. Film ini harusnya bisa dibicarakan lebih sering dan oleh lebih banyak orang lagi. Karena dia benar-benar menawarkan pengalaman menggugah, seperti yang dijanjikan oleh sinema. The Palace of Wisdom gives 7.5 out of 10 gold stars for THE FATHER.
That’s all we have for now.
Apakah kalian punya pengalaman dengan keluarga yang direnggut oleh dementia?
Share with us in the comments Remember, in life there are winners. And there are losers.
We? We are the longest reigning BLOG KRITIK FILM TERPILIH PIALA MAYA
“Kita tahu hidup penuh dengan misteri ketika kita melihat Nicholas Saputra berubah menjadi burung. Well, yea aku pikir dunia tidak bisa lebih aneh lagi sampai aku melihat senyuman bibir atas Superman. Begitulah hidup, kadang kita enggak mengerti. Hampir sering semua berjalan begitu berlawanan dengan yang kita rencana kita. Dengan yang kita harapkan. Satu tahun lagi, yang tidak akan bisa kita ambil kembali, memang telah berlalu. Akan tetapi, for what it’s worth, kita telah mengisinya dengan sebaik yang kita bisa. Kata film The Shape of Water sih, kita mesti bisa ‘berganti wujud’ sesuai dengan wadah, kayak air. Kalo ditaro di gelas, bentuknya kayak gelas. Kalo ditaro di mangkuk, bentuknya setengah bundar. Asal mangkok dan gelasnya jangan ditarok di tiang listrik. Nanti ditabrak.
Kita kudu fleksibel. Kemampuan yang kita punya, anggaplah sebagai kepingan-kepingan puzzle yang bakal kita gunakan untuk mengisi gambar besar, yang mana adalah kehidupan. Tugas kitalah untuk memasangkan kepingan-kepingan itu, menyusunnya, menjadi bentuk yang kita butuhkan saat sekarang. Dan ketika hidup mengganti pertanyaannya, puzzle tersebut kita rombak dan susun lagi. Ketika tahun berganti, kita bersiap-siap berusaha kembali.”
“My Dirt Sheet pun kembali memberikan penghargaan buat yang udah ter-gerrr sepanjang tahun. I love doing this, dan semoga kamu-kamu gak bosan membaca artikel awards ngasal ini setiap tahun.”
“Maka, sambutlah Rick dan Morty dari serial animasi paling hits se2017, Rick and Morty, untuk membacakan beberapa kategori pertama! Plok..plok..plok…”
<Lingkaran hijau kayak gel terbentuk di panggung>
<Rick dan Morty melangkah keluar dari dalamnya>
Rick: Wubba lubba dub dub, everybody!! Morty: Aw geeez, Rick, aku gak tahu bakal serame ini. A-a-apa rambutku oke? Bajuku? Oh no, aku pakai celana kan ya? Rick: Shut up, Morty. Kau memper..(burp)…malukan, kau mempermalukan dirimu sendiri. Selamat malam, Semuanya. Aku merasa terhormat telah… sial, aku belum terlalu sober untuk melakukan ini (burp!) Anyway, inilah nominasi untuk
TRENDING OF THE YEAR 1. Despacito Morty: Aku tahu ini! Mereka memutarnya di mana-mana, di sekolah, di-di mall Rick: Well, aku gak punya waktu untuk dengerin musik, Morty. Aku bekerja keluar-masuk universe untuk kepentingan yang jauh lebih baik. Morty: A-a-a-ku cuma bilang, Rick Rick: Ya? Jika sekali saja aku mendengar ini diputar di rumah, Morty. Sekali saja… Morty: Geezz…. 2. Fidget Spinner Rick: Anak-anak pada main ini, tapi tahu gak, Morty, aku menciptakan yang seperti ini 10 tahun lalu (burp) dan yang kuciptakan itu bisa berputar sendiri Morty: Tapi, tapi poin mainan ini memang kita putar untuk melepaskan stress, Rick Rick: Orang dewasa punya pelepas stress yang lebih baik, ya kan, guys? Ahahahak 3. ‘Love’ Finger Sign Rick: Kau ngarep bisa foto bareng Jessica dengan berpose kayak gini kan, Morty Morty: Enggak sih, aku gak gitu ngikutin gaya Kore.. Rick: Lanjut nomor 4, 4. Marsha Bengek Rick: Kau tahu nasehat “kau bisa jadi apapun yang kau mau asalkan terus berusaha” kan, Morty? Well, I’ll shoot you dead dan menggantimu dengan Morty yang baru kalo kau mulai ngikutin bikin video kayak gini Morty: ….. Rick: Kau tahu aku masih punya voucher Morty gratis kan, (burp), just – just don’t give me the reason to use it. 5. Salt Bae Morty: Semua orang bisa terkenal dengan hal-hal kecil yang unik Rick: Enggak, kau harus punya skill. Yang mana kau enggak punya, Morty. Tapi jangan khawatir, kakek hebatmu ini akan membantumu 6. Trash Dove Rick: Awas Morty, itu monster ungu dari Planet Teror! Morty: Hahaha, bukan Rick. Ini makhluk annoying dari planet facebook 7. Weird Eyebrows Rick: Awas Morty, itu makhluk Planet Freakazoid!!! Morty: A-a-a-ku pikir bukan, Rick. Makhluk Freakazoid jauh lebih normal dari alis-alis ngetren ini
Rick: Cuma segini? Morty: Yea, Rick. Mereka membuat nominasinya cuma tujuh biar sesuai sama nomer acara ini. Rick: (burp) bulshit, Morty. Mereka melewatkan satu hal yang jadi hits seantero multiverse. Benda itu harusnya menang. Morty: Apa yang kau maksud, Rick? Rick: Szeuchan Sauce, Morty! Sekarang mari kita lihat siapa yang mengalahkan ketenaran saus lezat tersebut <membuka amplop> Rick-Morty: Dan pemenangnya adalah….
Rick: I just don’t get it with this world, Morty. I just can’t. Morty: Mari move on ke kategori berikutnya, Rick.
GAME OF THE YEAR
Morty: Video games are so cool! Rick: Semua keren buatmu, Morty! A..a..aku gak percaya kau masih (burp) menggelinjang aja lihat teknologi terbelakang setelah semua petualangan yang kita lalui, Morty. Morty: A-a-a-aku suka petualangan, Rick. Aku suka sensasi adrenalin dan kejutan-kejutan seru. Denganmu, petualangan kita nyata. Tapi aku tetap lebih suka main video game aja, Rick. Karena kau tahu, di video game, kalo-kalo aku mati, aku masih bisa hidup lagi. Aku mati tidak dalam kesakitan, Rick, itu yang penting. Rick: Kau benar-benar anak ayahmu, Morty 1. Cuphead Morty: Ini udah kayak gabungan Contra dengan kartun Disney klasik jaman Miki Mos but not really. Game ini so hard it’s fun, Rick. Rick: …Kau bicara seperti loading yang kepanjangan, Morty…. 2. Getting Over It with Bennett Foddy Rick: Kelihatannya aneh banget.. Morty: Kalo yang ini game susah yang bikin stress, Rick. Kau certainly gak bakal bisa namatin ini, karena kau orang yang pemarah dan gak sabaran Rick: Kau benar, Morty. Mendengarmu saja aku sudah gak (burp) sabaran 3. Resident Evil 7: Biohazard Rick: Pembuatnya kebanyakan nonton Texas Chainsaw Massacre nih Morty: Tapi ini game horror yang psikologis, serem, dan semua-semuanya terasa sangat real, Rick. A—aku, aku gak berani main ini, pakek Virtual Reality. Salah satu yang terbaik dari seri Residen Evil 4. Sonic Mania Morty: Classic is the best, Rick. Old school is cool!! Rick: Aku ingat ketika namatin game orisinalnya ketika berumur 5 tahun, Morty. Apa yang sudah kau lakukan di umur segitu? Apa yang sudah kau lakukan di umur sekarang? Morty: … 5. Super Mario Odyssey Morty: Favoritku satu lagiiii!!! Konsep baru Mario di konsol terbaru Nintendo melahirkan pengalaman gaming yang super seru Rick: Ah, si tukang ledeng yang suka makan jamur. Partially, I can relate to that. If you know what I mean.. wubba-lubba-dup-dup!!! 6. The Legend of Zelda: Breath of the Wild Rick: Biar kutebak: satu lagi klasik yang digarap dengan penuh kejutan dengan teknologi terbaru yang kalian kira paling canggih, kan Morty: Ini masterpiece, Rick. Masterpiece! 7. Undertale Rick: Setelah semua gambar keren itu, kita balik ke 8-bit?? Morty: Ini salah satu game dengan konsep paling unik, Rick. Punya replay value yang gede karena ada banyak skenario. Kita bisa milih antara membunuh monster atau memaafkan mereka, cinta damai, Rick. Rick: Bukankah membunuh monster satu-satunya alasan kita main video game?
Rick: Kau sadar aku bisa bikin video game yang lebih baik, dengan teknologi yang lebih canggih kan? Morty: Ya. Rick: (burp) Kau sadar, ada video game tentang kita yang enggak masuk nominasi ini kan? Morty: Ya. Tapi aku gak keberatan. Oh aku gak sabar lihat siapa pemenangnya…
Morty: You should try playing this one, Rick. Seriously. Dan mungkin, mungkin, kau akan melihat bahwa kekerasan bukan satu-satunya jal…
<Morty belum selesai ngomong, Rick sudah membuka portal dan menghilang ke dalamnya. Morty lantas menyusul, sambil pasang tampang nyengir-gaenak>
“Untuk mempersembahkan BEST MUSICAL PERFORMANCE, sambutlah…” Elias: Who wants to walk, with Elias!! Elias: ….. Elias: Mohon simpan tepuk tangan kalian, hingga aku selesai bernyanyi
<loud boos>
Aiden English: Hem hem… Tahu kah kamuuuu~ hari apa sekarang, Elias? Elias: Apapun itu, sekarang bukan Rusev Day! Aiden English: You know what? You’re right. Sekarang adalah hari di mana… Penampilan musik terbaik dianugerahi!!
<tepuk tangan penonton>
Elias: Lalu kenapa kita, dua penyanyi dan pegulat hebat, tidak termasuk di dalamnya? Aiden English: Karena oh karena, temanku, orang-orang di sini tidak bisa menghargai talenta!!
<Boo keras lagi>
Aiden English: Lihat saja nominasi-nominasi ini 1. Baby Driver “Was He Slow?”
Elias: elektronik dan mash-up itu sampah dibanding melodi dan riff gitarku Aiden English: exactly! 2. Barden Bellas “Toxic”
Elias: Bagaimana pendapatmu soal grup akapela ini, teman? Aiden English: Payah. Mereka kekurangan sesuatu yang penting; suara bass klasik seorang pria seperti Aiden English!! 3. Ibu “Kelam Malam”
Elias: Oke, yang tadi itu… serem, sumpah. Tapi bisa lebih baik kalo aku yang bawakan. Dan kugubah menjadi lagu country. 4. Kurt Angle “Sexy Kurt”
Aiden English: Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya, lihatlah contoh penyanyi dan pegulat yang buruk! 5. Lego Batman “Who’s the (Bat)Man?”
http://www.youtube.com/watch?v=oz-UwNJ2gh0
Aiden English: hahahahahahahha…. Elias: <menyipitkan mata, memandang marah> Aiden English: …ahaha. Eh. Lucu sih, tapi bego. Sangat bego. Rap itu lagu kaum rendahan. 6. Lisa and Homer “Pokemon”
Aiden English: Kau tahu siapa yang bernyanyi lebih baik? Elias: Siapa? Aiden English: Jigglypuff 7. Phillip and Anne “Rewrite the Stars”
http://www.youtube.com/watch?v=90MG479FffU
Aiden: I wish ada Jigglypuff di sini. Elias: Karena suaranya lebih bagus? Aiden: Supaya aku bisa tertidur dan gak dengerin para nominasi ini!
Elias: Setuju. Wait till after you’ve heard pemenangnya.
<merobek amplop>
Elias: Sepertinya lagi musim duet.. Aiden English: Yaa… dan aku masih… well, umm, since Rusev gak bisa nyanyi… jadi.. bisa dibilang, aku masih solo Elias: Kamu mau….. walk with Elias? Aiden English: …. I do.
<tepuk tangan penonton ngecie-ciein, Elias dan English pergi sambil gandengan tangan>
“Membacakan nominasi UNYU OP THE YEAR, inilah…. Poppy!” “Yea, That Poppy!!!”
Poppy: <berdiri diam di podium> Poppy: …… Poppy: …… Poppy: Kecantikan. Poppy: Kecantikan bukanlah segalanya. Poppy: Namun segala hal di dunia adalah cantik. Poppy: Apa kalian cantik? Poppy: Apa ‘kecantikan’ itu artinya ‘terlalu cantik’? 1. Alessia Cara Poppy: Her voice is powerfully beautiful. 2. Alexa Bliss Poppy: Her in-ring persona is fiercely beautiful. 3. Anya Taylor-Joy Poppy: Her acting and her look are equally as unique and beautiful. 4. Elle Fanning Poppy: Her aura is innocently beautiful. 5. Katherine Langford Poppy: Her pain on the Thirteen Reasons Why was so breathtakingly beautiful. 6. Kristen Stewart Poppy: Her expression is hauntingly beautiful. 7. Lily James Poppy: her presence is magically beautiful.
Poppy: Semua cewek cantik dengan cara mereka sendiri Poppy: Tapi kecantikan tidak bisa diukur. Kecuali oleh waktu. Poppy: Kalian semua cantik. Seperti aku. Seperti lampu itu. Seperti amplop ini. Poppy: <melihat amplop pemenang, tanpa membukanya>
Poppy: Find your wild thing, the scar to your beautiful. Poppy: <tersenyum lamaaaaaaa sekali>
DUAR!!!!
<Kilat menyambar, dan turunlah Thor Odinson tepat di sebelah Poppy>
Thor: Hai, aku, ehm, Thor. Kau tahu, Dewa Petir yang perkasa. Aku diutus untuk menemanimu membacakan nominasi COUPLE OF THE YEAR. Bukannya aku berharap kita bisa jadi pasangan juga sih… what? Poppy: Hai, aku Poppy. Thor: Yea, aku sudah dengar. Kau, ehm, kau suka rambut baruku? Poppy: Rambut adalah mahkota yang merupakan perpanjangan dari kecantikan kita. Thor: ….. Kau bercanda? Kok ngomongnya aneh banget sih, dari realm mana dirimu? Apa kau Dewa atau semacamnya? Poppy: Aku dari youtube. Matamu indah, besar kali. Bolong pula. Thor: …..umm, ah yeah, I’m not sure this is working, mari baca saja nominasinya
1. Belle dan The Beast Thor: Dongeng dari Bumi yang indah, aku pernah dibacain ini sama J.. Jane Poppy: Berat nyebut nama mantan 2. Elise dan Amphibian Man Poppy: Indahnya cinta adalah, kita dan pasangan saling memenuhi satu sama lain sebagai makhluk hidup Thor: …aku masih gak mengerti maksudmu apa 3. Jeff dan Erin Baumann Poppy: Stronger Couple. Cinta itu menerima apa adanya. Thor: ….bahkan dengan sebelah mata dan rambut cepak? Poppy: Bahkan dengan sebelah mata dan rambut cepak. 4. John Cena dan Nikki Bella Thor: Nah, ini baru aku mengerti. Pasangan yang sangat kuat. Katanya mereka lamaran di tengah ring, manis sekali. Poppy: Semua hal yang manis adalah hal yang kuat. 5. Kumail dan Emily Thor: Umm…aku jadi penasaran orangtuamu siapa. Aku anak Odin. Poppy: Aku terlahir dengan cinta. Orangtuaku adalah cinta dan kasih. Thor: Oke. Kau aneh. 6. Lala dan Yudhis Thor: Bahkan buat pandanganku, dan aku dari dunia yang lain, hubungan Lala dan Yudhis ini benar-benar gak sehat. Poppy: …. Thor: Kamu gak mau mengomentariku dengan kalimat aneh lagi? 7. Raisa dan Hamish Thor: Aku dengar katanya pasangan ini udah matahin hati banyak penggemar Poppy: Hatinya patah seperti Palumu? Thor: …..
Poppy: Jangan sedih, Thor teman baruku, cinta harus diselebrasi Thor: Kamu benar. Dan pemenangnya adalah
Poppy: The shape of love is beautiful.
Thor: Oke, karena rekanku omongannya aneh tingkat dewa, kita langsung saja bacakan nominasi buat kategori selanjutnya,
THE MOST ANNOYING QUOTE Poppy: Hai, aku Poppy. Thor: Please… Poppy: Hi, I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Hi I’m Poppy. Thor: ….. dan nominasinya ADALAAAAAHHHH
1. “Baby Shark doo doo doo, Baby Shark doo doo doo”- Baby Shark Song Poppy: HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY 2. “Cash me ousside how bow dah”- Cash Me Outside Girl Poppy: Hi I’m poppy. Hi I’M POPPY. HI I’m PoPPy. hi I’m poppy. 3. “Delete! Delete! Delete!”- Woken Matt Hardy Poppy: HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. HI I’M POPPY. 4. “Eta terangkanlah”- lirik lagu Poppy: Hi I’m. Poppy. Hi. I’m Poppy. Hi. I’m. Poppy. 5. “Kids jaman now”- various netizen Poppy: Hi saya Poppy. Hai I’m Poppy. Hi aku Poppy. Hai gue Poppy. Hai ogut Poppy. 6. “Nikahi aku, Fahri”- Keira Ayat-Ayat Cinta 2 Poppy: Hi, I’m Poppy. Hi, I’m Poppy. Hi, I’m Poppy. Hi, I’m Poppy. Hi, I’m Poppy. Thor: Bunuhi aku, Poppy 7. “Wubba lubba dub dub!”- Rick Poppy: Hi, I’m Poppy! Hi, I’m Poppy! Hi, I’m Poppy! Hi, I’m Poppy!!!!!
Thor: Woooaarghhhhh, cukup aku nyerah. Aku gak bisa lanjutin lagi bareng cewek ini Poppy: Hahahahahaha Poppy: Oh Brother, I got you so good. Poppy: Ini aku (menarik lepas sesuatu dari lehernya, ternyata wajah Poppy adalah topeng, dan di balik topeng itu ternyata Poppy adalah….) Thor: LOKI!!!! Loki: ahahahahaha kena, deh Thor: Grrrr, rasakan petirku! Loki: Eh tunggu-tunggu, ini pemenangnya belum diumumiinnnn Thor: Bodo, I’m so mad right now Loki: Oh oke pemirsa, pemenangnya adalah
DUAR!!
(Thor dan Loki menghilang setelah petir besar menyambar panggung)
“Untuk membacakan BEST CHILD CHARACTER, sambutlah bocah-bocah yang gak kalah ajaib ini; Annabelle, Chucky, dan Sabrina!” Annabelle: Ah, lihatlah ada begitu banyak jiwa yang bisa diajak main-main Sabrina: Seandainya kita masih anak-anak beneran yaa hiks Chucky: Eh tunggu, aku bukan anak-anak! Aku perampok yang masuk ke badan boneka. Aku ini jahat. Pembunuh. Orang dewas tulen! Annabelle: sudah-sudah, gak jadi soal toh. Kita cuma jiwa-jiwa sekarang. Chucky: tapi kita bisa bunuh yang baca kan, please Sabrina: nanti ya kak Chucky, kita baca nominasi dulu yaaa, ini tokoh anak-anak yang paling berkesan se2017 1. Auggie – Wonder Chucky: wow dia kayak model live-action dari badanku Annabelle: iya dia live, kamu mati Sabrina: hihihi 2. Baby Groot – Guardians of the Galaxy 2 Sabrina, Annabelle, Chucky: CUTE! 3. Ian – Pengabdi Setan Sabrina: dia salah satu dari kita, guys Chucky: oh yea, apa senjatanya? Upil? 4. Janice – Annabelle: Creation Sabrina: lihat, Bee, itu anak yang kamu rasuki Chucky: yea dan dia hantu yang lebih hebat daripada mu Annabelle: kamu nantang ya? 5. Laura – Logan Chucky: senjatanya kereeeenn, dia boleh jadi anak buahku Annabelle: pisaumu tampak seperti agar-agar dibandingkan kukunya hihihi 6. Mary Adler – Gifted Sabrina: anak idaman orang tua, nih Annabelle: baik, cantik, pinter, dan hidup gak kayak kita 7. Miguel – Coco Chucky: anak ini pergi ke dunia orang mati dan keluar hidup-hidup? Hantu Mexico payah semua!! Sabrina: dia penyanyi yang berbakat sih Annabelle: dia immortal!
Chucky: kita bunuh saja yuk yang menang, pialanya kita ambil Sabrina: setujuuu <ngeluarin gunting taman dan perkakas lain> Annabelle: oke, siap, inilah pemenangnyaa
Sabrina:…. Oh aku gak tega ih Annablle: Auggie udah kayak wakil dari kita, bahwa tidak ada yang cacat – semuanya ajaib Chucky: Well, yea, aku pun gak semangat membunuh anak yang terlalu baik Sabrina: jadi kita nyanyi Cita-Cita aja nih? Annabelle, Chucky: NOOOOO!!!!! <lari ngeloyor ke belakang panggung>
Kai: Kematian adalah hal yang menyedihkan. Untuk setiap jiwa yang gugur, ada paling tidak satu jiwa yang merasa kehilangan. Jupe, Oon Project Pop, Pak Bondan, Eko DJ, Nenek Laila Sari, Dusty Rhodes, Jimmy Snucka, Superman.. kerasanya udah devastating. Itu baru satu orang. Bagaimana dengan korban perang, dengan Bom Manchester di konser Ariana Grande, dengan pengeboman London Bridge, dengan penembakan di Las Vegas. Kematian untuk dikenang. MOMENT OF SILENCE yang kita lakukan perlu, namun jangan sampai kita lupa untuk hidup. Jangan sampai kita takut. Karena, hanya dengan takut, kita lemah. Mengheningkan Cipta, mulai!
“Ladies and Gentlemen, bintang dari American Horror Story: Cult, dialah: Kai Anderson”
Kai: Dunia sudah dikendalikan oleh ketakutan, bahkan sampai hantu pun takut keluar. Babadook malu karena diejek sebagai ikon LGBT. Kita harusnya bebas memakai apa yang kita mau. Tidak perlu takut dilecehkan. Kalian adalah diri kalian berpakaian. Lihat aku, rambut aku biru. Dan aku bersumpah dengan pinky promise aku tidak akan mengubah gayaku berpakaian. Betapa terhormatnya bagiku untuk membacakan FASHION OF THE YEAR, karena fashion itu sama seperti politik; Demokrasi, namun harus ada yang mengarahkan!
1. Gaun Cetar Mimi Peri 2. Kaos nWo Red Wolfpac Kendall Jenner 3. Kumis ala Poirot 4. Male Romper 5. Pennywise Costume 6. Sarung Tangan Alexa Bliss 7. Thrasher Clothes
Kai: Oke aku akan memburu yang tadi cekikikan melihat nominasinya. Kai: Pemenangnya adalah
Kai: Ah, sarung tangan ini pas banget ku pakai bersama topeng di serial ku. Kalian semua, hati-hati pulang ke rumah. Kejahatan lagi meningkat. Pastikan kalian aman terkunci di rumah masing-masing setelah jam sepuluh malam.
Kai: Kategori berikutnya, ah WONDER WOMAN OF THE YEAR, kalo kalian nonton serial American Horror Story tahun 2017, kalian pasti tahu aku kalah sama cewek. Feminisme sudah berada di titik terkuat sekarang. Mereka bukan lagi mau sejajar sama pria, mereka sudah sejajar. Tapi bisakah mereka mengambil alih? Well, tujuh nominasi ini adalah wanita-wanita kuat seperti musuhku. Dan kuakui, I fear them.
1. Billy Jean King Kai: Legenda tenis yang memperjuangkan petenis wanita dapat bayaran yang sama, dan actually mengalahkan petenis pria. 2. Diana Prince Kai: Award ini dijuduli pakai namanya. Pahlawan perang dulu, kini, dan nanti 3. Lorraine Broughton Kai: Ahli menyamar dan martial arts, kau enggak akan mau Atomic Blonde ini jadi lawanmu. 4. Marlina Kai: Berkuda membawa kepala orang yang mencoba memerkosanya. Aku suka cewek ini, dia membawa ketakutan! 5. Mbah Sri Kai: Kau tidak pernah terlalu tua untuk mengejar kebenaran 6. Mildred Kai: Beranilah mempertanyakan sistem. Gunakan media untuk menyibak kebenaran, paksa dengan kebencian, kalo perlu. 7. Mother Kai: Selalu memberi sampai tidak ada lagi yang bisa ia beri. Luar biasa.
Kai: Tujuh wanita yang menakjubkan, bukan. Dan pemenangnya adalah Kai: Aku bersyukur tidak perlu berhadapan dengan orang ini, atau bahkan dengan wanita manapun. I’ll go back to my hole now, dan akan kembali saat kalian tidak mengharapkannya. Selamat malam.
<Penonton pada ragu mau tepuk tangan atau enggak, hening awkward mengiringi kembalinya Kai ke belakang panggung>
“Pemirsa alias Pembaca, sambutlah satu kelompok anak-anak dari tahun 1980an yang akan membacakan nominasi kategori FEUD OF THE YEAR My Dir…. Eh, apaan tuh ribut-ribut?”
<beberapa sosok bersepeda tampak kebut-kebutan menuju panggung>
Genk It: Yes, kami duluan Genk Stranger Things: Heh, siapa sih kalian, yang dipanggil kan kami Genk It: Yeee, itu katanya anak-anak dari tahun 1980, ya kamilah tim anak-anak yang paling legendaris. Kalian cuma peniru Genk Stranger Things: Losers Club diem aja ya di sana, kami Winner Club Genk It: eeeee ngajak berantem, ayo Beverly, ketapel merekaaa Genk Stranger Things: El, toloooongggg!!
1. Billy Jean King vs. Bobby Riggs 2. Bumi Bulat vs. Bumi Datar 3. Dian Sastro vs. Tangan di Bahu 4. Pickle Rick vs. Jaguar 5. Setya Novanto vs. Tiang Listrik 6. Tere Liye vs. Foto Selfie 7. Thor vs. Hulk
<Eleven dan Beverly datang sambil makan wafel pake ketapel> Eleven: udah, udah, ngapain berantem sih? Beverly: tau nih, Pennywise ama Demogorgon aja pada akur kok Eleven: biarin nominasi ini aja yang berantem. Nih kita baca bareng-bareng yaa
<Mereka semua pun ambil ancang-ancang. Namun sebelum sempat bernyanyi, geng anak-anak kecil itu diusir keluar sama satpam>
“Untuk kategori BEGO OF THE YEAR dan BEST MOVIE/SERIAL SCENE, sambutlah superhero yang merupakan simbol dari harapan umat manusia di dunia, ehmm lebih tepatnya, sambutlah bagian dari superhero harapan manusia, dibangkitan oleh kecanggi han teknologi, inilah… Kumis Brewok Superman!”
Supermis: ehem, ehem… oke mungkin aku terlihat memalukan kayak plankton pakai wig, tapi sekarang aku sudah lebih terkenal dari Superman sendiri. Kalian boleh memanggilku Supermis. Super Kumis. Aku pernah dicall buat jadi ambassador Wak Doyok, tapi aku tolak. Baru ini loh kemunculan publik pertamaku, beruntunglah kalian. Supermis: oke ehem.. karena tampang Superman yang bego itulah aku kebagian baca nominasi BEGO OF THE YEAR, dan inilah mereka:
1. Fitsa Hats Supermis: Pintar-pintarlah dalam berbahasa, jangan taunya makan micin doang 2. Ikan (Tong)-kol Supermis: Oke aku berani bertaruh badanku ubanan semua; anak itu sengaja ahahha! 3. Kue khas kota ala selebriti Supermis: Inilah ketika batas antara tradisional dengan kekinian itu udah gak ada lagi hihi 4. Oscar salah ngomong Supermis: Ini juga kayaknya sengaja dah biar jadi bahan omongan xD 5. Patung Harimau Supermis: Ini kayaknya model patungnya si Tigger yang di Winnie the Pooh deh ahahaa 6. Peta Film Ular Tangga Supermis: Pantes aja nyasar, naik gunung kok petanya kayak peta kawinan 7. Skip Challenge Supermis: adek-adek, don’t try this at anywhere
Supermis: dan paling bego di antara semua adalaaaah Supermis: makanya kalo bikin film itu, lakukanlah riset yang bener. Jangan sampai hasilnya jadi malu-maluin. Eh tapi, mereka jadi menang award, berarti gak malu-maluin banget dong ya?
Supermis: Berikut ini nih contoh film-film yang digarap dengan serius, dengan niat. Jadinya mereka punya adegan-adegan yang dahsyat, meyakinkan, seru. Mari kita lihat siapa aja nominasi untuk BEST MOVIE/SERIAL SCENE 1. Baby Driver’s Opening Getaway
Supermis: Ini udah paling keren, kayak beneran bisa dilakukan di jalan raya. Ntar kucobain aahh 2. It’s Pennywise Introduction
Supermis: sampe banyak dijadiin meme nih adegan, serem ! 3. Justice League’s Superman Kicking Ass
Supermis: coba deh nonton ini sambil puasa, dijamin sukses menahan lapar 5. Star Wars: The Last Jedi’s Ren and Kylo Team Up
http://www.youtube.com/watch?v=tzQB8Qfq8Us
Supermis: salah satu battle terkeren di Star Wars nih, ngetease tag team banget 6. Thirteen Reasons Why’s Hannah Baker Suicide
http://www.youtube.com/watch?v=OxBnNOxOKPk
Supermis: adegan paling bikin lemes, gak ada lawan! 7. Wonder Woman’s Amazon Battle
http://www.youtube.com/watch?v=bIfPq3biW_o
Supermis: kamera dan aksinya sama-sama keren!!
Supermis: Gini-gini aku banyak nonton film loh. Paling benci film pembunuhan di kereta api karena ada kumis yang sok keren. Oke, pemenangnya adalah Supermis: beneran deh, tulangku menggigil nonton adegan ini, dan aku bahkan gak punya tulang!
“Hahaha, oke terima kasih buat Supermis dan para pembaca nominasi yang sudah sudi hadir di sini. 2017 kemaren memang keren, quirky but in an awesome way. Aku sendiri gak pernah nyangka aku akan membuka kafe eskrim. Sampai-sampai kadang kalo jalan pulang dari bioskop panas-panas, aku mikir “duh enak makan eskrim nih” dan ternyata baru aku sadar “Hei, I own one!” Hidup kadang impulsive seperti itu. Bukannya enggak ada masalah pas aku mau nyambut kontrak bangunannya dari temenku. Aku literally galau, berminggu-minggu duduk di atap sampai pagi.. Dan lima hari sebelum pindahan ke kafe aku ‘kabur’ ke Solo. Crashing lokasi syuting film mentorku, Mas Ichwan Persada. Untung di sana pada welcome, aku tinggal bareng ngikutin para kru. Aku dibolehin nanya-nanya pembuatan film kayak orang bego. Jadi, selain dapat tempat curhat soal pilihan hidup ekstrim menjadi buka eskrim, aku juga dapat kesempatan belajar, dan teman-teman baru dari kru dan pemain. Dan aku semakin gak nyangka, aku menutup tahun 2017 dengan ngobrol gugup di depan sejumlah insane perfilman tanah air. I guess that was MY MOMENT OF THE YEAR. Blog ini ternyata ada yang baca, dan dinilai worth untuk sebuah piala. Terima kasih, buat kalian yang udah suka mampir dan diskusi film di blog ini, semoga ke depannya bisa lebih baik lagii”
“Untuk penutupan, seperti biasa kita serahkan award final SHOCKER OF THE YEAR, hal-hal yang udah bikin kita surprise, dan sebelum melihat pemenangnya, inilah para runner-ups:” 1. Mickey Mouse Club Returns! 2. Serangan virus Ransomware Wannacry!! 3. Taylor Swift trying to be mean!? 4. Undertaker pensiun!!! 5. Yugioh ganti format!?! 6. Nama depan Schmidt terungkap! 7. Amerika menganggap Yerusalem sebagai ibukota Israel!!! 8. Sasha Banks dan Alexa Bliss mecahin rekor pertandingan gulat wanita pertama di Arab!! 9. Kasus pelecehan di Hollywood terungkap! 10. Chester Linkin Park bunuh diri!!
“Daaaan the most shocking thing adalaaaahh” “Selama ini kupikir cewek loh, well yea, sepertinya memang kita jangan jump into conclusion gitu aja mengenai banyak hal. Pastikan dulu. Cari tahu sendiri.”
“Semoga tahun 2018 menjadi tahun di mana Bumi menjadi tempat hidup yang lebih baik. Atau kalo enggak, semoga mungkin kita sudah bisa pindah ke Mars.”
That’s all we have for now.
Remember, in life there are winners. And there are…
Don’t be a Loser
We are the winner of Piala Maya Best Movie Critic of 2017 Be Jealous.